Di zaman yang semakin modern ini, saya semakin mudah dalam mendapatkan informasi, baik itu berita maupun pengetahuan yang lainnya. Tentunya ini sangat mempermudah saya untuk mengerjakan tugas dari sekolah maupun sekadar browsing untuk mengisi waktu luang. Tentunya hal ini tak lepas dari adanya Globalisasi. Sesungguhnya apakah Globalisasi itu ?
Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru. Globalisasi dapat menyebar melalui bebagai media, baik itu media cetak maupun media elektronik. Hal ini tentunya berpengaruh besar terhadap kepribadian remaja. Mereka mulai mengubah gaya hidupnya mengikuti tren yang tengah hangat. Misalnya penggunaan handphone, fashion, gaya rambut,dan lain-lain. Tentunya kita harus bijak untuk menghadapi arus globalisasi yang tengah menghadapi kita. Kita harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk, khususnya bagi kita kalangan remaja yang tengah mencari jati diri.
Kita bisa memanfaatkan globalisasi untuk melakukan hal-hal yang positif dan menguntungkan. Misalnya usaha bisnis online. Dalam usaha ini kita hanya memposting suatu barang di media sosial ataupun di blog, dengan disertai harga. Lalu,kita mencantumkan nomor handphone/alamat e-mail dan nomor rekening sebagai media pembayaran. Nantinya si pembeli akan menawar barang tersebut dan setelah tercapai harga yang pas, maka pembeli akan mengirim uang ke rekening kita di sertai alamat rumah. Setelah itu, kita mengirimkan barang melalui jasa antar barang.
Tentunya disamping hal positif pasti ada hal negatifnya. Pertama tanpa kita sadari, dengan adanya globalisasi kita menjadi individualistis. Kita tidak lagi mementingkan sosialisasi dengan masyarakat. Kita harus ingat bahwa sesungguhnya manusia adalah makhluk sosial, dimana manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Kedua, semakin banyak mall/toko yang menjual makanan siap saji/fast food. Seperti yang kita ketahui, bahwa makanan siap saji atau fastfood tidak sehat bagi kesehatan kita.Sebuah studi menyatakan bahwa fast food dapat menyebabkan peningkatan resiko penyakit jantung, meningkatkan berat badan/obesitas, meningkatan resiko kanker, dan memicu tekanan darah tinggi.
Ketiga, Semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD.
Keempat, hilangnya kecintaan kita terhadap makanan asli Indonesia, kita lebih memilih membeli makanan produk luar negeri seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.