Penanaman Sikap Peduli terhadap Kampus Konservasi di Era Globalisasi

Pada era globalisasi saat ini, perkembangan Indonesia dari tahun ke tahun semakin memprihatinkan. Dapat diamati dari masalah-masalah lingkungan yang mengakibatkan kerusakan-kerusakan yang sangat mengganggu berlangsungnya kehidupan makhluk hidup seperti yang seringkali terjadi yaitu banjir, tanah longsor, penyebaran air payau(intrusi air laut), kekeringan dan masih banyak lagi jika kita telusuri dari daerah satu ke daerah lainnya di seluruh Indonesia. Untuk mencegah kerusakan-kerusakan tersebut kembali terjadi, ada salah satu Universitas yang telah diresmikan sebagai Kampus Konservasi. Kampus Konservasi tersebut disandang oleh Universitas Negeri Semarang. Jelas bahwa konservasi adalah upaya pelestarian lingkungn dengan tetap memerhatikan manfaat yang diperoleh dari lingkungan. Konservasi dari segi ekonomi adalah usaha mengalokasikan sumber daya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumber daya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang. Konservasi dalam pengertian sekarang ini diterjemahkan sebagai the wise use of nature resource yaitu pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Dalam hal ini Universitas Negeri Semarang(UNNES) adalah salah satu universitas yang mengedepankan pentingnya konservasi. Dalam Peraturan Rektor Universitas Negeri Semarang Nomor 27 Tahun 2012 Tentang Tata Kelola Kampus Berbasis Konservasi di Universitas Negeri Semarang pada pasal 2 disebutkan bahwa tata kelola berbasis konservasi bertujuan mewujudkan suasana ampus yang mendukung perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan lingkungan hidup secara bijaksana melalui pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup dan partisipasi penuh dari warga Unnes.
Berdasarkan pemahaman tersebut maka setiap unit kerja bertanggung jawab mendukung, menjaga, memantau, dan melakukan koordinasi untuk mewujudkan partisipasi aktif dari warga Unnes. Pada pasal 3 disebutkan bahwa tata kelola kampus berbasis konservasi diwujudkan melalui 7 pilar utama universitas konservasi, antara lain 1.konservasi keanekaragaman hayai ;2.arsitekstur hijau dan sistem transportasi internal; 3.pengolahan limbah; kebijakan nirkertas; 5.energi bersih; 6.konservasi etika, seni, dan budaya; 7.kaderisasi konservasi. Dari ketujuh pilar tersebut diharapkan mahasiswa dapat berperan aktif dalam mewujudkan Universitas Negeri Semarang sebagai Kampus Konservasi. Terlebih dalam pilar kaderisasi konservasi. Sangat disayangkan apabila sebagai kampus yang menyandang nama konservasi tetapi dalam kenyataannya mahasiswanya sendiri acuh dan enggan menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan kampus dan sekitarnya. Oleh karena itu diharapkan dari kampus konservasi sendiri dapat mengadakan kegiatan-kegiatan yang mampu menumbuhkan kesadaran dan sikap peduli terhadap kampus tercinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: