KULTUM MAHASISWA SEBAGAI KONSERVASI MORAL#1

KULTUM MAHASISWA SEBAGAI KONSERVASI MORAL#1

 

Tujuan terbesar bagi bangsa Indonesia adalah menghadirkan generasi emas yang mampu membawa perubahan signifikan dalam kemajuan negara, baik itu kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi, transportasi, sumber daya manusia, dan lain-lain. Pemerintah telah mengupayakan segala macam cara untuk menghadirkan generasi emas ini, khususnya dalam bidang pendidikan. Pendidikan di Indonesia diupayakan merata untuk semua kalangan, terutama untuk warga di daerah pelosok.

Karena terlalu fokus dalam pencapaian ini, seringkali kita melupakan sesuatu yang penting. Semua tujuan itu tidak akan tercapai, jika warga Indonesia tidak mempunyai moral yang baik. Seringkali kita melihat acara berita di televisi yang menayangkan tentang betapa buruknya moral bangsa Indonesia. Bahkan hal tersebut secara nyata dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Contoh nyatanya adalah adanya kecelakaan di jalan, namun semua orang yang lewat jalan itu hanya sedikit sekali yang peduli. Ini adalah hal yang sering saya pertanyakan. Jadi, bagaimana Indonesia bisa menjadi maju jika moral bangsanya begitu rendah?

Untuk itu, perlu adanya usaha untuk memperbaiki moral bangsa. Seringkali disebut bahwa generasi emas hadir dalam generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa. Mahasiswa identik dengan generasi emas yang menjadi tumpuan harapan bagi pemerintah dan juga warga negara. Mahasiswa adalah generasi intelektual yang dipercaya bisa membawa perubahan pada negara bahkan dunia.

Namun semakin cepatnya arus globalisasi masuk ke Indonesia menyebabkan beberapa mahasiswa terpengaruh dan menjadi jauh dari ajaran agama. Ajaran agama sudah mulai dilupakan dan menyebabkan kebobrokan moral. Sejatinya, sumber daya manusia di Indonesia telah berkembang dan mempunyai banyak potensi untuk memajukan negara. Namun kurangnya ilmu moral atau akhlak menyebabkan kemajuan itu menjadi sebuah kemunduran yang sangat signifikan.

Keadaan yang semacam ini terjadi di berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Mahasiswa tak lagi menjaga tata krama, sopan santun, dan berpikiran picik sehingga apabila menjadi pejabat akan menjadi pejabat yang picik. Hal ini terjadi karena mahasiswa tak lagi mendekatkan diri pada Tuhan, dan memilih untuk terus-menerus mencari ilmu dunia saja, bukan lagi ilmu akhirat.

Untuk itu pelu adanya upaya penyeimbangan ilmu pengetahuan di dunia mahasiswa sehingga tercipta mahasiswa yang bermoral. Alangkah baiknya jika di dunia mahasiswa diadakan kultum atau semacam pengajian wajib setiap seminggu sekali. Sehingga mahasiswa menjadi lebih dekat dengan Tuhan.

Seperti yang dikatakan Albert Einstein bahwasanya ilmu tanpa agama adalah lumpuh, sedangkan agama tanpa ilmu adalah buta.

 

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.

Published by

Ita Rahmawati

Nama : Ita Rahmawati Prodi : Fisika S1 Jurusan : Fisika Angkatan : 2014 Tempat/tanggal lahir : Pati, 25 Oktober 1995 Alamat : Ds. Panggung Royom Rt.07 Rw. II Kec. Wedarijaksa Kab. Pati E-mail : [email protected] Fb : Ita Rahmawati Twitter : @rahma2513

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: