PERALIHAN PROSES JUAL BELI DARI TATAP MUKA KE JUAL BELI ONLINE

Manusia merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain karena dalam proses kehidupanya, manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lainya. Seperti yang kita rasakan, bahwa kita hidup di dunia ini saling membutuhkan bantuan dari orang lain untuk mencapai kesejahteraan hidup kita. Setiap orang tentunya memiliki kebutuhan hidup yang berbeda antara orang yang satu dengan orang lain. Salah satu kebutuhan yang mendasar dalam hidup manusia adalah kebutuhan ekonomi. Pemenuhan kebutuhan manusia tak lepas dari kegiatan ekonomi didalamnya. Manusia melakukan pertukaran yang salah satunya yaitu sistem jual beli dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Jual beli biasanya dilakukan secara tatap muka antara penjual dan pembeli. Proses jual beli banyak dilakukan di pasar baik pasar tradisional maupun pasar modern. Akan tetapi, proses jual beli dalam masyarakat mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Kebutuhan manusia yang semakin kompleks juga melatar belakangi terjadinya perubahan atau perkembangan sistem jual beli. Perkembangan yang terjadi yaitu dari jual beli tatap muka ke jual beli online. Perkembangan dan perubahan sistem jual beli dari tatap muka menjadi system perdagangan online dilatar belakangi oleh adanya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat. Dengan berkemnbangnya teknologi canggih masa kini mempermudah kita dalam melakukan barbagai hal secara instan seperti jual beli online salah satunya.

Perubahan struktur dalam berbelanja ini, yang sebelumnya adalah transaksi tatap muka menjadi lewat media, bisa terjadi sebab kegiatan berbelanja telah mengalami mediatisasi. Menurut Stig Hjarvard, mediatisasi adalah proses di mana masyarakat menjadi semakin tunduk dan tergantung pada media dan logika media. Menarik uang di bank, misalnya, dulu hanya dapat dilakukan dengan mendatangi langsung loket penarikan uang. Saat ini, penarikan uang cukup dilakukan lewat mesin ATM. Hampir semua orang yang ingin melakukan penarikan uang di bawah sepuluh juta rupiah tidak pernah lagi mendatangi teller bank, sebab menarik uang lewat ATM jauh lebih praktis ketimbang mendatangi teller bank secara langsung. Jika ternyata pada suatu kesempatan mesin ATM yang didatangi sedang dalam perbaikan, maka orang-orang cenderung mencari mesin ATM yang lain, dan tetap tidak mendatangi teller bank. Ini menjadi salah satu contoh bahwa untuk urusan penarikan uang, masyarakat semakin tunduk dan dependen terhadap media (mesin ATM). Dalam hal ini, transaksi penarikan uang, dan transaksi perbankan pada umumnya, telah mengalami mediatisasi. Berbelanja pun seperti itu, ikut mengalami mediatisasi. Walaupun masyarakat belum begitu tergantung pada transaksi jual beli online, seperti ketergantungan masyarakat pada mesin ATM, tapi ada peningkatan transaksi jual beli online setiap tahunnya. Ini berarti sangat terbuka kemungkinan, kalau pada suatu saat nanti masyarakat tidak lagi berbelanja secara tatap muka, melainkan tergantikan sepenuhnya lewat perangkat yang saling terhubung dengan internet. Suatu saat nanti, kemungkinan ketergantungan masyarakat pada belanja online sama seperti ketergantungan masyarakat saat ini pada mesin ATM. (http://schoolofjoker.com/online-shopping-mall/)

Sistem perdagangan online itu sendiri kini marak terjadi di Indonesia. Banyak situs-situs belanja online yang kini mulai menjamur di dunia maya. Seperti contohnya yaitu Lazada, Berniaga, OLX, Zalora, Traveloka dan masih banyak lagi. Semua situs online ini menyediakan jasa perdagangan seperti agen pemesanan tiket, aksesoris dan kebutuhan sandang, pangan dan papan. Alasan rata-rata orang lebih memilih transaksi dalam jual beli online dibandingkan dengan tatap muka diantara lain daoat dijabarkan sebagai berikut.

Pertama, praktis karena dapat dilakukan dimana saja dan menggunakan koneksi internet. Bagi orang-orang yang sibuk online dapat membantu sekali untuk berbelanja karena terbatasnya waktu. Kedua, efektif karena dengan berbelanja online dapat menghemat waktu bagi pembeli yang tidak ada waktu atau ingin membeli sesuatu tetapi terbatas ruang dan waktu. Ketiga, dengan berbelanja melalui online banyak variasi pilihan produk sesuai yang diinginkan dibandingkan dengan berbelanja langsung ke toko atau pusat perbelanjaaan yang terbatas dengan pilihan produk dan model barang.

Mengingat begitu maraknya sistem jual beli online untuk saat sekarang ini, ada 3 jenis transaksi online yang harus diperhatikan oleh para konsumen, yaitu:

  1. Transfer Antar Bank

Transaksi dengan cara transfer antar bank merupakan jenis transaksi yang paling umum dan populer digunakan oleh para penjual online. Selain cukup simple, jenis transaksi ini juga memudahkan proses konfirmasi karena dana bisa dengan cepat di cek oleh penerima dana / penjual. Proses nya adalah pertama pembeli mengirim dana yang telah disepakati lalu setelah dana masuk, maka penjual akan mengirimkan barang transaksi yang dijanjikan.

Kekurangan transaksi antar bank adalah diperlukannya kepercayaan yang tinggi dari para pembeli sebelum memutuskan mengirim dana. Disini tidak jarang terjadi penipuan, setelah dana terkirim ternyata barang tak kunjung diterima. Kredibilitas atau nama baik penjual dapat menjadi tolak ukur bagi para pembeli. Salah satu tipsnya adalah penjual yang kredibel biasanya telah mempunyai kerjasama dengan bank yang digunakan untuk proses transaksi. Dengan begitu keamanan dana kita bisa lebih terjamin.

Untuk para pembeli, bila ragu dengan kredibilitas si penjual, maka sebaiknya kita mencari informasi mengenai orang tersebut di internet sebelum men-transfer uang. Kita bisa menemukan informasi tentang bisnis orang tersebut, nomor rekeningnya, nomor telepon, ulasan pembeli sebelumnya, dan lain-lain, dengan cara mengetikkan beberapa baris kata di mesin pencari Google. Bila orang tersebut pernah tersangkut masalah penipuan atau transaksi tidak lancar maka sebaiknya Anda urungkan dulu niat untuk men-transfer.

  1. COD (Cash On Delivery)

Pada sistem COD sebenarnya masih menganut cara lama yaitu dengan bertemu antara penjual dan pembeli. Biasanya sistem transaksi ini dilakukan dalam jual beli antar orang ke orang dan pada umumnya COD digunakan untuk barang second karena pembeli harus memeriksa dengan baik keadaan barang tersebut.

Keuntungan dari sistem ini adalah antara penjual dan pembeli lebih bisa leluasa dalam proses transaksi. Pembeli bisa melihat dengan detil barang yang akan dibeli, dan juga memungkin kan tawar menawar. Jenis transaksi ini di populerkan oleh website jual beli seperti Tokobagus, Berniaga dan banyak website jual beli lain.

Kekurangan dari sistem ini adalah keamanan baik penjual maupun pembeli. Karena mungkin saja pihak yang akan kita temui adalah orang yang berniat jahat kepada kita. Oleh karena itu tips yang bisa dilakukan adalah dengan menentukan tempat transaksi yang aman bisa di tempat keramaian atau pergi bersama orang yang dapat menjaga kita.

Sebagai informasi, ada banyak orang yang berniat jahat dengan memanfaatkan sistem COD ini. Kita bisa baca tentang kejadian penipuan jual beli dengan sistem COD di forum kaskus. Untuk menambah wawasan kita, ada baiknya membaca beberapa thread di Forum Kaskus tentang penipuan dengan modus jual beli dengan cara COD,

  1. Rekening Bersama (Rekber)

Jenis transaksi jual beli online yang terakhir adalah dengan menggunakan rekening bersama atau yang juga disebut dengan istilah escrow. Cara pembayaran ini sedikit berbeda dengan proses pembayaran melalui transfer bank. Jika dalam transfer bank, pihak ketiga nya adalah bank, sedangkan dengan sistem Rekber yang menjadi pihak ketiga adalah lembaga pembayaran yang telah dipercaya baik oleh pihak penjual maupun pembeli.

Dalam hal ini peran lembaga pembayaran sangatlah penting. Prosesnya yaitu pertama pembeli mentransfer dana ke pihak lembaga Rekber. Setelah dana dikonfirmasi masuk, lalu pihak Rekber meminta penjual mengirim barang yang sudah disepakati. Dan jika barang sudah sampai baru dana tersebut diberikan pada sang penjual.

Dengan sistem ini dana yang diberikan oleh pembeli bisa lebih terjamin keamanannya. Karena dananya hanya akan dilepas jika barang benar benar sudah di tangan. Jika terjadi masalah pun, dana bisa ditarik oleh sang pembeli. Sistem ini banyak digunakan pada proses jual beli antar member forum Kaskus. Setelah dipopulerkan kini sistem Rekber pun kian diminati karena dianggap lebih aman. (https://www.maxmanroe.com/3-jenis-transaksi-jual-beli-online-terpopuler-di-indonesia.html)

Jual beli online yang kini banyak terdapat di masyarakat, memanjakan konsumennya dengan berbagai kemudahan dalam mengakses situs jual beli online. Akan tetapi, pada dasarnya banyak kekurangan dari sistem belanja online dibandingkan dengan jual beli yang dilakukan secara tatap muka. Kelemahan dari system belanja ini, pertama hasil barang yang dibeli kadang tidak sesuai dengan yang ada pada gambar yang ditawarkan. Kedua, kualitas barang yang ditawarkan biasanya berkualitas rendah. Ketiga, banyak penipuan yang ditimbulkan dari adanya sistem online ini.

Daftar Pustaka

 

 

2 comments

  1. Bagus, menunjukan modrrnisasi

  2. lanjutkan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

Skip to toolbar