MEMBANGUN KEPEDULIAN AKAN LINGKUNGAN MELALUI PENDIDIKAN KONSERVASI

MEMBANGUN KEPEDULIAN AKAN LINGKUNGAN MELALUI PENDIDIKAN KONSERVASI

 

Pendidikan Konservasi merupakan sebuah proses pembelajaran untuk membangun spirit penduduk (mahasiswa), tentang lingkungan untuk pembagunan berwawasan masa kini dan memperhatikan generasi masa mendatang. Tujuan dari pendidkan konservasi adalah untuk mengubah perilaku dan sikap masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran masyarakat agar dapat mengenal nilai-nilai konservasi yang sesungguhnya dan mengimplementasikan kedalan kehidupan bermasyarakat. Dimana kegiatan ini bertujuan menjaga, memelihara, dan melestarikan lingkungan demi kelangsungan mahluk hidup dan bumi. Pendidikan ini sudah didapat saat menginjak bangku sekolah pertama, hal kecil yang biasanya dilakukan para siswa adalah membersikan sampah, membersikan lingkungan sekitar. Namun, praktek yang besar atau sebenarnya  dilakukan saat menginjak bangku perkuliahan. Dimana hal yang dilakukan adalah aksi penanaman pohon baik dilingkungan kawasan UNNES atau membuat desa binaan yang mana lingkungan desa tersebut akan ditanami pepohonan, penenaman pohon bakau di pantai.

Pada saat ini perubahan lingkungan semakin cepat terjadi, banyak bencana terjadi dimana-mana seperti bencana terbaru yang melanda kawasan hutan di Riau dan daerah sekitarnya yang membakar  berpuluh-puluh hektar hutan bencana ini berlangsung selama 3 bulan. Dampak dari  bencana ini pun sangat besar seperti penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut/Atas).

Berbagai masalah tentang perusakan lingkungan tidak ada habisnya, lalu dunia akademis berpikir apakah rasa kepedulian masyarakat akan lingkungan menurun atau pendidikan konservasi yang belum dipahami oleh sebagaian masyarakat?. Hal tersebut membuat dunia berpikir apakah upaya-upaya yang harus diajarkan untuk dapat mengurangi bahkan meghilangkan lingkungan yang bebas dari perusakan ?. Dalam Peraturan Rektor Universitas Negeri Semarang Nomor 27 Tahun 2012 Tentang tata kelola kampus berbasis konservasi di Universitas Negeri Semarang pada pasal 2 disebutkan bahwa tata kelola kampus berbasis konservasi di Universitas Negeri Semarang bertujuan untuk menciptakan kawasan kampus yang mendukung perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan lingkungan hidup secara bijaksana melalui pembangunan yang berwawasan lingkungna hidup dan harus ada partisipasi penuh dari Warga UNNES.

Cara yang dapat dilakukan untuk menanamkan rasa kepedulian masyarakat atau mahasiswa adalah dengan pelatihan atau penanaman rasa peduli yang tertanam di dalam diri pribadi yang didapat dari membaca, saat pembelajaran mengenai pendidikan konservasi. Point terpenting adalah pendidikan konservasi harus diajarkan saat anak masih usia dini, dengan diajarkan mengenai bagaimana menjaga alam, ,melindungi alam dan tindakan-tindakan yang tidak boleh dilakukan yang dapat merusak lingkungan.  Terakhir untuk menanamkan rasa peduli adalah dengan menggangap bahwa alam atau lingkungan merupakan barang yang menjadi milik kita, dari pandagan tersebut dapat diambil bahwa orang akan merawat apa yang menjadi kepunyaanya.  #1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: