UNNES Konservasi Penuh Partisipasi Dari Para Kaderisasi #1

  Kita ketahui bahwa UNNES merupakan sebuah kampus yang bertata kelola konservasi. Lantas, apakah Universitas Konservasi itu sendiri? Universitas Konservasi adalah universitas yang dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat memiliki konsep yang mengacu pada prinsip-prinsip konservasi (perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara lestari) baik konservasi terhadap sumber daya alam, lingkungan, seni dan budaya. UNNES sebagai Universitas Konservasi memiliki 7 pilar.
  7 pilar utama Universitas Konservasi tersebut yaitu:
Konservasi keanekaragaman hayati.
Arsitektur hijau dan sistem transportasi internal.
Pengelolaan limbah.
Kebijakan nirkertas.
Energi bersih.
Konservasi, etika, seni, dan budaya.
Kaderisasi konservasi.
  Dilihat dari 7 pilar utama tersebut, usaha UNNES dalam mewujudkan Universitas Konservasi sangat mencakup secara global dari berbagai sisi. Tata kelola berbasis konservasi ini bertujuan mewujudkan suasana kampus yang mendukung perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan lingkungan hidup secara bijaksana melalui pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup dan partisipasi, penuh dari warga UNNES. Berbagai upaya telah dilakukan oleh UNNES untuk mewujudkan 7 pilar tersebut. Diantaranya UNNES, sejak tahun 2009 telah dilakukan pemisahan tempat sampah antara sampah organik dan sampah anorganik di setiap gedung UNNES; penerapan e-administrasi; penanaman pohon secara bersama-sama; adanya sanggar tari dan pedalangan; pemasangan panel surya di beberapa tempat; adanya rumah kompos, pembangunan embung, dengan membudayakan jalan kaki atau bersepeda dan masih banyak lainnya.
  Namun, masih banyak pula warga UNNES terutama mahasiswa yang terkadang kurang peduli dengan adanya perwujudan konservasi ini. Masih banyak yang terkadang menyepelekan hal-hal kecil yang dapat terhambatnya perwujudan Universitas Konservasi. Salah satu contohnya, masih banyak mahasiswa atau bahkan civitas akademia lainnya yang terkadang membuang sampah tidak pada tempatnya. Padahal, telah disediakan tempat sampah di berbagai tempat. Nah, jika seperti ini lantas apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut?
  Memang ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk mewujudkan Universitas Konservasi yang bereputasi. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat sebuah rumah ilmu. Lalu, apa rumah ilmu tu sendiri? Seperti apa sih rumah ilmu itu? Tunggu di postingan selanjutnya yah! 🙂
  
“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

budaya berjalan kaki atau bersepeda di UNNES.
budaya berjalan kaki atau bersepeda di UNNES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: