SURAT UNTUK INDONESIA

Untuk Indonesiaku

Yang Tercinta

Saya disini berbicara sebagai sebuah bagian kecil dari Negara ini, sebagai warga Negara yang sering tidak mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak kami, sebagai rakyat biasa yang sering dizalimi oleh segerombolan orang yang menyebut dirinya sebagai penguasa, sebagai seorang anak yang turut marasakan sulitnya perjuangan orang tua kami dalam manyambung sebuah kehidupan, sebagai pribadi yang masih diselimutu rasa was-was, takut dan ragu akan masa depan kami di negeri tercinta ini.

ina

Gambar 1. Cinta Indonesia

Ada pepatah mengatakan,”Jangan tanyakan apa yang Negara telah berikan kepadamu, namun tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu” Ya, Saya tau itu, Saya paham, Saya pun mengerti tak patut aku menuntut seperti ini, menuntut Indonesia tercinta, menuntut bagian terkecil dari bagian hidupku, atau bahkan menuntut diriku sendiri. Ya, diri sendiri, Indonesia adalah aku, dan aku adalah Indonesia, maka tak patutlah aku menuntut kepada Indonesia.

Indonesia adalah aku, kami, kita dan mereka. Maka untuk dapat merubah Negara ini menjadi lebih baik baik dibutuhkan partisipasi semua warga Negara tanpa terkecuali, dimulai dari diri sendiri lakukan yang terbaik yang bisa diri sendiri lakukan. Apa itu? Mungkin saat ini sebagai pribadi kita semua terikat dengan aturan selalu membayar pajak ini itulah yang semoga saja uang kami digunakan dengan benar tanpa sedikitpun keluar jalur ke tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab—Aamiin. Selain itu sebagai salah satu tindakan menjadikan Negara ini menjadi lebih baik adalah mengerjakan sebaik mungkin apapun pekerjaan kita sekarang, ntah itu pelajar, pedagang, petani, supir, nelayan atau lainnnya lakukanlah dengan sepenuh hati untuk diri sendiri, untuk saudara-saudara kita, dan untuk Indonesia tercinta! Karena sebagai warga Negara kita hanya dihadapkan dengan 2 pilihan, menambah masalah di Negara ini atau menjadi solusi pemecahan masalah di Negara ini, tidak ada pilihan netral atau tidak menjadi apa-apa, yang ada hanya 2 pilihan itu, maka camkan baik-baik! bagian manakah diri kita, mau menjadi penambah masalah yang sudah terlanjur mengakar bagi Negara ini? Atau menjadi pemecah masalah bagi Negara yang selalu kita banggakan ini? Kau sendiri yang menentukan.

Untuk mengubah Negara ini maka mulailah dengan mengubah diri sendiri, Saya paham itu, namun Saya hanyalah serpihan kecil dari Negara ini yang tidak memiliki kuasa apa-apa terhadap Negara ini, ada seseorang didepan sana yang telah kami tunjuk, yang telah kami pilih, yang telah kami beri amanah untuk sebagai penjembatan pemilih kebijakan-kebijakan supaya menjadikan Negara ini menjadi lebih baik. Jangan kecewakan kami, jangan khianati kepercayaan kami, dan jangan buat kami sedih, tolong, lakukan pekerjaan kalian yang sebaik-baiknya, untuk kita semua untuk Indonesia, singkirkan semua ego bersama kita bisa, kita hanya perlu kompak, kita hanya perlu bersatu untuk menjadikan Negara ini lebih maju, bersatulah saudaraku semua aku mohon.

Negara ini telah mengukir sejarah panjang, telah terbentuk karena perjuangan besar, dan telah banyak yang mengorbankan segalanya untuk tetap menjadikan Negara ini satu. Para pendahulu kita siapapun itu telah berjuang sepenuh hati, telah mengorbankan segalanya dan menyingkirkan ego mereka untuk menyatukan kita dalam satu ikatan, Indonesia. Tak malu kita pada mereka? Apa balas jasa kita kepada mereka? Untuk itu jangan sia-siakan perjuangan mereka, sekarang lah saatnya bagi kita meneruskan perjuangan mereka, sekarang saatnya membangun lagi Negara ini, sekarang saatnya untuk buktikan pada dunia bahwa kita bukan hanya Negara yang hanya bisa mengikuti arus globalisasi, rubah diri kita mulai dari sekarang, ya sekarang, kalau tidak sekarang kapan lagi! Ayo bersatulah sabang sampai merauke, berkibarlah setinggi-tingginya merah putih. Kita adalah Indonesia dan Indonesia adalah kita, kita sudah banyak tertinggal dari Negara lain, kita telah terlena dengan sejarah-sejarah dan fakta-fakta hebat dari Negara ini, jangan hanya terlena karna perjuangan harus dilakukan setiap detik, setiap saat dan setiap waktu. Saatnya kita bangkit, bukan hanya meninggalkan ketertinggalan tapi juga meninggalkan ketertinggalan. Semangat Indonesiaku!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: