Sudah Bisa Dipesan, Berapa Harga BlackBerry Priv?

KOMPAS.com – Blackberry akhirnya membuka pre-order atau pemesanan Blackberry Priv buatannya. Ponsel bersistem operasiAndroid itu dibanderol seharga 699 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 9,5 juta.

Blackberry Priv sementara ini hanya dapat dipesan di AS, Kanada dan Inggris. Di AS dan Kanada, mereka akan mulai mengirimkan perangkat gengam itu ke konsumen pata 6 November mendatang, sedangkan di Inggris akan dikirim mulai 9 November.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari ArsTechnica, Senin (26/10/2015), Blackberry juga telah mengungkap spesifikasi resmi perangkat genggam terbarunya itu.

Dengan tebusan Rp 9,5, pengguna akan mendapatkan spesifikasi high end. Layarnya berukuran 5,43 inci, menggunakan panel AMOLED dengan resolusi 1440p, dan desain melengkung pada sisi kanan dan kirinya.

Di bagian dapur pacu terdapat system on chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 808, prosesor 1,8 GHz dan RAM 3 GB. Untuk urusan penyimpana aplikasi dan data, Blackberry Priv punya bekal memori internal 32 GB.

Kamera utama ponsel ini memiliki resolusi 18 megapiksel, denganoptical image stabilizer (OIS) yang mencegah gambar blur ketika tangan bergetar. Sedangkan kamera depan hanya diberi ketajaman 2 megapiksel saja.

Semua spesifikasi tersebut berjalan dengan pasokan daya dari baterai berkapasitas 3410 mAh. Baterai tersebut menyatu dengan body, sehingga tidak akan sulit untuk menggantinya sendiri.

Keunggulan lain yang dijagokan Blackberry adalah sejumlah fitur yang tidak akan diperoleh dalam ponsel Android lain. Misalnya keyboardfisik model slider yang meluncur dari bawah layar, slot Micro SD, dan tombol kamera fisik.

Namun Blackberry Priv masih punya pekerjaan rumah dari sisi pemutakhiran software. Pasalnya mereka masih menggunakan AndroidLollipop 5.1, sedangkan yang terbaru saat ini adalah 6.0 Marshmallow.

Begini Cara Uber Mengampanyekan Kesadaran Kanker Payudara

JAKARTA, KOMPAS.com – Tiap Oktober, seluruh dunia memperingati bulan kesadaran kanker payudara. Layanan ride-sharing yang baru populer tahun ini, Uber dan Grab, turut mendukung kampanye tersebut.

Grab lebih dulu meluncurkan kampanye bertajuk “GrabPink” pada awal Oktober 2015. Kampanye tersebut menawarkan layanan ojek “GrabBike” dengan tarif rata Rp 15.000 ke dan dari lokasi manapun di Jakarta.

Hanya dengan mematrikan kode promo “GrabPink”, pengguna bisa menikmati tarif tersebut dari tanggal 1 hingga 31 Oktober 2015. Tujuannya untuk mendorong para perempuan mengecek kanker payudara.

Setelah Grab, Uber pun ikut meramaikan kampanye bulan kesadaran kanker payudara. Di penghujung Oktober, layanan asal San Francisco tersebut menelurkan kampanye “UberPink”, Sabtu (24/10/2015).

Kampanye tersebut dimulai besok, 26 hingga 30 Oktober 2015. Namun, Uber tak menawarkan potongan harga layaknya Grab. Bekerja sama dengan gerakan “Pink Shimmerinc”, Uber akan mendonasikan tiap 10 persen duit yang dibayarkan penumpang.

Namun, penumpang tak akan merasakan penambahan biaya apapun. Sebagai gambaran, jika penumpang membayar Rp 200.000, maka penumpang tersebut telah mendonasikan Rp 20.000 untuk para pejuang kanker payudara.

“Kampanye ini untuk membangkitkan perhatian masyarakat akan kanker payudara dan membangun dukungan bersama bagi para pejuang kanker tersebut,” begitu tertera pada keterangan pers yang diterima KompasTekno.

Untuk berdonasi lewat Uber, pengguna cukup memasukkan kode “UberPinkIndonesia” pada laman promosi. Kode itu dapat digunakan untuk layanan UberX maupun UberBlack.

Tak hanya mewadahi donasi dari pengguna Uber ke para pejuang kanker payudara, Uber juga mengakomodir pemeriksaan USG kanker payudara gratis bagi rekanan supir perempuannya selama bulan ini.

Tiap Jam, Gadis Penjual “Password” Raup Rp 163.000

KOMPAS.com — Kata sandi (password) yang lemah memudahkan peretas mencuri data pengguna. Hal ini dijadikan peluang bisnis oleh Mira Modi, gadis 11 tahun asal New York, AS.

Ia menawarkan jasa pembuatan password dengan jaminan keamanan yang mumpuni, sebagaimana dilaporkan Arstechnica dan dihimpunKompasTekno, Selasa (27/10/2015).

Caranya dengan membuat sendiri passphrase alias password panjang yang biasanya terdiri dari 20-40 karakter. Passphrase dihasilkan melalui mekanisme yang biasa disebut sebagai “diceware“.

Mekanisme tersebut memanfaatkan enam sisi dadu yang dilempar sehingga menghasilkan lima angka secara acak. Kelima angka lantas dicocokkan dalam daftar berisi lebih dari 7.000 kata pendek dalam bahasa Inggris. Misalnya “21124” berarti kata “clip“.

Enam kata yang dihasilkan lalu digabung sehingga menjadi kesatuanpassphrase. Bunyinya bisa sangat acak dan tidak nyambung, seperti “ample banal bias delta gist latex“.

Password panjang ini pun sulit ditebak oleh orang yang tak berhak, tetapi gampang diingat oleh sang empunya.

“Konsep ini pada dasarnya membuat password yang super-aman. Saya rasa teman-teman saya tak mengerti. Namun, menurut saya ini keren,” kata Modi.

Julia AngwinMira Modi, sang gadis penjual password

Modi mampu meraup penghasilan sekitar 12 dollar AS per jam atau Rp 163.000-an dengan berjualan passphrase melalui situs online miliknya, masing-masing dengan harga 2 dollar AS.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan standar upah minimum 8,75 dollar AS atau setara Rp 119.000-an per jam di New York, AS, tempat dia tinggal.

Ide yang ditekuni Modi ini muncul dari sang ibunda, Julia Angwin, yang merupakan jurnalis ProPublica. Kala itu, Angwin meminta Modi membuat passphrase diceware untuk kebutuhan penelitian.

Setelahnya, Modi terinspirasi membuat bisnis kecil menggunakan mekanisme tersebut. Siswi yang masih duduk di bangku SD tersebut ingin dapat duit tambahan.

“Saya ingin memublikasikan ini karena saya bukan orang kaya. Saya rasa akan menyenangkan punya situs sendiri,” kata dia.

Setiap menerima pesanan password, Modi menggunakan dadu untuk mengacak angka dan melihat daftar kata pada diceware.

Ia menulisnya pada secarik kertas, lalu mencocokkan rangkaian tersebut. Terakhir, Modi mengirimkan pesanan password ke pemesan melalui layanan pos.

2016, Balon Google Resmi Masuk Indonesia

MOUNTAIN VIEW, KOMPAS.com – Google dan tiga operator utamaIndonesia telah menyepakati uji coba teknis untuk Project Loon. Mulai 2016, balon-balon Google akan menghadirkan akses internet di area tertentu.

Dilaporkan jurnalis KompasTekno, Wicak Hidayat, peresmian kesepakatan antara Google dan Telkomsel, XL  Axiata serta Indosat dilakukan di Google X, Mountain View, Rabu (28/10/2015).

Hadir dalam acara tersebut adalah pendiri Google Sergey Brin, Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah, Dirut XL Axiata Dian Siswarini dan Presiden Direktur Indosat Alexander Rusli, juga Mike Cassidy, Project Leader Project Loon di Google X.

Project Loon di Indonesia akan fokus pada menghadirkan aksesinternet di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau infrastruktur telekomunikasi.

“Sesekali, berada di luar jangkauan komunikasi adalah hal yang baik. Namun untuk mereka yang tak terjangkau telekomunikasi setiap harinya, hal ini menjadi kelemahan dan kesulitan,” ujar Sergey Brin.

Kerja sama ini baru mencakup uji teknis dan belum sama sekali menyinggung aspek komersial. Belum diungkapkan tepatnya area mana yang akan dicakup oleh Loon di Indonesia.

Cassidy mengatakan, beberapa hal yang akan diuji termasuk komunikasi dari balon ke balon, flocking maupun komunikasi dari darat ke balon.

Brin mengatakan, teknologi di balik Google Loon sesungguhnya cocok untuk negara manapun. Namun terutama akan berguna bagi wilayah yang luas dan sulit dijangkau menara telekomunikasi biasa.

Ririek mengatakan, penerapan Loon di Indonesia akan dilakukan di wilayah yang memang selama ini belum tercakup jaringan operator. Oleh karena itu, penerapannya selama masa uji coba ini belum akan berpengaruh pada infrastruktur yang sudah ada, maupun rencana setahun ke depan.

Setiap balon di Project Loon akan terbang di ketinggian kurang lebih 20 kilometer dari permukaan laut. Masing-masing memiliki jangkauan radius 40 km, bandingkan dengan menara telekomunikasi yang hanya sekitar 5 km.

Ke depannya, Loon diharapkan bisa menjadi alternatif pengadaan infrastruktur secara terjangkau.

Wicak Hidayat/KOMPAS.comBalon Google bagian dari proyek Google Loon dipastikan akan terbang ke Indonesia untuk menyebarkan internet di daerah pelosok yang sulit terjangkau infrastruktur operator telekomunikasi.

Kirim Pesan di Facebook Kini Tak Perlu Berteman Dulu

KOMPAS.com — Biasanya, pengguna mesti saling berteman agar bisa bercakap-cakap melalui jejaring sosial Facebook. Kini sudah tidak perlu seperti itu. Anda cukup mengirimkan Message Request ke siapa pun dan bisa saling mengobrol tanpa harus menjadi teman.

Fitur Message Request ini memang baru diperkenalkan. Selain berfungsi menjembatani obrolan antar-dua orang yang masih asing, pengguna juga tetap memegang kendali dan bisa menolak ajakanvirtual tersebut.

Sebelum adanya fitur ini, sebagaimana dilansir KompasTekno dariMashable, Rabu (28/10/2015), orang yang tak berteman memang sudah bisa mengirimkan pesan. Namun, pesan tersebut otomatis masuk ke kategori “Other”, sebuah kolom terpisah di kotak surat Facebook.

Akibatnya, pesan tersebut akan mudah sekali diabaikan. Pengguna juga tidak diberikan notifikasi apa pun ketika pesan dari orang asing itu masuk.

Message Request memperbaiki cara Facebook menangani pesan semacam ini. Pesan-pesan orang asing yang sebelumnya cuma masuk kolom Other kini bisa masuk ke dalam aplikasi Messenger sebagai suatu ajakan mengobrol.

“Sekarang, satu-satunya hal yang Anda butuhkan untuk bisa mengobrol secara virtual adalah mengetahui nama mereka,” kata bos Messenger di Facebook, David Marcus, melalui akun miliknya.

Dia memberikan catatan, fitur Message Request hanya akan berfungsi terhadap orang yang benar-benar belum menjadi teman di Facebook. Jika pengguna sudah menyimpan nomor teleponnya, sudah pernah mengobrol di ruang virtual tersebut, pesan mereka akan langsung masuk ke kotak surat biasa.

Sumber : Mashable

Tiket Pameran Komputer Indocomtech 2015 Dihargai “Murah”

JAKARTA, KOMPAS.com – Pameran komputer dan gagdet, Indocomtech 2015 kembali digelar tahun ini di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, mulai 28 Oktober hingga 1 November 2015.

Pihak Amara Pameran Internasional (API) selaku penyelenggara memberikan harga tiket yang tergolong murah, seperti diakui oleh salah seorang pengunjung yang ditemui KompasTekno di boothpenjualan tiket arena JCC.

“Tergolong murah untuk kelas pameran komputer terbesar diIndonesia,” ujar Muri (26), karyawan swasta yang menyempatkan diri untuk datang di hari pertama pameran Indocomtech 2015, Rabu (28/10/2015).

API bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia(Apkomindo) yang menggelar pameran Indocomtech memasang harga tiket yang berbeda untuk weekdays dan weekend.

Seperti terpampang di loket penjualan tiket, untuk hari Rabu dan Kamis, tiket masuk ke arena Indocomtech dijual seharga Rp. 15.000, sementara untuk akhir pekan, harga tiket dijual sedikit lebih mahal.

Untuk pengunjung yang ingin hadir di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, mereka dikenai harga tiket masuk sebesar Rp 20.000.

Selain bisa melihat pameran produk-produk komputer dan gagdet, pengunjung juga bisa mengikuti serangkaian seminar yang digelar oleh pihak penyelenggara dengan tema-tema menarik seputar tren dunia teknologi dan informasi.

Penyelenggara memberikan seminar-seminar agar Indocomtech 2015 tak hanya beraroma bisnis bagi peserta saja, namun juga ada unsur edukasi dan inspirasinya bagi pengunjung.

Indocomtech 2015 tahun ini digelar untum ke-23 kalinya semenjak penyelenggaraan pertama pada 1991 lalu dengan mengusung tema “Internet of Things,” dan diselenggarakan mulai Rabu (28/10/2015) hingga Minggu (1/11/2015).

Baterai Android Boros? Mungkin 10 Aplikasi Ini Penyebabnya

KOMPAS.com – Merasa baterai atau ruang penyimpanan di ponselAndroid cepat habis? Biang keroknya mungkin salah satu (atau beberapa) dari 10 aplikasi dalam daftar ini.

Daftar yang bersangkutan disusun oleh AVG. Firma keamanan tersebut mengungkap aplikasi apa saja yang paling rakus daya baterai dan penyimpanan di smartphone Android.

Riset AVG yang menguji 200 juta ponsel Android itu menunjukkan aplikasi Facebook sebagai salah satu yang rakus daya baterai, sementara aplikasi browser Chrome dari Google ternyata juga boros tempat penyimpanan.

Menurut AVG, seperti dikutip KompasTekno dari ZDNet, Senin (26/10/2015), aplikasi yang paling banyak memakan daya baterai yang berjalan saat perangkat Android menyala (Start-up), adalah Facebook, Google Play Services, dan Facebook Page Managers.

Aplikasi lain yang paling banyak memakan daya baterai adalah BBM, Instagram, Facebook messenger, dan aplikasi chatting Samsung ChatOn.

Sementara dalam kategori aplikasi yang dijalankan oleh pengguna sendiri, Snapchat berada di posisi pertama untuk urusan rakus daya. Menyusl kemudian aplikasi belanja Amazon UK, Spotify, dan LINE.

Samsung WatchOn (video), Netflix, dan Clean Master ternyata juga termasuk dalam kategori aplikasi yang boros baterai menurut AVG, sebagaimana bisa dilihat dalam tabel di bawah.

Daftar aplikasi Android boros bateraiAVG

Dalam hal aplikasi yang boros tempat penyimpanan saat start-up, AVG menyebut Facebook, Instagram, Facebook Page Managers, dan Google Play Services di dalamnya.

Selain itu masih ada Skype, Google Search, words with Friends, Tango, dan We Chat.

Sementara aplikasi yang boros tempat penyimpanan yang dijalankan oleh user sendiri adalah Spotify Music, diikuti kemudian oleh Chrome, Aillis, Line, SoundCloud, TripAdvisor, dan Snapchat.

AVG melakukan pengujian itu dengan menggunakan aplikasi AVG Cleaner dan AVG antivirus untuk Android.

Sumber : ZDNet

Microsoft Kucurkan Rp 13 Miliar untuk Latih Guru Pakai Office 365

KOMPAS.com – Awal September 2015, Microsoft dan Persatuan GuruRepublik Indonesia (PGRI) telah menandatangani sebuah kesepakatan. Isinya menyatakan Microsoft akan memberikan akses layanan Office365 gratis ke 3,5 juta guru di Indonesia.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan Office 365 guna menambah kapasitas guru dan peserta didik, Microsoft mengucurkan dana investasi tambahan sebesar 1 juta dollar AS atau setara Rp 13,6 miliar.

Dana itu digunakan untuk memberikan pelatihan pada guru-guru agar dapat memahami, menyebarkan dan mengoptimalkan Office 365 dalam proses belajar-mengajar. Terutama terkait penggunaan teknologi berbasis komputasi awan (cloud) pada layanan tersebut.

“Teknologi tak berarti apa-apa jika tidak digunakan. Inilah sebabnya kami menyumbangkan lagi dana 1 juta dollar AS untuk memberdayakan dan melatih guru-guru Indonesia,” kata Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro, dalam pidatonya di Silicon Valley, sebagaimana tertera pada keterangan pers yang dihimpun KompasTekno, Kamis (29/10/2015).

Microsoft tak menampik bahwa pemberian layanan gratis tersebut dilandaskan kepentingan perusahaan. Dengan pendidikan memadai,Microsoft mengklaim ingin melihat talenta-talenta yang bisa dihasilkan untuk masa depan.

“Ini bagian dari misi kami untuk memberdayakan semua potensi di planet ini. Microsoft bangga saat ini memiliki pakar TI dan coders berbakat dari Indonesia yang bekerja untuk kami di seluruh dunia,” kata Andreas.

Diketahui, Office 365 adalah layanan Microsoft dengan paket berlangganan yang mengakomodir instalasi aplikasi Office lengkap. Semuanya dapat diinstal pada beberapa perangkat, termasuk PC, Mac,tablet Android, ponsel Android, iPad, dan iPhone.

Dengan begitu, pembuatan, pengeditan dan sinkronisasi dokumen lintas perangkat bakal lebih mudah. Selain itu, di Office 365 pengguna mendapatkan layanan tambahan. Seperti penyimpanan online dengan OneDrive dan menit Skype untuk penggunaan di rumah. Semuanya bertujuan untuk menambah produktivitas dalam pendidikan dan ekonomi.

Mengintip Keluarga Android di Taman Robot Google

MOUNTAIN VIEW, KOMPAS.com – Berkunjung ke markas besar Google rasanya tak akan lengkap kalau tidak menyambangi Taman Android.

Ya, di taman ini berdiri berbagai jenis patung plastik si robot hijau itu. Masing-masing melambangkan nama atau versi sistem operasi mobile yang sudah mereka rilis.

Seperti yang dilaporkan wartawan KompasTekno, Wicaksono Surya Hidayat, Kamis (29/10/2015), taman tersebut diberi naman AndroidLawn. Letaknya tepat di samping Google Visitor Center (Beta), tepatnya di alamat 1911 Landings Dr, Mountain View, California.

Taman ini memang sengaja dibuka untuk para pelancong. Dan kebetulan, Android Lawn tersebut seolah menjadi spot utama bagi pelancong yang sedang mengunjungi Googleplex.

Ada yang sekadar duduk-duduk santai di bangku panjang yang sudah di pojokan taman. Ada juga yang bermain dan berfoto ria di antara patung-patung Android.

Lebih lengkapnya, Anda juga bisa menikmati suasana taman robot hijau itu melalui foto-foto di bawah ini.

Wicaksono Surya Hidayat/KOMPAS.comPatung robot hijau berisi Jelly Bean ini berdiri tegak di salah satu bagian Android Lawn di kantor Google

 

Wicaksono Surya Hidayat/KOMPAS.comSudut lain Android Lawn, terlihat sebuah maskot robot hijau yang menggenggam permen Lollipop sebagai simbol Android 5.0

 

Wicaksono Surya Hidayat/KOMPAS.comTaman ini menjadi spot kunjungan utama bagi para pelancong yang datang ke markas Google

 

Wicaksono Surya Hidayat/KOMPAS.comPatung kue jahe ini, seperti namanya, melambangkan Android Gingerbread yang dirilis Google pada Desember 2010 silam

 

Wicaksono Surya Hidayat/KOMPAS.comSelain maskot robot hijau yang melambangkan sistem operasi mobile buatan Google, ada juga versi alternatif seperti ini

1 Malware Android Lahir Setiap 14 Detik

1 Malware Android Lahir Setiap 14 Detik
Jakarta – Melonjaknya pertumbuhan gadget berbasis sistem operasi Android berbanding lurus dengan malware (program jahat) yang mengintainya. Bayangkan saja, 1 malware Android muncul setiap 14 detik. Luar biasa ganasnya.

Pada kuartal II 2015, pangsa pasar smartphone Android mencapai 6% dari seluruh smartphone di dunia, meningkat 3% dibandingkan kuartal 1 2015. Di sisi lain, laboratorium virus G Data menganalisa 560.761 malware Android baru di Q2 2015, meningkat 27% dibandingkan Q1.

Rekor baru juga tercipta dimana pada pertengahan tahun 2015, angka 1.000.000 sampel malware Android baru terlampaui untuk pertama kalinya dalam sejarah, tepatnya 1.000.938 malware Android (lihat gambar 1). Angka ini menyamai jumlah total malware Android di sepanjang tahun 2013. Dibandingkan dengan pertengahan tahun 2014, terjadi peningkatan sampel malware baru 25%.


Gambar 1: Perkembangan Malware Android

Pakar sekuriti G Data memperkirakan lebih dari 2 juta malware baru Android akan muncul di tahun 2015, rekor baru. Hal ini berarti jumlah malware Android baru berlipat dua hanya dalam waktu dua tahun.

“Perusahaan IT Hacking Team yang melakukan pemrograman malware berkualitas tinggi yang melayani pasar badan intelijen dan pemerintahan mengalami serangan cyber dan kabar buruknya, data penting seperti source code untuk sampel malware Android baru berhasil dicuri dan langsung disebarkan di dunia underground,” lanjutnya.

Karena itu, diperkirakan hal ini akan membantu kriminal secara tidak langsung meningkatkan kualitas malware Android karena banyaknya informasi eksploitasi Android dan akan makin banyak malware Android yang makin matang (sempurna).

Dengan angka malware baru sebanyak 560.671 pada pertengahan 2015, maka rata-rata muncul 6.100 malware Android baru setiap hari atau satu malware baru Android setiap 14 detik.