Materi Sosiologi SMA/MA Kelas XI (Konflik Sosial)

Hai, kali ini bahas tentang konflik yuk. disini ada materi pengayaan tentang konflik sosial lho.

Postingan materi di bawah ini sebelumnya telah di posting oleh Raras Santika Dewi pada link berikut ini http://blog.unnes.ac.id/rarassantikadewi/2017/11/05/konflik-sosial/#more-264

 Check this out.

Definisi Konflik Sosial

     Konflik berasal dari bahasa Latin yaitu conflitus (saling berbenturan, bertentangan, berlawanan, ketidaksesuaian). Menururt M.Z. Lawang, konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, dan kekuasaan ketika tujuan pihak-pihak yang berkonflik tidak hanya mendapatkan keuntungan, tapi juga untuk menundukkan saingannya. Selain itu, menurut Soerjono Soekanto konflik yaitu suatu proses sosial orang per orang atau kelompok manusia yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa konflik merupakan suatu bentuk perbedaan atau pertentangan ide, pendapat, paham, dan kepentingan diantara dua pihak atau lebih, dimana pertentangan tersebut dapat berbentuk fisik dan nonfisik.

Kriteria Konflik Sosial

     Kriteria konflik menurut Marck, Syinder, dan Gurr yaitu :

  • Melibatkan dua pihak atau lebih.
  • Pihak-pihak tersebut saling tarik-menarik dalam aksi-aksi saling memusuhi.
  • Cendering menjalankan perilaku koersif.
  • Dapat dideskripsikan dengan mudah oleh para pengamat sosial yang tidak terlibat dalam pertentangan.

Sebab Konflik Sosial

     Suatu konflik sudah tentu tidak muncul begitu saja. Banyak faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya konflik sosial. Apa saja faktor penyebab konflik sosial? Ini dia :

  • Adanya perbedaan kepentingan dan tujuan dari kedua belah pihak yang bertentangan.
  • Perbedaan latarbelakang kebudayaan yang berkaitan dengan individu atau kelompok.
  • Perbedaan ras, yaitu segolongan manusia yang memiliki ciri fisik yang sama.
  • Perbedaan individu menyangkut perasaan, pendirian, gagasan, ide yang berkaitan dengan harga diri, kebanggaan, dan identitas diri.
  • Perbedaan kepentingan antarindividu atau kelompok terutama dalam kehidupan ekonomi dan politik.
  • Perubahan sosial yang berlangsung cepat sehingga mengganggu keseimbangan sistem nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Bentuk Konflik Sosial

   Konflik sosial sendiri terdiri dari beberapa bentuk, berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk-bentuk konflik sosial dan contohnya dalam masyarakat.

Bentuk Konflik Sosial Secara Umum

     Secara umum, bentuk konflik sosial terdiri dari tujuh bentuk, yaitu :

  1. Konflik Pribadi

     Konflik ini terjadi dikarenakan ada dua individu yang mana sedang mengalami sebuah masalah pribadi dan saling tidak ingin menyadari kesalahan masing-masing. Dalam konflik pribadi, biasanya masing-masing individu akan berusaha untuk mengalahkan lawannya. Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah perselisihan paham, tawuran pelajar, dan lainnya.

  1. Konflik Antar Kelas

     Konflik yang terjadi antar kelompok ataupun individu yang memiliki masalah dengan individu lainnya yang berada di kelompok (kelas) lainnya. Yang dimaksud kelas disini dapat diartikan sebagai kedudukan seseorang ataupun kelompok di dalam lingkungan masyarakat secara vertikal (kelas atas atau kelas bawah). Contoh yang sering terjadi misalnya saja ketika buruh mengadakan unjuk rasa kepada pimpinan perusahaan untuk bisa menaikkan gaji. Yang mana buruh disini dapat diartikan kelas bawah sedangkan pimpinan perusahaan merupakan kelas atas.

  1. Konflik Politik

     Konflik sosial yang terjadi pada dua kelompok atau individu yang satu sama lainnya memiliki perbedaan serta pandangan berbeda mengenai prinsip dari masalah ketatanegaraan yang akhirnya berdampak pada perselisihan pandangan. Konflik politik ini bisa mengaitkan beberapa golongan-golongan tertentu dalam masyarakat hingga negara. Contoh konflik politik misalnya terjadi perselisihan antara partai politik dengan partai politik lainnya saat merumuskan undang-undang.

  1. Konflik Rasial

   Konflik rasial merupakan konflik yang terjadi diantara kelompok ras yang berbeda dikarenakan adanya kepentingan serta kebudayaan yang bertabrakan satu sama lainnya.. Konflik ini biasanya terjadi karena salah satu ras yang merasa lebih unggul dibandingkan dengan ras lainnya. Salah satu contoh yang cukup populer dari konflik rasial ini adalah yang terjadi di Afrika Selatan, yaitu Politik Apartheid. Konflik ini terjadi pada ras kulit putih yang merupakan penguasan dengan ras kulit hitam yang menjadi golongan mayoritas yang ingin dikuasai.

  1. Konflik Internasional

     Konflik internasional merupakan konflik yang terjadi dengan melibatkan beberapa kelompok negara dikarenakan adanya perbedaan kepentingan di dalamnya. Banyak sekali kasus konflik internasional yang terjadi berawal dari konflik dua negara yang mana dikarenakan adanya masalah ekonomi dan politik. Lambat laun, konflik yang terjadi diantara kedua negara ini berkembang dan menjadi konflik internasional. Hal ini terjadi karena masing-masing negara mencari kawan sekutu yang memiliki visi serta tujuan yang sama mengenai masalah yang sedang terjadi. Contoh dari konflik internasional misalnya saja pada Negara Indonesia dan Malaysia yang memperebutkan perbatasan wilayah diantara kedua negara.

  1. Konflik Antar Suku Bangsa

     Konflik yang terjadi karena adanya perbedaan di dalam kehidupan masyarakat, antara suku bangsa yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan yang dimaksud adalah mulai dari abhasa daerah, adat istiadat, kesenian daerah, seni bangunan rumah, serta tata susunan kekerabatan. Contohnya saja, adat pernikahan suku Jawa dengan Suku Minang yang berbeda satu sama lainnya. Sehingga saat dua orang yang berasal dari suku yang berbeda menikah, tentu saja terkadang terjadi perdebatan mengenai adat yang akan digunakan.

  1. Konflik Antar Agama

     Bentuk-bentuk konflik sosial antara agama ini merupakan konflik yang terjadi pada pemeluk agama satu sama lainnya. Contohnya saja cara berpakaian, cara bersosialisasi, corak kesenian, penerapan hukum warisan, dan lainnya.

Bentuk Konflik Sosial Berdasar Sifat

  1. Konflik Konstruktif

     Konflik yang memiliki sifat fungsional yang terjadi dikarenakan adanya perbedaan pemahaman dari individu ataupun kelompok saat menghadapi sebuah permasalahan yang terjadi. Konflik konstruktif ini nantinya dapat menimbulkan konsensus dari berbagai pemahaman serta mencitakan sebuah perbaikan. Sehingga konflik ini nantinya akan memberikan nilai positif pada pengembangan organisasi atau komunitas. Misalnya saja, di dalam sebuah organisasi atau komunitas akan terjadi perbedaan pemahaman diantara anggota satu sama lainnya.

  1. Konflik Destruktif 

     Konflik destruktif merupakan konflik yang terjadi karena adanya perasaan yang kurang senang, benci, bahkan dendam dari indvidu atau kelompok kepada pihak-pihak lainnya. Konflik destruktif menciptakan bentrokan-bentrokan fisik yang membuat hilangnya harta benda hingga nyawa orang lain. Misalnya saja seperti bentrok yang terjadi di Sambas, Ambon, Kupang, dan lainnya.

Bentuk Konflik Sosial Berdasar Posisi Pelaku Yang Terkait Konflik

     Berdaasr dari posisi pelaku yang melakukan atau terkait dengan konflik, maka konflik sosial dibagi menjadi 3 bentuk yaitu :

  1. Konflik Vertikal

     Konflik vertikal adalah konflik yang terjadi diantara komponen masyarakat yang berada di dalam sebuah pimpinan dengan karyawan yang ada di dalam kantor. Konflik ini terjadi karena adanya jabatan yang berbeda. Contoh nya saja karyawan yang berdebat dengan atasan/kepala mengenai sebuah permasalah di kantor.

  1. Konflik Horizontal

     Konflik horizontal merupakan konflik yang terjadi diantara individu ataupun kelompok yang memiliki kedudukan yang hampir atau bahkan sama. Contoh konflik horizontal ini biasanya konflik yang terjadi pada anggota-anggota di dalam sebuah organisasi.

  1. Konflik Diagonal

     Konflik diagonal merupakan konflik yang muncul karena adanya pengalokasian sumber daya yang tidak adil pada semua organisasi yang akhirnya menyebabkan terjadinya pertentangan yang cukup ekstrim. Contoh konflik diagonal misalnya saja konflik GAM yang terjadi di Nangroe Aceh Darussalam.

Bentuk Konflik Sosial Berdasar Sifat Pelaku Yang Berkaitan Dengan Konflik

     Bentuk konflik sosial yang berdasar pada sifat belaku yang ikut dan berkaitan dengan konflik dibedakan menjadi dua bentuk yaitu :

  1. Konflik Terbuka

   Konflik terbuka merupakan konflik yang kejadiannya diketahui oleh banyak pihak bahkan masyarakat umum. Contoh dari konflik terbuka ini adalah konflik yang sedang terjadi pada Negara Israel dan Palestina.

  1. Konflik Tertutup

     Konflik tertutup merupakan konflik yang terjadi dan hanya diketahui oleh beberapa pihak saja, yaitu individu atau kelompok yang terlibat dalam konflik tersebut. Contohnya saja konflik yang terjadi di dalam keluarga, tentu saja pihak lain di luar keluarga tersebut tidak mengetahui hal tersebut.

Bentuk Konflik Sosial Berdasar Dengan Bentuk

     Berdasarkan dari bentuk, konflik sosial terdiri menjadi beberapa bentuk yaitu :

  1. Konflik Realistis

     Merupakan konflik yang terjadi karena adanya rasa kekecewaan dari individu atau kelompok tentang perkiraan keuntungan atau tuntutan yang ada dalam sebuah lingkungan sosial. Contoh dari konflik realistis ini misalnya saja karyawan yang melakukan mogok bersama karena adanya ketidaksetujuan dengan pihak perusahaan mengenai sebuah kebijakan tertentu.

  1. Konflik Nonrealistis

     Merupakan konflik yang didasarkan pada sebuah kebutuhan yang digunakan untuk meredakan ketegangan, setidaknya dari salah satu pihak yang berkaitan. Contoh dari konflik non realistis ini adalah penggunaan jasa ilmu-ilmu gaib yang digunakan untuk membalas dendam terhadap perilaku orang lain terhadap kita.

Bentuk Konflik Sosial Berdasar Pendapat Ralf Dahrendorf

     Menurut pendapat Ralf Dahrendorf, konflik sosial terbagi menjadi 4 bentuk yaitu :

  1. Konflik Peran, konflik yang terjadi di dalam sebuah peranan sosial. Konflik peran ini merupakan kondisi dimana seseorang menghadapi berbagai harapan berbeda dengan peranan yang dimilikinya.
  2. Konflik antara kelompok sosial
  3. Konflik antara kelompok yang sudah tergorganisis dengan kelompok yang tidak terorganisi
  4. Konflik antara satuan nasional, misalnya saja antara partai politik, antara negara, antar organisasi internasional, dan lainnya.

Hasil Konflik Sosial

     Ada tiga hasil konflik, yaitu :

  1. Konflik Kalah-Kalah
  2. Konflik Menang-Kalah
  3. Konflik Menang-Menang

Pengendalian Konflik (Akomodasi)

     Akomodasi merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan pertentangan, baik dengan cara menghargai kepribadian yang berkonflik atau bisa juga dengan cara paksaan atau tekanan. Bentuk-bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut:

  1. Koersi merupakan akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak pihak tertentu terhadap pihak lain yang lebih lemah.
  2. Kompromi merupakan bentuk akomodasi ketika pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian
  3. Arbitrasi merupakan bentuk akomodasi apabila pihak-pihak yang berselsisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri sehingga mengundang pihak ketiga yang berhak memberikan keputusan.
  4. Mediasimerupakan bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi. Namun pihak ketiga yang diundang tidak berhak memberikan keputusan.
  5. Konsiliasi merupakan bentuk akomodasi dengan mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
  6. Toleransi merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi
  7. Stalematemerupakan bentuk akomodasi ketika kelompok-kelompok yang terlibat pertentangan mempunyai kekuatan seimbang, sehingga pertentangan antara keduanya akan berhenti dengan sendirinya.
  8. Ajudikasi merupakan penyelesaian masalah atau sengketa melalui jalur hukum.

Akibat Terjadinya Konflik Sosial

     Suatu konflik sosial sudah pasti menimbulkan dampak bagi kehidupan masyarakat disekitarnya, baik dampak positif maupun negatif. Berikut penjelasannya :

  1. Dampak Positif

   Bertambahnya solidaritas dalam kelompok sendiri, munculnya pribadi-pribadi yang kuat atau tahan uji menghadapi  berbagai situasi politik, serta munculnya kompromi baru jika pihak yang berkonflik dalam kekuasaan seimbang.

  1. Dampak Negatif

     Retaknya persatuan kelompok, hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia, berubahnya sikap dan kepribadian individu yang mengarah pada hal yang bersifat negatif, serta munculnya dominasi kelompok yang menang terhadap kelompok yang salah.

Nah, untuk mengecek pemahaman kamu pada materi ini, yuk jawab pertanyaan berikut ini.

  1. Jelaskan sebab-sebab konflik konflik yang terjadi dalam masyarakat!
  2. Bagaimana pendapatmu tentang konflik antarpribadi!
  3. Sebutkan dan jelaskan beberapa contoh konflik yang terjadi di lingkunganmu!
  4. Bacalah artikel berikut ini! http://nasional.kompas.com/read/2017/09/03/18404621/konflik-politik-dan-ekonomi-di-balik-tragedi-kemanusiaan-rohingya. Setelah membacanya, sekarang coba analisislah penyebab, bentuk, dan akomodasi atas konflik yang terjadi!

Sumber :

Arsal, Thriwaty. 2012. Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga

Maryati, Kun, Juju Suryawati. 2006. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: ESIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco