Seperti yang telah kita bahas di postingan yang pertama dimana tertera penjelasan tentang Unnes dan rumah ilmu. Disini akan dibahas tentang bagaimana menggalakan rumah ilmu itu sendiri.
Ilmu merupakan sebuah kebutuhan mendasar manusia setara dengan tiga kebutuhan pokok sandang, pangan, dan papan. Tanpa ilmu apalah jadinya manusia. Kita tidak bisa membayangkan seburuk apa jika ilmu itu tidak ada.
Ilmu bukan sesuatu yang dibiarkan datang sendiri tetapi sesuatu yang ada dengan cara dicari. Seorang yang malas mencari akan miskin ilmu. Oleh sebabnya dibutuhkan sarana untuk saling berdiskusi, membagi ilmu, dan menemukan ilmu baru. Salah satunya dengan Rumah Ilmu.
Dirumah ilmu semua anggotanya bebas untuk menemukan, mengemukakan dan menambahkan sebuah inovasi baru tanpa adanya pembatas, istilahnya kita bebas berekspresi yang baik tentu saja. Dirumah ilmu pula seorang diajarkan cara – cara yang baik dalam mendapatkan sebuah ilmu juga cara untuk memanfaatkan ilmu itu sendiri. Karena kita ketahui sesuatu yang ada karena dicari tidaklah murah.
Unnes sebagai rumah ilmu membagi kedalam 8 fakultas dimana setiap fakultasnya membahas tentang ilmu yang berbeda beda.
Ilmu Hukum (S1)
Disetiap fakultasnya Unnes mengajarkan sesuatu yang penting dan menunjang kemahiran mahasiswanya di prodi yang diambil. Unnes pun sebagai Rumah Ilmu tidak menutup sarana lain untuk mengembangkan bakat peserta didiknya. Diantaranya melalui Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM yang beraneka ragam. Unnes juga memfasilitasi mahasiswanya yang ingin terus mengembangkan bakat, contoh kecilnya adalah pemberian bimbingan intensif untuk PKM. Penggalakan acara bersama bertajuk Konservasi juga menjadi program andalan di Rumah Ilmu Unnes.
Intinya disini Unnes sudah cukup apik dalam membangun rumah ilmu hanya saja mungkin terkadang terhambat oleh adanya pembangunan yang belum kunjung usai atau masalah tempat diskusi yang masih sedikit bentrok dengan kelompok diskusi lain. disini diharapkan Unnes akan lebih bisa meningkatkan lagi penunjang kemajuan rumah ilmu utntuk pengembangan peserta didiknya sehingga tercipta generasi yang kreatif dan inovatif.
Tulisan ini asli dibuat oleh pengarang. Eva Anggraini K