MATERI SOSIOLOGI SMA KELAS X BAB II : INDIVIDU, KELOMPOK DAN HUBUNGAN SOSIAL

hubungan-sosial-300x161

INDIVIDU

Individu berasal dari kata Yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tidak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen. Daroi pendapat tesebut dapat disimpulkan bahwa individu merupakan seseorang atau pribadi orang  yang terpisah dari orang lain yang hidupnya berdiri sendiri, bersifat bebas  serta tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya ataupun oranglain. Continue reading

MATERI SOSIOLOGI SMA KELAS X BAB I : FUNGSI SOSIOLOGI UNTUK MENGENALI GEJALA SOSIAL DI MASYARAKAT

pengannguuran

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat mengenai perilaku tentang hubungan sosial antar individu atau antar kelompok di lingkungan tempat tinggalnya. Menurut Pitirim A. Sorokin “Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi) dengan gejala lainnya (nonsosial)“.

A. Hakikat Manusia sebagai Makhluk Individu dan Sosial

Manusia Sebagai Makhluk Individu

Sebagai makhluk individu manusia diciptakan dengan keunikan dan kepribadian yang berbeda-beda. Dia memiliki penampilan fisik, kemampuan, kebutuhan, perasaan dan sikap yang berbeda dengan sesamanya. Kata “individu” dalam konsep manusia menunjukan bahwa manusia adalah makhluk yang otonom. Sebagai makhluk yang otonom, manusia memiliki kebebasan dalam menentukan pilihannya dan bertanggungjawab atas pilihannya tersebut.

Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Menurut Aristoteles, manusia pada kodratnya adalah makhluk sosial. Dia tidak akan memperoleh keutamaan dan tidak akan menjadi baik jika tidak mempunyai teman dan terasing dari masyarakatnya. Demikian halnya bahwa sesungguhnya manusia tidak akan dapat hidup sendiri tanpa kehadiran orang lain. Continue reading

MATERI SOSIOLOGI SMA KELAS XI BAB V : INTEGRASI DAN REINTEGRASI SOSIAL SEBAGAI UPAYA PEMECAHAN MASALAH KONFLIK DAN KEKERASAN

A. INTEGRASI SOSIAL

     Pengertian Integrasi Sosial

Integrasi berasal dari bahasa inggris “integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi. Menurut Banton mendefinisikan integrasi sebagai suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan makna penting pada perbedaan ras tersebut.

Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkof, syarat terwujudnya integrasi sosial ada tiga macam yaitu Pertama, anggota-anggota masyarakat merasa berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan di antara mereka. Kedua, masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (consensus) bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman. Ketiga, norma-norma dan nilai sosial itu berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijadikan secara konsisten oleh seluruh anggota masyarakat. Continue reading

MATERI SOSIOLOGI SMA KELAS XI BAB IV : KONFLIK, KEKERASAN DAN UPAYA PENYELESAIANNYA

FOTOkonflik

A. KONFLIK

  1. Pengertian Konflik

Kata “konflik” berasal dari bahasa Latin “configure” yang artinya saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tak berdaya.

        Kemudian pengertian konflik menurut para ahli :

  • Soerjono Soekanto : konflik adalah suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan /atau kekerasan.
  • Gillin and Gillin : konflik adalah bagian dari sebuah proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan fisik, emosi , kebudayaan dan perilaku.

Continue reading

MATERI SOSIOLOGI SMA KELAS XI BAB III : PERBEDAAN, KESETARAAN DAN HARMONI SOSIAL

fto buku paket

DIFERENSIASI SOSIAL

  • Pengertian Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial adalah klasifikasi atau penggolongan terhadap perbedaan-perbedaan tertentu yang bisaanya sama atau sejenis. Pengertian sama disini menunjuk pada klasifikasi masyarakat secara horizontal, mendatar atau sejajar.

  • Ciri-ciri Diferensiasi Sosial

a. Berdasarkan ciri fisik. Misalnya, warna kulit, bentuk rambut, bentuk mata, bentuk hidung, dan bentuk rahang. Ciri-ciri fisik tersebut disebut ciri-ciri fenotip kuantitatif.

b. Berdasarkan ciri sosial. Timbul karena adanya perbedaan pekerjaan yang menimbulkan perbedaan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat. Termasuk dalam kategori ini adalah perbedaan peran, prestise dan kekuasaan. Contohnya pola perilaku guru akan berbeda dengan pola perilaku tentara.

c. Berdasarkan ciri budaya. Berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi, sistem kekeluargaan, keuletan, dan ketangguhan. Hasilnya dapat dilihat dari pakaian, adat istiadat, Bahasa, kesenian, arsitektur dan agama. Continue reading

MATERI SOSIOLOGI SMA KELAS XI BAB II : PERMASALAHAN SOSIAL YANG MUNCUL DALAM MASYARAKAT

foto

A. Pengertian Masalah Sosial

Masalah Sosial adalah suatu kondisi yang terlahir dari sebuah keadaan masyarakat yang tidak ideal. Definisi lain masalah sosial yaitu keditaksesuaian unsur-unsur masyarakat yang dapat membahayakan kehidupan kelompok sosial. Masalah sosial merupakan suatu kondisi yang dapat muncul dari keadaan masyarakat yang kurang atau tidak ideal, maksudnya selama terdapat kebutuhan dalam masyarakat yang tidak terpenuhi secara merata maka masalah sosial akan tetap selalu ada didalam kehidupan. Continue reading

MATERI SOSIOLOGI SMA KELAS XII BAB I : PROSES PERUBAHAN SOSIAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT

globalisasi

A.   Pengertian Perubahan Sosial

Perubahan sosial merupakan perubahan sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola perilaku diantara kelompok masyarakat baik secara materiil maupun immateriil. Perubahan sosial dapat berupa kemajuan (progress) atau kemunduran (regress).

Perubahan sosial menurut Kingsley Davis merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, bahkan perubahan dalam bentuk serta aturan organisasi sosial. Kemudian menurut Selo Soemardjan menyatakan perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap dan perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Continue reading

MATERI SOSIOLOGI SMA KELAS XI BAB I : PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT

hal-9-kelompok.jpg

Pengertian Kelompok Sosial

Kelompok Sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri atas kumpulan individu-individu yang hidup bersama dengan mengadakan hubungan timbal balik yang cukup intensif dan teratur, sehingga dari padanya diharapkan adanya pembagian tugas, struktur, serta norma-norma tertentu yang berlaku bagi mereka. Agar dikatakan sebagai kelompok sosial, adanya syarat-syarat menurut Soerjono Soekanto (2002:115) sebagai berikut.

  1. Ada kesadaran bahwa setiap anggota kelompok merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
  2. Terdapat hubungan timbal balik antara anggota satu dan anggota lainnya.
  3. Adanya faktor-faktor yang sama dan dapat mempererat hubungan mereka yang tergabung dalam kelompok.
  4. Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.
  5. Bersistem dan berproses.

Continue reading

SISTEM KEKERABATAN SUKU TENGGER DALAM PANDANGAN EVOLUSI KEBUDAYAAN

Kekerabatan adalah kesatuan unit-unit sosial yang anggota-anggotanya memiliki hubungan darah atau perkawinan. Kekerabatan muncul dari keluarga inti yang berkembang menjadi keluarga luas dan memiliki banyak anggota, serta setiap suku bangsa di Indonesia memiliki sistem kekerabatan yang berbeda satu dengan yang lain. Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. Sistem kekerabatan juga berfungsi untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. Kekerabatan terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya. Continue reading

FREE SEKS : STUDI KASUS DI KALIGAWE SEMARANG

Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap individu yang diperlukan untuk keberlangsungan hidup manusia. Tujuan utama dari seks yaitu untuk melanjutkan keturunan agar dapat menjaga dan melestarikan keturunannya. Selain itu seks digunakan untuk kepuasaan setiap orang yang melakukannya. Apabila seks sudah terpenuhi maka kepuasan akan muncul dengan sendiri.

Kegiatan seks dilakukan individu yang sudah memiliki ikatan pernikahan yang sudah resmi secara hukum dan agama. Apabila kegiatan seks yang dilakukan tanpa adanya pernikahan maka terjadi pelanggaran norma-norma baik norma agama maupun yang berlaku di masyarakat dan yang melakukan perbuatan tersebut dosa besar serta berat hukumannya. Continue reading