konservasi permainan tradisional

Tergerusnya Permainan Tradisional Oleh Globalisasi #1

Dahulu sebelum tahun 1980-an sebelum proses globalisasi dimulai, semua alat yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masih sederhana. Sejak Proses mendunia ini terjadi sekitar tahun 1980-an itu terjadi perubahan di pelbagai bidang, misalnya di bidang politik, bidang sosial, bidang ekonomi, dan bidang agama; terutama sekali di bidang teknologi. Perkembangan dibidang teknologi sangatlah pesat, terlihat dari semakin mudahnya masyarakat untuk mengakses segala sesuatu dan masyarakat semakin dimanjakan oleh teknologi. Misalnya semakin mudah masyarakat ke suatu daerah dengan bantuan teknologi kendaraan bermotor, semakin mudah mengakses berita atau pengetahuan dan berinteraksi dengan yang lain melalui media sosial, dan sekarang tersedia banyak sekali jenis permainan dan tersedia juga yang namanya game online. Sehingga anak-anak jaman sekarang lebih sering bermain dengan game online daripada berkumpul dengan temannya untuk bermain permainan tradisional. Banyak anak yang berpendapat lebih baik bermain dirumah daripada keluar rumah, pendapat itu semestinya salah, karena jika anak kurang bersosialisasi dengan temannya menjadikan anak itu terkucilkan. Dan ada juga yang berpendapat bahwa permainan tradisional itu kuno, enggak modern. Memang permainan tradisional itu kuno, tapi barang kuno seharusnya kita lestarikan karena itu merupakan warisan dari pendahulu kita. Jenis permainan modern misalnya racing game, adventure game, fighting game, dan lain sebagainya. Permainan modern membuat anak malas bergerak, karena dalam permainan ini hanya membutuhkan sentuhan jari-jari tangan untuk menggerakkannya setelah itu teknologilah yang memainkannya, beda halnya dengan permainan tradisional misalnya, petak umpet, lompat tali, engklek, ular naga, jenis permainan ini lebih mengutamakan keaktifan fisik kita sehingga anak lebih banyak bergerak. Permainan tradisional sebenarnya lebih menarik dan lebih menyehatkan karena dalam permainan tradisional membutuhkan orang banyak untuk melakukannya sehingga anak lebih dapat bersosialisasi dan lebih menyehatkan karena selain bermain kita juga sekaligus bisa berolahraga misalnya berlari, melompat. Tetapi sekarang ini sudah jarang terlihat permainan tradisional, karena menurut mereka permainan tradisional itu melelahkan dan lebih baik permainan modern yang lebih praktis, tidak melelahkan. Dampak lainnya yang ditimbulkan permainan modern bagi anak adalah, lupa waktu terlalu asyik dengan game yang dimainkan sehingga malas untuk belajar, dan kesehatan pun bisa terganggu misalnya mata sering digunakan untuk melihat video permainan sehingga mata menjadi capek dan lama kelamaan kemampuannya pun bisa berkurang, anak lupa untuk bermain bersama temannya diluar rumah sehingga kurang rasa solidaritas dengan temannya.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: