SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Materi Sosisologi Kelas XI Bab III : Perbedaan, Kesetaraan dan Harmoni Sosial
December 18th, 2015 by Uke Pramudita

·         Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial adalah klasifikasi atau penggolongan terhadap perbedaan-perbedaan tertentu yang bisaanya sama atau sejenis. Pengertian sama disini menunjuk pada klasifikasi masyarakat secara horizontal, mendatar atau sejajar.

  • Ciri-ciri Diferensiasi Sosial
  1. Berdasarkan ciri fisik. Misalnya, warna kulit, bentuk rambut, bentuk mata, bentuk hidung, dan bentuk rahang. Ciri-ciri fisik tersebut disebut ciri-ciri fenotip kuantitatif.
  2. Berdasarkan ciri sosial. Timbul karena adanya perbedaan pekerjaan yang menimbulkan perbedaan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat. Termasuk dalam kategori ini adalah perbedaan peran, prestise dan kekuasaan. Contohnya pola perilaku guru akan berbeda dengan pola perilaku tentara.
  3. Berdasarkan ciri budaya. Berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi, sistem kekeluargaan, keuletan, dan ketangguhan. Hasilnya dapat dilihat dari pakaian, adat istiadat, Bahasa, kesenian, arsitektur dan agama.
  • Bentuk Diferensiasi Sosial
  1. Diferensiasi Ras

Ras adalah kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawaan yang sama.

  1. Ras Mongoloid
  2. Ras Negroid
  3. Ras kaukasoid
  1. Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis)

Suku bangsa merupakan hasil dari sistem kekerabatan yang lebih luas. Keanekaragaman suku bangsa di Indonesia juga menyangkut keanekaragaman budaya, yang meliputi perbedaan adat istiadat, religi, bahasa dan kesenian.

  1. Diferensiasi Klan

Klan sering juga disebut kerabat, keluarga besar, atau keluarga luas (extended family). Dalam masyarakat Indonesia terdapat dua bentuk klan utama, yakni klan atas dasar garis keturunan ibu (matrilinier) dan atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal).

  1. Diferensiasi Agama

Agama merupakan sistem keyakinan dan praktek keagamaan yang biasanya sudah dibakukan dan dirumuskan, dianut secara luas dan dipandang sebagai sesuatu yang benar. Agama termasuk kedalam perujudan diferensiasi sosial.

  1. Diferensiasi Jenis Kelamin

Gender adalah perbedaan secara seks antara perempuan dan lakilaki. Secara biologis, perbedaannya yaitu karakteristik seks primer,seperti alat kelamin yang berbeda antara pria dan wanita dan karakteristik seks sekunder yang akan muncul seperti bentuk suara.

  • Stratifikasi Sosial

Stratafikasi masyarakat merupakan perbedaan yang terdapat di masyarakat dalam tingkat yang vertikal. Perbedaan secara vertical menyatakan bahwa di dalam masyarakat terdapat perbedaan tinggi/ rendah status (kedudukan) seseorang.

Ukuran atau kriteria yang biasa dipakai

  1. Ukuran kekayaan
  2. Ukuran kekuasaan
  3. Ukuran kehormatan
  4. Ukuran ilmu pengetahuan
  • Penyebab Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial muncul dengan sendirinya sebagai akibat dari proses yang terjadi dalam masyarakat. Faktor-faktor penyebabnya adalah kemampuan atau kepandaian, umur, fisik, jenis kelamin, sifat keaslian keanggotaan masyarakat, dan harta benda. Dalam perkembangan selanjutnya, stratifikasi sosial sengaja dibentuk sebagai subsistem sosial untuk mewujudkan tujuan tertentu.

  • Bentuk Stratifikasi Sosial

Menurut Soejono Soekanto, bentuk-bentuk stratifikasi sosial yaitu :

  1. Stratifikasi Sosial Tertutup

Stratifikasi yang anggota dari setiap stratanya sulit melakukan mobilitas vertical. Karenanya, stratifikasi sosial jenis ini bersifat diskriminatif, contohnya system kasta, masyarakat rasialis, dan masyarakat feudal.

  1. Stratifikasi Sosial Terbuka

Bersifat demokratis setiap anggota strata dapat bebas berpindah strata sosial, baik vertical maupun horizontal. Contoh doctor, pengusaha atau guru

  1. Stratifikasi Sosial Campuran

Kombinasi antara stratifikasi sosial tertutup dan terbuka. Missal seseorang yang memiliki kasta Brahmana di Bali pindah ke Jakarta.

  • Fungsi Stratifikasi Sosial
  • Distribusi hak-hak istimewa yang objektif
  • Menjadi sistem pertanggaan pada strata yang berhubungan dengan kewibawaan dan penghargaan
  • Kriteria sistem pertentangan dan persaingan
  • Penentu lambing-lambang (symbol status) atau kedudukan
  • Penentu tingkat mudah dan sukarnya bertukar kedudukan
  • Alat solidaritas diantara individu-individu atau kelompok yang menduduki system sosial yang sama dalam masyarakat.
  • Harmoni Sosial

Harmoni Sosial adalah kondisi dimana individu hidup sejalan dan serasi dengan tujuan masyarakatnya. Harmoni sosial juga terjadi dalam masyarakat yang ditandai dengan solidaritas. Secara etimologis, solidaritas adalah kekompakan atau kesetiakawanan. Kata solidaritas menggambarkan keadaan hubungan antara individu dan atau kelompok yang berdasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama.

  • Dinamika Masyarakat Indonesia

Sejarah perkembangan masyarakat Indonesia menunjukan bahwa potensi konflik antar kelompok masyarakat di Indonesia cukup besar. Konflik tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

  • Harga diri dan kebanggaan kelompok terusik
  • Perbedaan pendirianatau sikap
  • Perbedaan kebudayaanyang dimiliki setiap etnis
  • Benturan kepentingan (politik, ekonomi dan kekuasaan)
  • Perubahan yang terlalu cepat sehingga mengganggu keseimbangan sistem dan kemapanan

Daftar Pustaka

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2014. Sosiologi 2: Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta. Esis Erlangga.

Tim MGMP Sosiologi. 2006. Modul Sosiologi XI Semester 2. Kudus : Prasasti.


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar