SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Materi Sosiologi Kelas X Bab I : Fungsi Sosiologi untuk Mengenali Gejala Sosial di Masyarakat
December 18th, 2015 by Uke Pramudita

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat mengenai perilaku tentang hubungan sosial antar individu atau antar kelompok di lingkungan tempat tinggalnya. Menurut Pitirim A. Sorokin “Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi) dengan gejala lainnya (nonsosial)“.

A. Hakikat Manusia sebagai Makhluk Individu dan Sosial

  • Manusia Sebagai Makhluk Individu

Sebagai makhluk individu manusia diciptakan dengan keunikan dan kepribadian yang berbeda-beda. Dia memiliki penampilan fisik, kemampuan, kebutuhan, perasaan dan sikap yang berbeda dengan sesamanya. Kata “individu” dalam konsep manusia menunjukan bahwa manusia adalah makhluk yang otonom. Sebagai makhluk yang otonom, manusia memiliki kebebasan dalam menentukan pilihannya dan bertanggungjawab atas pilihannya tersebut.

  • Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Menurut Aristoteles, manusia pada kodratnya adalah makhluk sosial. Dia tidak akan memperoleh keutamaan dan tidak akan menjadi baik jika tidak mempunyai teman dan terasing dari masyarakatnya. Demikian halnya bahwa sesungguhnya manusia tidak akan dapat hidup sendiri tanpa kehadiran orang lain.

B. Gejala Sosial yang Terjadi di Lingkungan Masyarakat

Gejala sosial adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di antara dan oleh manusia, baik secara individu maupun secara kelompok (Gulo, 2010). Suatu peristiwa atau proses disebut gejala sosial karena perilaku oleh individu yang terlibat di dalamnya saling terkait. Menurut Durkheim, gejala sosial harus dipahami sebagai fakta objektif di luar kehidupan subjektif individu. Gejala sosial antara lain mencakup gejala ekonomi, gejala politik, gejala budaya dan gejala moral. Contoh gejala sosial antara lain adalah kemiskinan, kejahatan, perang, kewirausahaan, dan persamaan gender. Setiap gejala sosial menjadi dampak sekaligus penyebab dari gejala sosial yang lain. Misalnya keyakinan agama mempengaruhi praktik ekonomi. Kepentingan ekonomi menentukan teori politik.

  • Bentuk dan Jenis Gejala Sosial

Menurut Guglielmo Carchedi, dapat dikelompokkan dalam bentuk gejala sosial yang menentukan (the determinan sosial phenomenon) merupakan bentuk gejala sosial yang mengkondisikan keberadaan gejala sosial yang ditentukan. Dan bentuk gejala sosial yang ditentukan (the determined sosial phenomenon). Gejala sosial yang menentukan Gejala sosial yang ditentukan merupakan bentuk gejala sosial yang menjadi kondisi reproduksi atau menggantikan gejala sosial yang menentukan.

Gejala-gejala sosial, menurut Pitirim A. Sorokin, dapat dikelompokkan dalam berbagai jenis. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Gejala sosial religious. Misalnya perayaan panen padi
  • Gejala sosial ekonomi. Misalnya gejala menurunnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pengangguran.
  • Gejala sosial politik. Misalnya terjadinya praktik politik uang untuk memenangkan pemilu.
  • Gejala sosial hukum. Misalnya ketidakdisiplinan pengendara sepeda motor di jalan raya.

C. Fungsi dan Peran Sosiologi dalam Mengkaji Gejala Sosial di Masyarakat

Istilah ‘sosiologi’ pertama kali digunakan oleh Auguste Comte (1798-1859). Comte menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu tentang gejala sosial yang tunduk pada hukum alam dan tidak berubah-ubah. Halnya dengan pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa sosiologi mempelajari hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macam gejala-gejala sosial.

Secara etimologis, sosiologi berasal dari bahasa latin “socius” (teman) dan kata Yunani “logos” (kata/berbicara atau ilmu). Jadi sosiologi berbicara mengenai masyarakat atau ilmu tentang masyarakat. Lambat laun pengertian sosiologi meluas menjadi ilmu yang mempelajari masyarakat dan interaksi yang terjadi antar anggota masyarakat.

Secara umum objek kajian sosiologi adalah masyarakat (society). Dalam mempelajari masyarakat sebagai objek kajian, sosiologi memfokuskan studinya pada hal-hal berikut :

  • Hubungan timbal-balik antara manusia satu dan manusia lainnya
  • Hubungan antara individu dan kelompok
  • Hubungan antara kelompok yang satu dan kelompok lainnya
  • Proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut dalam masyarakat
  • Ciri-ciri Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan

Sebagai ilmu pengetahuan, Sosiologi memiliki cirri-ciri sebagai berikut.

  1. Sosiologi bersifat Empiris. Berdasarkan hasil observasi (pengamatan).
  2. Sosiologi bersifat Teoritis. Berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi
  3. Sosiologi bersifat Kumulatif. Teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori-teori yang sudah ada sebelumnya dalam arti memperbaiki, memperluas dan memperhalus teori-teori lama
  4. Sosiologi bersifat Non-Etis. Tidak mempersoalkan baik buruk suatu fakta, tetapi menjelaskan fakta-fakta tersebut secara analitis.
  • Metode dalam Sosiologi

Sosiologi mengenal dua macam metode ilmiah :

  • Metode kualitatif. Metode ini dipakai apabila subjek penelitian tidak dapat diukur
  • Metode kuantitatif. Mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka atau gejala-gejala yang diukur dengan skala, indeks, table, atau uji statistic.
  • Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Lain

Karena objek sosiologi adalah perilaku manusia maka sosiologi berhubungan erat dengan keilmuan humaniora lainnya, misalnya sejarah, psikologi, antropologi, ekonomi, politik, geografi dan ilmu sosial lainnya.

  • Peran dan Fungsi Sosiologi

Fungsi Sosiologi :

  • Untuk pembangunan. Sosiologi berfungsi untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembangunan.
  • Untuk penelitian. Dengan penelitian, akan diperoleh suatu rencana penyelesaian masalah sosial yang baik.

Peran Sosiologi :

  • Sosiologi sebagai ahli riset. Para sosiolog melakukan riset ilmiah. Tujuannya adalah mencari data kehidupan sosial masyarakat.
  • Sosiologi sebagai konsultan kebijakan. Prediksi sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi.
  • Sosiologi sebagai praktisi. Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat.
  • Sosiologi sebagai guru atau pendidik

Daftar Pustaka :

Maryati, Kun dan Juju Suryawat. 2013. Sosiologi: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta. Erlangga.

Kawedhar, Widyabakti Hesti & Diatmika Wijayanti. 2012. Detik-Detik Sosiologi SMA Tahun 2012/2013. Klaten. Intan Prawira.


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar