Materi Antropologi SMA Kelas XII : Karya Ilmiah dan Metode Penelitian Antropologi

books_4_by_trisa_sxy_stock1

  1. Pengertian Karya Ilmiah

Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. (1995:11).

Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :

  • Memberi penjelasan
  • Memberi komentar atau penilaian
  • Memberi saran
  • Menyampaikan sanggahan
  • Membuktikan hipotesa
  1. Jenis Karya Ilmiah
  • Makalah
  • Artikel
  • Skripsi
  • Tesis
  • Disertasi
  1. Fungsi Karya Ilmiah
  • Penjelas (explanation)
  • Ramalan (prediction)
  • Kontrol (control)
  1. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

Jenis karya ilmiah sangat banyak disini akan dicontohkan sistematika penulisan karya ilmiah jenis makalah yaitu

  • Makalah

Setiap makalah setidaknya harus memuat 4 (empat) bagian utama, yaitu pendahuluan, perumusan masalah, pembahasan masalah dan penutup.

1) Judul

Temukan judul menarik yang berhubungan dengan studi Antropologi dalam kehidupan peradaban manusia. Judul menunjukkan gambaran umum mengenai permasalahan yang akan dibahas.

2) Pendahuluan

Pendahuluan berisi fakta-fakta kehidupan budaya manusia yang menjadi latar belakang suatu pemilihan judul makalah. Pendahuluan juga memaparkan adanya pertentangan-pertentangan dalam kebudayaan manusia yang layak dipermasalahkan untuk mengembangkan kebudayaan manusia itu sendiri.

3) Perumusan Masalah

Perumusan masalah adalah kelanjuta dari pendahuluan. Perumusan masalah dapat diawali oleh penguatan terhadap pertentangan yang terjadi pada kebudayaan masyarakat, kemudian tentukan dam rumuskan masalahnya.

4) Pembahasan Masalah

Pembahasan masalah sangat tergantung pada tipe studi yang dilakukan baik tipe kuantitatif maupun tipe kualitatif.

5) Penutup

Penutup adalah kelanjutan dari pembahasan masalah. Penutup berisi kesimpulan dan saran, lebih baik lagi bila disertai dengan implikasi.

6) Daftar Pustaka

Daftar Pustaka berisi bahan bacan yang menjadi acuan dalam menentukan dan membahasas masalah. Daftar Pustaka selalu dimulai dengan menulis nama penulis dan pengarang buku, kemudian judul buku, nama penerbit, Kota penerbit dan tahun penerbitannya.

B. Metode Penelitian

Studi Kualitatif dan Kuantitatif

  1. Studi Kuantitatif

Berdasarkan pendekatan yang dilakukan, studi dapat dikelompokkan menjadi studi kuantitatif dan kualitatif. Studi kuantitatif adalah studi yang mementingkan hasil, bukan proses. Hasil studi berwujud laporan dengan menggunakan lambang dan bilangan. Hasil studi didasarkan pada data empiris yang diperoleh dari lapangan yang sudah ditata dan direncanakan sedemikian rupa. Data lapangan masih merupakan informasi atau data kasar, yang harus diolah dan dianalisis dengan menggunakan statistik agar dapat menjawab permasalahan studi. Statistik yang digunakan dapat berupa persentase, media, mean, simpangan baku dan korelasi. Pada umumnya data akan ditampakkan dengan menggunakan tabel, grafik, diagram dan prosedurnya. Ada beberapa ciri studi kuantitatif, yaitu :

  • Penelitian kuantitatif pada umumnya bertujuan membuktikan suatu hipotesis yang dimunculkan secara jelas dengan data empirik. Penelitian ini akan menguji suatu teori yang mengandung hubungan antara variabel yang diteliti. Peneliti cenderung menentukan model dan variabel yang sudah ditetapkan secara terperinci dan relatif pasti.
  • Penelitian kuantitatif menggunakan penyusunan dan penghitungan data yang berujud angka-angka.
  • Penelitian kualitatif menggunakan asisten, angket, atau interviuw yang berstruktur untuk memperoleh dan mengumpulkan data.
  • Penelitian kuantitatif menggunakan prosedur bertingkat untuk menilai data, mengolahnya dengan menggunakan statistik serta memberikan hasil statistik sebagai jawaban terhadap permasalahan.
  • Penelitian kualitatif menyajikan data dalam bentuk angka-angka, baik frekuensi atau teknik penyajian data yang lain.

2. Studi Kualitatif

Studi kualitatif berusaha mendekati dan memecahkan permasalahan yang tidak dapat dipecahkan oleh studi kuantitatif. Dibalik keberhasilan studi kuantitif memecahkan berbagai permasalahan, masih banyak juga tersisa persoalan yang tidak terpecahkan, oleh karena itu diperlukan studi kualitatif. Sangat banyak studi Antropologi yang menggunakan studi kualitatif. Contohnya; bagaimana proses adaptasi budaya budaya dari anak yang baru masuk sekolah? Bagaimana akulturasi budaya terjadi pada setiap masyarakat? Sejauh mana pengaruh agama dan sistem religi terhadap kebudayaan manusia?

Beberapa hal penting mengenai studi kualitatif antara lain:

  • Studi kualitatif mempunyai latar belakang alami. Studi akan menghabiskan banyak waktu di daerah studi untuk mengamati dan memahami permasalahan secara mendalam. Orang yang melakukan studi terjun langsung dan tinggal di lapangan agar bisa memahami konteks yang ada. Perilaku akan lebih mudah dipahami apabila dilakukan observasi langsung di daerah kejadian.
  • Studi kualitatif bersifat deskriptif. Data yang dikumpulkan lebih banyak berupa kata atau gambar daripada data dalam ujud angkaangka. Laporan yang ditulis sering mengutip data dalam rangka menunjukkan sesuatu yang dihadapi. Studi kualitatif memiliki asumsi bahwa dalam studi tidak ada teka teki yang lepas sama sekali dari konteksnya. Sesuatu hal pasti ada kaitannya dengan hal lainnya kalau dipelajari secara menyeluruh. Misalnya; Mengapa di malam yang dingin ada lelaki yang merasa kepanasan?
  • Studi kualitatif lebih menekankan proses daripada produk. Biasanya studi kualitatif menjawab pertanyaan “bagaimana” atau “mengapa”. Misalnya; Bagaimana sikap anggota masyarakat terhadap masyarakatnya? Jawaban terhadap pertanyaan itu akan mempengaruhi perilakunya terhadap masyarakatnya. Pertanyaan jenis ini menghendaki jawaban yang mengambarkan proses, bukan hasil.
  • Studi kualitatif cenderung menganalisis data secara induktif.

DAFTAR PUSTAKA

Bayu I. 2014. Pengertian Karya Ilmiah, Fungsi, Syarat, Jenis, dan Ciri. http://ptcindonesia.heck.in/pengertian-karya-ilmiah-fungsi-syarat-je.xhtml. Diakses tanggal 5 Desember 2015.

Supriyanto. 2009. Antropologi Kontekstual Untuk SMA & MA Program Bahasa Kelas XII. Jakarta: CV Mediatama.

Materi Antropologi SMA Kelas XII Semester 2 tentang Karya Ilmiah Dan Metode Penelitian Antropologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:


Skip to toolbar