Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjadwalkan peluncuran satelit terbaru besutan anak bangsa LAPAN-A2 pada September 2015 di India. Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menginformasikan, orbit ekuatorial satelit tersebut akan memberikan keuntungan bagi Indonesia. Satelit ini diharapkan juga bisa menumbuhkanrasa bangga akan hasil karya anak bangsa. “Diharapkan, LAPAN-A2 bermanfaat secara optimal dan menumbuhkan rasa bangga akan hasil karya anak bangsa,” ujar Thomas dalam sosialisasi pemanfaatan teknologi satelit LAPAN-A2 di IPB IIC, Bogor. Satelit ini akan melintas dengan orbit ekuatorial. Secara umum, cakupan misi satelit LAPAN-A2 adalah pengamatan permukaan bumi, pemantauan kapal laut, dan komunikasi amatir. Namun, kondisi orbit memungkinkan LAPAN-A2 melakukan pemantauan di seluruh wilayah darat dan laut Indonesia. “Dengan orbit itu, LAPAN-A2 akan melintasi wilayah tanah air sebanyak 14 kali setiap hari,” kata Thomas Area pengamatan hingga ribuan kilometer dimungkinkan dengan Spaceborne Receiver Automatic Identification System. Sistem itu memungkinkan LAPAN-A2 melakukan pemantauan lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia. Untuk pemantauan wilayah RI, satelit LAPAN-A2 membawa kamera analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi empat meter. Thomas melanjutkan, misi komunikasi amatir yang disematkan pada LAPAN-A2 bertujuan untuk komunikasi pada mitigasi bencana. Antara

Apa yang terbayang ketika seseorang menyebut “kendaraan darat terbesar di dunia”? Mungkin yang terbayang di benak kita mungkin adalah truk-truk raksasa di pelabuhan yang mengangkut kontainer-kontainer untuk bongkar muat di kapal. Sesungguhnya, ada yang jauh lebih besar dari itu. Truk-truk superbesar bertenaga lebih dari 3500 horsepower seperti gambar di bawah ini, jauh lebih besar dibanding truk-truk kontainer yang biasa kita lihat. Truk-truk raksasa ini memang tak pernah lalu lalang di jalanan sekitar kita. Mereka memang biasanya dipergunakan di area-area pertambangan yang terpencil.

unnamed-2

Membayangkan truk-truk sebesar itu lalu lalang satu sama lain setiap saat, yang terpikir adalah sebesar apa jalannya, dan sekuat apa jalannya, dan bagaimana jalannya bisa utuh dan tidak rusak?

Jawabannya ternyata ada di tanah Papua.

Di punggung Pegunungan Jayawijaya, hingga mencapai ketinggian lebih dari 4000 m di atas permukaan laut, terdapat jalan besar dan lebar yang bisa dilalui dua truk raksasa ini secara beriringan. Yang menakjubkan, jalan besar dan lebar ini tiap hari dilewati kendaraan-kendaraan raksasa ribuan kali, tinggi di atas gunung (dari ketinggian 2500 m hingga 400o m di atas laut), kuat, dan pernah ditayangkan dalam program Megastructure di channel National Geographic TV.

Yang membanggakan, struktur raksasa yang bahkan amat sulit dibayangkan ini muncul dari buah karya anak bangsa. Namanya Ilyas Hamid, seorang kelahiran Batusangkar, Sumatera Barat. Jalan raksasa yang sulit ini dibuat, hanya dalam tempo 22 bulan saja (Oktober 1990 hingga Juli 1992), mengalahkan design para insinyur-insinyur dunia yang mengusulkan jalan yang lebih rumit, mahal, dan penyelesaian yang lama.

unnamed

Inilah akses jalan di salah satu medan tersulit di dunia yang pembuatannya seoenuhnya diarsiteki oleh putra Minang tersebut. Jalan itu disebut HEAT Road, yang merupakan kependekan dari Heavy Equipment Access Trail Road, yang belakangan diganti menjadi “Ilyas Road”, sebagai penghargaan kepada buah karya anak bangsa. Jalan ini memungkinkan diangkutnya peralatan berat dari bawah ke pertambangan Grasberg di atas pegunungan tinggi itu.

Ilyas Road ini bahkan pernah menjadi tayangan dalam National Geograpic Channel sehingga ditonton oleh seluruh dunia. Dan hal ini menjadi salah satu mega structure dari Indonesia.

Source : https://www.goodnewsfromindonesia.org/2015/08/22/megastructure-karya-anak-bangsa-di-medan-tersulit-dunia/

Satelit Karya Anak Bangsa ini Akan Melintasi Tanah Air 14 kali Sehari

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjadwalkan peluncuran satelit terbaru besutan anak bangsa LAPAN-A2 pada September 2015 di India. Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menginformasikan, orbit ekuatorial satelit tersebut akan memberikan keuntungan bagi Indonesia. Satelit ini diharapkan juga bisa menumbuhkanrasa bangga akan hasil karya anak bangsa.

“Diharapkan, LAPAN-A2 bermanfaat secara optimal dan menumbuhkan rasa bangga akan hasil karya anak bangsa,” ujar Thomas dalam sosialisasi pemanfaatan teknologi satelit LAPAN-A2 di IPB IIC, Bogor.

Satelit ini akan melintas dengan orbit ekuatorial. Secara umum, cakupan misi satelit LAPAN-A2 adalah pengamatan permukaan bumi, pemantauan kapal laut, dan komunikasi amatir. Namun, kondisi orbit memungkinkan LAPAN-A2 melakukan pemantauan di seluruh wilayah darat dan laut Indonesia.

“Dengan orbit itu, LAPAN-A2 akan melintasi wilayah tanah air sebanyak 14 kali setiap hari,” kata Thomas


Area pengamatan hingga ribuan kilometer dimungkinkan dengan Spaceborne Receiver Automatic Identification System. Sistem itu memungkinkan LAPAN-A2 melakukan pemantauan lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia.

Untuk pemantauan wilayah RI, satelit LAPAN-A2 membawa kamera analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi empat meter. Thomas melanjutkan, misi komunikasi amatir yang disematkan pada LAPAN-A2 bertujuan untuk komunikasi pada mitigasi bencana.

Antara

Komodo mobil off-road karya anak bangsa

Mobil nasional jenis Cruiser yang bisa digunakan sebagai mobil penjelajah (off road) ikut ditampilkan pada gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015.

Mobil yang disebut dengan Mobil Komodo tersebut diproduksi oleh PT Fin Komodo Teknologi, produsen otomotif Indonesia, di Cimahi, Jawa Barat.
Di IIMS, mobil nasional tersebut dipamerkan di Hall B JIExpo Kemayoran bersanding dengan mobil nasional lainnya.

Ada dua buah mobil Fin Komodo yang dipamerkan dalam gelaran IIMS yang mengusung tema The Essence of Motor Show tersebut. Keduanya adalah Fin Komodo dengan wujud awal, dan satunya dengan sentuhan perubahan bergaya ambulans, yang digunakan untuk melakukan pertolongan.

Marketing PT Fin Komodo Teknologi, Dewa Yuniardi, mengatakan mobil ini merupakan mobil buatan Indonesia yang patut dibanggakan oleh masyarakat.

Fin Komodo

Adapun mobil ini dirancang khusus untuk digunakan di medan off-road, sesuai dengan alam Indonesia.

Mobil ini juga telah dilakukan uji coba prototype selama dua tahun dengan melakukan perjalanan di daerah pegunungan dan dataran dalam kondisi jalan aspal, tanah, batu, dan semuanya bisa dilalui.

Berdasarkan informasi, untuk medan hutan, jarak tempuh sepanjang 100 Km bisa dilalui dalam waktu 6-7 jam dengan bahan bakar kurang lebih 5 liter. Sementara, kapasitas tangkinya 20 liter. Sehingga, dapat berada dalam hutan selama 7×4 jam atau 4 hari untuk pengoperasian siang hari.

Dewa memaparkan, mobil Fin Komodo dapat digunakan untuk mengangkut beban hingga 250 Kg. Sejauh ini, menurutnya, mobil ini bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan, di antaranya untuk perkebunan, pertambangan, rekreasi, hingga keperluan khusus militer.

“Mobil ini cukup diminati tak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri, (mobil ini) cocok digunakan di wilayah yang belum banyak dibangun infrastruktur dan jalan beraspal,” jelasnya.

Sebagai mobil yang memiliki banyak kegunaan, mobil ini dihargai dengan harga cukup terjangkau.

“Harga mobil ini standar mulai Rp 88 juta, kalau yang sudah medical hingga Rp 130 juta.” ujarnya.

Tribunnews.com

Inilah 10 Kampus Hijau di Indonesia. Adakah Kampusmu?

Beberapa tahun belakangan, isu mengenai global warming kerap muncul. Bahaya pemanasa global ini membuat kita harus menjaga lingkungan agar tetap asri dengan menerapkan prinsip go green.

Prinsip gaya hidup hijau tersebut juga mulai diterapkan di berbagai institusi pendidikan seperti perguruan tinggi. Berikut 10 kampus hijau di Indonesia seperti terangkum dalam data UI Greenmetrics 2014.

1. Universitas Indonesia (UI)

Kampus yang terletak di kota Depok ini menempati urutan pertama sebagai kampus Indonesia yang mengusung prinsip go green. Dengan luas 320 hektar, hampir 75 persen wilayah kampus UI adalah area hijau. Sisa lahan kampus UI dipakai untuk sarana akademis, kemahasiswaan dan riset. Selain itu, di dalam kampus juga terdapat delapan danau dan berhektar-hektar hutan kota. UI juga menyediakan sepeda dan jalur khususnya sebagai sarana transportasi alternatif di lingkungan kampus.

2. Institut Pertanian Bogor (IPB)

Sesuai dengan visinya menjadikan pendidikan tinggi yang berbasis pada penelitian dan penggerak utama di bidang pertanian, tidak heran bila IPB berhasil mengusung go green di lingkungan kampus mereka. IPB memiliki sejumlah kampus hijau di Kota Bogor, yaitu di Darmaga, Baranangsiang, Gubunng Gede, Cilibende serta di Taman Kencana.

3. Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Kampus ini menjunjung tinggi prinsip mengenai prinsip perlindungan, pengawetan, pemafaatan, dan pengembangan yang lestari terhadap sumber daya alam. Tidak salah bila kampus ini dinobatkan sebagai salah satu kampus hijau di Indonesia.

4. Universitas Andalas (Unand)

Predikat sebagai kampus hijau disabet Unand karena kampus ini menggalakkan kegiatan yang berbasis pada sumber daya hijau. Selain itu Unand juga memiliki insfrastruktur berbasis lingkungan dan menggalakkan gerakan menanam satu miliar pohon.

5. Universitas Diponegoro (Undip)

Dengan luas areal 180 hektare, 70 persen di antaranya dijadikan Undip sebagai ruang terbuka hijau. Ada juga gerakan penanaman pohon yang diperuntukkan sebagai penghijauan. Pada 2011, Undip menanam sekira 14.500 pohon dan 6.000 pohon di antaranya ditanam di wilayah kampus.

6. Institut Teknologi Bandung (ITB)

ITB membangun kampus hijau yang dinamai dengan Green Techno Art Campus. Kampus tersebut berfokus pada pengembangan teknologi hijau atau teknologi yang bisa mendukungnya ke arah lingkungan dan biologi. Luas lahan kampus ITB sekira 1.000 hektare dengan komposisi 70 persen kawasan hijau dan 30 persen sebagai kawasan komunitas pendidikan tinggi. Di area itulah ITB membangun fasilitas penelitian, Techno Park, Science Park, Art Park?, beserta prasarana penunjang kegiatan lainnya.

7. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)

Komitmen tinggi yang ditunjukkan ITS dalam mengolah kampus yang berorientasi pada lingkungan memang tidak main-main. Hal ini ditujukkan dengan adanya ECO-Campus, yakni kampus yang peduli dan membudayakan lingkungan secara sistematis dan berkesinambungan.

8. Universitas Sebelas Maret (UNS)

Salah satu prinsip go green yang dilakukan UNS adalah menanam 5.000 pohon di sekitar lokasi kampus dan menjadikan satu hektare dari luas wilayahnya sebagai ruang terbuka hijau.

9. Universitas Islam Indonesia (UII)

Predikat kampus hijau dimiliki UII karena kampus tersebut berkomitmen tinggi dan giat dalam mengembangkan pelestarian alam secara berkelanjutan. Hutan kampus yang ada di UII adalah buatan yang tadinya berupa lahan gersang. UII juga terus meningkatkan program penanaman 1.000 pohon yang dilakukan oleh mahasiswa baru.

10. Universitas Lampung (Unila)

Unila telah mengusung kampus hijau agar terbebas dari sampah dan lingkungan yang tidak sehat. Konsep ini dilakukan dengan cara pembersihan lingkungan kampus, penanaman pohon, serta pengaturan tanaman hias. Selain itu, Unila juga memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang mendukung konsepnya sebagai salah satu kampus hijau di Indonesia.

(rfa)

Okezone.com

Wah ternyata ada Jalan Soekarno di Negara Maroko

Seorang proklamator besar seperti Soekarno ternyata tidak hanya disegani di negara sendiri, namun ternyata Presiden pertama Republik Indonesia ini juga dihormati di berbagai negara. Salah satunya adalah di negara Maroko dengan penamaan jalan di kota Rabat, Ibukota Maroko.

Negara yang terletak di sebelah utara benua afrika ini menyematkan nama Soekarno di sebuah rue atau jalan. Penanda jalan secara resmi menyebutnya sebagai Rue Soukarno. Letaknya berada di sebelah kantor pos di pusat kota tidak jauh dari stasiun kereta Casa Voyager.

Rue Suokarno, Rabat. Maroko (Foto: Fira Abdurrahman/Kompas.com)

Lalu mengapa seorang Soekarno yang mungkin bagi masyarakat Maroko adalah tokoh asing, kemudian mendapatkan penghormatan seperti ini? Ternyata penghormatan terhadap tokoh perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia ini berawal dari jasa Soekarno menggalang kekuatan negara–negara dunia ketiga dalam Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung, Jawa Barat.

Peran besar Soekarno inilah yang kemudian memberikan dampak pada kemerdekaan Maroko pada 2 Maret 1956 dari Kolonial Perancis. Selanjutnya pada tahun 1960 Soekarno yang saat itu menjadi Presiden Republik Indonesia, berkunjung ke Maroko sebagai bentuk ucapan selamat dari Indonesia atas kemerdekaan negara yang terkenal sebagai destinasi wisata di Afrika ini.

Kedatangannya kala itu disambut meriah oleh Raja Mohammed V dan rakyat Maroko, sebas atas peran Soekarno negeri yang dulunya dikenal dengan nama Magribi ini dapat memperoleh kemerdekaan. Bahkan Indonesia adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Maroko saat itu.

Jalan Soekarno sendiri diresmikan pada tahun 1960 oleh Raja Mohammed V dan dihadiri langsung oleh Soekarno yang saat itu sebagai Presiden RI. Sebelum berubah menjadi Rue Soukarno, nama jalannya adalah Al Rais Ahmed Soekarno.

Sebagai balasannya nama Casablanca yang merupakan kota terbesar kedua di Maroko digunakan Presiden Soekarno sebagai nama salah satu jalan di Jakarta, yakni Jalan Casablanca yang terbentang dari Tanah Abang hingga Kampung Melayu.

Berdasarkan sejarah itulah jasa-jasa Soekarno diabadikan namanya sebagai nama salah satu jalan besar di Rabat. Sejak saat itu pula pemerintah Maroko memberlakukan Visa on Arrival kepada wisatawan Indonesia yang datang ke sana.

Source : https://www.goodnewsfromindonesia.org/2015/08/23/wah-ternyata-ada-jalan-soekarno-di-negara-maroko/

Prangko edisi spesial ala Tintin untuk HUT RI ke-70

Banyak sekali bentuk-bentuk pemberian kado untuk perayaan HUT Republik Indonesia yang ke 70 kemarin. Salah satunya adalah dalam bentuk prangko. Meski saat ini prangko tidak lagi banyak digunakan karena telah tergusur oleh surat menyurat digital. Keunikan desain dari perangko terbaru ini sangat unik dan belum pernah digunakan dalam prangko-prangko di Indonesia. Tentu saja prangko edisi spesial kemerdekaan ini akan sangat diburu oleh para filatelis, para pengolektor prangko.

Tokoh-tokoh nasional dalam gaya kartun ligne claire (Foto: Demokreatif/dgi.or.id)

Prangko berupa gambar Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam wujud kartun bergaya ligne claire (clear line) ini dibuat oleh Demokeratif. Gaya ligne claire sendiri adalah gaya yang dipopulerkan oleh Hergé untuk komik eropa terkenal, Tintin. Prangko bernilai Rp 8.000,00 ini hadir sebagai prangko istimewa berformat souvenir sheet yang dibuat dalam rangka hari kemerdekaan Indonesia ke-70.

Demokreatif sebagai kreator mengungkapkan bahwa prangko ini berusaha untuk menyampaikan pesan yang relevan, namun tidak klise dan tidak cepat kadaluwarsa.

“Kami berusaha mencari pesan yang tepat, namun tidak berat,” papar Yoga Adhitrisna, copywriter Demokreatif.

Pranko RI 70 (Foto: Demokratif/dgi.or.id)

Sebagaimana dilansir oleh ADGI (Asosiasi Desain Grafis Indonesia), proses diskusi dan pencarian ide guna mengolah visual menurut bidang rancang yang telah ditetapkan oleh Pos Indonesia, Demokreatif terinspirasi Anies Baswedan yang mengatakan bahwa apa yang tercantum di Pembukaan UUD 1945 bukanlah sebuah cita-cita, melainkan sebuah janji yang harus dilunasi. “Janji itu adalah melindungi, menyejahterakan, mencerdaskan, dan membuat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Bahwa janji-janji tersebut harus dilunasi oleh seluruh warga negara Indonesia menjadi gagasan besar Hari Prast untuk mengolah visual dan Yoga Adhitrisna untuk mengolah headline-nya.

Perancangan prangko bergambar Presiden dan Wakil Presiden dalam rangka HUT RI ke-70 ini, sebagaimana diungkapkan oleh Hari Prast dan Yoga Adhitrisna, menjadi sebuah kesempatan yang luar biasa. Selain karena kedua sosok itu boleh digambarkan dengan wujud kartun dalam materi terbitan resmi kenegaraan, prangko sebagai media yang tak lagi umum di era digital ini memberikan tantangan kreatifitas tersendiri dalam mengungkapkan pesan.

“Sebetulnya pahlawan itu bukan hanya mereka yang dianugerahi gelar pahlawan, tapi banyak juga orang biasa yang menjadi pahlawan, bahkan kita juga sampai sekarang bisa menjadi pahlawan.”

disadur dari dgi.or.id

Indonesia Juarai Kompetisi Mengingat Tingkat Internasional

Satu lagi prestasi di raih oleh anak bangsa. Kali ini datang dari kompetisi mengingat tingkat dunia Asia Memory Championship yang diadakan di Hongkong 22-23 Agustus lalu.

Tim Memory sport Indonesia yang datang dengan lima orang anggota yaitu beranggotakan Yudi Lesmana (Ketua Tim dan peserta), Shafa Annisa ( 10 tahun, peserta dari Kaltim), Fakhri Shafly ( 14 tahun, peserta dari Jakarta), Aris Rinaldi (Arbiter Memory Sports Indonesia), dan Siti Jawariah (Official) ternyata mampu untuk meraih dua medali emas dan dua medali perak meski berangkat dengan pendanaan yang minim.

Tim Memory Sport Indonesia (Foto: Yudi Lesmana/Twitter.com)

Shafa yang merupakan anggota termuda di tim pulang dengan meraih 1 medali emas di cabang Names dan Faces dan 1 Medali Perak di Cabang Spoken Numbers pada Asia Memory Championship. Shafa adalah salah satu peserta terbaik yang dimiliki oleh tim Indonesia.

“Shafa berhasil memecahkan rekor dunia kategori anak-anak dalam cabang Names and Faces dengan mengingat 88 wajah dan nama dalam waktu 15 menit. Selain Rekor dunia, Shafa juga berhasil meraih 1 Medali Emas di cabang Names dan Faces dan 1 Medali Perak di Cabang Spoken Numbers pada Asia Memory Championship,” Ketua Asosiasi Memory Sports, Yudi Lesmana,

Sedangkan Ketua Tim Memory Sports Indonesia, Yudi Lesmana mendapatkan 1 Medali Emas di cabang Random Words Asia Memory Championship dan 1 Medali Perak di cabang Random Words 3rd Hongkong Open Memory Championship. Selain itu, Yudi juga berhasil mendapat gelar tambahan, Asia Memory Master (AMM), yang saat ini hanya ada 16 orang dari seluruh negara-negara di Asia disamping Gelar Grandmaster of Memory yang telah didapatkan pada World Memory Championship di tahun-tahun sebelumnya.

“AMM diberikan atas pencapaian poin kompetisi lebih dari 4.000 secara keseluruhan dan memenuhi 3 syarat utama yaitu mampu mengingat minimal 700 angka dan 364 kartu acak masing-masing dalam waktu 30 menit serta berhasil menyelesaikan nomor speed cards dalam waktu kurang dari 60 detik,” jelas Yudi.

“Bukan hanya mengirim peserta, Asosiasi Memory Sports Indonesia mengirimkan arbiter memory sports, Aris Rinaldi, untuk ditraining secara Internasional di ajang ini. Arbiter berperan penting dalam hal pemeriksaan soal dan lembar jawaban peserta yang berkompetisi di Kejuaraan-Kejuaraan Memory Sports Internasional,” demikian Yudi, sambil mengatakan bahwa keberhasilan ini diberikan tim sebagai kado ulang tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-70.

Sebagai informasi bahwa kompetisi ini dihadiri 100 orang dari 11 negara bertanding di dua ajang Internasional yang diadakan oleh Asia Memory Sports Council ini. Delapan Negara Asia seperti Hongkong, China, Jepang, Filipina, Mongolia, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, dan tiga Negara non Asia Swedia, Amerika, dan Jerman ikut andil dalam uji kemampuan daya ingat tingkat Internasional.

Kemenangan Indonesia ini tentu saja menjadi bukti bahwa di dunia Internasional, talenta-talenta anak bangsa tetaplah unggul. Terima kasih Tim Memory Sport Indonesia.

detik.com

Ini Dia Merek-merek Paling Bernilai di Indonesia

elum lama ini WPP dan Milward Brown melansir laporan tentang merek-merek yang memiliki kekuatan di pasar domestik Indonesia. Sebanyak 50 merek yang diranking berdasarkan nilai ekonomisnya. Total nilai keseluruhan dari merek-merek tersebut mencapai $64.6bn, sehingga menempatkan nilai-nilai merek terkuat di Indonesia itu mendekati merek-merek terkuat India $69.6bn. Meskipun bila dibandingkan dengan merek-merek terkuat Cina, merek-merek Indonesian tersebut hanya sepertujuhnya saja.

top 50 merek

Menurut peringkat yang ada seperlimanya (24%) dikuasai oleh merek perbankan dengan nilai total dari yang masuk 10 besarnya saja sudah mencapai  $27.5bn. Persentase ini sama seperti 50 merek paling bernilai di India, namun jauh lebih tinggi dari yang ada di Brazil (12%), Cina (15%) dan merek global (16%).

Artinya perbankan Indonesia sangat unggul dibandingkan merek-merek di bidang lainnya sebab perbankan di Indonesia berusaha bersaing untuk menjadi yang paling mudah diakses dan berinovasi menggunakan teknologi digital untuk melayani para pelanggannya.

Berikut peringkat 10 besar dari 50 merek-merek paling bernilai di Indonesia:

1.    BCA (Bank Central Asia) – Bank ($9,918mil)
2.   Bank Rakyat Indonesia (BRI) – Bank ($8,285mil)
3.   Telkomsel – Telekomunikasi  ($6,373mil)
4.   Mandiri – Bank ($6,153mil)
5.   A Mild – Rokok ($5,882mil)
6.   Matahari – Ritel ($2,145mil)
7.   BNI (Bank Negara Indonesia) – Bank ($2,042mil)
8.   Surya – Rokok ($1,939mil)
9.   Dji Sam Soe -Rokok ($1,767mil)
10. Marlboro – Rokok ($1,669mil)

Ranjana Singh, dari WPP Indonesia menjelaskan bahwa “Pertumbuhan Indonesia yang cepat, stabil dan kepercayaan diri konsumen menciptakan kondisi yang sempurna untuk membangun merek. Orang Indonesia mau untuk mempertimbangkan banyak sekali merek, dan kemudian merekomendasikan merek yang merek cintai.

“Mereka juga sangat peminta pada perusahaan, konsumen Indonesia ingin ditawarkan lebih banyak dan ingin di istimewakan. Merek akan menang di Indonesia bila mereka bisa memenuhi kebutuhan fungsional konsumen Indonesia, sembari mengkomunikasikan cerita yang menyentuh mereka.”, ujarnya.

“Sebuah investasi yang sepadan, berdasarkan data dari BrandZ menunjukkan bahwa pelaku bisnis yang membangun merek mereka akan empat kali lebih bernilai dari pada mereka yang tidak membangun mereknya.” imbuh Singh.

David Roth berkomentar “Indonesia adalah negara yang masa emasnya telah datang.”

“Ketika cina dan India sudah menjadi perhatian, Indonesia berubah menjadi kekuatan ekonomi di Asia tenggara. Indonesia berada di tengah skala perubahan sosial dan ekonomi yang besar, yang membuatnya menjadi pasar yang sangat-sangat menarik untuk merek global dan lokal sebagaimana studi ini -laporan WPP- telah membuktikan.”, jelasnya.

“Sangatlah penting bagi kami untuk mengembangkan analisis pada merek-merek paling bernilai di dunia di pasar Indonesia. Laporan ini adalah edisi pertama dari studi tahunan yang akan menelusuri dan mengantisipasi cepatnya perubahan lingkungan pada merek-merek asal Indonesia. Mengantisipasi dari yang tidak terantisipasi.” ujar CEO dari The Store, WPP ini.

Laporan ini sekaligus membuktikan bahwa sebenarnya merek-merek Indonesia memiliki daya saing lokal yang kuat, meskipun belum banyak yang melakukan ekspansi secara global. Di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi Indonesia, kepercayaan konsumen terhadap merek menjadi sangat dibutuhkan oleh perusahaan yang terkait.

Berikut daftar 50 merek paling bernilai dalam sajian video

Indonesia Peroleh 1 Emas dan 2 Perunggu Dalam IGEO 2015 di Rusia

Dalam Olimpiade Geografi Internasional ke-12 IGeo ke-12 tahun 2015 ini Indonesia berhasil meraih 1 medali emas dan 2 medali perunggu dari 4 siswa yang berpartisipasi. Emas diraih oleh Andito Jeremia Adhyatma dari SMA 8 Jakarta, sedangkan perunggu diraih oleh Asri Hadiyanti Giastuti dari SMA 1 Bogor dan Melinda Gularso SMAK 7 Penabur.

Sedangkan satu peserta lagi Namaskara Bagus Sani dari Labschool Jakarta, belum mendapatkan kesempatan. Andito dan Namas masih punya kesempatan untuk mengikuti olimpiade tahun depan, karena masih tercatat sekolah di bangku SMA, sedangkan 2 putri terbaik lainnya Asri dan Melinda, sudah tidak bisa mengikuti lagi karena masing-masing sudah memasuki bangku kuliah di ITB dan UGM.

Pembimbing selama iGeo adalah Dr. Samsul Bachri dari ITB dan Prof. Dr. Junun Sartohadi dari UGM serta observer Titiek Suparwati, Wiwin Ambarwulan dan Sri Lestari Munajati dari Badan Informasi Geospasial serta orang tua peserta Sri Ratnaningsih.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan semua pihak yakni Direktorat Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah KEMDIKBUD; Fakultas Imu dan Teknologi Kebumian ITB, Fakultas Geografi UGM dan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan juga Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow. Secara khusus kami ucapkan banyak terima kasih kepada lembaga tersebut diatas yang telah banyak membantu dan memberikan support hingga adanya program ini,” ujar Samsul Bahri dalam release yang diterima KBRI Moskow.

Olimpiade Geografi Internasional ke-12 (12th International Geograpgy Olympiad (iGeo) diselenggarakan di Tver Oblast dan Moskow Rusia pada 11-17 Agustus 2015. iGeo-2015 diselenggarakan oleh International Geography Union (IGU) dan dilaksanakan oleh Olympiad Task Force dibawah Kementerian Pendidikan dan Sains Federasi Rusia bekerjasama dengan Geographical Society Rusia dan dua universitas di Rusia yaitu Tver State University dan Lomonosov Moscow State University.

Internasional Geografi Olimpiade ( iGeo ) adalah kompetisi geografi tahunan dunia untuk pemuda usia 16 sampai 19 tahun. Siswa dipilih untuk mewakili negara mereka adalah yang terbaik, dipilih dari ribuan siswa yang berpartisipasi dengan antusias dalam Olimpiade Geografi Nasional. iGeo terdiri dari tiga bagian : tes tertulis, tes multimedia dan pengamatan lapangan yang membutuhkan substansial, yang mengarah ke representasi kartografi dan analisis geografis . Program ini juga mencakup presentasi poster oleh tim, pertukaran budaya, dan waktu bagi siswa untuk mengenal sesama siswa mereka dan menjelajahi kota tuan rumah.

IGeo ke-12 ini diikuti ratusan peserta dari 41 negara.

Rencana ke depan Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk Olimpiade Geografi Internasional (iGeo) 2017, yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan dukungan dari Badan Informasi Geospasial dan beberapa universitas diantaranya ITB, UGM, UPI dan UI. Untuk itu Indonesia akan mengajukan proposal ke IGU dalam rangka penyelenggaraan olimpiade tersebut.

Dalam IGeo tahun 2015 turut hadir delegasi dari BIG (Badan Informasi Geospasial) Titiek Suparwati (Sekretaris Utama BIG), Wiwin Ambarwulan (Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama BIG) dan Sri Lestari Munajati (Kabid Promosi dan Kerja Sama BIG) sebagai observer iGeo 2015 dan juga sebagai peserta International Geography Union (IGU) 2015 di Rusia. IGU 2015 diikuti sekutar 1.500 peserta dari seluruh dunia. Indonesia selain sebagai penyelenggara iGeo 2017 maka juga direncanakan menjadi tuan rumah IGU 2017, karena kedua ajang ini saling keterkaitan.

Kemlu.go.id

Journey to Indonesia, Festival Perayaan HUT RI ke-70 di New York

Puncak peringatan kemerdekaan HUT ke-70 RI dihelat dengan semarak dan meriah di New York, Amerika Serikat. Jalan di kota pusat perdagangan dan budaya dunia itu ditutup guna menggelar Indonesian Street Festival untuk pertama kalinya di New York.

“Setelah berbulan-bulan berjuang untuk mendapatkan izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) New York, akhirnya, Indonesian Street Festival untuk pertama kalinya dapat dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2015, dengan menutup sepanjang jalan 68th Street dimana Konsulat Jenderal RI (KJRI) New York berlokasi,” kata Konsul Pensosbud Konsulat Jenderal RI New York Benny YP Siahaan dalam siaran pers yang diterima, Minggu (23/8/2015).

Benny mengungkapkan, pihaknya butuh waktu berbulan-bulan untuk mengantongi izin dari Pemerintah Kota New York untuk acara yang digelar Sabtu (22/8/2015) tersebut. Sepanjang jalan 68th Street yang merupakan lokasi gedung KJRI pun ditutup.

Lokasi street festival itu sangat strategis karena diapit jalan perbelanjaan tersohor dunia, yaitu Fifth Avenue dan Madison Avenue serta berseberangan dengan taman Central Park yang melegenda. Tidak heran, pengunjung tidak saja berasal warga lokal dan Diaspora Indonesia tetapi juga turis-turis yang berkunjung ke Central Park dan mereka yang mencuci mata sambil berbelanja di Madison Avenue dan Fifth Avenue.

“Dengan mengambil tema ‘Journey to Indonesia’, tidak kurang 2.000 pengunjung memenuhi jalan 68th Street silih berganti menikmati berbagai acara dan penampilan seni dan budaya yang ditawarkan pada Indonesian Street Festival yang dibuka oleh Konjen RI New York,” kata Benny.

Dalam acara yang dimulai dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya itu, berbagai tarian nusantara seperti Tari Saman, Tari Tor-tor, Tari Giring-giring, Tari Pakarena, serta fashion show aneka busana Nusantara mampu menyedot perhatian pengunjung. Berbagai workshop membatik, kaligrafi Jawa serta face painting bagi anak-anak juga disediakan guna memberikan edukasi bagi pengunjung tentang budaya Indonesia.

Tidak itu saja, aneka kuliner Nusantara dari berbagai pulau dijajakan. Antara lain seperti nasi rawon, lalampa, ayam taliwang, nasi kapau, rendang, rujak cingur serta berbagai jajanan pasar seperti lemper, lapis Surabaya, es cendol, pempek,dodol, wajik, asinan Betawi dan lainnya.

“Yang membuat sesaknya Indonesian Street festival tidak saja produk makanan yang dijajakan tetapi juga gedung KJRI New York juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung festival. Dibangun pada tahun 1891, gedung KJRI New York merupakan salah satu cagar budaya kota New York (landmark building) karena arsiteknya yang unik. Konon, gedung ini merupakan pilihan langsung Proklamator Presiden Soekarno yang terkenal memiliki selera tinggi,” ujarnya.

Pada acara itu, KJRI New York mendapat dukungan penuh dari berbagai komponen ormas masyarakat Indonesia di New York dan sekitarnya seperti Perwakrin serta Nusantara Foundation, Diaspora (IDN Tri State/New York-Jersey Connecticut), Mahasiswa (Permias). Untuk meramaikan acara Garuda Indonesia New York juga turut menjadi sponsor dengan membagikan 10 tiket gratis Garuda ke seluruh dunia dengan Garuda yang dapat diperoleh melalui kuis pertanyaan yang dilontarkan pembawa acara.

Sulit, berbelit-belit serta panjangnya proses yang harus dilalui untuk mendapatkan izin dari Pemkot New York menjadi salah satu alasan mengapa Indonesian street Festival selalu urung dilaksanakan sejak lebih dari setengah abad sejak KJRI dibuka di New York.

“Nampaknya pejuangan para pahlawan merebut kemerdekaan menjadi inspirasi para panitia pelaksana yang berhasil mematahkan mitos dan momok ketakutan gagalnya penyelenggaraan Indonesian Street Festival, selama 65 tahun KJRI New York berdiri. Merdeka!,” tutupnya.

Detik.com