Ciri-ciri Universitas Konservasi #2
Dewasa ini permasalahan lingkungan bukan merupakan suatu hal yang biasa lagi. mulai dari permasalahan sampah, norma, kebudayaan, adat istiadat, dsb. Semua itu sudah menjadi permasalahan kompleks di negeri ini. Di sini pemerintah di tuntut mencari solusi untuk dapat mengurangi permasalahan yang ada. Melihat berbagai permasalahan lingkungan yang muncul maka perlu adanya usaha-usaha pelestarian alam, atau kerap orang mengenalnya dengan istilah konservasi di mana kita melakukan upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan memperhatikan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan. Dalam hal ini yang sangat menunjang untuk melakukan konservasi adalah universitas.
Universitas sebagai rumah ilmu, dimana tempat munculnya pemikiran-pemikiran baru, tempat berkumpulnya para orang-orang berilmu dan para aktifis mahasiswa yang pastinya memiliki pemikiran demokratis dan peduli akan masa depan bangsa ini. Dengan ciri khas mahasiswa yang memiliki pemikiran idealis dan semangat juang yang tinggi, maka tidak salah jika universitas yang mampu memberdayakan konservasi dapat menjadi pusat pengembangan budaya konservasi. Sehingga diharapkan dapat berimbas kepada seluruh aspek kehidupan disekitarnya (masyarakat) tersosialisasi terhadap apa yang telah diterapkan di lingkungan universitas. hal ini mungkin dikarenakan universitas memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap lingkungan untuk mengeksploitasi alam.
Jika sebuah universitas berjulukan universitas teknologi dapat menghasilkan suatu penemuan canggih yang modern, maka universitas konservasi dapat melindungi sumber daya alam yang ada dari dampak globalisasi. Universitas konservasi akan menjadi kawasan yang peduli akan lingkungan. Selain memberikan ilmu kepada para mahasiswanya, universitas konservasi juga dapat mencetak lulusan yang selain cendekiawan juga memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadapat kelangsungan lingkungan. Di Indonesia sendiri sekarang memiliki lebih dari 3000 perguruan tinggi, jika seluruh kampus menerapkan konservasi maka besar kemungkinan kita untuk melestarikan alam ini. Salah satu universitas yang sudah menerapkan konservasi adalah Universitas Negeri Semarang (UNNES). Unnes sendiri telah mencetuskan sebagai universitas yang berbasis konservasi sejak tahun 2010.
Ciri-ciri yang dimiliki oleh kampus unnes sehingga mendapat julukan sebagai kampus konservasi yaitu unnes memiliki 7 pilar konservasi, yaitu :
- Pilar konservasi keanekaragan hayati, bertujuan melakukan perlindungan, pengawetan, pemanfaatan, dan pengembangan secara arif dan berkelanjutan terhadap lingkungan hidup, flora dan fauna di unnes dan sekitarnya. Buktinya unnes memilliki taman kupu-kupu, dan kebun biologi dengan tujuan dapat membantu untuk melestarikan flora dan fauna di lingkungan unnes dan sekitarnya.
- Pilar arsitektur hijau dan sistem transportasi internal, bertujuan mengembangkan dan mengelola bangunan dan lingkungan yang mendukung visi konservasi, serta mewujudkan sistem transportasi internal yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Buktinya unnes memiliki ratusan sepeda yang dapat di pinjam oleh para mahasiswa dan juga unnes memiliki bus dengan bahan bakar alami yang dapat di gunakan oleh mahasiswa untuk berkeliling unnes. Serta unnes juga memiliki bangunan yang sejuk dengan di kelilingi oleh berbagai macam pohon yang pastinya memiliki manfaat yang sangat luar biasa.
- Pilar pengelolaan limbah, bertujuan melakukan pengurangan, pengelolaan, pengawasan terhadap produksi sampah dan limbah, serta perbaikan kondisi terhadap lingkungan di kampus unnes untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Bukti nyatanya unnes sudah memiliki rumah kompos untuk mengelola limbah yang ada di lingkungan unnes dan sekitarnya.
- Pilar kebijakan nirkertas, bertujuan menerapkan administrasi dan ketatausahaan berwawasan konservasi secara efisien. Bukti nyatanya setiap kegiatan perkuliahan dan administrasi di uunes sudah melalui sistem online.
- Pilar energi bersih, bertujuan untuk melakukan penghematan energi melalui serangkaian kebijakan dan tindakan dalam memanfaatkan energi secara bijak, serta pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Buktinya unnes memiliki transportasi internal dengan bahan bakar ramah lingkungan yang di gunakan untuk mengelilingi kampus guna mengontrol lingkungan kampus.
- Pilar konservasi etika, seni, dan budaya, bertujuan untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan etika, seni, dan budaya lokal untuk menguatkan jati diri bangsa. Buktinya di kampus unnes mahasiswa di harapkan menerapkan budaya 5S, yaitu : sapa, salim, senyum, sopan, dan santun. Bukan hanya itu, di unnes juga sangat melestarikan seni budaya lokal, di mana mahasiswa fakultas bahasa dan seni (FBS), kerap mengadakan pagelaran seni yang terdiri dari tari dan musik indonesia.
- Pilar kaderisasi konservasi, bertujuan menanamkan nilai-nilai konservasi secara berkelanjutan. Buktinya mahasiswa konservasi tidak hanya menerima ilmu tentang konservasi secara teori saja, namun juga mempraktekanya di kehidupan sehari-hari. Yaitu seperti budaya jalan kaki yang sudah lama di terapkan oleh mahasiswa unnes.
Sumber : Dr.Puji Hardati, M.Si.,dkk;2015;Pendidikan Konservasi;Semarang:Magnum Pustaka Utama

