Seperti yang telah diketahui bahwa pada tahun 2010 UNNES ditetapkan sebagai Universitas Konservasi oleh Kemendikbud bapak Moh Nuh. Sebelum membahas lebih jauh mengenai universitas konservasi, kita lihat terlebih dahulu arti dari kata konservasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia konservasi yaitu pemeliharaan, perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan. Untuk mewujudkan tujuan konservasi seperti yang dimaksud tersebut tentulah tidak mudah dan memerlukan waktu yang tidak singkat. Hal ini karena kesadaran dari setiap anggota masyarakat UNNES tentang lingkungan masih rendah. Hal ini terbukti bahwa banyak anggota masyarakat yang memakai kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil dan lain sebagainya.
Selain mengenai masyarakkat UNNES, pada saat ini kepedulian masyarakat terhadap lingkungan juga dapat dikatakan rendah. Kebanyakan dari mereka hanya mementingkan nafsu sesaatnya saja dari pada mementingkan dampak pendek dan panjang yang akan ditimbulkan dari perbuatannya tersebut. Misalnya saja mengenai penebangan hutan. Seharusnya dalam menebang pohon harus memperhatikan umur dari pohon tersebut terlebih dahulu dan penebangan dilakukan secara berlebihan yang tidak diiringi dengan penanaman kembali dari pohon yang telah di tebang tadi. Sehingga dari perbuatan tersebut pada sekarang ini banyak terjadi bencana missal banjir yang selalu datang setiap tahun saat musim hujan datang, banyak terjadi kemarau yang berkepanjangan,iklim yang tidak menentu dan terjadi longsor di daerah pegunugan. Namun saat bencana tersebut datang kebanyakan dari kita hanya menyalahkan alam dan berkata “maklum bumi ini sudah tua” padahal semua bencana tersebut tidak akan terjadi jika kita lebih bijak lagi terhadap alam.
Oleh karena itu UNNES yang diamanahi atau diberikan amanah sebagai universitas konservasi harus memiliki visi misiyang mendorong terciptanya konservasi secara nyata bukan hanya deklarasi saja. Cara yang dapat ditempuh untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan memperbaiki moral-moral para mahasiswanya. Langkah yang harus dilakukan adalah dengan memberikan pembekalan-pembekalan kepada setiap mahasiswa UNNES melalui seminar-seminar kemudian menerapkan praktik lapangan agar para mahasiswa tersebut tidak hanya pandai pada teorinya saja tetapi juga mampu mempraktikannya. Sebagai lembaga pendidikan tingkat tinggi UNNES tidak hanya menciptakan tunas bangsa yang memiliki kemampuan akademis yang unggul tetapi juga tunas-tunas bangsa yang berkarakter konservasi. Dimana sebelum para mahasiswa ini turun kelingkungan meraka sudah mempunyai karakter peduli terhadap lingkungan.
“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”