Siswa SD asal Semarang ini Temukan Alat detektor Berat Tas

Bagi siswa sekolah, tas merupakan salah satu piranti yang tidak pernah tertinggal. Tas tersebut dapat difungsikan untuk menyimpan buku pelajaran maupun kebutuhan sekolah lain. Namun, tidak banyak siswa atau bahkan orang tua yang tidak menyadari jika siswa membawa beban terlalu berat di dalam tas sekolah akan dapat mengakibatkan beberapa penyakit, antara lain pegal-pegal hingga dislokasi tulang.

Mencari solusi untuk permasalahan tersebut seorang siswa kelas 5 SD AL Azhar 29 Semarang, Rafi Yudha Hidayat membuat alat deteksi yang berfungsi untuk mengukur berat tas sekolah yang digunakan sehari-hari oleh siswa. Detektor yang diberi nama Bag Over Weight Sensor (BOS) tersebut juga menjadi pemenang favorit dalam kompetisi inovasi siswa tingkat nasional, Kalbe Junior Scientist Award 2015. Alat tersebut kemudian dipatenkan oleh pihak Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI).

Rafi

Rafi yang memenangkan penghargaan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya harus bersaing dengan 118 peserta dari 22 provinsi di Indonesia. Dari kesemuanya itu, setiap peserta disaring dan akan diambil 18 proposal peserta terbaik. Kemudian masing-masing siswa yang mengirimkan proposal tersebut melakukan presentasi di Jakarta di depan dewan juri.

Saat pengembangan BOS bocah yang lahir pada 24 Juni 2005 silam ini mengaku sempat mengalami kegagalan sampai dua kali. Saat uji coba pertama, ia memakai dua sistem pegas yang ditaruh pada tali tas. Tetapi yang terjadi, beban pegas tali punggung sulit untuk diatur sehingga gagal.

“Percobaan kedua, saya memakai kontrol pemberat yang diatur melalui mikro kontroler di bawah tas. Tetapi keakuratannya berkurang, karena mikro kontroler tersebut digital. Selain itu, beban dari barang bawaan di dalam tas tidak dapat tertimbang semuanya. Baru ketiga yang ini langsung berhasil,” kata Rafi seperti dikutip dari Radar Semarang.

Bag Over Weight Sensor merupakan alat yang berfungsi untuk mengetahui berat tas sekolah siswa yang berisi buku dan kebutuhan sekolah yang lain. Selama ini, berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri, setiap harinya Rafi selalu membawa tas sekolah yang memiliki beban lebih dari 15 kilogram. Tas tersebut berisi buku pelajaran, bekal, dan pakaian ganti.

Sementara itu, guru pembimbing Rafi, Titan Ajiyana yang merupakan kepala SMP Alazhar 29 berharap, temuan Rafi tersebut dapat diaplikasikan dan digunakan oleh banyak siswa, mengingat beban pelajaran siswa yang besar setiap hari dituntut membawa piranti belajar yang lengkap pula.

lipi.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: