Dalam kehidupan di dunia ini, manusia saling bangun membangun. Saat seseorang dari mereka terjatuh, maka disaat itu juga ada seseorang yang mengulurkan tangannya. Disaat seseorang merasa lemah, maka yang lainlah yang menguatkan. Begitulah kehidupan di dunia ini selalu ada hubungan timbal balik disetiap aktivitas yang dilakukan manusia karena manusia menyadari sendiri bahwasannya mereka tidak bisa hidup tanpa orang lain. Oleh karena itu dalam setiap usaha untuk dapat menjalani kehidupannya, mereka memerlukan adanya sosialisasi dengan lingkungan. Bagaimana ia mengenal lingkungan tempat tinggalnya? Dan bagaimana peran sertanya dalam kelompok masyarakat?
Namun, terkadang apa yang kita dapatkan tidak selalu sesuai dengan harapan kita. Setiap orang memiliki sifat yang berbeda-beda ada sifat yang baik dan ada pula sifat yang buruk. sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan, kita juga memiliki kedua sifat tersebut. Tetapi harapannya kita bisa mengurangi sifat buruk kita sekecil mungkin. Hal itu tergantung pada seberapa besar keimanan seseorang. Jika seseorang memiliki keimanan yang kuat, maka ia akan selalu ada dijalan orang-orang yang benar yaitu dijalan yang diridhai Allah. Begitupula sebaliknya, jika keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah masih rendah, maka ia berada digolongan orang-orang yang sesat.
Didunia ini pasti ada salah seorang atau bahkan lebih manusia yang selalu menggampangkan atau acuh tak acuh terhadap tanggung jawabnya. Misal saja di kalangan pelajar baik SD, SMP, SMA/SMK, maupun mahasiswa perguruan tinggi. Jika guru/dosen memberikan tugas dan tugas tersebut merupakan tugas kelompok, maka diantara kelompok tersebut ada anggota kelompok yang aktif dan adapula yang pasif ( hanya menitip nama saja) masya Allah, semoga kita tidak termasuk golongan orang-orang seperti itu. Masih mending jika diantara orang dikelompok tersebut yang masih memiliki kesadaran akan tanggung jawabnya untuk mengerjakan tugas tersebut, jika tidak? Jika mereka hanya saling menggantungkan, apa yang akan terjadi? yang pasti hanya Allah dan mereka yang tahu :D. Dari adanya sifat acuh tak acuh dan saling menggantungkan tanpa adanya kesadaran untuk mencoba, mereka akan mendapatkan masalah karena perbuatan mereka sendiri.
Manusia tidak bisa menggantungkan segala macam tanggung jawab yang telah ia terima, tetapi mereka memerlukan suatu action untuk merealisasikannya. Jika tugas itu sulit untuk dikerjakan sendiri, maka ada tempat dimana kita bisa bergantung, yaitu bergantung kepada Allah SWT. Jangan kamu bergantung kepada akar yang lapuk. Artinya jangan bergantung pada manusia yang belum tentu dia bisa menolong kita dari kesulitan. Untuk apa bergantung pada ciptaan Allah, jika kamu dapat bergantung pada penciptanya. Allah tidak menyukai orang-orang yang hanya karena ada keinginan saja mulai mencariNya. Tetapi mereka juga mencarinya pada saat mereka senang maupun susah karena adanya kesadaran bahwa mereka membutuhkanNya. Sesuai dengan firman Allah : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka sesungguhkan Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al-Baqarah: 186).
Recent Comments