Makanan Khas Tegal Laka-laka

1. Olos
Olos ini sendiri tepatnya berasal dari desa Jatirawa Kecamatan Tarub. Jajanan ini sebenernya sebuah jajan yang berevolusi dari risoles. Nah awalnya, Bu Khotiah ini berniat membuat risoles. Tapi karena risoles bentuknya persegi panjang jadi kayaknya terlalu rumit untuk dibuat. Makanya beliau memutuskan buat adonan berbentuk bulan dengan isi sayuran didalamnya.
Makin lama, olos makin berkembang. Olos asli terbuat dari adonan tepung kanji dan terigu yang diaduk sampai kalis dan bisa dibentuk bulat sebagai kulit olos dan diisi dengan adalah irisan kubis atau kol yang diiris lembut, daun bawang dan irisan cabe rawit yang lumayan banyak. Diamkan bola-bola olos ini selama beberapa menit sebelum digoreng dalam minyak panas sampe kuning keemasan. Irisan cabe rawit dalam olos inilah yang menghasilkan sensasi rasa pedas dan gurih sewaktu olos ini di gigit dan masuk ke dalam mulut.
Dari perkembangan olos, isi olos tidak lagi hanya irisan daun kol. Tapi makin bervariasi. Mulai dari suwiran daging ayam, irisan bakso, sosis, dan masih banyak. Terlepas dari apa isi olos ini, ciri khasnya selain berkulit tepung aci, juga irisan cabe rawit yang lumayan dominan. Jadi, buat yang suka banget makan pedes, nyobain olos wajib hukumnya!
olos

2. Krupuk Mie Wedi
Kerupuk mie? Ah biasa, Kerupuk Mie Wedi? Itu baru luar biasa Kerupuk ini merupakan salah satu kuliner khas Tegal yang banyak diproduksi di wilayah Kecamatan Adiwerna dan Kecamatan Dukuhwaru. Kerupuk yang berbentuk bulat dan berjaring ditengahnya ini bahan dasarnya sama dengan kerupuk lainnya. Namun rasanya lebih nikmat karena dibuat secara manual. Sehingga rasanya lebih “sedep” kata orang Tegal.
Kerupuk Mie ini berbumbu bawang, sama dengan Kerupuk Antor. Proses penggorengannya pun sama, menggunakan pasir. Jadi rasanya selain renyah, juga gurih. Selain itu juga kolesterolnya rendah.
Penjualan kerupuk ini biasanya ada yang dalam bentuk bungkus kecil, adapula yang yang bungkus sedang dan bungkus besar. Atau biasa disebut “bal”. yang bungkus besar biasanya gampang ditemukan di pasar-pasar tradisional, bisa untuk dijual kembali ataupun untuk oleh-oleh saudara atau teman di luar kota.
Kerupuk Mie Wedi ada yang hanya satu warna, hijau kekuningan, ada pula yang berwarna merah muda dalam satu bungkusnya. Yang paling banyak dicari adalah kerupuk yang berwarna-warni dan berbumbu banyak! Jika bumbunya banyak, dijamin deh, jari tangan kita akan penuh bumbu yang menempel dan akan gregetan untuk mengulum tangan kita hingga bersih. :D
Kerupuk Mie Wedi biasanya disandingkan dengan Sambel Gaul. Atau dengan urab. Atau bisa juga dengan saos sambal. Jika sudah begitu, satu saja tidak cukup.
kerupuk_mie_wedi_tegal
3. Martabak Telor Lebaksiu
Tidak terlalu berbeda memang untuk kuliner yang satu ini dengan daerah lain. Mungkin yang membedakannya adalah rasanya yang mempunyai khas Tegal. Bahkan kabarnya, dalam “nggeplek” adonan martabak telor (agar menjadi lebar), mempunyai gaya tersendiri. Meskipun sama dengan martabak-martabak lain, jangan salah, kuliner khas dari Lebaksiu ini sampai melanglang buana hingga keluar Pulau Jawa. Hebat kan?
Kuliner dari India ini di bawa ke Kecamatan Lebaksiu sekitar tahun 1930-an yang tentu saja banyak dimodifikasi sesuai dengan selera orang Jawa Tengah tentunya. Banyak generasi yang meneruskan bisnis ini hingga turun temurun. Perekonomian daerah Lebaksiu juga menjadi lebih baik.
Pertama-tama, kulit martabak di “geplek” hingga menjadi lebar dan tipis. Lalu diletakan di atas wajan datar yang sudah diberi minyak panas terlebih dahulu. Lalu masukan adonan daging cincang, telur bebek, daun bawang, bumbu garam, dan penyedap rasa yang sudah dikocok terlebih dahulu. Lipat adonan hingga membentuk seperti lipatan amplop.
Pada awalnya, martabak telor hanya ditemani oleh sebungkus acar mentimun, namun perkembangannya sekarang, selain acar, ada juga saus martabak yang berbentuk cair. Yang tentu saja rasanya pedas dan manis. Pas dilidah dan cocok dinikmati selagi hangat.
Jika suatu saat membeli martabak, jangan lupa tanyakan asal pedagangnya, jika dari Tegal, biasanya tinggalnya di daerah Lebaksiu :D
martabak_telor_lebaksiu_m
4. Latopia/Latopnya
Latopia atau laktopia atau latopnya, salah satu kuliner khas Tegal. Bakpia khas Tegal ini tampilannya hampir sama dengan bakpia dari kota lain, dari Jogja umpamanya. Namun yang membedakannya adalah pianya lebih padat, lebih renyah, dan lebih gurih. Untuk ukurannya pun lebih besar.
Untuk masalah isinya, hampir sama dengan pia yang lain. Seperti isi kacang hijau, keju, buah, durian, bawang, gula aren, dan lain-lain. Namun latopia Tegal isi kacang hijau lebih banyak dicari. Kulitnya, dibuat menggunakan adonan tepung terigu dengan tambahan beberapa bahan lainnya.
Untuk masalah rasa, jangan ditanya lagi. Gurih dan bikin ketagihan.
Jadi, apabila mampir di Tegal, jangan lupa membeli latopia khas Tegal ini :)
latopia_tegal
5. Tahu Pletok
Pada dasarnya tahu pletok cara oembuatannya sama dengan tahu aci, namun yang membedakannya adalah, tahu pletok dibentuk dari sebuah tahu aci yang dibelah menjadi beberapa bagian tapi gak bener-bener terbelah sempurna melainkan masih menyatu, diberi adonan aci, kemudian digoreng lagi. Jadi bentuknya lebih lebar. Untuk masalah rasa, lebih gurih, karena adonan acinya lebih banyak.
Tahu pletok dijual bersamaan dengan tahu aci. Namun biasanya tidak langsung ada, namun kita bisa memesan langsung untuk dibuatkan tahu pletok. Jadi kita bisa mendapatkan Tahu Pletok yang masih panas.
Tahu pletok bisa dinikmati dengan sambal kecap atau hanya dinikmati begitu saja dengan cabai rawit. Selain bisa dijadikan camilan, tahu pletok juga bisa menjadi teman makan kita juga lho.
Untuk masalah harga, tentu saja harga tahu pletok lebih mahal dari tahu aci biasa. Hal ini dikarenakan prosesnya yang lebih lama dan penambahan bahan. Namun hal itu tidak menjadi masalah, karena rasa gurihnya itu akan membuat kita menjadi ketagihan.
tahu_pletok_1
6. Tahu Aci
Kuliner ini yang wajib dicoba apabila bertandang ke Tegal. Tahu Aci yaitu tahu kuning yang berbentuk segi empat dipotong secara diagonal menjadi dua bagian. Kemudian bagian tepi potongan diagonal ini diisi dengan adonan khusus dari aci (tepung kanji) yang sudah diberi bumbu khusus dengan potongan daun kocai yang memberi efek rasa gurih pada tahu aci.
Tahu yang digunakan juga bukan tahu sembarangan, tahunya memang khusus dibuat oleh orang Tegal sendiri. Tanpa bahan pengawet/ formalin, tanpa boraks, atau bahan berbahaya lainnya. Jadi aman.
Untuk menghasilkan tahu aci yang merekah, digoreng menggunakan suhu tinggi. Jadi jangan kaget apabila penjual tahu aci selalu menggunakan kompor minyak ber-kompressor agar menghasilkan nyala apai yang besar. Wajan yang digunakan juga ukuran jumbo. Agar mudah menggorengnya tentu saja.
Santaplah tahu aci ini selagi masih panas dengan cabai rawit, kalau orang Tegal bilang adalah nyigit. Rasakan sensai panas, gurih, dan pedas. Bikin ketagihan!
tahu_aci_m
7. Sega Ponggol
Seperti halnya lengko, ponggol merupakan kuliner khas Tegal yang menggunakan nasi. Untuk urusan makanan berbahan dasar nasi dan lauk pauk, Tegal boleh dibilang gudangnya kuliner. Ponggol hampir sama seperti nasi megono dari Pekalongan.
Umumnya nasi ponggol terdiri nasi putih dengan lauk sambel goreng tempe atau tempe orek, tahu, tempe, dll. Ada juga yang menambakan dengan sajian lauk mie goreng atau bihun goreng. Ponggol identik dengan pembungkusnya yakni dibungkus dengan daun pisang. Karena sewaktu dibungkus nasi putihnya masih panas, jadi aroma khas yang keluar dari ponggol ini adalah wangi khas daun pisang. Harga yang dipatok untuk ponggol ini bervariasi dan relatif murah. Ada juga ponggol yang dibungkus dengan daun jati, biasanya ponggol ini warnanya akan berubah menjadi berwarna merah muda.
Untuk nasinya memang tidak terlalu banyak, mungkin sekitar 4x lebih banyak dari nasi kucing khas Jogja. Jadi porsinya pas untuk sarapan.
nasi_ponggol_s
8. Sega Lengko
Pada dasarnya, lengko merupakan makanan khas daerah pantai utara (pantura) seperti Indramayu, Cirebon, Brebes dan Tegal. Makanan ini bisa dibilang cukup sederhana. Karena penuh protein tapi rendah kalori. Juga bisa dipake sebagai alternatif makanan para vegetarian. Lengko lebih dikenal dengan nama nasi lengko, atau sega lengko. Sebenernya, buat yang gak terlalu suka nasi, lengko ini juga bisa diganti dengan lontong. Jadilah namanya lontong lengko.
Isi dari lengko ini sendiri selain nasi (sega) atau lontong, terdiri dari irisan tahu dan tempe goreng yang dipotong dadu, irisan mentimun segar yang dipotong dadu, kol segar yang diiris lembut dan tauge rebus, bahan-bahan tersebut ditata rapih diatas nasi putih panas atau lontong disajikan diatas piring kemudian disiram dengan bumbu kacang seperti bumbu pecel yang pedasnya bisa disesuaikan selera, taburan bawang goreng dan kecap manis. Juga ditambah dengan remasan kerupuk atau emping di atasnya.
Sebagai teman makan, lengko biasa disuguhkan dengan tempe mendoan dan teh manis hangat sebagai pelengkap. Selain sebagai menu sarapan, lengko juga banyak dijual sore hari menjelang malam sebagai alternatif makan malam. Banyak juga warung-warung makan yang menyediakan lengko sebagai menu utama mereka.
lengko_s
9. Sauto Tegal
Sauto, yang konon merupakan gabungan dari soto dengan tauco ini memang khas Tegal. Tauco adalah bumbu berbahan dasar dari kedelai. Warnanya coklat tua dan rasanya agak asam dan khas!
Soto Tegal ini sendiri diracik dan dibagi menjadi 3 rasa. Antara lain soto ayam, soto babat atau soto campur. Jadi, apabila pesan di warung dan ditanya ingin pesan apa, jangan segan-segan ya buat pesen salah satu menu yang disebut diatas. Bisa soto ayam, babat maupun campur. Kalau campur, tentu aja isi soto ini adalah campuran antara ayam dan babat. Tapi tetap menggunakan tauco.
Yang unik, soto tauco disajikan menggunakan mangkok khusus, hampir mirip denganmangkuk Usuicha yang biasa dipake sama orang Cina buat upacara minum teh. Jadi, mangkok soto tegal tidak seperti mangkok jago khas tukang bakso ya. Sendoknya juga bukan sendok biasa, tapi pake sendok bebek. Sendok bebek ini sebenarnya khas dari Tiongkok dan biasa dipake buat makan sup panas karena bentuknya yang lebar. Kenapa disebut sendok bebek? Ya karena bentuk sendoknya ini sama seperti paruh seekor bebek.
Susunan isi dari semangkuk soto tegal ini adalah nasi, nasi ini optional yaa, karena bisa digantikan menggunakan lontong. Setelah nasi, isi lainnya adalah tauge. Tauge ini sebelum disajikan biasa disiram menggunakan air panas dulu sampai layu. Jadi, tidak disajikan secara mentah supaya lebih mudah dikonsumsi. Setelah itu masukan 2 sampai 3 sendok makan tauco, suwiran ayam, atau potongan daging babat atau campuran keduanya, siraman kuah soto, taburan daun bawang yang ekstra banyak, dan bawang goreng. Sebagai pelengkap rasanya bisa ditambahkan sambel, kecap atau kalo yang suka sensasi asem bisa ditambahin perasan jeruk nipis.
Jadi jangan heran dengan tampilan Sauto Tegal yang menggunakan mangkok kecil namun isinya sampai penuh menjulang, serasa mau tumpah. Namun apabila dirasakan, kata Pa Bondan, Mak Nyus!
soto_tauco_m
10. Sate Kambing Muda
Sate ini terkenal hampir seantero negeri, belum ke Tegal kalau belum mencoba makanan yang satu ini. Bagi pada pendatang, biasanya menyebut kuliner ini sebagai Sate Tegal. Padahal maksudnya adalah sate kambing muda.
Namun apa sih yang membedakan sate kambing ini dengan sate kambing yang lainnya? Perbedaannya adalah pemilihan dagingnya. Dagingnya menggunakan daging kambing muda usia antara 3 – 5 bulan. Makanya, kuliner ini sering mendapat julukan khusus seperti Sate Batibul (bawah tiga bulan), Sate Balibul (bawah lima bulan) dan Sate Dusnom (sate wedus enom/ kambing muda). Kambing yang aan dipotong pun memang benar-benar kambing yang diberi pakan khusus.
Umumnya, sate kambing muda di bakar polos. Alias tanpa bumbu. Karena dibakar polos dan tidak sampai gosong, menghasilkan warna sate yang pucat. Istilah bekennya dalam dunia kuliner, medium-rare. Tapi dijamin rasanya pasti juicy! Selain dagingnya yang empuk, gurih juga ada rasa manis yang dihasilkan dari dalam daging kambing itu sendiri.
Layaknya sate kambing pada umumnya, sate kambing muda ini dilengkapi sambel kecap yang dibuat dari kecap manis dengan irisan cabe rawit, bawang merah dan tomat mentah yang masih segar. Kecap manisnya pun kecap manis merk khusus. Kebanyakan adalah merk-merk lokal. Pilihan makannya pun bisa pake nasi, atau lontong. Ditemanin semangkuk sop kambing yang segar.
Ada tips yang biasa digunakan para pemilik warung supaya menghasilkan sate kambing muda yang empuk. Yaitu sebelum diolah, daging kambing dibungkus dengan daun pepaya dan dibiarkan selama beberapa menit
sate_batibul_s
11. Rujak Teplak
Kebanyakan kota, selalu punya kuliner rujak sebagai andalan. Dari Surabaya misalnya, rujak cingur jadi andalan. Ada rujak bebeg juga khas tanah pasundan. Di Tegal sendiri, punya rujak teplak sebagai andalan. Rujak teplak ini, terbuat dari beberapa jenis sayur mayur seperti kangkung, lembayung, daun ubi jalar, daun pepaya, daun singkong, tauge, kok jantung pisang, pare, dan timun yang direbus. Dari jenis sayuran yang dipake buat rujak teplak, mungkin hampir sama seperti rujak pecel khas Jawa bagian timur.
Yang membedakan disini adalah sambalnya. Kalo kebanyakan rujak pake bumbu kacang sebagai sambel utama, rujak teplak justru pake sambal yang disebut “sambel gaul”. Sambel gaul ini dibuat dari singkong yang direbus atau dikukus kemudian di uleni hingga halus. Setelah halus, singkong ini diletakkan dalam sebuah wadah yang kemudian dicampur dengan sambel dari cabe merah yang diulek dan ditambahi sedikit garam, terasi dan gula merah. Setelah dicampur rata, singkong dan sambal ini dicairkan dengan air matang hingga kental.
Penyajiannya dibungkus dengan daun pisang dengan cara di pincuk atau di takir sesuai selera, letakkan sayuran yang sudah direbus, siram dengan sambel gaul. Disebagian desa di daerah Tegal, banyak yang memanfaatkan rujak teplak ini sebagai lauk untuk sarapan pagi. Pedas tidaknya rujak teplak ini, bisa disesuaikan selera dan bergantung pada sambal dari cabe merah yang dicampurkan dengan ulenan singkong.
Seporsi rujak, seolah kurang nikmat kalau disajikan tanpa kerupuk. Untuk itu, kerupuk antor, opak atau kerupuk mie sering kali jadi sahabat baik yang harus selalu ada sewaktu menikmati rujak teplak ini.
rujak_teplak
12. Ponggol Setan
Ada Ponggol ada pula Ponggo Setan. Mendengarnya saja mungkin kita sudah bergidig ngeri. Namun tidak perlu takut, dari namanya saja mungkin kita sudah menduga bahwa kuliner yang satu ini rasanya pedas. Dan yang pasti porsinya lebih banyak dari pada ponggol biasa.
Pongset dijual mulai sore hari. Menunya pun lebih variatif. Ada yang menggunakan balado telur, ikan asin, dan lain-lain.
Namun sekarang penjualan pongset tidak melulu dijual pada sore hari, bahan di siang hari pun sudah mulai ada yang jualan. Namun apapun itu, namanya tetap pongset. Berani coba? :D
ponggol_setan_m
13. Kacang Bogares
Siapa yang tak kenal dengan kuliner khas Tegal yang satu ini? Kacang dengan rasa yang gurih dan renyah ini biasanya dijadikan camilan atau oleh – oleh sanak famili baik yang berada di dalam kota maupun d luar kota. Kuliner yang menjadi salah satu sumber penghasilan utama di daerah Bogares Kecamatan Pangkah ini sudah sangat terkenal hingga luar kota.
Namun dibalik rasanya yang gurih, ada banyak proses untuk membuat kacang dengan citarasa yang enak. Tidak heran, Si Gundul Trans 7 pernah meliput proses pembuatan kacang bogares ini :)
Kacang bogares dapat mudah ditemukan di sentra-sentra jajanan yang ada di Tegal. Namun jika ingin lebih mantap lagi, bisa berkunjung ke Bogares ya.
kacang_bogares_m

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco


Skip to toolbar