Previous Next

Ulasan akhir 10 blog sejawat

Blog no. 1

  1. Nama pemilik blog : Hafid setiaji
  2. Alamat blog/http : http://blog.unnes.ac.id/hafidsetiaji/
  3. Kelebihan / keunggulan : pemilihan tema sudah sesuai dengan isi dan konten, blog yang disajikan menarik untuk di baca.
  4. Kekurangan/kelemahan : tulisan pada kategori dan widget lainya masih belum seragam masih ditemukan tulisan dengan huruf kapital dan kecil serta masih ditemukan wiget menu yang bertabrakan hal ini membuat estetika blog menjadi berkurang dan masih ditemukan menu widget yang tidak mendukung blog
  5. Saran dan Usulan tambahan / perbaikan : widget yang tidak mendukung blog alangkah lebih baik di hapus, karena inni blog pedidikan alangkah lebih baiknya jia judul blog di buat mengenai pendidikan saja, penulisan artikel di tambahkan media agar lebih kaya dan menunjukan tambahan informasi mengenai artikel.

Continue reading

Materi Antropologi kelas XI Bab 4 : Perubahan budaya dan melemahnya nilai-nilai tradisional

Pengaruh dan Dampak Budaya Asing di Indonesia

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Continue reading

Materi Antropologi kelas XI bab 3 :Persamaan dan perbedaan budaya, bahasa, dialek, tradisi lisan yang ada di masyarakat setempat

Bermacam Bahasa di Indonesia, Karakteristik dan Wilayahnya – Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang mendiami pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke juga  memiliki bermacam bahasa.

Bahasa-bahasa daerah di Indonesia

Bahasa-bahasa yang digunakan oleh masyarakat Indonesia sangat banyak sekali. Masing-masing bahasa tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Berikut ini beberapa bahasa yang terdapat di Indonesia. Continue reading

Materi Antropologi kelas XI Bab 2 : Pemetaan budaya, masyarakat pengguna bahasa dialek, dan tardisi lisan di suatu daerah dan nusantara

Bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan penduduk suku bangsa Jawa di Jawa Tengah,Yogyakarta & Jawa Timur. Selain itu, Bahasa Jawa juga digunakan oleh penduduk yang tinggal beberapa daerah lain seperti di Banten terutama kota Serang, kabupaten Serang, kota Cilegon dan kabupaten Tangerang, Jawa Barat khususnya kawasan Pantai utara terbentang dari pesisir utara Karawang, Subang, Indramayu, kota Cirebon dan kabupaten Cirebon.

Continue reading

Materi Antropologi kelas XI Bab 1: Keterkaitan antara keberagaman budaya, bahasa dialek, tradisi dengan kehidupan masyarakat dalam suatu daerah

Keaneka ragaman budaya Indonesia

Yang dimaksud dengan keaneka ragaman itu adalah bangsa indonesia memiliki berbagai macam perbedaan, yang mana perbedaan yang dimiliki itu bukanlah suatu hal yang dapat dijadikan alasan untuk saling memisahkan diri namun sebagai bahan perekat dan perbedaan itu sebagai suatu kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Continue reading

Materi Antropologi kelas X Bab 5: Budaya lokal, budaya nasional, budaya asing, hubungan antar budaya di era globalisasi

Arus  globalisasi  yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat), dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Continue reading

Materi Antropologi kelas X bab 4 : Perilaku menyimpang dan sub kebudayaan menyimpang

Teori-teori Penyimpangan Sosial

Ada beberapa teori tentang penyimpangan, antara lain:

1)      Teori Differential Association (pergaulan berbeda)

Teori ini diciptakan oleh Edwin H. Sutherland yang berpendapat bahwa penyimpangan  bersumber pada pergaulan berbeda. Penyimpangan dipelajari melalui proses alih budaya.

Contoh: Proses menghisap ganja dan perilaku homoseksual. Continue reading

Materi Antropologi kelas X bab 3: Internalisasi nilai-nilai budaya dalam pembentukkan kepribadian dan karakter

Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Berbicara pendidikan sangat erat kaitannya dengan kemajuan peradaban manusia. Karena pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan manusia yang tidak pernah bisa ditinggalkan. Sebagai sebuah proses, ada dua asumsi yang berbeda mengenai pendidikan dalam kehidupan manusia. Continue reading

materi Antropologi kelas X bab 2:Budaya, perwujudan, unsur, Isi atau substansi Budaya, dan nilai Budaya

Secara umum setiap sistem budaya memiliki substansi yang di antaranya berupa pengetahuan, nilai, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi, dan etos ekerja. Beberapa unsur kebudayaan tersebut sangat berpengaruh bagi terbentuknya kepribadian.Macam-Macam Substansi Kebudayaan. Continue reading

Materi sosiologi kelas XII Bab 4: Kearifan lokal dan pemberdayaan komunitas

Strategi pemberdayaan masyarakat di era globalisasi

Pemberdayaan sebagai proses mengembangkan, memandirikan, menswadayakan ,memperkuat posisi tawar menawar masyarakat lapisan bawah terhadap kekuatan-kekuatanpenekan di segala bidang dan sektor kehidupan (Sutoro Eko, 2002). Konsep pemberdayaan(masyarakat desa) dapat dipahami juga dengan dua cara pandang. Pertama, pemberdayaandimaknai dalam konteks menempatkan posisi berdiri masyarakat. Posisi masyarakat bukanlah obyek penerima manfaat (beneficiaries) yang tergantung pada pemberian daripihak luar seperti pemerintah, melainkan dalam posisi sebagai subyek (agen ataupartisipan yang bertindak) yang berbuat secara mandiri. Continue reading

Skip to toolbar