SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Materi Antropologi Kelas XI Bab V : Metode Etnografi dan Manfaatnya dalam Mencari Solusi Berbagai Permasalahan Sosial-Budaya
December 18th, 2015 by Uke Pramudita

Metode Etnografi

Burhan Bungin ( 2008:220) mengatakan etnografi merupakan embrio dari antropologi. Artinya etnografi lahir dari antropologi di mana jika kita berbicara etnografi maka kita tidak lepas dari antropologi setidaknya kita sudah mempelajari dasar dari antropologi. Etnografi,ditinjau secara harfiah, berarti tulisan atau laporan tentang suatu suku bangsa, yang ditulis oleh seorang antropolog atas hasil penelitian lapangan ( field work ) selama sekian bulan, atau sekian tahun.

Penelitian antropologis untuk menghasilkan laporan tersebut begitu khas, sehingga kemudian istilah etnografi juga digunakan untuk mengacu pada metode penelitian untuk menghasilkan laporan tersebut. etnografi bukan sekedar mengumpulkan data tentang orang atau kebudayaan, melainkan menggalinya lebih dalam lagi.

Etnografi, baik sebagai laporan penelitian maupun sebagai metode penelititan, dapat dianggap sebagai dasar dan asal-usul ilmu antropologi. Kutipan-kutipan kalimat dari beberapa tokoh besar antropologi seperti di bawah ini akan meyakinkan kita tentang kebenaran pernyataan di atas. James Spradley mengatakan bahwa “ Ethnograpic fieldwork is the hallmark of cultural anthropology “ ( Kajian lapangan etnografi adalah tonggak antropologi cultural ).Jadi singkatnya, belajar tentang etnografi berarti belajar tentang jantung dari ilmu antropologi, khususnya antropologi sosial.

Ciri-ciri khas dari metode penelitian lapangan etnografi ini adalah sifatnya yang holistic-integratif, thick description, dan analisis kualitatif dalam rangka mendapatkan native’points of view ( bersifat holistic atau menyeluruh ). Artinya, kajian etnografi tidak hanya mengarahkan perhatiannya pada salah satu variable tertentu saja. Bentuk holistic didasarkan pada pandangan bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan system yang terdiri dari satu kesatuan yang utuh. Teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi-partisipasi dan wawancara terbuka dan mendalam, yang dilakukan dalam jangka waktu yang relative lama, bukan kunjungan singkat dengan daftar pertanyaan yang terstruktur seperti pada penelitian survey.

Jadi, etnografi adalah upaya untuk mendeskripsikan kebudayaan. Kebudayaan baik secara implicit maupun secara eksplisit terungkap melalui bahasa. Bahasa merupakan alat utama untuk menyebarkan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya yang ditulis dalam bentuk linguistic. Sehingga, dalam studi etnografi, ethnolinguistik berfungsi untuk menggali kebudayaan.

Manfaat Etnografi dalam mencari solusi permasalahan social budaya

Kita mulai dengan tujuan antropologi sosial, yaitu untuk mendeskripsikan dan menerangkan keteraturan serta berbagai variasi tingkah laku sosial. Mungkn gambaran paling menonjol dari manusia adalah divertasinya. Mengapa suatu rumpun ini menunjukkan suatu variasi semacam itu, menciptakan pola perkawinan yang berbeda, meengkonsumsi makanan yang berbeda, mempercayai tuhan yang berbeda?dsb.. jika kita harus memahami diversitas ini maka kita harus mulai dengan mendeskripsikannya secara hati-hati. Kebanyakan diversitas dalam rum harus memahami divertasi ini maka kita harus mulai dengan mendeskripsikannya secara hati-hati. Kebanyakan diversitas dalam rumpun manusia muncul, karena diversitas suatu generasi ke generasi berikutnya. Deskripsi kebudayaan, sebagai tugas utama dari etnografi, merupakan langkah pertama dalam memahami rumpun manusia.

Oleh karena itu, dalam pengertian yang paling umum, etnografi memberikan sumbangan secara langsung dalam deskripsi dan penjelasan keteraturan serta evaluasi dalam tingkah laku sosial manusia. Banyak ilmu sosial memiliki tujuan yang lebih terbatas. Dalam studi tingkah laku manapun, etnografi mempunyai peranan penting. Kita dapat mengidentifikasikan beberapa sumbangannya yang khas. Menginformasikan teori-teori ikatan budaya. Masing-masing kebudayaan memiliki cara untuk melihat dunia. Kebudayaan memmberikan kategori, tanda, dan juga mendefinisikan dunia dimana orang itu hidup. Kebudayaan mengandung berbagai asumsi mengenai sifat dasar realitas dan juga informasi yang spesifik mengenai realitas itu. Kebudayaan mencakup nilai-nilai yang menspesifikasikan hal yang baik, benar, dan bisa dipercaya.. apabila orang mempelajari kebudayaan, maka sanpai batas-batas tertentu dai terpenjara tanpa mengetahuinya. Para ahli antropologi mengatakan ha ini sebagai “ikatan budaya” ( culture bond ), yaitu hidup dalam realitas tertentu yang dipandang sebagai “ realitas “ yang benar.
Etnografi sendiri tidak lepas dari ikatan budaya. Namun, etnografi memberikan deskripsi yang mengungkapkan berbagai model penjelasan yang diciptakan oleh manusia. Etnografi dapat berperan sebagai penunjuk yang menunjukkan sifat dasar ikatan budaya teori-teori ilmu sosial.
Memahami masyarakat yang kompleks.

Sampai sekarang ini, etnografi umumnya diturunkan ke berbagai kebudayaan kecil, non barat. Nilai untuk mempelajari masyarakat seperti ini sudah dapat diterima. Bagaimanapun, kita tidak banyak tahu tentang mereka, kita tidak dapat melakukan melakukan survey atau eksperimen, sehing etnografi tampaknya tepat. Tapi nilai etnografi dalam memahami kebudayaan kita sendiri sering kali diabaikan.

Daftar Pustaka

Spradley, James P. 1997. Metode Etnografi. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya

Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar