21
Oct 18

Grab Tunjuk Mantan Bos Amazon Jadi CTO for Transport

Grab Tunjuk Mantan Bos Amazon Jadi CTO for Transport

Grab mengangkat Mark Porter sebagai Chief Technology Officer (CTO) for Transport. Mark akan menyediakan sejumlah perbaikan untuk layanan sepeda motor, mobil, dan rental mobil.

Theo Vassilakis, group CTO menyatakan Mark ditunjuk untuk memastikan sistem Grab tetap stabil dan andal seiring dengan pertumbuhan perusahaan.

“Dengan keahlian terhadap sistem mendalam yang ia miliki, tidak ada talenta yang lebih mampu atau berpengalaman dibandingkan Mark yang dapat memastikan infrastruktur teknologi Grab aman, kuat, dan sejalan dengan tujuan perusahaan,” tulis Theo dalam keterangan resmi.

Lihat juga: Grab Beri Batasan Blokir Konsumen

Dengan jabatannya, Mark akan memimpin infrastruktur teknologi Grab dan mengawasi pengembangan platform, machine learning, kecerdasan buatan (AI) dan kapasitas data science. Kemampuan Mark diharapkan bisa menawarkan layanan yang lebih aman, lancar, dan personal.

Mark akan bertanggung jawab memimpin tim engineering Grab di Singapura, Seattle, Beijing, Bangalore, Ho Chi Minh City, dan Jakarta.

Lihat juga: Gandeng Microsoft, Grab Implementasi Kecerdasan Buatan

Setiap hari setidaknya kami memroses 20TB data. Grab berupaya menggunakan data pertama untuk memberikan pengalaman yang lebih lancar, personal, dan intuitif, kedua untuk menciptakan layanan transportasi yang lebih cerdas dan lebih efisien, dan ketiga bekerja dengan berbagai kota dalam mengoptimalkan lalu lintas dan solusi multi-modal dengan mempelajari pola perjalanan.

Sebelum bergabung dengan Grab, Mark sempat bergabung di sejumlah perusahaan teknologi dunia seperti Amazon selama lima tahun, Oracle, hingga Shared Learning Initiative untuk NewsCorp (proyek bersama dengan Gates Foundation).

Lihat juga: Teknologi Smarthome Dan Manfaatnya

Mark sempat menjabat sebagai general manager Amazon, Amazon RDS, Amazon Aurora, dan Amazon DS for PostgreSQL. Mark juga memiliki pengalaman bekerja di NASA, Oracle, dan Caltech.

Pria yang berbasis di Settle ini telah mulai memprogram sejak berusia 11 tahun dan secara profesional sejak usia 16 tahun. Ia memiliki pengalaman di bidang basis data, pemrograman sistem, kompresi video, kinerja sistem dan skalabilitas serta merupakan inventor untuk 11 paten.


20
Oct 18

Apple Watch Disebut Bisa Kuak Kematian Khashoggi

Apple Watch Disebut Bisa Kuak Kematian Khashoggi

Pemerintah Arab Saudi akhirnya buka suara dan mengakui bahwa Jamal Khashoggi meninggal dunia di kantor konsulat di Istanbul, Turki. Kabar hilangnya Khashoggi terkuak disebut berkat jam tangan pintar Apple Watch yang dikenakannya saat memasuki kantor konsulat Saudi.

Pejabat Turki tidak secara gamblang menjelaskan cara mendapatkan rekaman suara dan video dari Apple Watch yang menjadi bukti bahwa Khashoggi tewas dibunuh. Kendati demikian, banyak pihak yang meragukan bukti rekaman tersebut.

Lihat juga: Produsen AS Mulai Jaring Konsumen Mobil Terbang

Khashoggi disebut merekam suara dugaan pembunuhan menggunakan aplikasi di Apple Watch dan mengunggah hasil rekaman tersebut ke iPhone dan iCloud miliknya. Surat kabar Sabah disebut mendapatkan kabar tersebut dari seorang pejabat keamanan di Turki.

Khashoggi diketahui meninggalkan iPhone miliknya kepada tunangannya Hatice Chengiz yang menunggu di luar kantor konsulat Saudi.

Untuk bisa terhubung dengan iPhone, Apple Watch membutuhkan koneksi Bluetooth dengan jarak berdekatan. Namun, Apple Insider mencatat Khashoggi mengenakan Apple Watch 3 yang dilihat dari bulatan mahkota digital merak di samping jam. Dengan kata lain, perangkat tersebut memiliki koneksi LTE.

Kendati demikian, jaringan LTE di Apple Watch milik Khashoggi hanya berfungsi secara terbatas di negara asalnya. Apple mengonfirmasi bahwa LTE pada Apple Watch 3 dan 4 tidak mendukung roaming di seluruh dunia.

Lihat juga: Mengenal Sistem Kerja Kamera iPhone XR, XS, dan XS Max

Selain itu, tidak ada jaringan LTE di Turki yang mendukung Apple Watch 3. Sehingga besar kemungkinan Khashoggi membeli jam tangan pintarnya di AS, meski tidak bisa menggunakan jaringan LTE di Turki.

.Namun, besar kemungkinan Apple Watch milik Khashoggi telah menggunakan WiFi yang tersedia di Konsulat Saudi pada kunjungan sebelumnya. Dengan demikian, data-data yang ada di jam tangan pintar miliknya juga bisa tersedia di iPhone.

Harian Sabah sebelumnya mengatakan Saudi disebut berupaya menghapus rekaman audio menggunakan sidik jari Khashoggi untuk membuka Apple Watch-nya. Namun, perangkat tersebut diketahui tak dibekali sensor sidik jari layaknya iPhone dan iPad.

Lihat juga: Sejarah Pertama Kali Telepon Ditemukan

Rekaman audio pada Apple Watch yang dikenakan Khashoggi diduga disimpan ke iCloud. Sementara untuk mengakses data dibutuhkan akses berupa username dan kata sandi pemilik Apple ID. Muncul spekulasi bahwa tunangan Khashoggi yang membantu mendapatkan rekaman audio tersebut.

Kabar hilangnya wartawan pengkritik Saudi, Jamal Khashoggi berawal saat ia mengunjungi kantor konsulat di Istanbul pada 2 Oktober untuk mengurus dokumen pernikahan. Hingga kantor konsulat tutup, Hatice tak kunjung mendapati Khashoggi keluar.


19
Oct 18

Produsen AS Mulai Jaring Konsumen Mobil Terbang

Produsen AS Mulai Jaring Konsumen Mobil Terbang

Terrafugia, produsen mobil terbang asal Amerika Serikat (AS), kini mulai membuka pintu pemesanan untuk model pertama yang dinamakan Transition. Pengiriman buat mobil terbang berkapasitas dua orang itu bakal dilakukan pada 2019.

Autonews memberitakan, Selasa (16/10), Transition hanya dijual di AS. Namun soal harga masih misteri karena tidak ada pernyataan resmi tentang itu.

Transition pertama kali diperkenalkan ke dunia pada 2010, namun sejak saat itu Terrafugia kesulitan untuk membuatnya benar-benar bisa ‘terbang’. Terrafugia didirikan oleh sekelompok alumni Massachusetts Institute Technology (MIT) pada 2006 lalu.

Lihat juga: Regulasi Mobil Listrik Kini di Tangan Menko Maritim

Lantas pada 2017, perusahaan yang bermarkas di Woburn, Massachusetts ini dibeli produsen asal China, Zhejiang Geely Holding Group. Setelah disokong Geely, Transition akhirnya bisa menjadi produk massal hampir satu dekade setelah debut.

Saat debut pernah dijelaskan Transition menggunakan mesin bensin dan sanggup terbang hingga 160 km per jam dengan jarak tempuh 643 km. Performa di daratan belum jelas, namun Terrafugia pernah mengatakan kemampuannya bisa digunakan di jalan raya.

Lihat juga: Pemerintahan Jokowi Gandeng 4 Raksasa TI

Terrafugia merupakan salah satu dari beberapa perusahaan yang mencoba mengejar mimpi menghasilkan mobil terbang. Di Geneva Motor Show pada Maret lalu, Audi dan Airbus sudah mendemonstrasikan konsep mobilitas mengandalkan kabin berisi dua penumpang yang bisa ditempel ke drone berukuran besar.

Volocopter, perusahaan stratup asal Jerman yang didukung Intel dan Daimler, juga membuat helikopter seperti drone listrik yang bekerja dengan teknologi otonom.



Lebih mirip pesawat antariksa daripada mobil terbang, transisi terlihat sepeti pesawat kecil, dengan sayapnya bisa dilipat untuk berkendara di jalan. Perusahaan mengklaim model akan tersedia untuk pembelian pada 2019, namun dengan kondisi saat ini tidak mungkin. Mobil ini mampu meraih kecepatan 200 mph.

Terrafugia Transition punya atap yang bisa dilipat, dengan waktu konversi dari mobil ke pesawat terbang yang hanya butuh waktu dibawah 1 menit. Mobil terbang dua penumpang ini pakai mesin bensin 4 silinder dengan turbocharger, yang mampu membawanya terbang hingga kecepatan setara 160 km/jam sejauh 640 km di ketinggian 10.000 kaki.

Lihat juga: Gandeng Microsoft, Grab Implementasi Kecerdasan Buatan

18
Oct 18

Regulasi Mobil Listrik Kini di Tangan Menko Maritim Luhut

Regulasi Mobil Listrik Kini di Tangan Menko Maritim Luhut

Setelah berulang kali mengatakan sedang mengkaji rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang kendaraan listrik. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akhirnya mengumumkan resmi telah selesai membuat draf kebijakan tersebut.

Kemenperin menjelaskan telah mengirimkan draf tersebut kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) pada 15 Oktober 2018. Nantinya draf akan ditinjau, bila oke bakal ditanda tangan Presiden Joko Widodo lalu diterbitkan sebagai peraturan resmi.

Pada April lalu sudah disepakati di kantor Kemenko Maritim bahwa Kemenperin yang ditunjuk merangkai Perpres kendaraan listrik. Sebelumnya pembahasan kebijakan itu dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Lihat juga: Pangsa Pasar Hoaks Capai 119 Juta di Indonesia

Pada pertengahan Agustus lalu, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika pernah menjelaskan kepada jurnalis draf Perpres kendaraan listrik sedang menjalani tahap akhir yaitu pengecekan hukum. Draf butuh disempurnakan oleh biro hukum sebelum akhirnya diserahkan ke Kemenko Maritim lantas tugas Kemenperin selesai.

Dalam siaran resmi Kemenperin, Rabu (17/10), Putu menjelaskan pada draf Perpres era Kementerian ESDM masih ada pasal-pasal, khususnya terkait bab pengembangan industri, yang dianggap belum sejalan dengan arah kebijakan industri otomotif nasional. Perbedaan itu dikatakan mesti diselaraskan dengan peraturan dan perundangan.

Lihat juga: Motor Listrik Terinspirasi Chopper Jokowi

Putu mengatakan dalam penyusunan Perpres kendaraan listrik perlu secara intensif melibatkan berbagai pihak dari kalangan akademisi, pelaku industri, dan institusi terkait. Poinnya adalah menyelaraskan kebijakan itu dengan peta jalan industri otomotif yang sudah dibuat Kemenperin.

“Sehingga untuk mengharmonisasikan masukan-masukan yang ada, memang membutuhkan proses pembahasan yang cukup lama agar memastikan bahwa arah kebijakan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya dalam mendukung tumbuhnya industri otomotif nasional”, kata Putu.

Lihat juga: 5 Teknologi Misterius dari Zaman Kuno 

17
Oct 18

Pangsa Pasar Hoaks Capai 119 Juta di Indonesia

Pangsa Pasar Hoaks Capai 119 Juta di Indonesia

Warganet Indonesia menjadi sasaran ’empuk’ para penyebar hoaks. Pasalnya, era Post Truth membuat para warganet lebih mempercayai berita berbau hoaks daripada berita valid.

Kepada Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengakui pengguna internet di Indonesia menjadi pasar legit bagi para penyebar hoaks, terutama memasuki tahun politik.

Pasalnya, pengguna internet di Indonesia mencapai 142 juta, bahkan 80 persen di antaranya masuk daftar pemilih tetap (DPT).

“Hoaks ini mempunyai pangsa pasar yang empuk dengan jumlah penduduk kita sekitar 260 juta orang. Pengguna internet berdasarkan Kominfo ada 142 juta. Dari 142 juta yang masuk DPT 80 persen berarti ada sekitar 119 juta yang pangsa pasar hoaks yang paling enak terutama menjelang Pileg dan Pilpres”, kata Setyo di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Selasa (16/10).

Lihat juga: Pengamat Minta Orang Tua Waspadai Hoaks Agama Untuk Anak-Anak

Setyo mengatakan belum lagi mengingat 70 persen penduduk di Indonesia hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sehingga, semakin sulit dalam menangkal berita hoaks.

Oleh karena itu, mengacu pada penanganan berita hoaks pada zaman Orde Baru, Setyo mengatakan negara membutuhkan juru bicara yang bisa langsung mengklarifikasi dan menetralisir isu hoaks.

“Kalau dulu ada berita hoaks muncul langsung ada Menteri Penerangan menjelaskan, Pak Harmoko. Saat ini, jika hoaks muncul akan ada humas. Wacana ini harus dikaji untuk memberikan pernyataan resmi dari pihak negara”, tutur Setyo.

Lihat juga: Google Dan Apple Lakukan Ini Untuk Batasi Waktu Berponsel

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Albertus Rachmat Wibowo menjelaskan konten negatif dikelompokkan menjadi tiga. Ketiga konten negatif ini diklasifikasi agar semakin mudah untuk menentukan pasal beleid yang dikenakan ke pelaku.

Rachmat mengatakan kategori pertama adalah berita hoaks dan berita bohong. Jenis konten negatif itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 pasal 28 ayat 1 dan 2.

“Itu dicover di pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU no 1 tahun 1946. Itu berita yang dimanipulasi jadi berita seolah-olah asli. Berita tidak benar atau berita yang dilebih-lebihkan. Itu dicover di pasar 15”, kata Rachmat.

Kategori kedua adalah ujaran kebencian yang berkaitan dengan penistaan agama. Rachmat menjelaskan ujaran kebencian ini diatur dalam UU ITE Pasal 28 ayat 2. Kendati demikian, Rachmat mengatakan berita palsu dan berita hoaks tidak diatur dalam UU ITE.

Lihat juga: Pelaku Hoaks Bisa Dijerat Tanpa Ada Aduan

“Ada hate speech, itu saudara dekatnya blasphemy (penistaan agama). Hate speech dalam UU ITE dicover pasal 28 ayat 2. Yang berita palsu dan berita bohong itu tidak ada di UU ITE. Tidak di cover, yang ada berita palsu yang menyebabkan kerugian transaksi elektronik”, ujar Rachmat.

Selain UU ITE, ujaran kebencian terkait SARA juga diatur dalam UU No.40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Ia menengaskan penyebar ujaran kebencian terkait SARA bisa terkena pidana.

“Kalau orang masuk kerja itu tidak bisa karena agama atau ras itu kena 15. Pasal 16 itu kalau mengucapkan kebencian SARA. Pasal 17 itu lebih parah lagi kalau berbuat kejahatan berdasarkan kebencian SARA, seperti pembunuhan, perampokan, dan pemerkosaan”, kata Rachmat.


16
Oct 18

Pengamat Minta Orang Tua Waspadai Hoaks Agama Untuk Anak-Anak

Pengamat Minta Orang Tua Waspadai Hoaks Agama Untuk Anak-Anak

Hoaks dapat mempengaruhi masa depan generasi muda bangsa Indonesia. Pengamat Media Sosial Nukman Luthfie mengatakan generasi muda saat ini dipengaruhi oleh berita hoaks di lingkungan terdekat seperti lingkungan sekolah hingga keluarga.

Dengan ketiadaan edukasi digital terkait berita hoaks, anak-anak akan terkena penetrasi berita hoaks yang mereka dapat dari orang tua dan guru. Sosok yang dijadikan panutan memberikan berita hoaks, tentu anak-anak tidak punya kekuatan untuk melawan penetrasi.

“Sekarang yang bahaya lagi kalau hoaks dipercaya seorang guru atau pendidik itu akan dibawa ke anak didiknya. Makanya hoaks hari ini efeknya ke generasi muda. 2030 itu panen demografi. Kalau anak termakan hoaks karena pendidik bisa dibayangkan bagaimana Indonesia di masa depan”, tutur Nukman di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Lihat juga: Jack Ma Akan Bantu RI Cetak 1.000 Ahli Teknologi per Tahun

Nukman kemudian menceritakan bahwa ada siswa TK yang bertanya kepada ibunya terkait aksi demonstrasi dari organisasi agama. Anak tersebut mengatakan aksi tersebut direstui oleh Allah karena awan seolah bergerak mengikuti dan melindungi demonstran dari panas matahari.

“Ada anak TK bilang ke ibunya, demo yang itu direstui Allah. Karena meskipun demo siang. Awan bergerak melindungi, dia bilang ibu guru yang bilang. Padahal itu kan ilmu fisika biasa. Bagaimana masa depan anak kita”, ujar Nukman.

Memasuki masa Pilpres dan Pileg, Nukman mengatakan intensitas penyebaran berita hoaks akan semakin masif. Oleh karena itu ia menekankan betapa pentingnya edukasi digital kepada orang tua atau guru agar tidak sembarangan membagikan berita hoaks ke anak-anak.

Lihat juga: Kominfo Ungkap Peredaran 6 Berita Hoaks Gempa & Tsunami Palu

“Maka masa depan anak-anak harus dijaga lewat edukasi ke guru agar otak mereka tidak termakan hoaks. Harus lihat sekolah-sekolah Islam agar jangan mudah percaya hoaks”, tutur Nukman.

Nukman mengatakan politik itu merusak media sosial. Pasalnya dalam politik itu berkaitan erat dalam kampanye hitam yang berusaha mengelabui dan menyebarkan berita hoaks untuk mengurangi peluang dari lawan politik.

“Politik merusak media sosial. Twitter dan Facebook itu dulu lucu. Begitu masuk Prabowo, Jokowi, Ahok sudah mulai beda. Tiba-tiba tegang karena sudah mulai muncul konten yang mudah membakar. Hoaks itu pupuk rasa kebencian”, kata Nukman.


14
Oct 18

Pelaku Hoaks Bisa Dijerat Tanpa Ada Aduan

Pelaku Hoaks Bisa Dijerat Tanpa Ada Aduan

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan bahwa untuk menjerat pelaku pembuat berita hoaks bisa dilakukan baik dengan aduan ataupun tanpa adanya aduan.

“Ada yang perlu delik aduan ada yang tidak perlu”, jelasnya Sabtu (13/10).

Lebih lanjut, menurutnya pelaku hoaks yang bisa dijerat tanpa aduan jika konten yang dibuat meresahkan masyarakat, seperti pornografi. Hal serupa juga berlaku untuk pembuat hoaks yang menyebarkan berita bohong mengenai sebuah bencana, misal hoaks yang terjadi pada gempa Palu kemarin.

“Kita kerjasama dengan Direktorat Cyber Polri. Di sana mereka melihat ini unsurnya memenuhi atau tidak untuk diproses pengadilan. Kalau unsurnya memenuhi, makan akan dikejar, ditangkap”, lanjut Rudi.

Lihat Juga: Pejabat Kominfo ‘Diserang’ ribuan notifikasi soal hoaks FPI

Menurut Rudi, dasar yang digunakan untuk melakukan penangkapan adalah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Selain itu, Rudi juga menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan Direktorat Cyber yang berada di bawah Bareskrim Polri. Sehingga jika Kominfo mendapatkan temuan, bisa langsung dilaporkan ke direktorat itu untuk ditindaklanjuti.

Sebaliknya, jika aduan datang ke polisi terlebih dahulu, Ditjen Cyber akan melakukan konfirmasi ke Kominfo untuk menyelidiki konten hoaks tersebut. Sebab, menurut Rudi Kominfo juga memiliki penyidik PNS khusus untuk hal ini.

Lihat juga: Hoaks Banyak Tersebar Lewat Facebook

Sementara untuk perkara hoaks yang memerlukan delik aduan, adalah berita bohong yang berkaitan dengan pencemaran nama baik.

“Agar bisa diproses harus ada delik aduan, yang merasa dirugikan harus mengadu dulu”, jelasnya.

Ketika kasus berita bohong ini sudah terbukti, maka Kominfo akan melakukan penirunan konten dan mengumumkan bahwa hal tersebut adalah hoaks. Sementara proses hukum dilakukan oleh Direktorat Cyber Polri.

lihat juga: kominfo duga warga cari ‘fulus’ unggah video haringga

Presiden Joko Widodo juga berbicara mengenai bahaya hoaks di hadapan ratusan murid SMA/SMK di Bogor, Rabu (10/10).

Presiden juga meminta partisipasi aktif generasi muda, terutama pelajar dalam memberantas berita bohong di media sosial. Jokowi menilai langkah itu dapat mencegah perpecahan di Indonesia

Hal ini disampaikan Jokowi di hadapan 340 siswa SMA dan 170 siswa SMK beserta guru pendamping OSIS dalam acara Apresiasi Kebangsaan Indonesia pagi ini. Jokowi menegaskan masa depan bangsa ini di tangan generasi muda. Banyak negara terpecah karena konflik antarsuku dan tak diredam dari awal, salah satunya adalah Afganistan.


13
Oct 18

Jack Ma Akan Bantu RI Cetak 1.000 Ahli Teknologi per Tahun

Jack Ma Akan Bantu RI Cetak 1.000 Ahli Teknologi per Tahun

Pendiri Alibaba Group Jakc Ma akan membantu pemerintah Indonesia mencetak 1.000 ahli teknologi sekaligus pengusaha digital per tahun dalam 10 tahun ke depan. Hal ini merupakan kesepakatan yang telah dijalin Ma dengan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Tanah Air.

Menurut Ma, saat ini kedua pihak tengah mematangkan peta rencana untuk mewujudkan target tersebut. Namun, secara keseluruhan, target itu akan dikejar melalui beberapa hal. Pertama, mengembangkan kemampuan generasi muda.

“Kami memberikan banyak kesempatan bagi anak muda Indonesia untuk mempelajarinya. Kami juga akan mengundang 300 pengembang dan insinyur untuk belajar ilmu komputer”, ujar Ma di sela pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Lihat juga: Pemerintahan Jokowi Gandeng 4 Raksasa TI Latih 40 Ribu Pemuda

Kedua, merangkul para pengusaha dalam negeri untuk ikut memberikan pelatihan dan pengetahuan terkait ekonomi digital. Mulai dari pengusaha di sektor perdagangan elektronik (e-commerce), pembayaran, hingga jasa teknologi berbasis keuangan (financial technology/fintech).

Ketiga, mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sudah ada agar semakin tumbuh besar. Sebab, merujuk pada bisnis yang dimilikinya, Alibaba tumbuh dengan merangkul para UMKM.

“Kami ingin pengusaha lokal Indonesia seperti para UMKM tumbuh. Ini kunci penting untuk mengembangkan ekonomi negara ini”, katanya.

Lihat juga: Tiga Alasan Indonesia Cocok Implementasikan Ekonomi Digital

Keempat, mengalirkan investasi ke Indonesia melalui sektor e-commerce, komputasi awan (cloud computing), logistik, infrastruktur, internet, dan lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan kerja sama penciptaan dan pengembangan SDM Indonesia juga akan dilakukan dengan melihat kembali kebijakan yang sudah berjalan saat ini. Indonesia, katanya, berkonsultasi mengenai kebijakan yang sudah diambil, apakah sudah efektif atau belum.

Lihat juga: Konferensi Tech in Asia Jakarta 2018 Usung 24 Track

“Seperti model apa yang harus kami kembangkan, bagaimana kebijakan yang sudah ada, misalnya terkait subsidi dan bantuan sosial yang sekarang berjalan, bagaimana agar ini lebih diklasifikasikan dan efisien”, kata Darmin.


12
Oct 18

Pemerintahan Jokowi Gandeng 4 Raksasa TI Latih 40 Ribu Pemuda

Pemerintahan Jokowi Gandeng 4 Raksasa TI Latih 40 Ribu Pemuda

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng empat raksasa bisnis Teknologi Informasi untuk 20.000 pemuda untuk 2019.

Empat raksasa itu adalah Amazon, Cisco, Huawei, dan Microsoft.

Menkoinfo Rudiantara menuturkan hal itu terkait dengan program ‘Indonesia Digital Talent to 20.000 in 2019’. Kriteria yang dibutuhkan adalah lulusan SMK, SMA, diploma dan sarjana.

Dia menuturkan pelatihan itu diproyeksikan untuk menyelesaikan masalah kekurangan SDM terutama di sektor ekonomi digital. Para pemuda itu bakal mendapatkan pendidikan selama 2 bulan dan mendapatkan sertifikat untuk siap ke dunia kerja.

Kementerian itu akan memulai dengan proyek percontohan sebanyak 1.000 pemuda pada November.

“Sampai saat ini yang mendaftar telah mencapai 43.000 siswa”, kata Rudiantara dalam forum New Economy Talk: Maximizing Digitalization as Means to Improve Wealth and Income Distribution di Medan Room, BICC, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

China dan India

Dia menuturkan Kominfo juga memberikan beasiswa dengan mengirimkan insan itu ke China dan India. Tujuan pendidikan itu, kata dia, untuk mencerdaskan masyarakat dan tengah menjajaki pola pendidikan secara online-offline untuk menampung lebih banyak siswa.

Dia menuturkan pihaknya telah menggandeng Perancis untuk menyiapkan insan yang melek ekonomi digital. “Tak peduli usia asalkan lulus tes bisa ikut dalam pendidikan born to code”.

Tak hanya itu, Rudiantara juga menyampaikan dirinya sudah berbicara dengan pendiri Alibaba yakni Jack Ma agar mau mendirikan Jack Ma Institute di Indonesia.

Bila ini terealisasi, katanya, reputasi Indonesia akan naik di mata dunia internasional, terutama di sektor ekonomi digital.

Pemerintah akan memanfaatkan nama besar pendiri Alibaba Group Jack Ma untuk menggenjot ekspor Indonesia ke China. Rudiantara mengatakan sebagai pemilik e-commerce besar, Jack Ma memiliki nilai jual tinggi.

Ia dianggap memiliki wadah besar untuk memperjualbelikan berbagai barang dengan banyak anggota di dalamnya. Ketika Jack Ma mengakui keunggulan produk Indonesia, itu akan memberikan dampak positif bagi pemasaran.

“Ini, bagaimana kami memanfaatkan itu. Ingat, di China ada 700 juta orang terhubung dengan jaringan internet”, katanya.

Rudiantara meyakini SDM pelaku perusahaan rintisan bakal berkontribusi mendongkrak peningkatan ekonomi nasional dan menurunkan tingkat Rasio Gini.


11
Oct 18

Grab Beri Batasan Blokir Konsumen Yang Sering ‘Cancel Order’

Grab Beri Batasan Blokir Konsumen Yang Sering 'Cancel Order'

Grab Indonesia menjelaskan sistem pembatalan pesanan pengemudi tidak langsung membuat penumpang diblokir. Selain itu, dia pun memiliki ‘ganjaran’ untuk pengemudi ‘nakal’.

Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar menjelaskan pihaknya memiliki algoritme yang bisa membaca pola perilaku pelanggan. Algoritme tersebut akan membaca aktifitas mencurigakan jika terjadi berulang kali.

“Penilaian itu kedua belah pihak, biar adil. Selama ini ada keluhan pengemudi cancel karena alasan yang aneh. Misalnya konsumen cancel karena pengemudinya kurang tampan, itu ada kejadian. Kurang ok mukanya jadi cancel. Jadi kasihan juga kan mitra, seperti dipermainkan”, kata Mediko, Rabu (10/10).

“Jadi kami memiliki sistem yang bisa membaca pola perilaku pelanggan. Algoritme terkait suspicious activity“, paparnya, Kamis (11/10).

Sedangkan untuk pengemudi, mereka pun bisa terkena ‘hukuman’ jika terus membatalkan pesanan. Ganjaran ini akan berpengaruh pada performa mereka.

Sayangnya, kecenderungan yang terjadi pengemudi lepas tangan dan membuat penumpang yang akhirnya membatalkan. Menanggapi permasalahan ini, Mediko mengungkapkan pelanggan bisa langsung mengirimkan hasil screen capture pembicaraan dengan pengemudi ke pihak Grab.

Selanjutnya Grab yang akan menindaklanjuti masalah tersebut.

Dia pun menepis pelanggan akan langsung diblokir selamanya. Jika memang terbukti pelanggan yang melakukan kesalahan, misalnya sengaja membatalkan pesanan berkali-kali. Maka, pelanggan akan terkena suspensi akun selama 1×24 jam.

Grab tidak memiliki patokan ukuran berapa banyak pembatalan yang dilakukan oleh pelanggan. Sistem dengan algoritme khusus yang nantinya akan memutuskan.

“Kadang bisa juga pesan dan batalkan dalam waktu dekat. Jika diindikasikan mau memainkan order maka akun pengguna bisa dikunci selama 24 jam”, tambahnya.

Algoritme ini menurutnya diterapkan untuk membaca gerak-gerik order fiktif yang sempat marak terjadi. Jika akun terbukti pelaku order fiktif, maka bisa diblokir selamanya. Namun, itu pun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut.

Mediko menjelaskan pihaknya berusaha memberikan keadilan bagi kedua pihak, baik dari penumpang dan pengemudi. Maka, pelanggan pun bisa menggunakan Grab Help Center untuk melaporkan ketidakadilan atau kesalahan pembacaan algoritme jika terjadi.

Apabila terkena suspensi, Grab tetap terbuka apabila konsumen mau mengajukan banding. Mediko mengakui penilaian konsumen ini atas masukan dari para pengemudi.

“Ada kejadian akhirnya diblokir. Konsumen bisa ajukan banding nanti ditinjau kenapa sering membatalkan”, tutur Mediko.


Skip to toolbar