Materi Sosiologi SMA/MA Kelas XI “Konflik, kekerasan, dan perdamaian”

Salam Ceria…
Generasi Muda Berprestasi…
Dalam postingan kali ini, saya akan memaparkan salah satu materi pembelajaran antropologi untuk SMA/MA kelas XI yang berpacu pada kurikulum 2013, “Konflik, Kekerasan dan perdamaian”. Untuk lebih jelasnya, silahkan membaca dan memahami dari tulisan berikut yang sebelumnya telah di posting, untuk lebih jelasnya silahkan buka link ini Evfi Nurhidayah
KONFLIK
Konflik berasal dari bahasa Latin yaitu conflitus (saling berbenturan, bertentangan, berlawanan, ketidaksesuaian). Menururt M.Z. Lawang, konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status, dan kekuasaan ketika tujuan pihak-pihak yang berkonflik tidak hanya mendapatkan keuntungan, tapi juga untuk menundukkan saingannya. Sementara, Soerjono Soekanto mengungkapkan pendapatnya bahwa konflik yaitu suatu proses sosial orang per orang atau kelompok manusia yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa konflik adalah bentuk interaksi sosial antara satu pihak dengan pihak lain yang ditandai dengan adanya sikap saling mengancam, menekan, hingga saling menghancurkan.

Penyebab Konflik

1. Perbedaan kebudayaan
2. Perbedaan individu
3. Perbedaan ideologi
4. Perbedaan kepentingan
5. Perubahan nilai-nilai sosial
Bentuk-Bentuk Konflik
• Bentuk Konflik Sosial Secara Umum
1. Konflik Pribadi: Konflik ini terjadi dikarenakan ada dua individu yang mana sedang mengalami sebuah masalah pribadi dan saling tidak ingin menyadari kesalahan masing-masing. Dalam konflik pribadi, biasanya masing-masing individu akan berusaha untuk mengalahkan lawannya.
2. Konflik Antar Kelas : Konflik yang terjadi antar kelompok ataupun individu yang memiliki masalah dengan individu lainnya yang berada di kelompok (kelas) lainnya. Yang dimaksud kelas disini dapat diartikan sebagai kedudukan seseorang ataupun kelompok di dalam lingkungan masyarakat secara vertikal (kelas atas atau kelas bawah).
3. Konflik Politik : Konflik sosial yang terjadi pada dua kelompok atau individu yang satu sama lainnya memiliki perbedaan serta pandangan berbeda mengenai prinsip dari masalah ketatanegaraan yang akhirnya berdampak pada perselisihan pandangan. Konflik politik ini bisa mengaitkan beberapa golongan-golongan tertentu dalam masyarakat hingga negara.
4. Konflik Rasial : Konflik rasial merupakan konflik yang terjadi diantara kelompok ras yang berbeda dikarenakan adanya kepentingan serta kebudayaan yang bertabrakan satu sama lainnya.. Konflik ini biasanya terjadi karena salah satu ras yang merasa lebih unggul dibandingkan dengan ras lainnya.
5. Konflik Internasional : Konflik internasional merupakan konflik yang terjadi dengan melibatkan beberapa kelompok negara dikarenakan adanya perbedaan kepentingan di dalamnya. Banyak sekali kasus konflik internasional yang terjadi berawal dari konflik dua negara yang mana dikarenakan adanya masalah ekonomi dan politik. Lambat laun, konflik yang terjadi diantara kedua negara ini berkembang dan menjadi konflik internasional. Hal ini terjadi karena masing-masing negara mencari kawan sekutu yang memiliki visi serta tujuan yang sama mengenai masalah yang sedang terjadi.
6. Konflik Antar Suku Bangsa: Konflik yang terjadi karena adanya perbedaan di dalam kehidupan masyarakat, antara suku bangsa yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan yang dimaksud adalah mulai dari abhasa daerah, adat istiadat, kesenian daerah, seni bangunan rumah, serta tata susunan kekerabatan.
7. Konflik Antar Agama: Bentuk-bentuk konflik sosial antara agama ini merupakan konflik yang terjadi pada pemeluk agama satu sama lainnya.
• Bentuk Konflik Sosial Berdasar Sifat
1. Konflik Konstruktif : Konflik yang memiliki sifat fungsional yang terjadi dikarenakan adanya perbedaan pemahaman dari individu ataupun kelompok saat menghadapi sebuah permasalahan yang terjadi. Konflik konstruktif ini nantinya dapat menimbulkan konsensus dari berbagai pemahaman serta mencitakan sebuah perbaikan. Sehingga konflik ini nantinya akan memberikan nilai positif pada pengembangan organisasi atau komunitas.
2. Konflik Destruktif : Konflik destruktif merupakan konflik yang terjadi karena adanya perasaan yang kurang senang, benci, bahkan dendam dari indvidu atau kelompok kepada pihak-pihak lainnya. Konflik destruktif menciptakan bentrokan-bentrokan fisik yang membuat hilangnya harta benda hingga nyawa orang lain.
• Bentuk Konflik Sosial Berdasar Posisi Pelaku Yang Terkait Konflik
1. Konflik Vertikal :Konflik vertikal adalah konflik yang terjadi diantara komponen masyarakat yang berada di dalam sebuah pimpinan dengan karyawan yang ada di dalam kantor. Konflik ini terjadi karena adanya jabatan yang berbeda.
2. Konflik Horizontal : Konflik horizontal merupakan konflik yang terjadi diantara individu ataupun kelompok yang memiliki kedudukan yang hampir atau bahkan sama.
3. Konflik Diagonal : Konflik diagonal merupakan konflik yang muncul karena adanya pengalokasian sumber daya yang tidak adil pada semua organisasi yang akhirnya menyebabkan terjadinya pertentangan yang cukup ekstrim.
• Bentuk Konflik Sosial Berdasar Sifat Pelaku Yang Berkaitan Dengan Konflik
1. Konflik Terbuka : Konflik terbuka merupakan konflik yang kejadiannya diketahui oleh banyak pihak bahkan masyarakat umum.
2. Konflik Tertutup: Konflik tertutup merupakan konflik yang terjadi dan hanya diketahui oleh beberapa pihak saja, yaitu individu atau kelompok yang terlibat dalam konflik tersebut.
• Bentuk Konflik Sosial Berdasar Dengan Bentuk
1. Konflik Realistis : Merupakan konflik yang terjadi karena adanya rasa kekecewaan dari individu atau kelompok tentang perkiraan keuntungan atau tuntutan yang ada dalam sebuah lingkungan sosial.
2. Konflik Nonrealistis : Merupakan konflik yang didasarkan pada sebuah kebutuhan yang digunakan untuk meredakan ketegangan, setidaknya dari salah satu pihak yang berkaitan.
• Bentuk Konflik Sosial Berdasar Pendapat Ralf Dahrendorf
1. Konflik Peran, konflik yang terjadi di dalam sebuah peranan sosial. Konflik peran ini merupakan kondisi dimana seseorang menghadapi berbagai harapan berbeda dengan peranan yang dimilikinya.
2. Konflik antara kelompok sosial
3. Konflik antara kelompok yang sudah tergorganisis dengan kelompok yang tidak terorganisi
4. Konflik antara satuan nasional
Dampak Konflik
Dampak Positif
1. Memperjelas apek-aspek kehidupan
2. Adanaya penyesuaian kembali norma-norma, nila-nilai, serta hubungan sosial dalam kelompok
3. Jalan mengurangi ketegangan antar individu atau kelompok
4. Jalan untuk mengurangi atau menekan pertentangan yang terjadi dalam masyarakat
5. Memunculkan komromi baru
6. Berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat
Dampak Negatif
1. Retaknya persatuan kelompok
2. hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia
3. berubahnya sikap dan kepribadian individu yang mengarah pada hal yang bersifat negatif
4. serta munculnya dominasi kelompok yang menang terhadap kelompok yang salah.
KEKERASAN
Kekerasan adalah sebuah aksi atau tindakan yang bertujuan untuk merusak, mencederai, melukai, memusnahkan properti bahkan manusia. Kekerasan sendiri terbagi menjadi dua yaitu kekerasan secara langsung (direct violence) dan kekerasan struktural (structural violence). Kekerasan secara langsung tidak sekedar melakukan kekerasan secara tangible, tapi lebih dari itu, yakni merupakan aksi yang bertujuan untuk menciptakan hirarki dan hegemoni. Kedua adalah kekerasan struktural (structural violence), yakni kekerasan yang diawali dari adanya perbedaan kelas dan posisi yang menghegemoni dan dihegemoni sehingga memungkinkan terjadinya tindakan alienasi-diskriminasi-eksploitasi-represi yang bertujuan untuk menjaga hirarki yang sudah ada oleh kelompok yang berkuasa, maupun bertujuan untuk menghancurkannya oleh kelompok yang tertindas Kekerasan struktural biasanya dilakukan oleh kelompok mayoritas atau yang memegang kekuasaan sehingga di dalam penerapan kehidupan berbangsa dan bernegara selalu memihak pada kelompok berkuasa/mayoritas dan mendiskriminasi kelompok yang tertindas/minoritas.
Faktor Penyebab Kekerasan
1. Adanya prasangka buruk kepada pihak lain
2. Individu tidak dapat mengendalikan emosinya
3. Lahirnya permasalahan yang memancing permusuhan
4. Kontrol sosial sudah tidak berfungsi untuk mengendalikan persaingan yang terjadi
5. Adanya keinginan manusia untuk mendapatkan prestasi
PERDAMAIAN
Berbagai macam bentuk konflik dan kekerasan kemudian menjadi stimulan untuk menerapkan metode-metode baru konsep perdamaian agar bisa menjawab tantangan yang ada. Perdamaian adalah sebuah istilah/kata untuk menyebut suatu kondisi adanya harmoni, kemanan (tidak terjadi perang), serasi, dan adanya saling pengertian. Perdamaian juga bisa diartikan suasana yang tenang dan tidak adanya kekerasan
PENGAYAAN
1. Bacalah artikel berikut ini! https://geotimes.co.id/opini/menilik-pencekalan-panglima-gatot/ . Setelah membacanya, analislah artikel tersebut!
2. Berikan tanggapanmu mengenai artikel tersebut!
3. Sebut dan jelaskan beberapa contoh konfli[k yang ada disekitar tempat tinggalmu!
4. Berikanlah solusi dari soal no 3!
SUMBER
Maryati, Kun. 2014. Sosiologi (Kelompok peminataan ilmu-ilmu sosial). Jakarta: Esis.
Taupan, 2014. Sosiologi SMA Kelas XI. Bandung: Yrama Widya

Tulisan ini dipublikasikan di Sosiologi SMA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco