Archives for November, 2015

Makanan Khas Tegal Laka-laka

Wednesday, November 18th, 2015

1. Olos
Olos ini sendiri tepatnya berasal dari desa Jatirawa Kecamatan Tarub. Jajanan ini sebenernya sebuah jajan yang berevolusi dari risoles. Nah awalnya, Bu Khotiah ini berniat membuat risoles. Tapi karena risoles bentuknya persegi panjang jadi kayaknya terlalu rumit untuk dibuat. Makanya beliau memutuskan buat adonan berbentuk bulan dengan isi sayuran didalamnya.
Makin lama, olos makin berkembang. Olos asli terbuat dari adonan tepung kanji dan terigu yang diaduk sampai kalis dan bisa dibentuk bulat sebagai kulit olos dan diisi dengan adalah irisan kubis atau kol yang diiris lembut, daun bawang dan irisan cabe rawit yang lumayan banyak. Diamkan bola-bola olos ini selama beberapa menit sebelum digoreng dalam minyak panas sampe kuning keemasan. Irisan cabe rawit dalam olos inilah yang menghasilkan sensasi rasa pedas dan gurih sewaktu olos ini di gigit dan masuk ke dalam mulut.
Dari perkembangan olos, isi olos tidak lagi hanya irisan daun kol. Tapi makin bervariasi. Mulai dari suwiran daging ayam, irisan bakso, sosis, dan masih banyak. Terlepas dari apa isi olos ini, ciri khasnya selain berkulit tepung aci, juga irisan cabe rawit yang lumayan dominan. Jadi, buat yang suka banget makan pedes, nyobain olos wajib hukumnya!
olos

2. Krupuk Mie Wedi
Kerupuk mie? Ah biasa, Kerupuk Mie Wedi? Itu baru luar biasa Kerupuk ini merupakan salah satu kuliner khas Tegal yang banyak diproduksi di wilayah Kecamatan Adiwerna dan Kecamatan Dukuhwaru. Kerupuk yang berbentuk bulat dan berjaring ditengahnya ini bahan dasarnya sama dengan kerupuk lainnya. Namun rasanya lebih nikmat karena dibuat secara manual. Sehingga rasanya lebih “sedep” kata orang Tegal.
Kerupuk Mie ini berbumbu bawang, sama dengan Kerupuk Antor. Proses penggorengannya pun sama, menggunakan pasir. Jadi rasanya selain renyah, juga gurih. Selain itu juga kolesterolnya rendah.
Penjualan kerupuk ini biasanya ada yang dalam bentuk bungkus kecil, adapula yang yang bungkus sedang dan bungkus besar. Atau biasa disebut “bal”. yang bungkus besar biasanya gampang ditemukan di pasar-pasar tradisional, bisa untuk dijual kembali ataupun untuk oleh-oleh saudara atau teman di luar kota.
Kerupuk Mie Wedi ada yang hanya satu warna, hijau kekuningan, ada pula yang berwarna merah muda dalam satu bungkusnya. Yang paling banyak dicari adalah kerupuk yang berwarna-warni dan berbumbu banyak! Jika bumbunya banyak, dijamin deh, jari tangan kita akan penuh bumbu yang menempel dan akan gregetan untuk mengulum tangan kita hingga bersih. :D
Kerupuk Mie Wedi biasanya disandingkan dengan Sambel Gaul. Atau dengan urab. Atau bisa juga dengan saos sambal. Jika sudah begitu, satu saja tidak cukup.
kerupuk_mie_wedi_tegal
3. Martabak Telor Lebaksiu
Tidak terlalu berbeda memang untuk kuliner yang satu ini dengan daerah lain. Mungkin yang membedakannya adalah rasanya yang mempunyai khas Tegal. Bahkan kabarnya, dalam “nggeplek” adonan martabak telor (agar menjadi lebar), mempunyai gaya tersendiri. Meskipun sama dengan martabak-martabak lain, jangan salah, kuliner khas dari Lebaksiu ini sampai melanglang buana hingga keluar Pulau Jawa. Hebat kan?
Kuliner dari India ini di bawa ke Kecamatan Lebaksiu sekitar tahun 1930-an yang tentu saja banyak dimodifikasi sesuai dengan selera orang Jawa Tengah tentunya. Banyak generasi yang meneruskan bisnis ini hingga turun temurun. Perekonomian daerah Lebaksiu juga menjadi lebih baik.
Pertama-tama, kulit martabak di “geplek” hingga menjadi lebar dan tipis. Lalu diletakan di atas wajan datar yang sudah diberi minyak panas terlebih dahulu. Lalu masukan adonan daging cincang, telur bebek, daun bawang, bumbu garam, dan penyedap rasa yang sudah dikocok terlebih dahulu. Lipat adonan hingga membentuk seperti lipatan amplop.
Pada awalnya, martabak telor hanya ditemani oleh sebungkus acar mentimun, namun perkembangannya sekarang, selain acar, ada juga saus martabak yang berbentuk cair. Yang tentu saja rasanya pedas dan manis. Pas dilidah dan cocok dinikmati selagi hangat.
Jika suatu saat membeli martabak, jangan lupa tanyakan asal pedagangnya, jika dari Tegal, biasanya tinggalnya di daerah Lebaksiu :D
martabak_telor_lebaksiu_m
4. Latopia/Latopnya
Latopia atau laktopia atau latopnya, salah satu kuliner khas Tegal. Bakpia khas Tegal ini tampilannya hampir sama dengan bakpia dari kota lain, dari Jogja umpamanya. Namun yang membedakannya adalah pianya lebih padat, lebih renyah, dan lebih gurih. Untuk ukurannya pun lebih besar.
Untuk masalah isinya, hampir sama dengan pia yang lain. Seperti isi kacang hijau, keju, buah, durian, bawang, gula aren, dan lain-lain. Namun latopia Tegal isi kacang hijau lebih banyak dicari. Kulitnya, dibuat menggunakan adonan tepung terigu dengan tambahan beberapa bahan lainnya.
Untuk masalah rasa, jangan ditanya lagi. Gurih dan bikin ketagihan.
Jadi, apabila mampir di Tegal, jangan lupa membeli latopia khas Tegal ini :)
latopia_tegal
5. Tahu Pletok
Pada dasarnya tahu pletok cara oembuatannya sama dengan tahu aci, namun yang membedakannya adalah, tahu pletok dibentuk dari sebuah tahu aci yang dibelah menjadi beberapa bagian tapi gak bener-bener terbelah sempurna melainkan masih menyatu, diberi adonan aci, kemudian digoreng lagi. Jadi bentuknya lebih lebar. Untuk masalah rasa, lebih gurih, karena adonan acinya lebih banyak.
Tahu pletok dijual bersamaan dengan tahu aci. Namun biasanya tidak langsung ada, namun kita bisa memesan langsung untuk dibuatkan tahu pletok. Jadi kita bisa mendapatkan Tahu Pletok yang masih panas.
Tahu pletok bisa dinikmati dengan sambal kecap atau hanya dinikmati begitu saja dengan cabai rawit. Selain bisa dijadikan camilan, tahu pletok juga bisa menjadi teman makan kita juga lho.
Untuk masalah harga, tentu saja harga tahu pletok lebih mahal dari tahu aci biasa. Hal ini dikarenakan prosesnya yang lebih lama dan penambahan bahan. Namun hal itu tidak menjadi masalah, karena rasa gurihnya itu akan membuat kita menjadi ketagihan.
tahu_pletok_1
6. Tahu Aci
Kuliner ini yang wajib dicoba apabila bertandang ke Tegal. Tahu Aci yaitu tahu kuning yang berbentuk segi empat dipotong secara diagonal menjadi dua bagian. Kemudian bagian tepi potongan diagonal ini diisi dengan adonan khusus dari aci (tepung kanji) yang sudah diberi bumbu khusus dengan potongan daun kocai yang memberi efek rasa gurih pada tahu aci.
Tahu yang digunakan juga bukan tahu sembarangan, tahunya memang khusus dibuat oleh orang Tegal sendiri. Tanpa bahan pengawet/ formalin, tanpa boraks, atau bahan berbahaya lainnya. Jadi aman.
Untuk menghasilkan tahu aci yang merekah, digoreng menggunakan suhu tinggi. Jadi jangan kaget apabila penjual tahu aci selalu menggunakan kompor minyak ber-kompressor agar menghasilkan nyala apai yang besar. Wajan yang digunakan juga ukuran jumbo. Agar mudah menggorengnya tentu saja.
Santaplah tahu aci ini selagi masih panas dengan cabai rawit, kalau orang Tegal bilang adalah nyigit. Rasakan sensai panas, gurih, dan pedas. Bikin ketagihan!
tahu_aci_m
7. Sega Ponggol
Seperti halnya lengko, ponggol merupakan kuliner khas Tegal yang menggunakan nasi. Untuk urusan makanan berbahan dasar nasi dan lauk pauk, Tegal boleh dibilang gudangnya kuliner. Ponggol hampir sama seperti nasi megono dari Pekalongan.
Umumnya nasi ponggol terdiri nasi putih dengan lauk sambel goreng tempe atau tempe orek, tahu, tempe, dll. Ada juga yang menambakan dengan sajian lauk mie goreng atau bihun goreng. Ponggol identik dengan pembungkusnya yakni dibungkus dengan daun pisang. Karena sewaktu dibungkus nasi putihnya masih panas, jadi aroma khas yang keluar dari ponggol ini adalah wangi khas daun pisang. Harga yang dipatok untuk ponggol ini bervariasi dan relatif murah. Ada juga ponggol yang dibungkus dengan daun jati, biasanya ponggol ini warnanya akan berubah menjadi berwarna merah muda.
Untuk nasinya memang tidak terlalu banyak, mungkin sekitar 4x lebih banyak dari nasi kucing khas Jogja. Jadi porsinya pas untuk sarapan.
nasi_ponggol_s
8. Sega Lengko
Pada dasarnya, lengko merupakan makanan khas daerah pantai utara (pantura) seperti Indramayu, Cirebon, Brebes dan Tegal. Makanan ini bisa dibilang cukup sederhana. Karena penuh protein tapi rendah kalori. Juga bisa dipake sebagai alternatif makanan para vegetarian. Lengko lebih dikenal dengan nama nasi lengko, atau sega lengko. Sebenernya, buat yang gak terlalu suka nasi, lengko ini juga bisa diganti dengan lontong. Jadilah namanya lontong lengko.
Isi dari lengko ini sendiri selain nasi (sega) atau lontong, terdiri dari irisan tahu dan tempe goreng yang dipotong dadu, irisan mentimun segar yang dipotong dadu, kol segar yang diiris lembut dan tauge rebus, bahan-bahan tersebut ditata rapih diatas nasi putih panas atau lontong disajikan diatas piring kemudian disiram dengan bumbu kacang seperti bumbu pecel yang pedasnya bisa disesuaikan selera, taburan bawang goreng dan kecap manis. Juga ditambah dengan remasan kerupuk atau emping di atasnya.
Sebagai teman makan, lengko biasa disuguhkan dengan tempe mendoan dan teh manis hangat sebagai pelengkap. Selain sebagai menu sarapan, lengko juga banyak dijual sore hari menjelang malam sebagai alternatif makan malam. Banyak juga warung-warung makan yang menyediakan lengko sebagai menu utama mereka.
lengko_s
9. Sauto Tegal
Sauto, yang konon merupakan gabungan dari soto dengan tauco ini memang khas Tegal. Tauco adalah bumbu berbahan dasar dari kedelai. Warnanya coklat tua dan rasanya agak asam dan khas!
Soto Tegal ini sendiri diracik dan dibagi menjadi 3 rasa. Antara lain soto ayam, soto babat atau soto campur. Jadi, apabila pesan di warung dan ditanya ingin pesan apa, jangan segan-segan ya buat pesen salah satu menu yang disebut diatas. Bisa soto ayam, babat maupun campur. Kalau campur, tentu aja isi soto ini adalah campuran antara ayam dan babat. Tapi tetap menggunakan tauco.
Yang unik, soto tauco disajikan menggunakan mangkok khusus, hampir mirip denganmangkuk Usuicha yang biasa dipake sama orang Cina buat upacara minum teh. Jadi, mangkok soto tegal tidak seperti mangkok jago khas tukang bakso ya. Sendoknya juga bukan sendok biasa, tapi pake sendok bebek. Sendok bebek ini sebenarnya khas dari Tiongkok dan biasa dipake buat makan sup panas karena bentuknya yang lebar. Kenapa disebut sendok bebek? Ya karena bentuk sendoknya ini sama seperti paruh seekor bebek.
Susunan isi dari semangkuk soto tegal ini adalah nasi, nasi ini optional yaa, karena bisa digantikan menggunakan lontong. Setelah nasi, isi lainnya adalah tauge. Tauge ini sebelum disajikan biasa disiram menggunakan air panas dulu sampai layu. Jadi, tidak disajikan secara mentah supaya lebih mudah dikonsumsi. Setelah itu masukan 2 sampai 3 sendok makan tauco, suwiran ayam, atau potongan daging babat atau campuran keduanya, siraman kuah soto, taburan daun bawang yang ekstra banyak, dan bawang goreng. Sebagai pelengkap rasanya bisa ditambahkan sambel, kecap atau kalo yang suka sensasi asem bisa ditambahin perasan jeruk nipis.
Jadi jangan heran dengan tampilan Sauto Tegal yang menggunakan mangkok kecil namun isinya sampai penuh menjulang, serasa mau tumpah. Namun apabila dirasakan, kata Pa Bondan, Mak Nyus!
soto_tauco_m
10. Sate Kambing Muda
Sate ini terkenal hampir seantero negeri, belum ke Tegal kalau belum mencoba makanan yang satu ini. Bagi pada pendatang, biasanya menyebut kuliner ini sebagai Sate Tegal. Padahal maksudnya adalah sate kambing muda.
Namun apa sih yang membedakan sate kambing ini dengan sate kambing yang lainnya? Perbedaannya adalah pemilihan dagingnya. Dagingnya menggunakan daging kambing muda usia antara 3 – 5 bulan. Makanya, kuliner ini sering mendapat julukan khusus seperti Sate Batibul (bawah tiga bulan), Sate Balibul (bawah lima bulan) dan Sate Dusnom (sate wedus enom/ kambing muda). Kambing yang aan dipotong pun memang benar-benar kambing yang diberi pakan khusus.
Umumnya, sate kambing muda di bakar polos. Alias tanpa bumbu. Karena dibakar polos dan tidak sampai gosong, menghasilkan warna sate yang pucat. Istilah bekennya dalam dunia kuliner, medium-rare. Tapi dijamin rasanya pasti juicy! Selain dagingnya yang empuk, gurih juga ada rasa manis yang dihasilkan dari dalam daging kambing itu sendiri.
Layaknya sate kambing pada umumnya, sate kambing muda ini dilengkapi sambel kecap yang dibuat dari kecap manis dengan irisan cabe rawit, bawang merah dan tomat mentah yang masih segar. Kecap manisnya pun kecap manis merk khusus. Kebanyakan adalah merk-merk lokal. Pilihan makannya pun bisa pake nasi, atau lontong. Ditemanin semangkuk sop kambing yang segar.
Ada tips yang biasa digunakan para pemilik warung supaya menghasilkan sate kambing muda yang empuk. Yaitu sebelum diolah, daging kambing dibungkus dengan daun pepaya dan dibiarkan selama beberapa menit
sate_batibul_s
11. Rujak Teplak
Kebanyakan kota, selalu punya kuliner rujak sebagai andalan. Dari Surabaya misalnya, rujak cingur jadi andalan. Ada rujak bebeg juga khas tanah pasundan. Di Tegal sendiri, punya rujak teplak sebagai andalan. Rujak teplak ini, terbuat dari beberapa jenis sayur mayur seperti kangkung, lembayung, daun ubi jalar, daun pepaya, daun singkong, tauge, kok jantung pisang, pare, dan timun yang direbus. Dari jenis sayuran yang dipake buat rujak teplak, mungkin hampir sama seperti rujak pecel khas Jawa bagian timur.
Yang membedakan disini adalah sambalnya. Kalo kebanyakan rujak pake bumbu kacang sebagai sambel utama, rujak teplak justru pake sambal yang disebut “sambel gaul”. Sambel gaul ini dibuat dari singkong yang direbus atau dikukus kemudian di uleni hingga halus. Setelah halus, singkong ini diletakkan dalam sebuah wadah yang kemudian dicampur dengan sambel dari cabe merah yang diulek dan ditambahi sedikit garam, terasi dan gula merah. Setelah dicampur rata, singkong dan sambal ini dicairkan dengan air matang hingga kental.
Penyajiannya dibungkus dengan daun pisang dengan cara di pincuk atau di takir sesuai selera, letakkan sayuran yang sudah direbus, siram dengan sambel gaul. Disebagian desa di daerah Tegal, banyak yang memanfaatkan rujak teplak ini sebagai lauk untuk sarapan pagi. Pedas tidaknya rujak teplak ini, bisa disesuaikan selera dan bergantung pada sambal dari cabe merah yang dicampurkan dengan ulenan singkong.
Seporsi rujak, seolah kurang nikmat kalau disajikan tanpa kerupuk. Untuk itu, kerupuk antor, opak atau kerupuk mie sering kali jadi sahabat baik yang harus selalu ada sewaktu menikmati rujak teplak ini.
rujak_teplak
12. Ponggol Setan
Ada Ponggol ada pula Ponggo Setan. Mendengarnya saja mungkin kita sudah bergidig ngeri. Namun tidak perlu takut, dari namanya saja mungkin kita sudah menduga bahwa kuliner yang satu ini rasanya pedas. Dan yang pasti porsinya lebih banyak dari pada ponggol biasa.
Pongset dijual mulai sore hari. Menunya pun lebih variatif. Ada yang menggunakan balado telur, ikan asin, dan lain-lain.
Namun sekarang penjualan pongset tidak melulu dijual pada sore hari, bahan di siang hari pun sudah mulai ada yang jualan. Namun apapun itu, namanya tetap pongset. Berani coba? :D
ponggol_setan_m
13. Kacang Bogares
Siapa yang tak kenal dengan kuliner khas Tegal yang satu ini? Kacang dengan rasa yang gurih dan renyah ini biasanya dijadikan camilan atau oleh – oleh sanak famili baik yang berada di dalam kota maupun d luar kota. Kuliner yang menjadi salah satu sumber penghasilan utama di daerah Bogares Kecamatan Pangkah ini sudah sangat terkenal hingga luar kota.
Namun dibalik rasanya yang gurih, ada banyak proses untuk membuat kacang dengan citarasa yang enak. Tidak heran, Si Gundul Trans 7 pernah meliput proses pembuatan kacang bogares ini :)
Kacang bogares dapat mudah ditemukan di sentra-sentra jajanan yang ada di Tegal. Namun jika ingin lebih mantap lagi, bisa berkunjung ke Bogares ya.
kacang_bogares_m

SEKILAS TENTANG MATA KULIAH DI TEKNIK KIMIA

Wednesday, November 11th, 2015

Assalamualaikum calon-calon engineer 

Kali ini saya akan membahas tentang mata kuliah di Chemical Engineering, khususnya untuk semuanya yang berminat untuk melanjutkan perkuliahan di Jurusan Teknik Kimia ini. Berhubung masih MaBa (Mahasiswa Baru), untuk pengambilan KRS atau Kartu Rencana Studi sudah dipaketin. Satu angkatan akan mengambil mata kuliah yang sama. Biasanya tiap universitas akan membatasi jumlah pengambilan jumlah sks (satuan kredit semester). Di UNNES sendiri untuk mahasiswa baru diberi jatah untuk mengambil sejumlah 24 sks. Namun, angkatan saya sudah dipaket totalnya hanya 20 sks yang terdiri dari 8 mata kuliah, 5 mata kuliah dasar, dan 3 mata kuliah umum. Hal ini bertujuan agar kita selaku maba bisa beradaptasi dengan situasi di dunia perkuliahan. Disini saya akan menjabarkan sedikit tentang mata kuliah dasar yang ada di jurusan teknik kimia. So here’s the review :

1. Kimia Dasar

Mata kuliah yang membahas dasar-dasar dalam ilmu kimia. Materinya masih sama dengan materi pada saat di bangku sekolah menengah atas. Kimia Dasar terdiri dari 3 sks, 1 sks waktunya 50 menit, jadi kita dalam seminggu akan belajar kimdas sebanyak 150 menit.
Topik yang akan dipelajari dalam mata kuliah ini diantaranya : Atom, Molekul, dan Ion; Stoikiometri; Reaksi dalam Larutan; Gas; Hubungan Energi dalam Reaksi Kimia; Struktur Elektron Atom; Tabel Periodik; Ikatan Kovalen; Ikatan Geometri Molekul dan Hibridasi Orbital Atom.
Tidak terlalu memberatkan sih. Kimdas ini kemungkinan menjadi mata kuliah yang banyak disukai para mahasiswa teknik kimia, ya karena materinya belum terlalu membuat kepala pusing. Asal punya dasar kimia yang kuat, di mata kuliah ini kalian tidak akan merasa terbebani.

2. Fisika Dasar

Inilah momok utama di semester 1. Materi yang dipelajari adalah materi pada saat SMA, misalnya : Mekanika (gerak translasi dan rotasi, gaya dan torsi, momentum, usaha, energi kinetik dan potensial), Hukum Hooke, Fluida Statis, Efek Panas, Pemuaian, Gas. Namun entah bagaimana disini soal-soal yang diberikan menjadi lebih rumit dan butuh logika yang tinggi untuk memecahkannya. Kita harus rajin berlatih soal mandiri di luar jam kuliah.
Fisika Dasar terdiri atas 3 sks, jadi bisa dibayangkan bagaimana pusingnya berkutat dengan rumus-rumus selama 2,5 jam.

3. Kimia Analisis

Kalo jaman SMA ada pelajaran Kimia tentang Asam Basa, titrasi, menghitung normalitas, molaritas dan sejenis itu, di dunia perkuliahan itulah mata kuliah Kimia Analisis. Topik yang dibahas di sini berbagai reaksi kualitatis dan kuantitatif, metode analisis dengan titrasi (volumetri, iodometri,asidi-alkalimetri, argentometri) dan gravimetri. Perhitungannya sebenarnya sederhana. Yang agak repot adalah harus menghafalkan reaksi yang terjadi di setiap metode untuk dasar perhitungan.

4. Kimia Organik

Kimia Organik, adalah salah satu mata kuliah yang “paling kimia”. Topik yang dibahas antara lain : struktur molekul dan tata nama senyawa-senyawa organik
alifatik (alkana, alkena, alkuna, eter, alkohol, aldehid, amina dan teman-temannya), sifat-sifat fisis dan kimia dari masing-masing senyawa tersebut, dan reaksi-reaksi pembuatan serta perubahan senyawa-senyawa organik alifatik.
Yang dibutuhkan di sini adalah rajin membaca pustaka dan kreativitas untuk menentukan reaksi-reaksi kimia yang dapat terjadi dan mekanismenya.

5. Matematika 1

Matematika yang dibahas di sini sebagian besar adalah kalkulus dan sisanya sedikit pengantar tentang matriks dan vektor. Topik yang dibahas dalam mata kuliah ini antara lain : fungsi dan berbagai sistem koordinat, limit, diferensial parsial dan total, maksimasi dan minimasi, integrasi, vektor dan matriks.
Fokus utama mata kuliah ini ada di diferensial dan integral, karena dua hal ini kelak akan menjadi makanan sehari-hari mahasiswa teknik kimia. Yang dibutuhkan di sini adalah sering berlatih dan kreativitas dalam menyelesaikan persamaan. Selain itu, pengetahuan dasar matematika (misal logaritma, pemangkatan, persamaan kuadrat) harus sudah di luar kepala.

Itu dia penjabaran sekilas mengenai mata kuliah dasar yang ada di teknik kimia, diharapkan informasi ini dapat memberikan gambaran kepada adik-adik yang ingin melanjutkan di jurusan teknik kimia. Sampai jumpa di postingan selanjutnya para engineer muda ! 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Posted in Uncategorized | No Comments »

Membangun Rumah Ilmu dengan Tujuh Pilar Konservasi untuk Mewujudkan Universitas Konservasi Bereputasi #2

Wednesday, November 11th, 2015

Menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.
Atau upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam.
Dalam memantapkan diri menjadi universitas konservasi, Unnes membentuk Badan Pengembang Konservasi, yaitu badan yang mempunyai tugas untuk mengembangkan nilai-nilai konservasi di lingkungan UNNES dan sekitarnya. Badan Pengembang Konservasi UNNES mempunyai 7 pilar konservasi yang terdiri dari :

1. Konservasi Biodiversitas (Biodiversity Conservation)

Sebagai universitas konservasi, unnes telah mengembangkan “Taman Keanekaragaman Hayati” yang meliputi program penghijauan, pemilahan sampah organik dan anorganik, dan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Melalui berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan, diharapkan mampu berperan dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Inventarisasi dan monitoring flora dan fauna serta pengelolaan database keanekaragaman hayati dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan dan pembangunan kampus Unnes. Inventarisasi awal fauna khususnya burung dan kupu-kupu di kampus pusat Unnes pada tahun 2005, 2008, dan awal 2009, berhasil mengidentifikasi sebanyak 58 jenis burung. Dari 58 jenis tersebut, 14 jenis di antaranya dilindungi peraturan dan perundangan Indonesia; 2 jenis termasuk dalam kategori spesies yang dilindungi CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) Appendix II, 1 jenis termasuk kelompok spesies yang dilindungi IUCN (International Union for Conservation of Nature) dengan kategori Endangered Species: EN, dan lima jenis termasuk kategori spesies endemik Jawa. Sementara berdasarkan inventarisasi awal jenis kupu-kupu berhasil ditemukan sebanyak 33 jenis kupu-kupu, dan salah satunya merupakan jenis yang dilindungi menurut sistem perundangan Indonesia. Keberadaan beberapa jenis flora fauna penting yang ada di kampus menjadi nilai tersendiri untuk dikembangkan dan dilestarikan.

2. Arsitektur Hijau dan Transportasi Internal (Green Architecture and Internal Transportation)

Dalam hal ini akan dikembangkan guidline penyertaan struktur ramah lingkungan pada penggunaan gedung saat ini dengan fungsi baru, pengembangan jalur sepeda dan jalan kaki, penggunaan transportasi ramah lingkungan, pembuatan shelter sepeda, pembuatan contoh sumur resapan, dan pembuatan model bangunan hemat energi.
Pilar konservasi arsitektur hijau dan sistem transportasi internal bertujuan mengembangkan dan mengelola bangunan dan lingkungan yang mendukung visi konservasi, serta mewujudkan sistem transportasi internal yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Program pilar arsitektur hijau dan sistem transportasi internal meliputi:
a. Pengelolaan bangunan kampus UNNES yang sesuai dengan kaidah-kaidah bangunan hijau yang ramah lingkungan;
b. Pengelolaan lingkungan kampus UNNES yang sesuai dengan kaidah-kaidah ramah lingkungan dan kenyamanan pengguna; dan
c. Pengelolaan sistem transportasi intern kampus UNNES yang sesuai dengan prinsip transportasi, humanisme, dan ramah lingkungan.

3. Energi Bersih (Clean Energy)

Pilar energi bersih bertujuan untuk melakukan penghematan energi melalui serangkaian kegiatan dan kebijakan dalam memanfaatkan energi secara bijak, serta pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Program pilar energi bersih diterapkan dengan cara :
a. Melakukan penghematan pemakaian alat-alat berbasis energi listrik dan bahan bakar fosil sesuai dengan strategi penggunaan energi.
b. Mengembangkan fasilitas kampus yang menunjang penghematan energi
c. Mengembangkan energi terbaru yang ramah lingkungan

4. Seni, Etika, dan Budaya (Art, Ethics, and Culture Conservastion)

Implementasinya lewat sosialisasi dan pembudayaansikap hidup ramah lingkungan, semangat menanam sekaligus merawatnya, mengutamakan nir kertas, efisien energi sekaligur pengembangan energi ramah lingkungan yang semua bermuara pada perlindungan dan penguatan
Sejalan dengan itu, kegiatan yang telah berlangsung akan diteruskan, difasilitasi, dan dioptimalkan. Antara lain sarasehan ‘selasa legen (rebo legen)’, sanggar tari, sanggar pedalangan, sanggar panatacara, dan pembangunan kampung budaya.
Kampung budaya, secara fisik, merupakan sebuah perkampungan yang mencerminkan prinsip multikultural. Diperkampungan inilah berbagai aspek dan wujud kebudayaan dieksplorasi, diapresiasi dan dikembangkan.
Diperkampungan ini akan dibangun rumah berbagai etnis lengkap dengan uba rampe dan aktifitas yang mencerminkan entitas tiap-tiap etnis (kultur/subkultur).
Pilar konservasi etika, seni, dan budaya bertujuan untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan etika, seni, dan budaya lokal untuk menguatkan jati diri bangsa. Program pilar konservasi etika, seni, dan budaya meliputi penggalian, pemeliharaan, penyemaian, dan pemberian daya hidup etika, seni, dan budaya lokal melalui pemeliharaan, pendokumentasian, pendidikan, penyebarluasan, dan mempromosikan unsur-unsurnya.

5. Kader Konservasi (Cadre Conservation)

Program ini merupakan upaya peningkatan kader konservasi baik di lingkungan UNNES maupun masyarakat sekitar UNNES.Pilar kaderisasi konservasi bertujuan menanamkan nilai-nilai konservasi secara berkelanjutan. Program pilar kaderisasi konservasi meliputi sosialisasi, pelatihan, pendidikan, dan pelaksanaan kegiatan kepada Warga Unnes untuk menguatkan pemahaman, penghayatan, dan tindakan berbasis konservasi.
Pilar kaderisasi konservasi di UNNES sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Bab I pasal 1 menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan masa depan (Anonim, 2009).

6. Kebijakan Kertas (Paperless)

Pilar kebijakan nirkertas bertujuan menerapkan administrasi dan ketatausahaan berwawasan konservasi secara efisien. Program pilar kebijakan nirkertas diterapkan melalui optimalisasi sistem berbasis teknologi informasi, efisiensi penguunaan kertas, pemanfaatan kertas daur ulang, dan penggunaan kertas ramah lingkungan. Pemanfaatan Teknologi Informasi di lingkungan Unnes diharapkan mampu membuka peluang mengurangi secara signifikan penggunaan kertas dalam surat menyurat dan dokumentasi melalui Paperless Policy.
Implementasi kebijakan ini berlaku dalam pengelolaan administrasi akademik berbasis teknologi informasi, pengelolaan administrasi dokumen perkantoran berbasis teknologi informasi dan rancangan e-Administrasi.
Dengan kata lain kebijakan nir kertas merupakan program meminimalisasi penggunaan kertas dengan memanfaatkan teknologi informasi yang dimiliki UNNES, antara lain dengan melakukan pengembangan sistem aplikasi berbasis web, pengembangan penerbitan online, peningkatan sarana pendukung, dan pengembangan organisai.
Melalui kebijakan Paperless Policy diharapkan konsumsi kertas akan semakin ditekan tanpa mengurangi efektifitas kerja dan merupakan salah satu upaya dalam pencegahan pemanasan global dan mengembalikan fungsi hutan sebagai paru-paru dunia.

7. Pengelolaan Limbah (Waste Management)

Pilar pengelolaan limbah bertujuan melakukan pengurangan, pengelolaan, pengawasan terhadap produksi limbah, dan perbaikan kondisi lingkungan di UNNES untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Program pilar pengelolaan limbah diwujudkan dengan kegiatan sebagai berikut:
1. Pemanfaatan kembali barang-barang yang tidak terpakai (Reuse);
2. Pengurangan kegiatan dan/atau benda yang berpotensi menghasilkan limbah
3. Melakukan daur ulang terhadap limbah untuk dimanfaatkan kembali (Recycle);
4. Melakukan pemulihan kembali terhadap fungsi dari fasilitas-fasilitas di UNNES yang telah berkurang pemanfaatannya (Recovery).

Dengan menerapkan Tujuh Pilar Konservasi tersebut, diharapkan UNNES dapat mewujudkan Universitas Konservasi Bereputasi

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Posted in Uncategorized | No Comments »

Membangun Rumah Ilmu untuk mewujudkan Universitas Konservasi Bereputasi bersama AKNes (Aliansi Konservasi Unnes) #1

Saturday, November 7th, 2015

  Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai Universitas Konservasi Bereputasi, yuk kita cari tahu terlebih dahulu apa sih arti konservasi yang sebenarnya?
  
  Pengertian Konservasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kon.ser.va.si
[n] (1) pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dng jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian; (2) proses menyaput bagian dalam badan mobil, kapal, dsb untuk mencegah karat.

  Konservasi itu sendiri merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use). Ide ini dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi.

  Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan, masa depan.

AKNes FT

AKNes FT

  
  Dari beberapa pengertian di atas dapat kita simpulkan gambaran bagaimana cara mewujudkan Universitas Konservasi Bereputasi. Salahsatu bentuk kepedulian mahasiswa guna mewujudkan Universitas Konservasi adalah AKNes (Aliansi Konservasi Unnes) yang dipelopori oleh Waliyudin salah satu mahasiswa Teknik Kimia 2015. Dia mengajak seluruh mahasiswa teknik khususnya, untuk menjaga lingkungan universitas dari hal yang bernama sampah.
  
  Salah satu aksi yang telah dilakukannya adalah pada tanggal 28 Oktober 2015 bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda AKNes melalukan gerakan pemungutan sampah di sekitar wilayah Fakultas Teknik. Hal tersebut berhasil menyita perhatian mahasiswa lain dan para staff di lingkungan Fakultas Teknik.

Pemungutan Sampah 28 Oktober 2015

Pemungutan Sampah 28 Oktober 2015

  
  AKNes berharap agar kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan, kita sebagai Universitas Konservasi tidak hanya berteriak-teriak kata “Konservasi” tetapi harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga konservarsi bukan sekedar sebuah nama, melainkan sebuah kata yang benar-benar mencerminkan lingkungan yang bersih dan asri.

  Mari lakukan aksi nyata guna mewujudkan Universitas Konservasi Bereputasi !!

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.

Posted in Uncategorized | No Comments »


Skip to toolbar