Schoolbook

Sejuknya embun pagi menghantarkan langkah kaki saya menuju gedung C7 untuk menghadiri stadium general yang dihadiri oleh bapak Luis Carmelolbuenaventura, Profesor of sociology dan antropologi, universitas Dasmarinas, Cavite, Philippines.

Acara ini di buka langsung oleh ketua jurusan Kuncoro Bayu Prasetyo S.ant. M.a beliau menyampaikan pertemuan ini untuk menambah wawasan mahasiswa.Dalam pertemuan singkat ini Dr Luis menyampaikan mengenai web learning yakni “Schoolbook”. Schoolbook hadir untuk menjembatani kesenjangan keluarga diantara siswa, fakultas dan staf yang mirip dengan facebook namun schoolbook lebih formal dari facebook karena langsung menghasilkan umpan balik akademis melalui stenting kelas, nilai akhir dan nilai akhir siswa untuk kedua siswa yang berbasis di Filipina dan luar negeri. Schoolbook ini berfungsi sebagai system manajemen belajar (LSM) dimana guru membuat kelas elektronik (e-class) untuk berbagi materi pembelajaran dan desain kreativitas pembelajaran online. Melalui schoolbok ini universitas bermaksud untuk membangun dan memelihara komunitas online pelajar seumur hidup. Kehadiran web learn ini adalah mode pengiriman kursus dimana kelas sebagian besar dilakukan dengan menggunakan sesi kelas tatap muka. Schoolbook digunakan terutama sebagai alat komunikasi dan pembagian sumber daya melalui penggunaan fitur, pesan, chat, atau pengajuan tugas. Semua anggota harus menyediakan kehadiran web untuk semua mata pelajaran. Mereka juga dapat melakukan kelas alternative menggunakan kelas e mereka. 6 jam er subjek.

Kelebihan schoolbook dari perspektif guru dan siswa adalah untuk meningkatkan pembelajaran dan klarifikasi konsep yang di bahas di ruang kerja melalui komunikasi yang efektif antara guru dan siswa. Siswa merasakan pentingnya menjadi keluarga e-learning yang pada awalnya dikuburkan dan ditinggalkan atau tidak pada tempatnya mulai menyadari bahwa mereka tidak dibiarkan sendiri atau dalam isolasi. Guru segera member umpan balik mengenai prestasi siswa dan kinerja akademik yang berlebihan. Transparasi menjadi bagian dari kedua belah pihak. Keuntungan dari schoolbook dari perspektif orang tua yakni orang tua data menilai kinerja dari mereka dengan pelajaran yang didasarkan pada evaluasi penilaian onlineyang mereka berikan. Tidak dapat berganti dan membohongi hal itu. Orang tua juga dapat melihat catatan kehadiran anak laki-laki dan perempuan mereka dalam mata pelajaran yang bersangkutan. Orang tua segera mengetahui alasan mengapa anak laki-laki dan perempuan mereka lulus atau gagal dalam kelemahan nilai. Namun meskipun demikian ternyata schoolbook ini juga memiliki kelemahan yakni kemalasan dari pihak guru dan siswa dan orang tua. Banyak alasan yang tak berdasar seperti sinyal internet lemah,. Banyak peristiwa yang telah hadir untuk menentukan keputusan. Selain itu schoolbook ini juga mengakibatkan kecenderungan untuk melakukan plagiarism, terlalu transparan terutama bagi siswa karena orang tua mengetahui rea skor yang sure !

About Darma yunita

Darma yunita, lahir di Embacang,palembang 11 maret. mahasiswa UNNES
This entry was posted in Artikel Sosiologi dan Antropologi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply