Artikel kedua yaitu mengenai Konservasi Nilai Moral dan Karakter.
Perlu di ketahui bahwa generasi muda saat ini tidak sedikit yang mengetahui betapa pentingnya konservasi nilai dan moral. Bahkan generasi muda saat ini memiliki nilai moral yang buruk bahkan rusak. Hal itu terjadi karena, semakin berkembangnya teknologi yang memungkinkan para pemuda dapat mengakses informasi yang seharusnya tidak boleh di akses dan tidak bisa menggunakan teknologi itu secara bijaksana.
Tidak hanya dari perkembangan teknologi, tayangan televisi saat ini juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter pada diri pemuda. Apalagi tayangan televisi saat ini tidak mencerminkan karakter yang baik, misal saja sinetron saat ini tidak hanya para orang tua yang menonton, anak-anak pun juga ikut menonton tayangan tersebut karena tidak adanya tayangan televisi yang mendidik dan khusus untuk anak-anak.
Dalam hal ini perlu adanya pemahaman lebih mendalam mengenai pendidikan karakter yang dapat diterapkan sejak dini terutama dalam ruang lingkup keluarga terlebih dahulu. Karena dalam keluarga, anak untuk pertama kalinya mengetahui mana yang baik dan yang tidak baik. Jika dalam keluarga tersebut di terapkan pendidikan karakter dengan mencerminkan perilaku dan nilai moral yang baik, maka anak tersebut setelah besar tidak susah untuk di bentuk karakter yang sesuai dengan nilai moral yang ada.
Pembentukan karakter dapat di bentuk dengan beberapa pendekatan yaitu :
- Pendekatan behavioristik, dengan menggunakan sistem reward dan punishment
- Pendekatan Kognitif
- Pendekatan Belajar Sosial.
Dengan begitu, maka para generasi muda nanti bisa memiliki nilai moral dan karakter yang baik dan dapat di andalkan sebagai generasi penerus bangsa yang mumpuni.
“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”
Sekian.. semoga bermanfaat ya..