Kajian Etnografi

FIELD NOTE

Bromo adalah suatu tempat yang memiliki panorama keindahan yang sangat luar biasa. Letak puncak gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang.Didaerah gunung Bromo terdapat beberapa tempat wisata yang dikenal di berbagai negara. Tempat – tempat wisata tersebut anatara lain yaitu Penanjakan, Lautan Pasir, dan Kawah Putih. Penanjakan adalah tempat yang biasanya digunakan untuk menikmati keindahan Sun Rise yang dapat dinikmati sekitar jam 5 sampai matahari telah terbit seluruhnya, tempat ini terletak di pucuk gunung sehingga pemandangannya sangatlah indah. Lautan pasir adalah tempat dimana terdapat hamparan pasir yang sangatlah luas, tempat ini ada karena terjadi letusan gunung Bromo pada beberapa tahun yang lalu dimana letuasannya mengeluarkan banyak material termasuk pasir yang sangat banyak yang tersebar luas di tanah dengan jumlah yang sangat besar, maka terbentuklah lautan pasir tersebut. Kawah putih adalah suatu kawah yang terletak diatas gunung Bromo sendiri yang selalu mengeluarkan asap putih, tempat ini terletak didekat lautan pasir, kawah ini dapat dilihat secara langsung dengan melakukan perjalanan menaiki anak tangga sebanyak kurang lebih 600 anak tangga yang telah disediakan untuk melakukan pendakian.
Disekitar gunung Bromo terdapa beberapa desa dimana salah satunya adalah Desa Ngadas. Desa tersebut terletak tidak jauh dari lautan pasir, untuk sampai di desa tersebut hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 15menit. Masyarakat didesa tersebut sebagian besar bermata pencaharian utama sebagai petani ladang. Tanaman yang biasa ditanam adalah jagung, daun bawang, kubis, kentang dan lain sebagainya. Tetapi tidak jarang pula disekitar halaman rumah penduduk ditamanami strawberry dan daun bawang. Namun dari beberapa macam tanaman tersebut yang paling unggul dan menjadi andalan masyarakat di desa Bormo adalah kentang, karena memiliki kualitas yang sangat baik sama seperti kentang yang ditanam di daerah Wonosobo karena bibit yang dipilih biasanya diambil dari sana. Tetapi sebagian masyarakat desa tersebut ada yang berkerja di sektor pariwisata, namun perkerjaan ini hanyalah sebatas pekerjaan sampingan, kalaupun ada yang menjadikan pekerjaan ini adalah pekerjaan utama hanyalah sebagian kecil saja. Karena Bromo belum lama mulai dijadikan tempat pariwisata, hanya setelah gunung Bromo meletus dan menimbulkan berbagai macam keindahan seperti kawah putih dan lautan pasir, barulah Bromo mulai dikenal dengan tempat wisata yang menarik yang kemudian dikenal hingga luar negara.Biasanya pekerjaan yang dilakukan masyarakat Ngadas pada sektor pariwisata adalah penyediaan pelayanan transportasi menggunakan mobil – mobil jeep karena medan jalan yang ditempuh sangatlah susah dan kendaraan yang paling tepat dan kuat untuk digunakan dalam medan seperti itu adalah mobil jeep, ada pula jasa penyewaan kuda dimana kuda digunakan untuk tumpangan para wisatawan untuk berjalan dari tempat parkir kendaraan sampai tangga yang digunakan untuk menaiki bukit yang mengarah pada kawah, ada juga penyediaan souvenir dan oleh – oleh khas, dan penyediaan jasa penyewaan jaket dimana tiap masing – masing bidang tersebut telah dilakukan pembagian kerja terutama dalam bidang transportasi jeep. Pemerintah setempat telah melakukan pembagian jadwal dan jatah untuk setiap pemilik jeep yang telah dibentuk kelompok – kelompok agar pendapatan yang diterima oleh pekerja dapat adil dan rata satu dengan yang lainnya. Hal tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan konflik, terutama konflik dalam memperebutkan wisatawan yang akan menyewa kendaraan untuk naik ke bromoyang hal tersebut sangat berpengaruh pada penghasilan masyarakat yang bekerja pada sektor pariwisata.
Dalam hal pekerjaan, biasanya para remaja terlibat didalamnya. Terutama para remaja laki – laki yang sudah lulus dari SMP atau SMA. Sebagian besar remaja di desa tersebut hanya menempuh pendidikan sampai jenjang SMP atau SMA saja karena terdesak oleh faktor ekonomi. Sehingga mereka memilih untuk berkerja membantu orang tua dalam mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Hanya anak remaja yang berasal dari keluarga yang memiliki ekonomi tinggi saja yang meneruskan pendidikan di perguruan tinggi dan itupun hanya sebagian kecil saja. Biasanya remaja laki – laki melakukan pekerjaan menjadi seorang supir jeep yang mobil tersebut bukan miliknya sendiri yang kemudian dibayar sebesar Rp.100.000 dalam sekali kerja oleh pemilik jeep, namun karena pekerjaan ini tidak menentu dan hanya dilakukan rata – rata seminggu 2 sampai 3kali saja maka biasanya ketika tidak menjadi supir jeep, mereka akan berladang membantu orang tuanya mengurus tanaman atau membantu menjual hasil ladang yang harus diangkut turun kebawah dan dijual dipengepul atau dijual langsung pada konsumen. Berbeda dengan remaja perempuan, biasanya perempuan lebih cenderung dirumah membantu sang ibu dalam membereskan rumah dan menyiapkan makanan untuk keluarga. Tetapi sering juga remaja perempuan dibiasakan untuk membantu diladang setelah sepulang sekolah, baik itu hanya mengantarkan makanan kemudian membantu sedikit – sedikit dan kemudian pulang. Tetapi meskipun mereka disibukkan dengan berbagai macam pekerjaan, mereka tetap memiliki waktu untuk bersenang – senang baik bermain atau pun hanya sekedar duduk – duduk mengobrol dan minum kopi. Kegiatan tersebut dilakukan hanya pada sore hari atau malam hari dimana mereka tidak ada pekerjaan yang dapat dilakukan. Rejama laki – laki cenderung lebih sering hanya mengopi ngobrol dan bercanda, tetapi ada juga yang mengisi waktu luangnya dengan bermain playstation selama berjam – jam. Sedangkan remaja perempuan biasanya lebih cenderung bermain didalam sosial media, dengan kata lain, mereka lebih sering menghabiskan waktunya dibalik layar baik itu lewat komputer yang ada di warnet maupun menggunakan handphone.
Meskipun desa tersebut terlatak dipegunungan yang cukup jauh dari lingkungan perkotaan namun gaya hidup yang dilakukan tetap mengikuti perkembangan. Hal tersebut terbukti dengan pola gaya hidup remaja di desa tersebut. Penggunakan handphone yang sudah canggih, dapat digunakan untuk mengakses jejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram, path dan lain sebagainya yang kemudian secara tidak langsung merubah pola berpikir para remaja disana hampir sama seperti dengan pola pikir remaja dilingkungan perkotaan. Dari bidang elektronik perubahan yag terjadi cenderung kepada remaja perempuan karena mereka lebih memilih untuk duduk – duduk dirumah bersantai dan bermain handphonenya. Sedangkan remaja laki – laki lebih cenderung mengalami perubahan dari segi otomotif seperti, memodifikasi sepeda motornya yang kemudian sering kali menimbulkan bersaing dalam memodifikasi, namun tidak jarang juga yang kemudian disalah gunakan untuk beradu kecepatan yang dilakukan dimalam hari dan dilakukan ditempat tertentu dimana tempat tersebut sering digunakan untuk balap liar sepeda motor. Namun ada pula yang mengarah pada hal yang positif seperti, digunakan untuk alat transportasi ke puncak Bromo atau digunakan untuk mempererat hubungan pertemanan. Hal tersebut dapat mempererat hubungan pertemanan karena adanya sarana klub motor yang dibentuk dan disepakati bersama, misalnya klub motor King dan klub motor fiz-x. Sehingga kehidupan masyarakat terutama remaja terjalin rukun. Namun meskipun demikian, nilai kesopanan disana terlihat sangat rendah. Terlihat dari sikap yang dimiliki anak – anak yang masih kecil (SD) yang sudah diperbolehkan mengendarai sepeda motor oleh orang tuanya. Cara anak – anak mengendarai sepeda motor terlihat tidak sopan kalau dibandingkan dengan anak – anak yang ada disekitar kota. Mengendarainya tampak ugal –ugalan, ada orang yang lebih tua saja tidak mengurangi kecepatan malah justru cenderung menambah kecepatannya, terlebih lagi sepeda motornya menggunakan knalpot yang suaranya sangat bising sehingga mengganggu ketenangan. Namun disana hal tersebut tidak menjadi masalah bagi masyarakat desa Ngadas sehingga anak – anak tidak mendapatkan teguran yang dapat membentuk karakter yang lebih baik. Disana anak perempuan pun sering dijumpai mengendarai sepeda motor besar(motor laki), bahkan tidak hanya anak atau remaja saja tetapi ibu – ibunya pun juga banyak yang menggunakan sepeda motor yang seharusnya dipakai oleh kaum laki – laki.
Dengan adanya bebagai macam perbedaan yang ada di wilayah Bromo bukan berarti menjadikan suatu hal yang aneh atau tidak pas untuk dikunjungi. Namun justru dengan adanya banyak perbedaan maka akan lebih menambah banyak wawasan dan pengetahuan jika mengunjungi. Dan Bromo adalah suatu tempat wisata yang sangat sayang untuk tidak dikunjungi karena sekali jalan dapat menikmati 3 tempat wisata yang sangat indah.

Posted by sella ewinda p   @   9 November 2015

Like this post? Share it!

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

0 Comments

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

Name

Email

Website

Previous Post
Next Post
»