Mahasiswa. Apa sih mahasiswa itu? Mahasiswa itu sama halnya murid, mencari ilmu dan berguru. Perbedaannya tentu pada tingkat pendidikannya. Mahasiswa berada pada level tertinggi dibandingkan murid SD, SMP, dan SMA. Pantas saja jika kegiatannya lebih padat, tugas seabrek dituntut kerja cepat. Bagi mereka yang andil dalam organisasi, tentu waktu belajarnya juga sebagian tersita. Tapi itu bukanlah penghalang karena nyatanya banyak juga aktivis yang berprestasi. Kita harus pandai dalam membagi waktu, untuk sekian banyaknya aktivitas kampus jangan sampai membuat kita tidak dapat untuk beristirahat.
Nah, kadang, saking penatnya, kita sampai tidak bisa mengontrol pengeluaran kita. Pintar membagi waktu harus pintar membagi uang dong! Keduanya harus “balance” dalam istilah akuntansi. Kadang, uang yang sudah dianggarkan sedemikian rincinya seketika itu kacau karena iuran tak terduga. Kadang rasa malas lebih dominan untuk melanjutkan perencanaan tersebut, apalagi merevisi. Padahal itu pentin lho karena akan menentukan kehidupan kita untuk hari-hari berikutnya.
Agar uang saku dapat habis tepat pada waktunya, bahkan surplus di akhir bulan, berikut tipsnya :
1. Pastikan suntikan dana yang akan diterima. Tanyakan pada orang tua atau pemberi dana. Hal ini sangat penting agar kita dapat mengukur batas maksimum pengeluaran kita sehingga kita tidak mengalami paceklik. Ingat! Jangan memaksa orang tua jika mereka sedang dalam keadaan krisis.
2. Buat daftar pengeluaran di bulan yang bersangkutan. Berapa jumlah uang untuk makan selama satu bulan, jumlah uang untuk iuran ( kas, organisasi atau event-event lain). Jika belum diketahui secara pasti kegiatan yang mengeluarkan dana, bisa dibuat prosesntase dari suntikan dana. Misal 10% atau 20% dari dana tergantung dengan perkiraan kita. Jangan lupa uang untuk membeli pulsa, alat tulis, alat mandi dan keperluan lainnya diperhitungkan juga yaa.
3. Buat rencana anggaran serinci mungkin sedetail mungkin. Beri keterangan untuk apa angaran itu digunakan. Sehingga saat kita hendak membeli sesuatu kita jadikan rencana anggaran sebagai dasar patokan.
4. Jangan membeli sesuatu yang tidak penting! Harus berpikir rasional. Mana keinginan dan mana kebutuhan. Apalagi kaum perempuan yang mudah tergiur membeli sesuatu, perlu waspada bahaya laten ada di sekeliling Anda. Kembali ke prinsip awal mana yang merupakan kebutuhan.
5. Hindari kebiasaan ngutang! Hal sepele, namun jika diteruskan akan sangat membahayakan kehidupan kita. Baik saat dompet tebal ataupun tipis, hindari ngutang atau “pinjem dulu yaa”
6. Saving! Kadang berat bagi kita untuk manabung, tapi harus dibiasakan. Menabung tidak harus di bank, kita bisa memanfaatkan botol atau kaleng bekas. Penulis pribadi biasanya menabung berdasarkan tanggal. Sebagai contoh, setiap tanggal ganjil sisakan Rp.3000 dan setiap tanggal genap sisakan Rp.2000. Besarnya uang yang akan kita simpan bisa kita sesuaikan sesuai kondisi dompet masing-masing.
7. Part time atau jualan. Ini sangat membantu kita untuk memperoleh suntikan dana tambahan. Bisa part time di tempat fotokopi, konter-konter hape, atau berjualan baik olshop atau berjualan makanan di kampus.
8. Hemat sambil ibadah. Jika kita dalam kondisi yang sangat mepet, boleh juga unuk mengosongkan isi perut sehari penuh. Tetapi, tetap niatkan untuk ibadah yah
9. Shodaqoh. Biar limit jangan pelit dong. Sempatkan untuk tetap beramal dan berbagi, insya Allah akan dilipatgandakan. Amiiin.
10. Konsisten. Hal terakhir yang berat tetapi merupakan prinsip. Kalau ingin terhindar dari kelaparan, konsisten sangat urgent dan harus dipegang teguh yah. Jangan sedikit-sedikit diambil tabungannya lho. Nanti nihil hasilnya.
Okeh, itu tadi beberapa tips yang bisa penulis bagikan untuk teman-teman semua. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat !