Keberagaman dan Kesetaraan Sosial dalam Masyarakat

Indonesia merupakan wilayah yang terdiri dari beberapa pulau dengan karakteristik yang bebeda-beda di setiap daerahnya. Perbedaan tersebut dapat meliputi perbedaan ras, agama, mata pencaharian, suku, adat istiadat, norma, dan lain sebagainya. Keberagaman yang ada di indonesia menjadikan setiap individu yang berasal dari setiap daerah memiliki tingkah laku dan aktifitas yang berbeda-beda. Di dalam masyarakat memang ada perbedaan atau ketidaksamaan sosial. Ketidaksamaan sosial meliputi ketidaksamaan sosial verikal dan horizontal.

Ketidaksamaan vertikal adalah perbedaan antarindividu atau kelompok yang menunjukkan adanya tingkatan lebih rendah atau lebih tinggi (stratifikasi sosial ). Ketidaksamaan horizontal adalah perbedaan  adalah perbedaan antarindividu atau kelompok yang tidak menunjukkan adanya tingkatan lebih tinggi atau lebih rendah ( diferensiasi sosial ) dalam interaksi sosial yang berbeda prinsip kesetaraan perlu diterapkan. Dengan prinsip ini harmoni sosial dapat tercipta. Harmoni sosial adalah kondisi dimana individu hidup sejalan dan serasi, setiap anggota masyarakat dapat menjalani secara baik sesuai kodrat dan posisi sosialnya.

Strukur sosial

Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antar unsur-unsur sosial yaitu norma sosial, lembaga sosial, kelompok serta lapisan sosial. Kehidupan bermasyarakat akan aman jika anggota masyarakat yang menjalin rangkaian dalam relasi sosial menjalankan peran, tugas, dan wewenangnya sesuai dengan norma yang berlaku dan sebaliknya

Secara definitif struktur sosial diartikan sebagai sesuatu skema penempatan nilai-nilai sosial budaya dan organ-organ masyarkat pada posisi yang dianggap sesuai agar organisme masyarakat sebagai suatu keseluruhan dapat berfungsi dan kepentingan setiap bagian dapat berjalan dalam jangka waktu yang lama. Nilai-nilai sosial budaya dalam struktur sosial terdiri dari ajaran agama, ideologi, dan kaidah-kaidah moral serta peraturan sopan santun yang dimiliki suatu masyarakat. Setiap komponen dari struktur sosial tidak bekerja sendiri-sendiri tetapi secara bersama-sama saling mengisi dan melengkapi karena setiap komponen mengemban tugas yang berbeda sesuai keahlian masing-masing.

Pengertian struktur sosial menurut para ahli

  1. Selo Somardjan dan Soelaiman Soemardi ( dalam Soerjono Soekanto, 20;2005)

Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah sosial ( norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan-lapisan sosial

  1. Firth ( dalam Basrowi, 67;2005)

Struktur sosial dianggap sama dengan organisasi sosial yang mengacu pada hubungan-hubungan sosial yang bersifat fundamental yang memberikan bentuk dasar pada masyarakat yang memberikan batas-batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisatoris.

  1. Abdul Syani (dalam Basrowi, 69; 2005)

struktur sosial adalah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat  yang merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial yang pokok

  1. Soerjono Soekanto ( 59;2005) struktur sosial merupakan jaringan unsur-unsur sosial yang pokok sebagai berikut :
  2. Kelompok sosial
  3. Kebudayaan
  4. Lembaga sosial
  5. Stratifikasi sosial
  6. Kekuasaan dan wewenang
  7. Hendropuspito ( 89;1999)

Struktur sosial adalah skema penempatan nilai-nilai sosio-budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai, demi berfungsinya organisme masyarakat sebagai suatu keseluruhan, demi kepentingan masing-masing bagian untuk jangka waktu yang relatif lama.

Sumber

Zamroni, Akhmad. 2016.  Sosiologi peminatan ilmu-ilmu sosial kelas XI SMA/MA. Karanganyar:Graha Printama SelarasK

Tulisan ini dipublikasikan di Sosiologi SMA Kelas X. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: