Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjadwalkan peluncuran satelit terbaru besutan anak bangsa LAPAN-A2 pada September 2015 di India. Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menginformasikan, orbit ekuatorial satelit tersebut akan memberikan keuntungan bagi Indonesia. Satelit ini diharapkan juga bisa menumbuhkanrasa bangga akan hasil karya anak bangsa. “Diharapkan, LAPAN-A2 bermanfaat secara optimal dan menumbuhkan rasa bangga akan hasil karya anak bangsa,” ujar Thomas dalam sosialisasi pemanfaatan teknologi satelit LAPAN-A2 di IPB IIC, Bogor. Satelit ini akan melintas dengan orbit ekuatorial. Secara umum, cakupan misi satelit LAPAN-A2 adalah pengamatan permukaan bumi, pemantauan kapal laut, dan komunikasi amatir. Namun, kondisi orbit memungkinkan LAPAN-A2 melakukan pemantauan di seluruh wilayah darat dan laut Indonesia. “Dengan orbit itu, LAPAN-A2 akan melintasi wilayah tanah air sebanyak 14 kali setiap hari,” kata Thomas Area pengamatan hingga ribuan kilometer dimungkinkan dengan Spaceborne Receiver Automatic Identification System. Sistem itu memungkinkan LAPAN-A2 melakukan pemantauan lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia. Untuk pemantauan wilayah RI, satelit LAPAN-A2 membawa kamera analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi empat meter. Thomas melanjutkan, misi komunikasi amatir yang disematkan pada LAPAN-A2 bertujuan untuk komunikasi pada mitigasi bencana. Antara

Apa yang terbayang ketika seseorang menyebut “kendaraan darat terbesar di dunia”? Mungkin yang terbayang di benak kita mungkin adalah truk-truk raksasa di pelabuhan yang mengangkut kontainer-kontainer untuk bongkar muat di kapal. Sesungguhnya, ada yang jauh lebih besar dari itu. Truk-truk superbesar bertenaga lebih dari 3500 horsepower seperti gambar di bawah ini, jauh lebih besar dibanding truk-truk kontainer yang biasa kita lihat. Truk-truk raksasa ini memang tak pernah lalu lalang di jalanan sekitar kita. Mereka memang biasanya dipergunakan di area-area pertambangan yang terpencil.

unnamed-2

Membayangkan truk-truk sebesar itu lalu lalang satu sama lain setiap saat, yang terpikir adalah sebesar apa jalannya, dan sekuat apa jalannya, dan bagaimana jalannya bisa utuh dan tidak rusak?

Jawabannya ternyata ada di tanah Papua.

Di punggung Pegunungan Jayawijaya, hingga mencapai ketinggian lebih dari 4000 m di atas permukaan laut, terdapat jalan besar dan lebar yang bisa dilalui dua truk raksasa ini secara beriringan. Yang menakjubkan, jalan besar dan lebar ini tiap hari dilewati kendaraan-kendaraan raksasa ribuan kali, tinggi di atas gunung (dari ketinggian 2500 m hingga 400o m di atas laut), kuat, dan pernah ditayangkan dalam program Megastructure di channel National Geographic TV.

Yang membanggakan, struktur raksasa yang bahkan amat sulit dibayangkan ini muncul dari buah karya anak bangsa. Namanya Ilyas Hamid, seorang kelahiran Batusangkar, Sumatera Barat. Jalan raksasa yang sulit ini dibuat, hanya dalam tempo 22 bulan saja (Oktober 1990 hingga Juli 1992), mengalahkan design para insinyur-insinyur dunia yang mengusulkan jalan yang lebih rumit, mahal, dan penyelesaian yang lama.

unnamed

Inilah akses jalan di salah satu medan tersulit di dunia yang pembuatannya seoenuhnya diarsiteki oleh putra Minang tersebut. Jalan itu disebut HEAT Road, yang merupakan kependekan dari Heavy Equipment Access Trail Road, yang belakangan diganti menjadi “Ilyas Road”, sebagai penghargaan kepada buah karya anak bangsa. Jalan ini memungkinkan diangkutnya peralatan berat dari bawah ke pertambangan Grasberg di atas pegunungan tinggi itu.

Ilyas Road ini bahkan pernah menjadi tayangan dalam National Geograpic Channel sehingga ditonton oleh seluruh dunia. Dan hal ini menjadi salah satu mega structure dari Indonesia.

Source : https://www.goodnewsfromindonesia.org/2015/08/22/megastructure-karya-anak-bangsa-di-medan-tersulit-dunia/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: