Silabus Sosiologi Kelas X

Mata Pelajaran/Peminatan       : Sosiologi/Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Kelas/Semester                        : X / Semester 1

Materi Pokok                          : Gejala sosial di masyarakat

Alokasi Waktu                        : 1 JP (3 x 45 menit)

  1. Kompetensi Inti (KI)

KI     1   :    Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI     2   :    Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong-royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI     3   :    Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa keingintahuanya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI     4   :    Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah kongret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. Continue reading

SEPUTAR CANDI STOM

Sumber air stom yang mengalir jernih tiada henti di daerah Candi Stom ,Semarang Selatan.

Pendahuluan

Sumber daya alam di alam semesta ini merupakan milik semua umat manusia yang harus dan wajib di jaga kelestarianya. Seperti sumber-sumber daya alam yang melimpah seperti air ,tanah,api dan udara yang secara mudah didapatkan oleh manusia. Dalam hal tersebut alam ini meliputi kosmologi-kosmologi yang tersebar diantara belahan dunia ada langit dan bumi. seperti laut dan gunung merupakan sebuah kosmologi yang merupakan kekayaan alam yang harus dimanfaatkan secara tepat guna dengan cara menggunakan dengan benar. Bukan sembarangan memakainya atau membabibuta nya. Semua sumber daya alam ini didapatkan oleh manusia secara gratis dan tidak ada batasan untuk pemakaianya hanya kesadaran diri yang diperlukan agar semua kekayaan alam tersebut masih bias dimanfaatkan sampai dengan generasi-generasi berikutnya dan tidak hanya berhenti di generasi sekarang ini, karena saying sekali jika sumber daya alam yang sangat kaya ini musnah karena kegunaan yang berlebihan. Seperti yang dikatakan gratis adalah oksigen. Kita dapat menikmati dan mendapatkan oksigen di alam semesta ini secara gratis dan dengan mudahnya tanpa harus membayarnya dengan harga yang mahal, karena kita tidak bisa lepas dengan oksigen, kita bisa mati jika tidak menghirup oksigen, karena semua makhluk di muka bumi ini pasti menghirup oksigen yang dihirup untuk bertahan hidup, karena semua makhluk di bumi 24 jam tidak lepas menghirup oksigen yaitu manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Continue reading

PEMIKIRAN AUGUSTE COMTE

Menurut Comte pengembangan pengetahuan manusia baik perseorangan maupun umat manusia secara keseluruhan, melalui tiga zaman atau tiga Stadia. Menurutnya, perkembangan menurut tiga zaman ini merupakan hukum yang tetap. Ketiga zaman itu adalah Zaman Teologis, Zaman Metafisika dan zaman Ilmiah atau Positif.

 

  1. Zaman Teologis

Pada zaman teologis, manusia percaya bahwa dibelakang gejala-gejala alam terdapat kuasa – kuasa adikodrati yang mengatur fungsi dan gerak gejala – gejala tersebut. Kuasa – kuasa ini dianggap sebagai makhluk yang memiliki rasio dan kehendak seperti manusia, tetapi orang percaya bahwa mereka berada pada tingkatan yang lebih tinggi dari pada makhluk – makhluk insan biasa.

Zaman teologis dibagi lagi menjadi tiga periode berikut :

  1. Animisme. Tahap Animisme merupakan tahap paling primitif karena benda-benda dianggap mempunyai jiwa.
  2. Politeisme. Tahap Politeisme merupakan perkembangan dari tahap pertama. Pada tahap ini manusia percaya pada dewa yang masing – masing menguasai suatu lapangan tertentu; dewa laut, dewa gunung, dewa halilintar dan sebagainya.
  3. Monoteisme. Tahap Monoteisme ini lebih tinggi dari pada dua tahap sebelumnya, karena pada tahap ini, manusia hanya memandang satu Tuhan sebagai Penguasa.

Continue reading

EKSPLOITASI PADA PEREMPUAN SALES PROMOTION GIRLS

Abstrak
Terjadi perubahan posisi perempuan yang semula hanya berada di sektor domestik,
kini beralih ke sektor publik. Kondisi di perkotaan yang relatif lebih heterogen
membuka peluang perempuan untuk bekerja di berbagai bidang, salah satunya
adalah sales promotion girls (SPG). Dalam penelitian ini, penulis mengeksplorasi
bagaimana profil SPG dan eksploitasi yang dialaminya. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi
dalam pengambilan datanya. Penampilan cantik dan menarik menjadi modal
utama dalam pekerjaan ini. Sales Promotion Girlspada industri rokok dan minuman
berumur sekitar 21-30 tahun dengan jam kerja sekitar 5-7 jam perhari. Alasan
bekerja di bidang ini adalah bahwa bidang ini merupakan pekerjaan ringan dan
tidak memerlukan pendidikan yang tinggi, walaupun di sisi lain mereka hanya
mendapatkan upah yang rendah. Perempuan dalam pekerjaan ini seringkali
mengalami eksploitasi fisik berupa pelecehan seksual dan eksploitasi ekonomi
berupa waktu kerja yang sampai malam hari dan tidak terpenuhinya hak-hak pekerja
perempuan seperti faktor keselamatan dan hak untuk cuti. Dengan kondisi seperti
ini, maka perlindungan terhadap perempuan bekerja pada umumnya dan sales
promotion girlspada khususnya menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Continue reading

Antropologi Terapan

 

Antropologi Terapan

  • Dalam kajian Antropologi kita dituntut untuk mempelajari apa-apa yang dilakukan oleh manusia yang itu menjadi kebiasaan,namun jika kita memaparkan semua yang ita omongkan tidak ada salahnya karena omomgan terebut bisa menjadikan pembelajaran dan kesan dari diri ita yang kita ingat, omomgan-omongan tersebut bisa menjadi fakta maupun hanya omong kosong maka sebagai antropolog kita harus memperhatikan saat seseorang mengomongkan sesuatu, karena omongan yang meyakinkan belum tentu sepenuhnya benar dan yakin oleh orang lain.

Antropologi itu kasat mata, jika seperti apa memang tidak bisa dilihat dengan mata kita tidak akan tahu jika melihat kebiasaan orang lain sebagai antropologi , namun bisa dirasakan dengan cara kegiatan sehari-hari yang biasa kita lakukan seperti makan,minum dan tidur merupakan wujud nyata dari antropologi. Continue reading

Teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory)

 

Teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory)
Pengenalan

Sudut pandang Pertukaran Sosial berepndapat bahwa orang menghitung nilai keseluruhan dari sebuah hubungan dengan mengurangkan pengorbanannya dari penghargaan yang diterima (Monge dan Contractor, 2003).

Tokoh-tokoh yang mengembangkan teori pertukaran sosial antara lain adalah psikolog John Thibaut dan Harlod Kelley (1959), sosiolog George Homans (1961), Richard Emerson (1962), dan Peter Blau (1964). Berdasarkan teori ini, kita masuk ke dalam hubungan pertukaran dengan orang lain karena dari padanya kita memperoleh imbalan. Dengan kata lain hubungan pertukaran dengan orang lain akan menghasilkan suatu imbalan bagi kita. Seperti halnya teori pembelajaran sosial,  teori pertukaran sosial pun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal). Karena lingkungan kita umumnya terdiri atas orang-orang lain, maka kita dan orang-orang lain tersebut dipandang mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi Dalam hubungan tersebut terdapat unsur imbalan (reward), pengorbanan (cost) dan keuntungan (profit). Imbalan merupakan segala hal yang diperloleh melalui adanya  pengorbanan, pengorbanan merupakan semua hal yang dihindarkan, dan keuntungan adalah imbalan dikurangi oleh pengorbanan. Jadi perilaku sosial terdiri atas pertukaran paling sedikit antar dua orang berdasarkan perhitungan untung-rugi. Misalnya, pola-pola perilaku  di tempat kerja, percintaan, perkawinan, persahabatan – hanya akan langgeng manakala kalau semua pihak yang terlibat merasa teruntungkan. Jadi perilaku seseorang dimunculkan karena berdasarkan perhitungannya, akan menguntungkan bagi dirinya, demikian pula sebaliknya jika merugikan maka perilaku tersebut tidak ditampilkan. Continue reading

Di balik proyek besar kampong nelayan tambak lorok

Di balik nama kecil kampung nelayan Tambak lorok

PENDAHULUAN

A.Latar belakang

Dibalik kesejahteraan pabrik-pabrik yang bertenger di daerah sebelah utara kota Semarang banyak terdapat pemukiman kampong nelayan yang disebut dengan kampong nelayan tambak lorok. Banyak hal yang ada di kampong nelayan terutama kegiatan perekonomian sehari-hari yang dilakukan dan di dapat dari para nelayan untuk mencari ikan di laut sebagai tanggung jawab memenuhi kebutuhan hidup keluarga,namun Di sisi lain terdapat bangunan-bangunan megah pabrik yang besar yang bersanding dengan kampong nelayan tambak lorok yang ada di bawah bangunan pabrik proyek yang wah dan megah dan sepanjang jalan dan sepanjang mata memandang sebelah kanan jalan menuju Tambak lorok Semarang berjejeran kountener-kountener besar di pabrik-pabrik proyek yang ada di Semarang sebelum sampai tambak lorok , yakni adalah Indonesia Power sebuah proyek yang berdekatan di bawah kampong nelayan tambak lorok. Hal ini menjadikan sebuah proyek besar dan kampong nelayan yang berkecukupan seperti mendayung sampan dengan menggunakan sendok dan garpu. Semarang merupakan Kota ATLAS yang Aman,Tertib,Lancer,Asri sebagian dari lambang kota semarang menggambarkan lambang gambar ikan di sisi kanan dan kiri yang mrupakan sebuah arti yakni memang sejak dahulu ikan di Semrang ini banyak dan sangat melimpah inilah salah satu factor tambak lorok di Semarang banyak nelayan yang menghasilkan ikan-ikan yang berkualitas untuk di lelang di PPI tambak lorok yakni pusat pendaratan ikan, jadi ikan hasil tangkapan para nelayan pertamakali diturunkan dan didaratkan di PPI untuk di lelang.

Metode dan Lokasi observasi

Secara ilmiah kita dituntut untuk melakukan metode-metode penelitian yakni salah satu metode penelitian yang saya lakukan adalah dengan cara melakukan observasi langsung terjun ke dalam lapangan masyarakat saya melakukan observasi secara berkelompok dengan open house(dari rumah ke rumah warga) dengan cara mewawancarai para informan yakni dari informan satu ke informan yang lain melakukan wawancara dengan cara seperti itu efektif untuk kita agar mudah saat membanding-bandingkan data yang kita dapat dari para informan yang kita wawancarai salah satunya metode yang saya lakukan dan saya terapkan saat melakukan observasi di kampong nelayan tambak lorok.

Salah satu tempat atau lokasi para nelayan melaut ialah di daerah semarang yakni kawasan para nelayan yang terletak di utara semarang tambak lorok lokasi ini ada di wilayah semarang utara dan terletak dari sepanjang kali banjir kanal timur ke barat merupakan lokasi pertemuan laut menuju kawasan nelayan tambak lorok dan kawasan ini termasuk di daerah kota lebih tepatnya di pinggiran kota yang berada di kecamatan Tanjung mas dan kelurahan Tanjung mas Semarang, jika saya telaah perjalanan dari kampus UNNES ke Tambak lorok membutuhkan waktu jarak tempuh sekitar kurang lebih 45 menit dengan mengendarai kendaraan roda dua dari sekaran. Bagi saya waktu tempuh perjalanan dari Unnes ke tambak lorok lumayan efisien untuk waktu tempuh 45menit. Continue reading

PERALIHAN PROSES JUAL BELI DARI TATAP MUKA KE JUAL BELI ONLINE

Manusia merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain karena dalam proses kehidupanya, manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lainya. Seperti yang kita rasakan, bahwa kita hidup di dunia ini saling membutuhkan bantuan dari orang lain untuk mencapai kesejahteraan hidup kita. Setiap orang tentunya memiliki kebutuhan hidup yang berbeda antara orang yang satu dengan orang lain. Salah satu kebutuhan yang mendasar dalam hidup manusia adalah kebutuhan ekonomi. Pemenuhan kebutuhan manusia tak lepas dari kegiatan ekonomi didalamnya. Manusia melakukan pertukaran yang salah satunya yaitu sistem jual beli dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Jual beli biasanya dilakukan secara tatap muka antara penjual dan pembeli. Proses jual beli banyak dilakukan di pasar baik pasar tradisional maupun pasar modern. Akan tetapi, proses jual beli dalam masyarakat mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Kebutuhan manusia yang semakin kompleks juga melatar belakangi terjadinya perubahan atau perkembangan sistem jual beli. Perkembangan yang terjadi yaitu dari jual beli tatap muka ke jual beli online. Perkembangan dan perubahan sistem jual beli dari tatap muka menjadi system perdagangan online dilatar belakangi oleh adanya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat. Dengan berkemnbangnya teknologi canggih masa kini mempermudah kita dalam melakukan barbagai hal secara instan seperti jual beli online salah satunya.

Perubahan struktur dalam berbelanja ini, yang sebelumnya adalah transaksi tatap muka menjadi lewat media, bisa terjadi sebab kegiatan berbelanja telah mengalami mediatisasi. Menurut Stig Hjarvard, mediatisasi adalah proses di mana masyarakat menjadi semakin tunduk dan tergantung pada media dan logika media. Menarik uang di bank, misalnya, dulu hanya dapat dilakukan dengan mendatangi langsung loket penarikan uang. Saat ini, penarikan uang cukup dilakukan lewat mesin ATM. Hampir semua orang yang ingin melakukan penarikan uang di bawah sepuluh juta rupiah tidak pernah lagi mendatangi teller bank, sebab menarik uang lewat ATM jauh lebih praktis ketimbang mendatangi teller bank secara langsung. Jika ternyata pada suatu kesempatan mesin ATM yang didatangi sedang dalam perbaikan, maka orang-orang cenderung mencari mesin ATM yang lain, dan tetap tidak mendatangi teller bank. Ini menjadi salah satu contoh bahwa untuk urusan penarikan uang, masyarakat semakin tunduk dan dependen terhadap media (mesin ATM). Dalam hal ini, transaksi penarikan uang, dan transaksi perbankan pada umumnya, telah mengalami mediatisasi. Berbelanja pun seperti itu, ikut mengalami mediatisasi. Walaupun masyarakat belum begitu tergantung pada transaksi jual beli online, seperti ketergantungan masyarakat pada mesin ATM, tapi ada peningkatan transaksi jual beli online setiap tahunnya. Ini berarti sangat terbuka kemungkinan, kalau pada suatu saat nanti masyarakat tidak lagi berbelanja secara tatap muka, melainkan tergantikan sepenuhnya lewat perangkat yang saling terhubung dengan internet. Suatu saat nanti, kemungkinan ketergantungan masyarakat pada belanja online sama seperti ketergantungan masyarakat saat ini pada mesin ATM. (https://schoolofjoker.com/online-shopping-mall/)

Sistem perdagangan online itu sendiri kini marak terjadi di Indonesia. Banyak situs-situs belanja online yang kini mulai menjamur di dunia maya. Seperti contohnya yaitu Lazada, Berniaga, OLX, Zalora, Traveloka dan masih banyak lagi. Semua situs online ini menyediakan jasa perdagangan seperti agen pemesanan tiket, aksesoris dan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Alasan rata-rata orang lebih memilih transaksi dalam jual beli online dibandingkan dengan tatap muka diantara lain daoat dijabarkan sebagai berikut. Continue reading

Hajatan masyarakat Aspol candi Stom (Prespektif Etika Jawa)

Pola kegiatan masyarakat yang dilakukan seminggu sekali ,pengajian dan hajatan di mushola atau bergantian dirumah warga di Aspol Candi Stom Semarang

A.Latar Belakang

Dalam sebuah struktur masyarakat terdapat berbagai kelompok-kelompok masyarakat tertentu yang hidup di dalam sebuah aturan yaitu di dalam struktur sosial yang sudah ditentukan masing-masing di dalam lingkungan tempat tinggal. Di sebuah masyarakat terdapat satu lembaga yang membina masyarakat ataupun yang biasa kita sebut RT(rukun tetangga), dalam hal ini ketua RT adalah salah satu aktor yang berperan penting dalam memimpin dan membina warganya yang tinggal di lingkungan RT tersebut. struktur dalam masyarakat di lingkup tetangga samping kanan dan kiri lingkungan tempat tinggal merupakan tanggung jawab RT karena peran RT disinilah dimaksudkan. Lebih luas lagi adalah RW(rukun warga) disini ketua RW yang mengetuai dan membina cakupan luas dari warga-warga yang ada di kelompok-kelompok masyarakat. Di struktur masyarakat kita sudah mengenal RT dan RW,namun struktur dari masyarakat jawa lebih ke pola-pola dan perilaku masyarakat yang dilakukan sehari-hari dari kehidupan berumah tangga. Dari segi stereotipe masyarakat Jawa merupakan masyarakat yang berperilaku sopan ,alus dan ramah dengan sesama unggah-ungguh. Dari sini kita bisa tahu struktur dari sifat dan perilaku masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi nilai-nilai sosial di dalam kehidupan masyarakat. Jawa ataupun central Java Indonesia merupakan pulau yang luas dan memiliki peranan sosial yang tinggi ,lebih tepatnya di kota Semarang yang dimana kota Semarang merupakan kota ATLAS (Aman,Tentram,Lancar,Asri dan Sehat). Continue reading