Materi Sosiologi Kelas XII: Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas

Salam semangat sahabat blogers. Kali ini saya akan memposting materi Sosiologi kelas XII tentang “Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas”. Semoga postingannya dapat menambah sedikit referensi bagi teman-teman semua. Tunggu apa lagi, yuks let’s go to read.!

Kearifan Lokal
Kearifan lokal dapat didefinisikan sebagai: suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup; pandangan hidup (way of life) yang mengakomodasi kebijakan (wisdom) dan kearifan hidup.
Kearifan lokal itu tidak hanya berlaku secara lokal pada budaya atau etnik tertentu, tetapi dapat dikatakan bersifat lintas budaya atau lintas etnik sehingga membentuk nilai budaya yang bersifat nasional.

Contoh: hampir di setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etos kerja, dan seterusnya.
Pada umumnya etika dan nilai moral yang terkandung dalam kearifan lokal diajarkan turun-temurun, diwariskan dari generasi ke generasi melalui sastra lisan (antara lain dalam bentuk pepatah, semboyan, dan peribahasa, folklore), dan manuskrip.

Kelangsungan kearifan lokal tercermin pada nilai-nilai yang berlaku pada sekelompok masyarakat tertentu.
Nilai-nilai tersebut akan menyatu dengan kelompok masyarakat dan dapat diamati melalui sikap dan tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari. selanjutnya

Materi Sosiologi Kelas XII: Ketimpangan Sosial

Salam semangat sahabat blogers.

Kali ini saya akan memposting materi Sosiologi kelas XII tentang “Ketimpangan Sosial”. Semoga postingannya dapat menambah sedikit referensi bagi teman-teman semua. Tunggu apa lagi, yuks let’s go to read.

sumber: https://www.google.co.id/search?q=ketimpangan+sosial&source

Pengertian Ketimpangan Sosial

Martin Luther King mengatakan bahwa ketimpangan sosial merupakan fenomena yang terjadi pada masyarakat Indonesia dan dunia. ketimpangan sosial tersebut dapat berupa ketimpangan pendapatan, kesehatan, gender, dan pendidikan. ketimpangan sosial juga diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak seimbang.

ketimpangan sosial disebabkan karena adanya faktor penghambat, yang menyebabkan seseorang mengalami kendala dalam mencapai akses tertentu.

faktor internal

merupakan faktor yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. contohnya rendahnya sumber daya yang dimiliki.

faktor eksternal

merupakan faktor yang berasal dari luar diri manusia. dan berada diluar kendai individu. contohnya pengaruh peraturan-peraturan birokrasi masyarakat yang mengganggu akses individu. selanjutnya

Materi Sosiologi Kelas XII: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal

Salam semangat para sahabat bloger.

Kali ini saya akan memposting materi Sosiologi kelas XII tentang Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal . Semoga postingannya dapat menambah sedikit referensi bagi teman-teman semua. Tunggu apa lagi, yuks let’s go to read.

Pengertian Modernisasi

Kata modernisasi dengan kata dasar modern berasal dari bahasa latin modernus yang dibentuk dari kata modo dan ernus. Modo berarti cara dan ernus menunjuk pada adanya periode waktu masa kini. Modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat modern. Menurut Koentjaraningrat mendefinisikan modernisasi sebagai usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan keadaan dunia sekarang. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang biasanya terarah dan didasarkan pada suatu perencanaan (social planning).

Ciri-ciri Manusia Modern

Menurut Alex Inkeles, terdapat 9 ciri manusia modern sebagai berikut:

  1. Memiliki sikap hidup menerima hal-hal yang baru dan terbuka untuk perubahan
  2. Memiliki keberanian menyatakan pendapat atau opini mengenai lingkungannya sendiri atau kejadian yang terjadi jauh di luar lingkungannya, serta dapat bersikap demokratis
  3. Menghargai waktu dan lebih banyak berorientasi ke masa depan.
  4. Memiliki perencanaan dan pengorganisasian
  5. Percaya diri
  6. Perhitungan
  7. Menghargai harkat hidup manusia lain
  8. Percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi
  9. Menjungjung tinggi sikap dimana imbalan yang diterima seseorang harus sesuai dengan prestasinya dalam masyarakat

Syarat Terjadinya Modernisasi

Menurut Soerjono Soekanto terdapat beberapa syarat modernisasi, diantaranya:

    1. Cara berpikir ilmiah (scientific thinking) yang sudah melembaga dan tertanam kuat dalam kalangan pemerintah maupun masyarakat luas.
    2. Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi.
    3. Penciptaan iklim yang menyenangkan (favourable) terhadap modernisasi terutama media masa.
    4. Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin diri.
    5. Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial (social planning) yang tidak mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.

selanjutnya

Materi Sosiologi Kelas XII: Perubahan Sosial dan Dampaknya

Salam semangat para sahabat bloger.

Kali ini saya akan memposting materi Sosiologi kelas XII tentang Perubahan Sosial dan Dampaknya. Semoga postingannya dapat menambah sedikit referensi bagi teman-teman semua. Tunggu apa lagi, yuks let’s go to read!

Pengertian Perubahan Sosial

kehidupan masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi di masyarakat meliputi perubahan norma-norma sosial, pola-pola sosial, interaksi sosial, pola perilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan masyarakat, serta susunan kekuasaan dan wewenang. menurut Kingsley Davis  perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, bahkan perubahan dalam bentuk serta aturan organisasi sosial.

sumber: https://www.google.co.id/search?q=perubahan+sosial&source=lnms&tbm=isch&sa

Perubahan sosial dapat berupa kemajuan (progress) atau kemunduran (regress). Kemajuan (progress) terjadi apabila perubahan tersebut berupa proses pembangunan masyarakat kearah yang lebih baik. Perubahan berupa kemunduran (regress) apabila perubahan tersebut membawa pengaruh yang kurang menguntungkan bagi masyarakat.

selanjutnya

Materi Sosiologi Kelas XI: Integrasi dan Reintegrasi Sosial

INTEGRASI

Merupakan berasal dari kata “integrate” yang berarti memberi tempat dalam suatu keseluruhan. “interger” yang berrati utuh. Jadi integrasi merupakan upaya membuat unsur-unsur tertentu menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Integrasi berarti membuat masyarakat menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh.

Adapun faktor-faktor yang mendorong terjadinya integrasi yaitu:

  1. Daerah-daerah yang memiliki kesamaan baik flora, fauna, iklim, maupun hidrologis
  2. Pengalaman yang sama pada masa silam
  3. Kemauan yang sama untuk menjadi satu bangsa
  4. Adanya ideologi dan norma yuridis yang sama

Namun Faktor terpenting dalam terwujudnya integrasi yaitu adanya konsensus bersama dari semua pihak yang terlibat di dalamnya.  Kesepakatan atau konsensus yang sama tersebut menyangkut ide-ide pokok yang menjadi panduan dalam masyarakat tersebut.

Integrasi terbagi menjadi:

  1. Integrasi statis: keadaan kesatuan dan persatuan sejumlah kelompok etnis dan kelompok sosial yang bhineka di mana masing-masing kelompok mendapat tempat yang sesuai dan berada dalam waktu yang relatif lama
  2. keadaan kesatuan dan persatuan sejumlah kelompok etnis dan kelompok sosial yang bhineka di mana masing-masing kelompok mendapat tempat yang sesuai. Namunpelaksanaan fungsinya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berubah-ubah demi tercapainya tujuan bersama.

Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkof, integrasi sosial terwujud karena:

  • Anggota masyarakat berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan di antara mereka
  • Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang ada
  • Norma-norma dan nilai sosial itu berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijadikan konsistensi oleh seluruh anggota masyarakat

Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial

1. Integrasi Normatif

Bentuk integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat.

2. Integrasi Fungsional

Terbentuk karena ada fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat. Dengan mengedepankan fungsi dari masing-masing pihak yang ada dalam sebuah masyarakat.

3. Integrasi koersif

Tterbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa. Penguasa menerapkan cara-cara koersif (kekerasan).

Proses integrasi dapat dilihat melalui proses-proses berikut:

  1. Asimilasi
    Asimilasi merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada di antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Asimilasi ditandai dengan pengembangan sikap-sikap yang sama, walau terkadang bersifat emosional, dengan tujuan mencapai kesatuan (integrasi)
  2. Akulturasi
    Menurut Koentjaraningrat, akulturasi adalah proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda. Proses sosial itu akan berlangsung hingga unsur kebudayaan asing itu diterima masyarakat dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri. Namun umumnya akulturasi berlangsung tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan itu sendiri.

faktor-faktor yang memengaruhi proses integrasi sosial adalah:

1.tercapainya suatu konsensus mengenai nilai-nilai dan norma-norma sosial;

2. norma-norma yang berlaku konsisten dan tidak berubah-ubah

3. adanya tujuan bersama yang hendak dicapai;

4. anggota masyarakatnya merasa saling bergantung dalam mengisi kebutuhan-kebutuhannya;

5. dilatarbelakangi oleh adanya konflik dalam suatu kelompok.

Integrasi sosial juga dapat terwujud karena adanya keteraturan sosial. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi keteraturan sosial; antara lain pengendalian sosial dan wewenang, adat istiadat, norma hukum, prestise, dan kepemimpinan.

Syarat Berhasilnya Integrasi Sosial

Untuk mencapai integrasi sosial dalam masyarakat diperlukan  dua hal berikut:

Pada setiap diri individu masing- masing harus mengendalikan perbedaan/ konflik yang ada pada suatu kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya.

Tiap warga masyarakat meraas saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya. Sehingga dalam masyarakat tercipta keharmonisan dan saling memahami antara satu sama lain, maka konflik pun dapat dihindarkan.

REINTEGRASI SOSIAL

Pengertian Reintegrasi Sosial

Reintegrasi sosial merupakan upaya untuk membangun kembali kepercayaan, modal sosial, dan kohesi sosial. Proses ini tidak mudah namun cukup sulit dan memerlukan waktu yang lama

Disintegrasi atau disorganisasi merupakan perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang dapat menyebabkan pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat

Dalam reintegrasi sosial sarana mengendalikan konflik sangat dibutuhkan oleh masyarakat .  tujuannya untuk menetralkan ketegangan-ketegangan yang timbul dari dampak konflikContohnya:

  1. kompromi
  2. melakukan perdamaian dan menyadari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan

Untuk mendalami materi yang lebih lengkap, silahkan buka link di bawah ini:

Materi sosiologi (integrasi dan reintegrasi)

Sumber :

Waluya, Bagja. 2009. Sosiologi 2 : Menyelami Fenomena Sosial Di Masyarakat Untuk Kelas XI SMA/MA/Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta : Pusat Perbukuan Nasiaonal.

M, Idianto. 2005. Sosiologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Maryati, Kun dan Juju Suriawati. 2007. Sosiologi Untuk SMA dan MAKelas XI. Bandung:

 

Pengayaan!

  1. Carilah sumber-sumber lain yang memuat materi di atas, bandingkan dengan isi materi yang telah ditulis tersebut. Kemudian lengkapi kekurangan yang ada. ?
  2. Apakah Indonesia sudah terintegrasi secara menyeluruh?
  3. Jelaskan argumentasi anda disertai dengan contoh

Sumber referensi

Handoyo.Eko. 2015.Studi  Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Waluya, Bagja. 2009. Sosiologi 2 : Menyelami Fenomena Sosial Di Masyarakat Untuk Kelas XI SMA/MA/Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta : Pusat Perbukuan Nasiaonal.

M, Idianto. 2005. Sosiologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Maryati, Kun dan Juju Suriawati. 2007. Sosiologi Untuk SMA dan MAKelas XI. Bandung:

 

 

 

 

Materi Sosiologi Kelas XI: Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial

 Struktur sosial

Struktur sosial merupakan keseluruhan jalinan unsur-unsur sosial yang pokok. Yakni terdiri dari lembaga sosial, kaidan sosial, kelompok sosial, dan lapisan sosial. Struktur soisal di dalamnya terdapat  hubungan timbal-balik antar status dan peran yang merujuk pada kehidupan sosial masyarakat yang teratur.

Diferensiasi sosial

Diferensiasi sosial merupakan penggolongan atau pengelompokan terhadap perbedaan tertentu yang memiliki kedudukan yang sama. Seperti ras, agama,jenis kelamin, etnis, dan klan.

Stratifikasi sosial

Stratifikasi sosial merupakan penggolongan atau pengelompokan terhadap perbedaan tertentu yang memiliki kedudukan yang tidak sama. Dalam Stratifikasi sosial

Terdapat adanya penggolongan kelas atas dan kelas rendah.

Stratifikasi sosial muncul karena adanya sesuatu yang dianggap berharga seperti:

  1. Kekayaan
  2. Kekuasaan
  3. Keturunan
  4. Pendidikan
  5. Status (kedudukan)
  6. Peran

Menurut Soerjono Soekanto Stratifikasi sosial terbagi atas:

  1. Stratifikasi sosial terbuka
  2. Stratifikasi sosial tertutup
  3. Stratifikasi sosial campuran

Kesetaraan

Kesetaraan merupakan keadaan di mana posisi seseorang berada dalam keadaan yang sama, setara,, atau seimbang. Kesetaraan terdiri dari:

  1. Kesetaraan hukum
  2. Kesetaraan ekonomi
  3. Kesetaraan sosial
  4. Kesetaraan politik
  5. Kesetaraan moral

Harmoni Sosial

Harmoni Sosial merupakan keadaan di mana seorang individu maupun kelompok hidup secara sejalan dan serasi sesuai dengan aturan, norma, dan tujuan masyarakat. Harmoni sosial ditandai dengan masyarakat yang memiliki rasa soliadriitas yang tinggi 

Untuk mendalami materi yang lebih lengkap, silahkan buka link di bawah ini:
Materi sosiologi kelas XI

Pengayaan!

  1. Carilah sumber-sumber lain yang memuat materi di atas, bandingkan dengan isi materi yang telah ditulis tersebut. Kemudian lengkapi kekurangan yang ada. ?
  2. Apakah di masyarakat Indonesia sudah tercipta harmoni sosial? Ya atau tidak?
  3. Jika ya mengapa……..? dan berikan contoh

Jika tidak mengapa……? dan berikan contoh

Sumber referensi

Handoyo.Eko. 2015.Studi  Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak

 

Materi Sosiologi Kelas XI: Permasalahan Sosial dalam Masyarakat

Permasalahan Sosial dalam Masyarakat

Masalah sosial merupakan masalah yang menyangkut tata kelakuan yang immoral. Masalah sosial terjadi karena adanya ketidaksamaan antara das sein dan das sollen. Menurut Soerjono Soekanto, Masalah sosial merupakan ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial . menurutnya Masalah sosial terbagi atas:

    1. Masalah sosial karena faktor ekonomis
    2. Masalah sosial karena faktor biologis
    3. Masalah sosial karena faktor psikologis

baca selanjutnya

Materi Sosiologi Kelas XI: Kelompok-kelompok Sosial dalam Masyarakat

Selamat pagi sahabat bloger. Jangan bosan-bosan ya membaca postingan saya. kali ini saya mempost materi sosiologi kelas XI. nah semoga postingan saya bisa menjadi referensi teman-teman untuk menambah pengetahuan. let’s go to read!.

Pengertian kelompok sosial

Kelompok sosial Merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama, karena terdapat hubungan yang saling mempengaruhi. Masyarakat tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain karena.sejak dilahirkan manusia sudah memiliki hasrat untuk

  • Keinginan untuk menjadi satu dengan orang lain
  • Keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alam

Tipe-tipe kelompok sosial

In-group dan out-group

In group merupakan kelompok sosial dimana individu mengidentifikasikan dirinya

Out group merupakan kelompok sosial dimana individu diidentifikasikan sebagai lawan In groupnya.

Terbentuknya perasaan in group dan out group didasari oleh sikap etnosentrisme. Adapun pengertian etnosentrisme itu sendiri merupakan anggapan bahwa kebiasaan dalam kelompoknya merupakan yang terbaik dibandingkan dengan kelompok lainnya.

Kelompok primer dan kelompok sekunder

Menurut Cooley (Soekanto,110) Kelompok primer merupakan kelompok yang ditandai dengan ciri-ciri saling mengenal antar anggotanya dan kerja sama erat yang bersifat pribadi.contohnya hubungan keluarga, teman sepermainan, rukun tetangga, dll.kelompok ini biasanya kecil dan bersifat lebih langgeng dan permanen.

Kelompok sekunder merupakan kelompok yang ditandai dengan ciri-ciri tidak saling mengenal antar anggotanya secara pribadi. dan bersifat tidak terlalu langgeng. Kelompok ini biasanya lebih besar dibandingkan dengan klompok primer. Contohnya hubungan kontrak jual beli.

Paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gesselschaft)

Paguyuban (gemeinschaft) merupakan bentuk kehidupan bersama di mana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni, alamiah, dan kekal.didasarkan atsan perasaan cinta dan batin ynag memang telah dikodratkan. Kelompok ini juga disebut kehidupan nyata dan organis. Contohnya yaitu keluarga, kerabat, tetangga, dll.

Menurut Tonnies, paguyuban memiliki ciri-ciri:

  1. Intimate: hubungan menyeluruh yang mesra
  2. Private: hubungan yang bersifat pribadi dan menyangkut beberapa orang saja.
  3. Exclusive: hubungan tersebut hanya untuk kita saja, tidak untuk orang diluar kita.

Adapun tipe dari paguyuban yaitu:

  1. paguyuban karena ikatan darah
  2. paguyuban karena kesamaan tempat
  3. paguyuban karena kesamaan jiwa-pikiran

Patembayan (gesselschaft) merupakan bentuk kehidupan bersama di mana anggota-anggotanya diikat oleh ikatan lahir yang berlangsung dalam jangka waktu yang pendek. Bersifat sebagai suatu bentuk pikiran belaka (imaginary) serta mekanis. Contohnya yaitu hubungan perjanjian antar pedagang, organisasi, pabrik, atau industri, dll.

Formal group dan informal group

Formal group merupakan kelompok yang mempunyai aturan tegas dan sengaja diciptakan masyarakatuntuk mengatur hubungan yang terdapat dalam masyarakat tersebut contoh: organisasi

informal group merupakan kelompok yang tidak mempunyai struktur, aturan, dan organisasi tertentu. Kelompok ini terbentuk karena pertemuan yang berulang. Dan didasari oleh kepentingan dan pengalaman yang sama. Contohnya: klik (klique)

Membership group dan reference group

Membership group merupakan kelompok di mana anggota-anggotanya secara fisik menjadi anggota dari kelompok tersebut.

reference group merupakan kelompok yang menjadi acuan bagi seseorang yang bukan berasal dari kelompok tersebut untuk membentuk pribadi dan perilakunya.

Kelompok okupasional dan volunter

Kelompok okupasional merupakan kelompok yang kemunculannya disebabkan oleh semakin memudarnya fungsi kekerabatan, kelompok ini muncul karena anggotanya memiliki pekerjaan sejenis. Seperti kelompok profesi, farmasi, dll

Volunter merupakan kelompok yang kemunculannya disebabkan oleh adanya kepentingan yang sama, akan tetapi tidak mendapat perhatian dalam masyarakat.

Kelompok sosial yang tidak teratur

  1. Kerumunan adalah kehadiran orang-orang secara fisik belaka tanpa terorganisir.berkumpul secara kebetulan karena ada sebab-sebab tertentu.dalam waktu dan tempat ynag bersamaan.
  2. Publik adalah kelompok yang bukan berupa kesatuan. Terjadi secara tidak langsung melalui media komunikasi tertentu seperti TV, radio, surat kabar, dll.

Masyarakat Pedesaan (Rural Community) dan Masyarakat Perkotaan (urban Community)

Unsur-unsur dalam komuniti:

Seperasaan

Sepenanggungan

Saling memerlukan

Masyarakat Pedesaan (Rural Community) merupakan masyarakat yang memiliki hubungan yang erat dan mendalam. Sistem kehidupan berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Masyarakat Perkotaan (urban Community) merupakan masyarakat yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Kehidupan beragama kurang
  2. Dapat mengurus dirinya tanpa bergantung pada orang lain
  3. Ada pembagian kerja
  4. Pikiran rasional
  5. Perubahan sosial tampak secara nyata.

Kelompok- kelompok kecil (small group)

Merupakan kelompok yang sekurang- kurangnya memiliki dua anggota ynag saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu dan menganggap bahwa hubungan itu penting.

Untuk mendalami materi yang lebih lengkap, silahkan buka link di bawah ini:
kumpulan materi sosiologi kelas xi (berdasarkan kurikulum 2013)

Materi sosiologi kelas XI

Pengayaan!

  1. Carilah sumber-sumber lain yang memuat materi di atas, bandingkan dengan isi materi yang telah ditulis tersebut. Kemudian lengkapi kekurangan yang ada. ?
  2. Carilah contoh kelompok sosial yang ada di tempat tinggalmu minimal 3?
  3. Analisislah kelompok sosial tersebut?

Sumber referensi

Elisanti, dan Rostini Tintin. 2009. Sosiologi I: untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Soerjono Soekanto. 2003. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

 

Materi Sosiologi Kelas XI: Konflik, Kekerasan dan Upaya Penyelesaian

Selamat pagi sahabat bloger. Jangan bosan-bosan ya membaca postingan saya. kali ini saya mempost materi sosiologi kelas XI. nah semoga postingan saya bisa menjadi referensi teman-teman untuk menambah pengetahuan. let’s go to read!.

Konflik

Konflik berasal dari bahasa latin configure yang berarti saling memukul. Konflik Menurut pandangan soiologi merupakan suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (kelompok) yang berusaha untuk saling menyingkirkan pihak lawan dengan cara menghancurkannya dan membuatnya tidak berdaya. Keberadaan konflik menyebabkan ketidakteraturan dalam kehidupan masyarakat.

Faktor-faktor penyebab terjadinya konflik

Menurut Soerjono Sokanto, faktor penyebab terjadinya konflik yaitu:

Perbedaan individu

Perbedaan kebudayaan

Perbedaan kepentingan

Perubahan sosial

Bentuk-bentuk konflik

Menurut Lewis a Coser, konflik terbagi atas:

  1. Konflik realistis yaitu konflik yang terjadi karena kekecewaan individu atau kelompok terhadapsistem dan juga tuntutan-tuntutan yang ada dalam hubungan sosial
  2. Konflik nonrealistis yaitu konflik yang terjadi karena kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan ketegangan

Menurut Soerjono Sokanto, konflik terbagi atas;

  1. Konflik pribadi
  2. Rasial
  3. Antar kelas-kelas sosial
  4. Politik
  5. Internasional

Ursula  Lehr membagi konflik menjadi Konflik dengan:

  1. orang tua sendiri
  2. anak-anak sendiri
  3. keluarga
  4. orang lain
  5. sekolah
  6. pekerjaan
  7. agama
  8. pribadi

Dampak terjadinya konflik

Dampak positif terjadinya konflik:

  1. menelaah kembali kehidupan yang masih belum jelas
  2. jalan mengurangi ketergantungan antar individu atau kelompok
  3. menghidupkan kembali norma dan aturan serta dapat menciptakan yang baru
  4. sarana mencapai keseimbangan dalam kehidupan masyarakat
  5. penyesuaian kembali norma, nilai, dan hubungan antar individu atau kelompok
  6. meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok
  7. dapat menciptakan adanya kompromi

Dampak negatif terjadinya konflik:

menimbulkan keretakan hubungan

mengubah sikap kepribadian individu

menimbulkan korban harta benda maupun jiwa

memunculkan adanya dominasi dari kelompok yang menang terhadap kelompok yang kalah

Kekerasan

Menurut KBBI kekerasa merupakan perbuatan seseorang maupun kelompok yang menyebabkan cideranya atau matinya orang lain, ataupun menyebabkan kerusakan  fisik atau barang milik orang lain. Kekerasan biasanya ditandai dengan tindakan melukai orang lain. Seperti membunuh, memerpkosa, dll

Teori-teori konflik

Teori faktor kelompok:

kekerasan disebabkan karena faktor perbedaan kelompok. Seperti kekerasan yang melibatkan suporter bola

Teori faktor Individu

kekerasan disebabkan karena faktor individu baik secara pribadi maupun sosial. Secara pribadi disebabkan karena individu tersebut menderita kelainan jiwa, dll. Sedangkan faktor sosial indivdu sedang mengalami masalah dalam keluarga, media massa, dll

Teori dinamika kelompok

Kekerasan terjadi karena perubahan-perubahan yang sangat cepat dalam kehidupan masyarakat

Upaya Penyelesaian

 Upaya penyelesaian atau pencegahan konflik terdiri atas:

  1. konsiliasi

merupakan pencegahan konflik yang dilakukan oleh lembaga – lembaga tertentu

  1. mediasi

merupakan pencegahan konflik yang dilakukan oleh kedua pihak yang bertikai saling menyelesaiakn pertentangan melalui kehadiran pihak ketiga yang berperan sebagai mediator

  1. arbitrasi

merupakan pencegahan konflik yang dilakukan oleh kedua pihak yang bertikai saling menyelesaiakn pertentangan melalui kehadiran pihak ketiga yang berperan sebagai wasit yang memiliki hak untuk membuat keputusan

 

Untuk mendalami materi yang lebih lengkap, silahkan buka link di bawah ini:
kumpulan materi sosiologi kelas xi (berdasarkan kurikulum 2013)

Pengayaan….!

  1. Carilah sumber-sumber lain yang memuat materi di atas, bandingkan dengan isi materi yang telah ditulis tersebut. Kemudian lengkapi kekurangan yang ada. ?
  2. Carilah contoh kasus berupa kekerasan khususnya yang menimpa perempuan?
  3. Analisislah kasus sosial tersebut dalam bentuk mind mapping?

Sumber referensi

Handoyo.Eko. 2015.Studi  Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Maryati Kun dan Juju Surwati.2014.Sosologi 2: Kelompok Peminatan ilmu- ilmu sosial. Jakarta: Esis Erlangga

 

Materi Sosiologi SMA Kelas X : Metode Penelitian Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, penelitian sosiologi termasuk penelitian ilmiah. Penelitian ilmiahadalah penelitian yang bertujuan mempelajari satu atau beberapa gejala dengan jalan analisis dan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta masalah yang disoroti dan kemudian diusahakan pemecahannya.

B. Ciri-ciri Penelitian dan Fungsinya selanjutnya

Widget Ready

This left column is widget ready! Add one in the admin panel.

Widget Ready

This center column is widget ready! Add one in the admin panel.

Widget Ready

This right column is widget ready! Add one in the admin panel.

Bota simple WordPress Theme Powered By WordPress
Lewat ke baris perkakas