Empat Pelajar SMA Harumkan Indonesia di Brazil

Pelajar Indonesia kembali tampil gemilang di ajang internasional. Kali ini empat pelajar Indonesia meraih medali di Olimpiade Internasional Kebumian atau International Earth Science Olympiad (IESO) di Pocos de Caldas, Brazil, yang berlangsung 13-20 September 2015.

Para anak bangsa ini menempatkan Indonesia menjadi juara umum ke-3 dengan menyumbang empat medali sekaligus. Satu medali emas, dua medali perak dan satu medali perunggu.

IESO 2015

“Ini prestasi yang sangat membanggakan, dan sangat luar biasa di ajang olimpiade yang bergengsi di Brazil,” tutur Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Kemendikbud Purwadi Sutanto di Kantornya, Jakarta (23/9) Rabu

Untuk medali emas diraih Abdel Hafiz dari SMA Negeri 1 Padang Sumatera Barat, Jason Hartanto dari SMA Negeri 1 Sidoarjo Jawa Timur meraih medali perak, Nanda Adi Kurniawan dari SMA Negeri 3 Malang Jawa Timur meraih medali perak, dan Ryan Setyabudi dari SMA Negeri 2 Purwokerto Jawa Tengah meraih medali perunggu.

“Para juara ini akan mendapatkan apresiasi dari pemerintah dalam bentuk beasiswa. Peraih emas akan diberi beasiswa sampai dengan program S3, peraih medali perak akan mendapatkan beasiswa sampai dengan S2, dan peraih perunggu akan mendapatkan beasiswa sampai S1,” jelas Purwadi.

Kata Purwadi, yang diuji di olimpiade tes teori dan praktek. Tes teori dilakukan tanpa pengelompokan soal berdasarkan bidang, tetapi dicampur secara acak dengan total soal sebanyak 67.Materi ujian meliputi bidang Geologi dan Geofisika, Meteorologi, Oceanografi dan Hidrologi serta Astronomi. Pengelompokan soal per bidang dilakukan pada tes praktek, yang terbagi atas 5 kelompok yakni tes hidrologi, meteorologi, geofisika, geologi dan astronomi.

jawapos.com

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Konferensi Pelestarian Sedunia 2017

Organisasi pelestarian alam dari berbagai negara dunia yang tergabung dalam The International National Trusts Organisation (INTO) akhirnya memilih Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi Pelestarian Sedunia pada tahun 2017 mendatang. Ubud, Bali, ditetapkan sebagai tempat penyelenggaraan konferensi karena dianggap cocok dengan tema yang akan diangkat yaitu Kekuatan Budaya untuk Mendukung Kelestarian Alam.

Seperti dikutip dari Kompas.com Catrini P Kubontubuh, Ketua Dewan Pimpinan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) mengatakan, ”Indonesia terpilih setelah mengajukan Ubud, Bali, sebagai tempat konferensi. Kami hampir kalah dengan Cape Town, Afrika Selatan.”

ubud

Catrini menjelaskan, pemilihan Bali sebagai tempat konferensi sangat sesuai dengan tema tentang Kekuatan Budaya untuk Mendukung Kelestarian Alam, meski ia tidak menampik masih banyak persoalan yang dihadapi Bali saat ini.

Bersama 10 delegasi lainnya dari BPPI, Catrini baru saja menghadiri konferensi organisasi-organisasi pelestarian sedunia 2015 yang diadakan di kota Cambridge, Inggris, pada 7-11 September lalu.

Sebanyak 250 peserta dari berbagai negara hadir di konferensi tersebut. Perwakilan dari kota Cambridge mempresentasikan bagaimana pemerintah dan organisasi pelestarian bersama-sama melestarikan kota. Sebagai kota berpenduduk lebih dari 120.000, Cambrigde merupakan kota yang lengkap, memadukan kekayaan sejarah, pendidikan, kehidupan modern, dan budaya.

”Cambridge merupakan contoh bagaimana negara maju mengelola kelestarian alam, budaya, dan sejarahnya. Untuk konferensi di Bali nanti, Indonesia terpilih sebagai contoh bagaimana negara berkembang melestarikan kekayaan budaya dan alamnya,” kata Catrini. Wakil dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, ikut ke Cambridge sebagai salah satu Kota Pusaka di Indonesia.

Seperti diungkap melalui siaran pers BPPI, Dame Fiona Reynolds, Presiden INTO, mengatakan ingin belajar banyak tentang bagaimana tradisi lokal atau local wisdom berperan dalam mendukung kelestarian lingkungan, hal ini juga terkait dengan persoalan perubahan iklim global (climate change). Anggota organisasi pelestarian sedunia ingin mendalami bagaimana kultur orang Bali mampu menjadi penyangga kelestarian alam.

INTO yang memiliki anggota sebanyak 65 negara, termasuk Indonesia dan beberapa negara berkembang lainnya. Hashim Djojohadikusumo, pimpinan delegasi Indonesia di Konferensi Organisasi-organisasi Pelestarian Sedunia ke-16 di Cambridge, mengatakan, kepercayaan ini sangat membanggakan, namun sekaligus sebagai peringatan bagi Indonesia agar terus memperjuangkan pelestarian pusaka.

Konferensi di Ubud, Bali, rencananya akan dilakukan pada 11-15 September 2017. BPPI yang ditunjuk sebagai penyelenggara akan bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Gianyar. Ubud seperti diketahui memang memiliki banyak tradisi lokal yang sangat menjunjung kelestarian alam.

Source : https://www.goodnewsfromindonesia.org/2015/09/28/indonesia-menjadi-tuan-rumah-konferensi-pelestarian-sedunia-2017/