Iyakoko Patea, Suara Emas dari Papua untuk Indonesia

iyakoko patea choir

Hari itu, 17 Agustus 2015, pagi-pagi sekali, pukul 06.00 WIT, ratusan anak kecil hingga orang dewasa terlihat sibuk mempersiapkan diri. Para pasukan pengibar bendera melakukan pemanasan baris-berbaris. Kelompok drumband anak-anak gabungan siswa SD dan SMP dari Mimika pun sudah berbaris rapi sembari mengetes harmonisasi alat musik yang mereka bawa. Para penari berdandan. Pagi sekali memang. Mereka ingin memberikan yang terbaik, kesempurnaan penampilan pada upacara peringatan kemerdekaan Indonesia ke-70.

persiapan upacara kuala kencana

Upacara dimulai pukul 08.30 WIT. Ratusan pelajar dari tingkat SD hingga SMA, jajaran TNI dan Polri, karyawan PT Freeport Indonesia, dan masyarakat umum lainnya mengikuti upacara yang dilangsungkan di Alun-alun kota Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua. Upacara berlangsung tertib dan khidmat.

Setelah prosesi inti upacara selesai, tiba giliran kelompok paduan suara menyanyikan beberapa lagu daerah Indonesia. Cublak-cublak Suweng, Anging Mamiri, Yamko Rambe Yamko, dan lagu-lagu daerah lainnya dilantunkan dengan merdu. Harmonisasi nada yang mereka keluarkan mampu menggetarkan hati, membuat bulu kudu berdiri. Indah sekali.

ps iyakoko di upacara

Mereka adalah kelompok paduan suara Iyakoko Patea. Paduan suara yang beranggotakan para karyawan Freeport Indonesia dan masyarakat umum yang berasal dari berbagai etnis di Indonesia. Iyakoko Patea dibentuk pada 2 Desember 2006. Ferdinand Deda, Ketua Iyakoko Patea menjelaskan, nama Iyakoko Patea diambil dari bahasa suku Kamoro, salah satu suku di Papua, yang berarti suara indah atau suara emas.

Berbagai prestasi baik tingkat nasional hingga internasional telah mereka ukir. Pada 2013 saat mengikuti kompetisi paduan suara tingkat Asia-Pasifik, mereka membawa pulang dua medali emas. Juni 2014, Iyakoko Patea mendapatkan medali emas pada ajang kompetisi paduan suara tingkat dunia di Riga, Latvia, untuk kategori folklore. Sungguh sangat membanggakan.

iyakoko patea juara di latvia

Ferdinand menceritakan bagaimana mereka berproses. Paduan suara ini dibentuk oleh Departemen Quality of Life PT Freeport Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup karyawan. Awalnya hanya beranggotakan karyawan PT Freeport Indonesia. Kemudian mulai tahun 2010, paduan suara Iyakoko Patea membuka diri. Anggota paduan suara Iyakoko Patea makin banyak dan beragam. Ada yang berasal dari masyarakat umum, pegawai negeri, dokter, siswa SMA, dengan berbagai latar belakang suku dan agama.

Setiap Sabtu dan Minggu mereka berlatih di fasilitas yang sudah disediakan PT Freeport Indonesia. Kelebihan Iyakoko Patea adalah, selain bernyanyi, mereka juga memadukan gerak dan nyanyian. Mereka banyak mempelajari lagu-lagu daerah dari seluruh Indonesia. Beragamnya budaya Indonesia diakui Ferdinand dan kawan-kawan Iyakoko Patea seringkali menjadi inspirasi sekaligus menambah khasanah kekayaan harmoni dalam lagu-lagu yang mereka bawakan.

Iyakoko Patea. Nama itu memang pantas dilekatkan pada grup mereka. Suara emas dari Papua.

Foto oleh: Imam dan Dokumentasi Iyakoko Patea

Ratusan Yacht dari berbagai negara akan datang ke Indonesia

Rangkaian acara dari Sail Tomini, Festival Boalemo akan dimulai pada 9-14 September mendatang di Pantai Bolihutuo, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Festival yang akan menggelar berbagai perlombaan seperti Festival Layang-Layang, Pemilihan Nou dan Uti (Duta Wisata Tahun 2015), Festival Kuliner, Lomba Bahari (Lomba Jetski, Perahu Dayung dan Selam), dan Gelar Budaya Multi Etnis ini ternyata juga dimeriahkan dengan Yacht Rally (adu kapal layar). Tentu saja hal ini akan mengundang banyak sekali pecinta Yacth dari berbagai negara di dunia berdatangan ke Indonesia. Beberapa negara yang diperkirakan akan hadir diantaranya Australia, Prancis, Austria, Belanda, Inggris, Selandia Baru, Malaysia, Kanada, dan sejumlah negara di benua Amerika.

Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan bahwa sampai pertengahan bulan Agustus ini sudah puluhan Yacht yang sudah terkonfirmasi untuk datang.

Yacht

Esthy mengatakan, festival ini diproyeksikan dapat mempercepat pembangunan dan pengembangan potensi sumberdaya kelautan dan pariwisata Indonesia guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang seluas-luasnya, khususnya masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil serta menjadikan Boalemo sebagai daerah tujuanwisata nasional dan internasional. Sera meningkatkan perekonomian daerah terutama sektor pariwisata bahari.

“100 kapal Yacht membawa keluarga dan kru minimal satu kapal dengan tiga hingga empat orang dengan rata-rata pengeluaran per orang perhari 105 dolar AS terdiri dari BBM, makan, minum dan belanja. Sehingga kalau dikalikan dengan 400 orang, pengeluaran wisman perhari 42.000 dolar AS memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar dan negara,” ujarnya.

Melalui festival ini, lanjut Esthy, pemerintah berharap adanya pengembangan iklim usaha dan investasi agar dapat menarik investor lokal dan asing dalam pengembangan kegiatan wisata bahari. “Dan lokasi kegiatan Festival Boalemo yang sudah dibangun, diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi bagi masyarakat Gorontalo pada umumnya dan Boalemo pada khususnya,” pungkasnya.

Source : https://www.goodnewsfromindonesia.org/2015/08/20/ratusan-yacht-dari-berbagai-negara-akan-datang-ke-indonesia/

Perguruan Tinggi di Indonesia ini Masih dalam Jajaran 100 Universitas Top Asia

Universitas Indonesia (UI) sebagai kampus terbaik di Indonesia kini masuk dalam jajaran 100 Universitas Top se-Asia. UI menempati posisi ke-79 sebagai universitas Top di Asia.

Dilansir dari QS Top universities, di tingkat dunia UI menempati rangking ke-310 sebagai satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam jajaran 310 Universitas Top dunia.

Peringkat tersebut didasarkan atas penilaian dari Quacquarelli Symonds (QS) World University Rangking 2014/2015 terhadap 800 perguruan tinggi dunia.

Pemeringkatan QS World University Rangking menggunakan enam parameter. Pertama, Academic reputation (40 persen) –mengukur unsur akademik secara menyeluruh, Kedua, Employer reputation (10 persen) – mengukur kualitas tenaga pendidik perguruan tinggi.

Ketiga, Faculty/student ratio (20 persen) – mengukur keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi. Keempat, Citations per faculty (20 persen) – mengukur penelitian yang dihasilkan para sivitas akademika perguruan tinggi.

Kelima, Proportion of international student (lima persen) – rasio mahasiswa asing di perguruan tinggi. Keenam, Proportion of international staff (lima persen) – rasio tenaga pendidik asing di perguruan tinggi.

UI telah mencanangkan visi menjadi universitas mandiri dan unggul di tingkat nasional. UI mampu menyelesaikan maslah dan menjawab tantangan tingkat nasional maupun global.

Melalui QS World University Rangking by subject, UI telah membuktikan perwujudan dari visinya. UI meraih predikat terbaik dalam program studi Kedokteran se-Indonesia dan peringkat 310 di dunia. Sedangkan melalui QS World University Rangking by Faculty, Rumpun Ilmu Sosial dan Management UI meraih predikat ke 200 di dunia.

Pencapaian ini bukan saja milik UI, namun juga milik Indonesia yang turut bangga masuk dalam jajaran pergururuan tinggi terbaik di dunia. Pencapaian ini juga tidak lepas dari dukungan pemerintah terhadap pendidikan di UI.

Source : https://www.goodnewsfromindonesia.org/2015/08/20/perguruan-tinggi-di-indonesia-ini-masih-dalam-jajaran-100-universitas-top-asia/

Batan hasilkan 10 Varietas Kedelai Baru dengan Teknologi Nuklir

Hingga tahun 2015 ini Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) telah menghasilkan 10 varietas kedelai. Bahkan dua varietas baru yang dihasilkan Batan yakni jenis kedelai hitam Mutiara 2 dan Mutiara 3.

Pemulia Kedelai Batan Harry Is Mulyana mengatakan dua varietas kedelai hitam ini hasil iridiasi sinar y dosis Gy pada varietas Cikuray. Mutiara 2 tahan penyakit karat daun, hama penghisap polong dan tahan rentan hama ulat grayak. Begitu pula dengan Mutiara 3.

Kedelai Hitam

Di samping itu, umur berbunga Mutiara 2 sekitar 35 hari dan umur masak sekitar 87 hari. Sedangkan Mutiara 3 umur berbunga 35 hari dan masak 84 hari.

“Mutiara ini singkatan dari mutan unggulan teknologi isotop dan radiasi. Dua varietas ini hasil produktivitas tinggi, adaptif terhadap lingkungan. Kualitas mutu kecap pun baik mencapai 3 persen di atas rata-rata standar mutu kecap 2 persen. Jika dijadikan kecap aromanya khas dan rasanya enak,” katanya.

Harry menambahkan, varietas kedelai hitam Mutiara 2 dengan potensi hasil 3 ton per hektare dengan rata-rata hasil 2,4 ton per hektare dan Mutiara 3 dengan potensi hasil 3,2 ton per hektare dan rata-rata hasil 2,4 ton per hektare.

Sementara itu, varietas kedelai yang sudah dikembangkan Batan yakni 8 varietas unggul kedelai kuning yaitu Muria, Tengger, Meratus, Rajabasa, Mitani, Mutiara 1, Gamasugen 1 dan 2.

Hasil litbang kedelai hitam ini merupakan bentuk komitmen Batan mendukung program kedaulatan pangan. Hal ini juga ingin menyampaikan bahwa teknologi nuklir dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang berujung pada kemandirian dan kesejahteraan rakyat.

Uji adaptasi tanam dua varietas ini dilakukan di hampir 10 lokasi dalam musim kemarau dan hujan di lahan subur dan optimal seperti di Majalengka, Karawang, Yogyakarta, Banyuwangi, Cianjur, Cirebon, Indramayu dan Purworejo.

Menurut Harry, kualitas kedelai dalam negeri tentu lebih bagus dibanding kedelai impor. Hal ini berdasarkan keluhan pengrajin produk turunan kedelai.

“Kedelai impor kualitas pakan, di sana sudah diambil sari patinya, minyak dan isoplavonya. Kalau kedelai kita asli belum lama disimpan di gudang dan gurih rasanya,” ucapnya.

Saat ini tim kedelai Batan pun menuju Majalengka dalam rangka perbanyakan benih kedelai hitam tersebut. Menurut Harry, Batan telah bekerja sama dengan kelompok tani di Majalengka.

Harry mengungkapkan banyak permintaan kedelai hitam dari kelompok petani di Majalengka. Penyediaan benih sumber merupakan kewajiban Batan untuk kemudian didesiminasikan ke masyarakat.

Ia pun berharap ada kemitraan antara industri, Batan dan kelompok petani sebab di Indonesia banyak terdapat industri kecap.

beritasatu.com

Teknologi ECVT, Temuan Anak Bangsa Ini Digunakan NASA

Penemunya, Warsito Purwo Taruno mendapat penghargaan BJ Habibie Technology Award 2015.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberikan penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) 2015 pada ahli tomografi Tanah Air Dr Warsito Purwo Taruno MEng.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Dr Warsito atas karyanya pada pengembangan “Electrical Capacitance Volume Tomography” (ECVT) yang banyak digunakan untuk pengobatan para penderita kanker.

“Penghargaan ini diberikan kepada anak bangsa yang berhasil menciptakan karya-karya yang berjasa bagi masyarakat banyak,” ujar Kepala BPPT Dr Ir Unggul Priyanto MSc usai acara pemberian penghargaan tahunan ini di Jakarta, Kamis (20/8/2015).

“Banyak lembaga dunia telah menggunakan ECVT untuk pengembangan lebih lanjut seperti NASA, Kyoto University, Ohio State University dan lainnya. Teknologi ini digunakan untuk memindai tabung gas, pendeteksian aktivitas dan disfungsi otak, hingga pemindaian kanker payudara,” jelas Unggul.

ECVT merupakan pemindai berbasis medan listrik statis yang telah diaplikasikan secara luas di dunia industri dan medis. ECVT mempunyai konsep yang berbeda dengan tomografi konvensional seperti CT-Scan dan MRI.

Tomografi konvensional menggunakan prinsip pemindaian tertutup (obyek harus diletakkan di ruang tertutup dikelilingi oleh sensor-sensor pemindai), sementara ECVT menggunakan konsep pemindaian terbuka yang berarti objek tidak harus diletakkan di ruang tertutup dan bisa diletakkan dimana saja tanpa harus dikelilingi sensor.

ECVT juga dapat digunakan dalam bidang proses kimia yaitu teknologi piranti lunak untuk komputasi aliran fluida di dalam reaktor kimia.

Dr. Warsito Purwo Taruno MEng bersama salah satu alat temuannya. (ristek.go.id)

“Dalam aplikasi di dunia medis, ECVT memberikan alternatif sistem pemindaian dengan biaya murah, bebas radiasi, deteksi seketika atas kelainan fisiologis dalam payudara, epilepsi, Alzheimer, dan disfungsi otak lainnya,” kata Warsito.

Warsito menjelaskan teknologi yang dikembangkan dengan memanfaatkan sumber gelombang yang dianggap tidak berguna atau pinggir. Setelah diamati, gelombang pinggir tersebut mengandung informasi yang bermanfaat.

“Gelombang pinggir tersebut tersebar dan banyak.” Hal itu, yang dikembangkan untuk melakukan pemindaian. Turunan dari aplikasi tersebut, dapat dimanfaatkan untuk menghambat sel kanker.

Sel mengandung muatan listrik, sementara gelombang mengandung listrik dan magnet. Jika berinteraksi maka membuat sel bermutasi.

“Sel kanker membelah dengan sangat cepat. Proses pembelahan tersebut dihambat dengan medan listrik, kalau membelah tidak sempurna maka sel tersebut akan bunuh diri,” terang Warsito.

Sekitar 78 persen penderita kanker yang menggunakan alat ciptaan Warsito terbukti bisa bertahan hidup lebih lama. Hal itu berbeda dengan pengobatan medis, yang sangat kecil harapan hidupnya terutama pada kanker stadium lanjut.

Warsito lahir di Karanganyar pada 15 Mei 1967 dan menjadi peserta program beasiswa Habibie Overseas Fellowship pada 1987. Warsito menyelesaikan studi sarjana dan magister pada jurusan teknik kimia di Shizuoka University dan doktor pada jurusan teknik elektro di universitas yang sama.

Sejumlah penghargaan diraihnya mulai dari luar negeri dan dalam negeri. Warsito saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI). (Antara)

Kapal Selam made in Indonesia akan segera terwujud

Industri galangan kapal PT PAL Indonesia saat ini berencana membuat kapal selam untuk TNI Angkatan Laut (TNI AL). Kerjasama alih teknologi dengan Korea Selatan pun sedang dibangun guna mendukung rencana tersebut. PT PAL telah mengirim ratusan pekerjanya ke Korsel guna mempelajari pembuatan kapal selam.

“Ada 206 personel kami yang kami kirim ke Korsel untuk belajar. Alhamdulillah dengan melihat dan mempelajari disana sebagian besar sudah berhasil dan pulang kembali,” ujarnya saat kunjungan kerja Menhan Ryamizard Ryacudu ke PT PAL di Surabaya Jawa Timur, Kamis (13/8).

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M. Firmansyah Arifin juga mengatakan pembangunan infrastruktur kapal selam di Indonesia direncanakan pada 2016 untuk menindaklanjuti penunjukan perusahaan pelat merah itu dalam memproduksi kapal selam dari Kementerian Pertahanan. Infrastruktur yang dimaksud adalah galangan khusus untuk kapal selam yang dibangun di kawasan Markas Komando Armada Timur (Koarmatim) Surabaya.

Kapal Selam Changbogo

Firmansyah mengatakan kebutuhan Indonesia terhadap kapal selam sangat tinggi karena mayoritas wilayah Republik Indonesia adalah laut, sehingga sistem pertahanan berupa kapal selam sangat dibutuhkan.

“Kami melihat kebutuhan kapal selam Indonesia sebenarnya sebanyak 12 kapal selam. Sementara saat ini kita hanya punya sedikit. Itu pun produksi lama,” katanya.

Menurut Arifin, saat ini pembuatan tiga kapal selam untuk Indonesia sedang dilakukan. “Sebanyak dua unit kapal selam dalam proses dibuat di Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korea Selatan. Lalu, satu unit dibangun di PT PAL Indonesia,” katanya.

Sedikit mengenal sejarah dari PT PAL Indonesia. Badan Usaha Milik Negara ini bermula dari sebuah galangan kapal yang bernama MARINA dan didirikan pemerintah Belanda pada 1939. Pada masa pendudukan Jepang, perusahaan itu beralih nama menjadi Kaigun SE 2124. Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan itu dan mengubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL).

Kegiatan utama PT PAL adalah memproduksi kapal perang dan kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal, serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan pesanan.

Kemampuan rancang bangun yang menonjol dari PAL Indonesia telah memasuki pasaran internasional dan kualitasnya diakui dunia. Kapal-kapal produksi PAL Indonesia telah melayari perairan di seluruh dunia.

Tempo.co

Sabar Gorky, tunadaksa tangguh asal Solo penakluk puncak Cartenz Pyramid

Mendaki gunung bagi sebagian adalah sebuah tantangan yang cukup berat dan menguras tenaga. Bagi lainnya bahkan tidak sama sekali memiliki keberanian untuk mencobanya dengan berbagai alasan. Namun resiko dari pendakian gunung tersebut tampaknya tidak membuat seorang Sabar Gorky untuk takut melakukan pendakian ke beberapa puncak tertinggi di Indonesia salah satunya adalah Puncak Cartenz, Papua.

Sabar Gorky, seorang tunadaksa asal Solo yang memiliki keinginan untuk menginspirasi anak muda agar membenci kebodohan dan kemalasan. Alumnus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini nyatanya adalah sosok yang memiliki keteguhan hati yang kuat.

“Nama saya Sabar. Gorky itu nama pemberian orang Rusia, saat saya mendaki puncak Elbrus (5.642 mdpl, gunung tertinggi di Eropa) pada tahun 2011. Gorky ada filosofinya dalam bahasa Rusia. Artinya di dalam kepahitan mendapat kemanisan,” ucap Sabar

Sabar Gorky
Bermodal ketangguhan mental itulah kemudian Sabar Gorky dan tim marinir yang mendampinginya berhasil menuntaskan misi dan mengibarkan bendera merah putih pukul 12.00 Waktu Indonesia Timur Senin (17/8) di puncak tertinggi Indonesia dan Austrolasia, Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) di Papua Barat.Dalam ekspedisi ini, peserta yang paling menyita perhatian orang-orang sekitarnya adalah Sabar Gorky. Ia adalah pendaki gunung berkaki tunggal yang sudah mengharumkan nama Indonesia karena menang sebagai juara I dalam kompetisi panjat tebing penyandang tunadaksa se-Asia Tenggara di Korea Selatan 2009 lalu.

Pria 47 tahun ini mengaku sudah jatuh hati pada kegiatan mendaki sejak tahun 1986. Hingga cobaan mendatangi Sabar. Tahun 1990, dalam perjalanannya dari Jakarta menuju Solo, ia mengalami kecelakaan terjatuh dari kereta, sehingga harus merelakan kaki kanannya diamputasi.

“Saya kehilangan satu kaki saya malah karena jatuh dari kereta saya, perjalanan dari Jakarta ke Solo. Bukan karena panjat tebing atau daki gunung. Saya sempat mengurung diri selama setahun. Akhirnya dirayu sama teman-teman untuk naik gunung dan berkumpul dengan mereka lagi,” kenang Sabar.

Koptimistisan Sabar terjawab, Cartenz telah menjadi rangkaian puncak gunung tertinggi dunia (Seven Summits) ke-3 yang digapainya.

“Pendaki itu mimpinya kan bisa menaklukkan tujuh puncak tertinggi di dunia (Seven Summits). Saya juga seperti mereka. Ini puncak tertinggi ketiga yang saya akan daki. Sudah lama saya ingin ke Cartenz,” tandas ayah satu putri ini.

Sepanjang kariernya sebagai atlet panjat tebing tunadaksa ini, Sabar kerap membagi pengalaman yang paling membekas di hatinya. Saat dirinya menuruni Puncak Kilimanjaro yang berhasil digapainya, beberapa turis pendaki lainnya enggan memberi selamat atas keberhasilannya.

Mereka tak percaya seorang penyandang difabel mampu melakukan apa yang ditempuh pendaki profesional. Ketika itu Sabar mendaki puncak tertinggi gunung di Benua Hitam dengan 5 sahabatnya.

“Yang paling berkesan yang di Kilimanjaro. Enggak ada yang percaya saya sampai Puncak Kilimanjaro. Karena rombongan pendaki lainnya bertemu saya saat saya sudah di perjalanan turun dari puncak. Karena enggak ada yang papasan di puncak, mereka menolak saat tim saya menyuruh mereka memberikan selamat kepada saya. ‘No…no…’,” kata para turis seperti ditirukan Sabar.

Seperti namanya, Sabar hanya tersenyum ketika ia dikucilkan. Penghinaan yang ia dapatkan pun selalu dibalas dengan senyuman.

Liputan6.com

Roket Pertahanan R-Han 122B produksi Konsorsium Roket Nasional diuji coba

Kementerian Pertahanan bersama Konsorsium Roket Nasional melaksanakan Uji Dinamik 2 Roket R-Han 122B hasil penyempurnaan. Uji coba disaksikan secara langsung oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Balai Produksi dan Pengujian Roket LAPAN, Pamengpeuk, Garut, Kamis (20/8).

Konsorsium Roket Nasional yang terdiri dari Kemhan, Kemristek dan Dikti, LAPAN, PT. DI, PT. Pindad, PT. Dahana, PT. Krakatau Steel, ITB dan ITS telah mengembangkan roket kaliber 122 mm dengan panjang propelan 2 meter dengan nama R-Han 122B yang mampu menjangkau sasaran darat ke darat sejauh 23 km.

roket

Roket R-Han 122B merupakan salah satu dari tujuh Program Strategis Nasional untuk memenuhi Kebutuhan Alutsista TNI. Arah pengembangan Roket Nasional adalah memenuhi spesifikasi teknis pengguna yakni RX-1220. Karena itu, R-Han 122B yang dikembangkan saat ini adalah dalam kerangka pencapaian sasaran tersebut. Program Roket R-Han 122B dimulai Tahun 2014 dengan biaya APBN.

Uji Dinamik 2 ini merupakan perbaikan minor dalam penyempurnaan bidang desain untuk memperbaiki trajectory atau lintasan stabilitas dan jarak capai dari Uji Dinamik 1 yang telah dilaksanakan pada bulan Juni 2015 sebagai implementasi dari Konsorsium pada tahun 2014. Pada Uji Dinamik ke 2 Roket R-Han 122B ini dilakukan sebanyak 6 unit roket dengan desain Roket RM 70 Grad Marinir.

Selain menjadi salah satu forum pembelajaran dalam mengejar teknologi peroketan di lingkungan Kemhan dan TNI, Uji Dinamik Roket R-Han 122B ini juga digunakan sebagai wadah koordinasi guna mewujudkan sinkronisasi, serta sebagai sarana evaluasi dan diskusi dalam proses penyelenggaraan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan antar industri pertahanan.

Melalui forum ini pula, diharapkan dapat diperoleh kesamaan visi dan persepsi maupun pemahaman tentang mekanisme kerja roket dan bagaimana mengoperasionalkan dan merawat roket secara baik dan benar dalam meningkatkan kualitas produk dan mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri.

Menhan menyambut baik capaian pengembangan Roket R-Han 122B yang merupakan hasil penyempurnaan dari uji coba sebelumnya. Hasil yang sudah diperoleh saat ini memiliki nilai strategis dalam membangun Industri Pertahanan yang mandiri serta mampu memproduksi Alutsista yang canggih dimasa depan.

“Saya menaruh perhatian yang tinggi terhadap program Roket R-Han 122B ini untuk dapat dituntaskan dan kelak menjadi kekuatan Alutsista TNI,” ungkap Menhan.

Kegiatan penyempurnaan oleh Konsorsium diharapkan mendapatkan hasil yang maksimal, sehingga ke depan akan didorong untuk memenuhi kebutuhan TNI AL sebagai pengguna awal. Bila program ini berhasil, maka Kemhan juga akan terus mendorong pemenuhan kebutuhan Roket dari dalam negeri dengan berbagai spektek untuk memenuhi kebutuhan Tri Matra (TNI AD, TNI AL, dan TNI AU).

Sementara itu Menhan mengatakan, peluncuran Roket R-Han 122B ini adalah bagian dari usaha Bangsa Indonesia untuk membangun kekuatan pertahanan yang berdaya tangkal tinggi guna menjamin kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan segenap bangsa.

Pemerintah telah menetapkan tujuh Program Strategis Nasional di bidang Alutsista, salah satu diantaranya adalah Roket Pertahanan atau disingkat R-Han. Program Roket R-Han 122B ini adalah pelaksanaan dari Program Nasional Strategis yang dinanti-nantikan banyak pihak, karena keberhasilan program ini akan menorehkan sejarah hasil karya anak bangsa.

kemenhan.go.id

Ada Patung Jend. Sudirman di Jepang!

Merdeka.com – Masyarakat Jepang ternyata sangat menghormati Jenderal Soedirman. Sampai ada patung sang jenderal dibangun di depan Kementerian Pertahanan Tokyo.

Patung Jenderal Sudirman yang terbuat dari perunggu setinggi sekitar empat meter di halaman Kementerian Pertahanan Jepang merupakan satu-satunya patung pahlawan asing yang ada dan dipajang di Jepang. Ini merupakan fenomena yang unik dan sekaligus pula merupakan keistimewaan bagi Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus kemarin ada upacara kecil di sana. Kelompok Masyarakat Jepang Pencinta Indonesia melakukan upacara peletakkan karangan bunga di depan Patung Jenderal Sudirman.

Fujii Gemki, Ketua Panitia Pelaksana upacara ini, menyebutkan bahwa Jenderal Sudirman merupakan figur penting dalam sejarah Indonesia dan sekaligus juga dalam sejarah Indonesia-Jepang.

Melalui Tentara PETA yang dibentuk Jepang pada Masa Pendudukan, kontak antara bala tentara Jepang dengan Jenderal Sudirman terjadi. Jenderal Sudirman menjadi salah satu simbol penting dalam hubungan kedua negara, ujar Fujii.

“Oleh karena itu, melalui upacara peletakan karangan bunga di depan Patung Jenderal Sudirman yang pertama kalinya dilakukan hari ini (sejak patung dipajang dua atau tiga tahun yang lalu), saya berharap ritual ini akan terus berlanjut dan semakin meriah pada masa-masa mendatang, lanjut Fujii seperti dikutip dari KBRI Tokyo.

Sementara itu, Yusron Ihza Mahendra, Duta Besar Indonesia untuk Jepang yang hadir sebagai undangan dalam upacara di atas, dalam sambutannya menyatakan bahwa sejarah merupakan faktor yang amat penting bagi sebuah bangsa.

“Karena itu, mari kita belajar sejarah untuk kearifan yang lebih lagi di masa mendatang,” ujar Yusron.

Kita memiliki Patung Jenderal Sudirman di Jantung Kota Tokyo, yang merupakan simbol sejarah yang kita hormati secara bersama-sama. Saya percaya bahwa melalui ikatan sejarah, kedua bangsa pun sekaligus pula mempunyai ikatan batin yang amat dekat. Hal ini tentu dapat menjadi landasan untuk hubungan yang lebih baik lagi bagi kedua bangsa di masa depan, imbuh Yusron yang memimpin Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia di KBRI Tokyo.

Patung Jenderal Sudirman yang terbuat dari perunggu setinggi sekitar empat meter di halaman Kementerian Pertahanan Jepang merupakan satu-satunya patung pahlawan asing yang ada dan dipajang di Jepang. Ini merupakan fenomena yang unik dan sekaligus pula merupakan keistimewaan bagi Indonesia.

Source : https://www.goodnewsfromindonesia.org/2015/08/22/ada-patung-jend-sudirman-di-jepang/

Putra Cisarua Raih Gelar Juara Dunia Paralayang

Indonesia kembali membuktikan bahwa mereka pantas diperhitungkan sebagai raksasa olahraga Paralayang dunia. Dede Supratman merebut gelar Juara Dunia Kelompok Umum pada Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (WPAC) VIII FAI 2015 Indonesia, di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat, 10-16 Agustus.

Putra lokal Kampung Pensiunan, Cisarua itu berhasil mematahkan dominasi peringkat sementara terbaik putra dunia, Matjaz Sluga (Slovenia) dan para jawara Eropa (Timur) lainnya.

Dede Supratma Juara Kelompok Umum Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang VII FAI 2015 (Foto: Kompas.com)

Hingga Ronde 4 Dede, 28, masih di peringkat 3 Kelompok Umum. Berkat dua kali berhasil menginjak tepat titik nol Ronde 3 dan 5, dia mengambil alih pimpinan peringkat. Sluga turun ke peringkat kedua, disusul Tomas Lednik (Republik Ceko). Kemenangan Dede sangat dramatis karena diantara para peringkat Tiga Besar itu, hanya berselisih satu angka. Sluga dan Letnik yang sempat memimpin Dua Besar hingga Ronde 3, gagal mengungguli Dede di ronde-ronde terakhir karena tidak pernah menginjak titik nol.

Keberhasilan Dede bukan saja menjadi hadiah manis bagi Indonesia yang memperingati Kemerdekaannya pada 17 Agustus, namun juga bagi Paraboy, julukan untuk bocah-bocah yang tinggal disekitar di Kampung Pensiunan, Cisarua, Jawa Barat., lokasi pendaratan Kejuaraan Dunia ke delapan kali ini. Mereka membantu para pilot (atlet Paralayang) melipat, mengemas dan mengangkut parasut ke kendaraan yang siap membawa pilot kembali ke lokasi lepas landas.

Dede, anak bungsu dari empat bersaudara, sejak kecil aktif sebagai Paraboy. Sepulang sekolah ketika masih di bangku Sekolah Dasar, ia langsung menuju lapangan pendaratan tempat para atlit Paralayang berlatih, 100 meter di depan rumahnya. Tak heran jika bekal pengetahuannya tentang Paralayang sangat kuat, karena sejak kecil ia sudah memperhatikan langsung teknik terbang dan mendarat pilot handal nasional maupun asing. Kini ia adalah Raja Ketepatan Mendarat Paralayang Dunia.

Pilot senior Thailand, Nunnapat Phuchong, 26, makin menunjukkan dominasinya sebagai pilot ketepatan mendarat terbaik dunia menggantikan Lis Andriana (Indonesia), Juara Seri Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (PGAWC) 2012-2014. Peringkat teratas putri dunia sementara itu meraih emas.

Sementara, Lis Andriana tak mampu bersinar di Kejuaraan Dunia kali ini. Cedera lutut kanannya yang terkilir saat berlatih beberapa hari sebelum kejuaraan dimulai, menghalanginya untuk tampil maksimal. Lis diharapkan segera pulih, karena Desember nanti bersama pilot putra peringkat 10 Nasional dan peringkat 15 Dunia, Darumaka Rajasa, akan mewakili Indonesia di World Air Games Dubai, setingkat Olimpiade bagi cabang-cabang olahraga dirgantara dunia. Lis akan kembali berhadapan dengan Nunnapat dan Tamara Kostic, andalan Serbia.

Keberhasilan Dede menjadi modal penting cabang Paralayang untuk membuktikan pada Komite Olahraga Indonesia (KOI), bahwa mereka amat layak mengikuti Asian Games 2018 Indonesia. Namun dibutuhkan segera “Bapak Asuh” dari pihak BUMN untuk mendukung dana bagi para atlit Paralayang nasional mengikuti kejuaraan sebanyak mungkin di tingkat internasional. Karena pesaing Indonesia dari 18 negara yang dapat mengikuti Asian Games 2018, seperti Thailand matang di kompetisi dunia. Dede harus membuktikan ia bukan jago kandang saat mempertahankan gelar di Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang IX FAI 2017 di Albania.

Kompas.com