JURUS JITU SKRIPSI

May 19th, 2018 by Kemal Budi Mulyono Leave a reply »

Ketika mahasiswa mau belajar meneliti “membuat skripsi”, pasti akan menemui kesulitan yaitu, dalam mencari masalah penelitian. Problem dasar tersebut nampaknya menjadi hambatan yang cukup besar bagi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsinya. Hambatan dalam menentukan atau mencari masalah penelitian, tentunya dapat diselesaikan apabila yang pertama dan terutama adalah kita harus tau dulu apa itu masalah penelitan.


Secara umum, suatu masalah penelitian didefinisikan sebagai keadaan atau kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Jadi dalam persoalan ini masalah penelitian dimaknai sebagai suatu kondisi dimana terjadinya kesenjangan antara yang diharapkan dengan fakta yang terjadi di lapangan. Sebagai contoh seharusnya tingkat keputusan berwirausaha mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis adalah tinggi, hal tersebut dikarenakan sebagian besar mahasiswa ekonomi, telah menempuh mata kuliah kewirausahaan dan pendukungnya. Namun kenyataan dilapangan tidak menunjukkan demikian, ternyata berdasarkan survei pendahuluan, banyak dari mahasiswa tidak melanjutkan usahanya setelah matakuliah kewirausahaan ditempuh.

Nah, berarti kesenjangan antara harapan dan kenyataan tersebut adalah bahwa harapannya adalah mahasiswa berwirausaha, namun kenyataan mahasiswa tidak berwirausaha. Oleh karena itu rumusan masalahnya adalah apa atau mengapa yang menyebabkan mahasiswa tidak berkeputusan untuk berwirausaha?. rumusan masalah tersebut akan kita dekati dengan pendekatan kualitatif atau kuantitatif. Jika kita lakukan pendekatan kuantitatif, maka rumusan permasalahan tersebut dilanjutkan ke pertanyaan penelitian,

Dalam penelitian kuantitatif masalah penelitian harus diuraikan secara jelas. Nah tips atau trik yang harus kita lakukan adalah :
1. Sajikan data tentang permasalahan tersebut, (Nb: dalam penelitian kuantitatif data kuantitatif lebih menguatkan daripada data kualitatif (wawancara))
2. Cari dan pelajari secara serius, telaten dan tekun teori yang memahamkan kita terhadap permasalahan tesebut
3. Cari dan pelajari secara serius, telaten dan tekun jurnal penelitian yang mendukung permasalahan kita tersebut.
4. Kuasai statistika atau ekonometrika.
5. Rangkai permasalahan tersebut secara sistematis, logis dan ilmiah
6. Ajukan permasalahan ke dosen pembimbing.

 

Apabila kita dekati dengan pendekatan kualitatif maka kita masih bisa untuk mengembangkan masalah bukan hanya sebatas mencari persoalan apakah, tetapi bagaimana, atau bahkan mengapa. Sehingga jawaban dari pendekatan kualitatif adalah mendalam. Masalah dalam penelitian kualitatif masih bisa bersifat sementara, tentatif dan mungkin juga bisa saja akan berkembang atau bahkan mungkin bisa berganti setelah peneliti berada di lapangan. Oleh karena itu, dalam penelitian kualitatif, bisa jadi ada tiga kemungkinan terhadap masalah yang dibawa oleh peneliti dalam penelitian.
(1) masalah yang dibawa oleh peneliti tetap, sehingga tidak ada perubahan sejak awal sampai akhir penelitian. Dengan demikian judul proposal dengan judul laporan penelitian sama. (nah ini bukan persoalan)
(2) masalah yang dibawa peneliti setelah memasuki penelitian bisa berkembang baik masalah tersebut memperluas atau memperdalam masaIah yang telah disiapkan. Dengan demikian tidak terlalu banyak perubahan, sehingga judul penelitian cukup disempurnakan. (nah kalo yang ini kita perlu menelaah lebih dalam masuk kelapangan)
(3) masalah yang dibawa peneliti setelah memasuki lapangan berubah total, sehingga
harus “ganti” masalah. Dengan demikian judul proposal dengan judul laporan penelitian tidak
sama karena ada penggantian judul. (nah kalo kita menemui persoalan seperti ini jangan takut dulu, masih banyak jalan menuju Roma).

 

Oleh karena itu, tips dan trik untuk penelitian kualitatif maka yang kita butuhkan adalah :
1. Kita harus jeli terhadap lapangan penelitian yang akan kita hadapi, sedini mungkin kita bisa masuk dengan pendekatan terhadap orang kunci. Nah orang kunci inilah yang akan menuntun kita untuk memudahkan kita memasuki lapangan penelitian.
2. Cari kejadian yang unik atau luar biasa, biasanya ada pembimbing ya nuntut seperti itu, tapi kalau gak ada sih syukur lah,
3. Batasi penelitian, jangan terlalu melebar, saran saya sih cukup satu fokus masalah penelitian yang lebih spesifik, sehingga memudahkan kita untuk memudahkan meneliti di lapangan. Jadi contoh seperti yang diuraikan tadi, kita cukup fokus terhadap keputusan berwirausaha mahasiswa, lalu kita gunakan konsep teori untuk membedah, saja bukan memayungi penelitian kita. Maksudnya kita gunakan di setiap dimensi atau indikator tersebut yang akan kita teliti lebih dalam dan yang sesuai dengan konteks realita di lapangan. Sehingga fokus kita semakin jelas, tapi tetep saran saya kita harus menguasai teori dan jurnal-jurnal pendukung,
4. Khusus untuk skripsi, bisa dimulai dari tahapan deskriptif, atau kalau mau lebih dalam ya verifikatif, untuk grounded, kayaknya kalau levelnya masih skripsi susah deh
5. Lalu, buat pertanyaan penelitian dimulai dari bagaimana atau mengapa
6. Dan ajukan masalah penelitianmu ke dosen pembimbing

So guys semoga hal ini bisa membantu untuk memahami masalah penelitian

Advertisement

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco

Skip to toolbar