“Mendekatkan yang Jauh dan Menjauhkan yang Dekat”

Kecanduan-SmartphonePertumbuhan penggunaan smartphone terus meningkat dari tahun ke tahun. Awalnya smartphone ini hanya merambah pada kalangan menengah ke atas, namun sekarang ini dengan berbagai produk smartphone  buatan China yang menawarkan produknya dengan harga yang murah membuat smartphone  telah merambah berbagai kalangan. Tidak hanya kalangan menengah ke atas saja melainkan juga kalangan menengah kebawah. Sekarang ini berbagai kalangan dapat menggunakan smartphone baik itu golongan tua maupun muda. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Martin Niens, sekitar dari 80% masyarakat perkotaan di Indonesia memiliki perangkat ponsel khususnya smartphone yang disebut juga sebagai ponsel pintar (republika.com 2 November 2014).

Smartphone dibuat dengan tujuan untuk memudahkan segala kebutuhan masyarakat khususnya dalam hal komunikasi, namun tidaknya sebatas digunakan sebagai alat komunikasi saja seperti mengirim pesan singkat (sms) atau menelefon tetapi juga dapat memainkan sejumlah aplikasi atau untuk komunikasi melalui internet. Komunkasi melalui internet itu seperti berbagai media sosial yang marak digandrungi oleh para remaja sekarang ini. Media sosial merupakan sebuah media komunikasi secara online yang dimana para penggunannya bisa dengan mudah untuk berpartisipasi, berbagi dan menciptakan apa isi dari media sosial tersebut, contohnya seperti blog, jejaring sosial, wiki, forum, dll. Dari berbagai media sosial yang ada, pada saat ini jejaring sosial-lah marak digandrungi oleh para remaja. Jejaring sosial itu sendiri merupakan situs media sosial yang dimana setiap orang dapat membuat web page sendiri (akun), kemudian dapat terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan komunikasi. Macam-macam jejaring sosial yang saat ini marak digandrungi oleh para remaja seperti:

Facebook

Twitter

BlackBerry Messenger (BBM)

Path

Intagram

LINE

Kakao Talk

We Chat

dan masih banyak lagi lainnya. Dengan banyak jejaring sosial yang ada pada masa sekarang ini membuat berbagai kemudahan dalam berkomunikasi secara cepat aman dan murah, sehingga membuat jarak yang jauh bukan menjadi halangan untuk tetap berkomunikasi serta dengan adanya jejaring sosial tersebut membuat kita dapat menambah banyak teman-teman baru. Namun, dengan adanya kemudahan tersebut membuat kebanyakan orang terlena dimana smartphone pada sekarang ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia. Dilihat dari kebiasaan yang mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, saat berjalan, saat mengendarai kendaraan baik motor atau mobil, saat berada dimanapun dan kapanpun kita tidak pernah terlepas dari yang namanya memainkan smartphone entah itu hanya sekedar untuk menuliskan status dalam akun jejaring sosialnya untuk mengeluarkan uneg-uneg atau apa yang sedang dirasakannya, melakukan chat dengan teman-temannya, atau memposting gambar menarik mengenai makanan dan minuman serta tempat yang sedang dikunjungi pada akun jejaring sosialnya, atau hanya untuk stalking (ngepoin) akun jejaring sosial teman yang lain. Penulis novel terkemuka Raditya Dika dalam akun jejaring sosial twitternya mengungkapakan bahwa tidak ada orang yang bisa terlepas dari smartphone lebih dari 2 jam. Hal itu membuat setiap orang sibuk dan terfokus hanya dengan smartphonenya dan melupakan keadaan sekitarnya. Memang dengan adanya smartphone “mendekatkan yang jauh” maksudnya dengan adanya smartphone akan mendekatkan seseorang dengan seseorang lainnya yang terpisah karena jarak yang jauh agar dimudahkan dan tetap saling berkomunikasi. Namun tanpa kita sadari dengan adanya smartphone juga akan “mejauhkan yang dekat” maksudnya dengan adanya kemudahan yang didapatkan dari adanya smartphone tanpa adanya pengendalian diri megenai waktu pemakaiannya membuat kecenderungan untuk terus-menerus menggunakannya. Tak heran bila seseorang sibuk dengan smartphonenya dan dengan berbagai jaringan sosial yang digunakan membuat seseorang tak kenal waktu dan mengesampingkan dunia sekitarnya untuk berkomunikasi secara langsung dengan seseorang di sekitarnya. Oleh karena itu pada masa sekarang ini budaya untuk murah senyum dan tegur sapa perlahan menghilang dan tergantikan dengan trend komunikasi melalui jejaring sosial. Padahal Indonesia dikenal sebagai bangsa yang penduduknya murah senyum dan ramah tamah serta rajin untuk tegur sapa, menjunjung tinggi perilaku sopan santun, saling menghargai sesama serta senang menjalin silahturahmi dengan siapa saja yang ada disekitarnya. Sekarang ini bila berkumpul dengan teman sekolah atau teman bermain pasti seseorang sudah sibuk dengan memainkan smartphonenya masing-masing. Ataupun ada kejadian bila seseorang bertemu secara tidak sengaja dijalan, tidak ada lagi budaya tegur sapa dan murah senyum yang nampak dan menghiasi disetiap pertemuan seperti ada rasa canggung untuk melakukan budaya tersebut yang dikarenakan seseorang lebih menyukai komunikasi melalui jejaring sosial daripada komunikasi secara langsung.

Disisi lain, selain memudahkan komunikasi dengan jarak yang jauh, smartphone juga mendorong seseorang lebih individualistis karena adanya kemudahan-kemudahan yang ditawarkan dalam smartphonepun seakan-akan membuat seseorang tidak membutuhkan bantuan dari orang lain serta membuat orang cenderung asik dan sibuk dengan dunianya sendiri yang dipenuhi dengan aplikasi dan jejaring sosial yang dimainkannya di dalam smartphone. Dimana prosentase jumlah penggunaan ponsel smartphone yang mengakses media sosial adalah sebanyak 74% dengan waktu rata-rata yang dihasilkan orang Indonesia untuk  mengakses media sosial setiap hari adalah 2 jam 54 menit (Sindo News, 16 oktober 2014). Penggunaan smartphone juga membuat waktu yang berkualitas untuk keluarga dan teman semakin berkurang. Untuk itulah setiap orang dibutuhkan manajemen waktu dan kontrol diri dalam menggunakan smartphone, jangan sampai kemudahan yang didapatkan justru menjauhkan orang-orang yang berada disekitar kita serta dengan adanya kemajuan teknologi smartphone jangan membuat kita menghilangkan budaya murah senyum dan tegur sapa yang sudah ada secara turun-menurun pada bangsa kita, bangsa Indonesia.

3 comments

  1. tampilannya sudah rapi dan artikelnya bermanfaat. semangat Ngeblognya kakak 😀

    1. makasih semangatnya erina 😀

  2. sangat menarik artikelnya,

Leave a Reply

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: