Studium General 12 September 2017

Hari Selasa, tanggal 12 September 2017, saya mengikuti kegiatan studium general bertema The Use Of Schoolbook as An Educational Online Portal Utilized for Teaching, Learning, and Research, yang diadakan oleh Jurusan Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang bersama teman-teman. Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB, dengan pembukaan oleh dua MC yang cantik dan menawan.

Penyampaian materi dilaksanakan oleh Mr. Be (Prof. Luis Carmelo L. Buenaventura, PhD.) begitu banyak, sehingga saya hanya dapat menangkap beberapa poin saja. Keadaan tersebut diperparah dengan bercampurnya penggunaan Bahasa Inggris dalam penyampaian materinya. Meskipun demikian, saya tetap berjuang sampai titik darah penghabisan.

Beliau menjelaskan beberapa materi. Di dalamnya terdapat sebuah pembahasan yang menarik. Misalnya saja tentang perbedaan bahasa antara Filipina dengan Bahasa Indonesia dalam penyebutan keanggotaan keluarga, diantaranya kakek dengan nenek menjadi lolo at lola, bapa dengan ibu menjadi tatay at nanay, kakak laki-laki dan kakak perempuan menjadi kuya et ate, paman dengan tante menjadi tito et tita, keponakan laki-laki/ perempuan yang menjadi pamangkin, kemudian sepupu menjadi pinsan. Hal tersebut menarik karena kita dapat mengetahui sedikit tentang makna dari bahasa Filipina.

Pola hubungan yang diterapkan di Filipina adalah bilateral. Kemudian sistem penamaan yang digunakan adalah setiap anak harus ditambahkan nama bapak dan ibu dibelakangnya sebagai tanda bahwa dia merupakan anggota keluarga yang sama.

Pembahasan inti dari studium general ini adalah Program Schoolbook. Program ini diciptakan dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan keluarga yang terjadi diantara keluarga, fakultas, dan juga para staff. Program yang dilaksanakan mirip seperti Facebook. Pelaksanaan schoolbook ini seperti pembelajaran pada universitas terbuka, pertemuan tidak selalu di dalam kelas, bisa dilaksanakan melalui sistem online. Maksudnya adalah perkuliahan setiap harinya tidak dilaksanakan di kelas. Kegiatannya adalah materi yang akan dipelajari di bagikan oleh dosen, kemudian para mahasiswa mempelajarinya secara mandiri. Pertemuan perkuliahan dalam universitas terbuka biasanya dilaksanakan seminggu satu kali, pada hari Minggu. Akan tetapi, kegiatan dalam schoolbook ini lebih sering, seminggu bisa saja 3 kali, bergantian antara tatap muka langsung dengan melalui e-class.

Semua program yang diciptakan seseorang dapat dipastikan memiliki kelebihan dan kekurangan, tidak ada kata sempurna bagi manusia. Demikian juga program schoolbook ini, selain mempunyai kelebihan juga terdapat kelemahan didalamnya.

Kelebihan schoolbook bagi guru dan siswa adalah komunikasi yang terjalin antara guru dan siswa lebih efektif, dapat menciptakan rasa kekeluargaan antara guru dan siswa, dan penilaian yang diberikan guru dapat dilaksanakan dengan cepat dan transparan

Kemudian kelebihan schoolbook bagi orang tua siswa adalah orang tua dapat memantau secara langsung prestasi dari anaknya tanpa kebohongan dan rekayasa, orang tua dapat memantau absensi anaknya sehingga anaknya tidak dapat berbohong lagi, orang tua dapat mengetahui kekurangpahaman anaknya terhadap pelajaran tertentu dan bisa turut mengajari materi tersebut, bisa berdiskusi secara langsung mengenai kekurangan tersebut dengan gurunya misalnya apa yang menjadi penyebab ketidakpahaman tersebut.

Lalu, yang terakhir kekurangan schoolbook bagi guru, siswa, dan orang tua adalah timbulnya rasa malas pada siswa karena tidak harus bertatap muka, sinyal internet yang terkadang mengalami penurunan kualitas, Meningkatnya plagiarism karena mudahnya men-copy paste dari sumber online lain, terlalu transparan, hingga skor dari siswa dapat diketahui orang tuanya sehingga berdampak buruk bagi sisi rahasia.

Kemudian Setelah pemaparan materi, diadakan sesi tanya jawab. Namun dalam sesi ini, saya tidak mencatat pertanyaan yang muncul. Semua pertanyaan yang diberikan dapat dijawab dengan jelas dan tidak ngambang, sehingga tidak menimbulkan keraguan.

Acara studium general ini selesai pada pukul 12.00, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Berikut ini adalah dokumentasi pribadi yang berhasil saya ambil:

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

%d blogger menyukai ini: