A. Pengantar

20120420113646957   20140623-111522_413

1.1 Gambar polisi menertibkan tawuran                           1.2 Percobaan IPA

Coba kita lihat gambar 1.1 dan 1.2 di atas. Apa yang ada dipikiran kalian? Pasti banyak pertanyaan yang muncul dalam pikiran kalian. Mari kita amati dan cermati dua contoh gambar di atas. Melalui bab yang akan kita pelajari, pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikran kalian bisa kalian jawab.

Manusia dibekali dengan hasrat ingin tahu. Dari rasa ingin tahu itu kemudian berbagai pertanyaan muncul dari dalam pikiran manusia. Akibatnya, manusia akan mencari jawaban atas pertanyaan yang muncul tersebut.

Rasa ingin tahu atas permasalahan-permasalahan yang ditemui mendorong manusia untuk mau berpikir dengan sungguh-sungguh. Melalui pertanyaan-pertanyaan yang muncul itulah kemudian yang menjadi buktinya. Kemajuan akal pikirannya manusia dapat mengungkapkan atau menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam kehidupan. Dengan berpikir pula manusia dapat menentukan langkah dan mengambil berbagai macam kebijakan.

Pola pikir manusia secara umum bisa dibagai menjadi tiga, yaitu:

1. Berpikir Deduktif

Artinya berpikir dari pola yang umum menuju yang khusus. Bisa juga dikatakan menarik kesimpulan berdasarkan pernyataan-pernyataan tertentu.

2. Berpikir Induktif

Adalah pola pikir yang berangkat dari hal-hal yang khusus untuk menentukan atau mengambil kesimpulan.

3. Gabungan Berpikir Deduktif dan Induktif

Berpikiran gabungan dilaksanakan dalam penalaran penelitian secara berurutan.

Untuk menjadi seorang peneliti yang baik dan mendapatkan keberhasilan, diperlukan cara-cara berpikir sebagai berikut:

a. Berpikir skeptis

Seorang peneliti harus senantiasa menanyakan bukti dan fakta yang mendukung pertanyaan.

b. Berpikir analitis

Peneliti harus selalu menganalisis setiap petanyaan dan persoalan yang dihadapi. Peneliti yidak dibenarkan berbicara atau mengemukakan tentang suatu hal tanpa menganalisis terlebih dulu

c. Berpikir kritis

Artinya peneliti harus mendasarkan pikiran dan pendapatnya pada logika. Dan menimbangkan berbagai hal atau masalah secara objektif berdasarkan data dan analisis akal sehat.

Selain berpikir ilmiah, peneliti juga harus mempunyai sikap-sikap sebagai berikut:

a. Bersikap objektif

Seorang peneliti harus bisa memisahkan pendapat pribadi dengan kebenaran yang ada.

b. Kompeten

Seorang peneliti harus memiliki kemampuan untuk mengadakan atau menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik penelitian tertentu.

c. Faktual

Peneliti harus bekerja sesuai dengan fakta-fakta yang ada, bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau orang lain.

d. Jujur

Seorang peneliti tidak boleh memaksakan keinginannya snediri ke dalam data. Peneliti harus melaporkan hasil penelitian apa adanya.

e. Terbuka

Peneliti bersedia memberikan bukti penelitian dan siap menerima pendapat pihak lain tentang hasil penelitiannya.

Fungsi Penelitian

a. Penjajakan (eksploratif)

Suatu penelitian berfungsi untuk menemukan sesuatu yang baru. Hasil-hasil penelitian ini dapat mengisi kekosongan atau kekurangan ilmu.

b. Pengujian (verifikatif)

Suatu penelitian berfungsi untuk menguji kebenaran suatu pengetahuan yang sudah ada

c. Pengembangan (developmenta)

Suatu penelitian berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.

Jenis-jenis Penelitian

1.Dilihat dari tujuan

a. Basic Research/penelitian dasar

Yaitu penelitian murni untuk mengembangkan dan memperdalam suatu ilmu pengetahuan

b. Applied Research/penelitian terapan

Dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan membantu memecahkan suatu persoalan dalam kehidupan sehari-hari dan diarahkan untuk penggunaan secara praktis dalam kehidupan

2. Berdasarkan metode yang digunakan

a. Penelitian Historik

Yaitu penelitian yang berusaha mengkaji peristiwa yang telah terjadi di masa lalu. Mengkaji peristiwa-peristiwa bersejarah

b. Penelitian Survei

Yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari berbagai individu/kelompok dengan cara angket, wawancara, atau mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data.

c. Penelitian eksperimen

Adalah penelitian yang memanipulasi (mengatur, merekayasa) situasi alamiah menjadi situasi buatan sesuai dengan tjuan penelitian

3. Ditinjau dari Bidang Ilmu

a. Penelitian Bidang Alam (eksakta)

Misalnya penelitian mengenai biologi (manfaat tanaman obat, penemuan bibit tanaman unggul), pemenfaatan energy matahari, dan lain-lain.

b. Penelitian Bidang sosial dan humaniora

Misalnya penelitian mengenai pendidikan, ekonomi, sosial budaya, politik, etnografi, dan sebagainya.

4. Ditinjau dari Pendekatan

a. Pendekatan bujur (Longitudinal)

Yaitu pendekatan penelitian dengan waktu lama terhadap subyek yang sama

b. Pendekatan silang (Cross-section)

Yaitu pendekatan dengan waktu pendek terhadap subyek yang bereda

5. Ditinjau dari Tempat

a. Penelitian Laboraturium

Dilakukan di tempat khusus, menggunakan alat untuk melakukan percobaan.

Contoh. Penelitian mengenai suatu penyakit

b. Penelitian Lapangan

Dilakukan pada kehidupan yang sebenarnya.

Contoh. Penelitian mengenai tawuran pelajar, kehidupan seorang buruh pabrik.

c. Penelitian Perpustakaan

Penelitian bertujuan mengumpulkan data dari informasi dengan bantuan berbagai meteri yang ada di pustaka

Contoh. Majalah, buku, Koran, naskah, dokumen, kisah sejarah

6. Dilihat dari wujud data

a. Berdasarkan cara perolehannya

  • Data primer (didapat dari sumber pertama, misal dari wawancara)
  • Data sekunder (dari sumber kedua, misal data monografi desa)

b. Berdasarkan sifatnya

  • Data kuantitatif (data dinyatakan dalam angka)
  • Data kualitatif (data yang dinyatakan dalam bentuk deskripsi)

c. Berdasarkan sumber yang diperoleh

  • Data intern (dikumpulkan oleh dan untuk keperluan sendiri)
  • Data ekstern (data dikumpulkan oleh orang lain)

7. Ditinjau dari cara pembahasannya

a. Penelitian deskriptif

Yaitu melukiskan, memaparkan, menuliskan, dan melaporkan suatu keadaan, objek atau peristiwa secara apa adanya

b. Penelitian inferensial/eksplanasi

Yaitu melukisakan peristiwa dan menarik kesimpulan umum dari masalah

B. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian adalah pokok-pokok perencanaan dari keseluruhan kegiatan penelitian dalam suatu naskah. Rancangan penelitian menggambarkan seluruh aktivitas penelitian

Hal yang perlu dilakukan yaitu:

1. Menentukan topi penelitian

2. Penentuan fokus dari topik yang merupakan tahap awal. Hal yang perlu diperhatikan adalah:

a. Menarik dan perlu diteliti

b. Data mudah didapat, diperoleh, dan dijangkau

c. Hasil penelitian dapat bermanfaat

d. Segi subyektif peneliti sendiri, kesanggupan untuk meneliti

e. Penguasaan metode

3. Merumuskan judul penelitian

Fungsinya adalah menunjukan kepada pembaca mengenai inti dari penelitian. Judul yang baik mencerminkan jenis penelitian, subyek penelitian (siapa yang diteliti untuk menentukan unit sampel), obyek peneliti (untuk menggambarkan variabek yang diteliti), lokasi penelitian dan waktu penelitian.

4. Pendahuluan

Bertujuan untuk:

  • Peneliti tidak mengulangi hasil penelitian orang lain
  • Mengetahui dengan pasti siapa yang akan diteliti
  • Mengetahui dari mana sumber data dan informasi diperoleh
  • Memahami bagaimana cara memperoleh data
  • Dapat menentukan metode yang tepat
  • Memahami bagaimana cara menarik kesimpulan dan memanfaatkan hasil penelitian

5. Rumusan Masalah

Rumusan masalah bisa terdapat satu variable atau dua variable.

Hal-hal yang perlu dijadikan pedoman penulisan rumusan masalah adalah:

  • Ditulis dalam bentuk kalimat Tanya
  • Dinyataan dalam kalimat sederhana
  • Dalam beberapa jenis penelitian, dapat dipakai untuk dasar penyususnan hipotesis
  • Tidak mempersulit pencarian data
  • Harus direfleksikan dengan judul
  • Ditulis ringkas, jelas, dan padat

6. Tujuan Penelitian

Isinya adalah merumuskan rumusan masalah dalam bentuk kalimat pernyataan. Biasanya ingin mengetahui jawaban dari perumusan masalah yang dicantumkan, misalnya “untuk mengetahui. . .”

7. Manfaat Penelitian

Merupaka kegunaan nyata dari hasil yang akan dicapai atau dampak positif yang diharapkan dapat disumbangkan oleh hasil penelitian tersebut.

8. Kajian Pustaka

Peneliti menggunakan secara jelas pendalam masalah berdasarkan pakar dan hasil penelitian terdahulu. Hasil ajian peneliti terhadap berbagai hasil penelitian yang relevan dengan masalah penelitian. Kajian pstaka disebut juga kajian teori

9. Hipotesis penelitian

Dugaan jawaban atas pertanyaan peneliti. Hipotesis disusun berdasarkan pengamatan awal dan kajian berbagai teori yang relevan dengan masalah penelitian.

10. Menentukan metode penelitian

Adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh peneliti untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan peneliti. Meliputi antara lain lokasi dan subyek penelitian, metode pengumpulan data dan metode analisis data.

Dikelompokan menjadi dua, yaitu nontest dan metode tes. metode test digunakan untuk mengukur keteramplan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Metode nontes diantaranya; wawancara atau interview, angket, observasi.

11. Sampel penelitian

Pihak yang ditentukan oleh peneliti. Subyek penelitian dibedakan menjadi dua, yaitu populasi dan sampel. Populasi adalah keseluruhan individu yang digunakan dalam penelitian. Sampel adalah sebagian dari anggota populasi yang dapat mewakili populasi.

Tujuan penentuan sampel adalah:

  • menghasilkan gambaran yang dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti
  • mengadaka pengurangan dari subyek yang diteliti
  • mengadakan generalisasi
  • menonjolkan sifat-sifat umum dari populasi

Teknik pengambilan sampel

1.sampel probabilitas

Tiap warga mempunyai peluang dan kemungkinan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Disebut juga teknik pengambilan sampel secara random atau acak. Jenisnya ada empat, yaitu: teknik random sederhana, teknik random atas dasar strata, teknik random bertahap atas dasar strata, teknik random atas dasar himpunan.

2. Sampel non probabilitas

a. Teknik pengambilan sampel purposive (bertujuan), yaitu sampel ditetapkan secara sengaja oleh peneliti,  didasarkan atas kriteria (ciri-ciri) tertentu atau pertimbangan tertentu

b. Teknik pengambilan sampel aksidental (sewaktu-waktu), yaitu pengambilan sampel “asal pilih” karena hanya ada dalam perisyiwa-peristiwa tertentu

c. Teknik pengambilan sampel quota. Yaitu sampel ditetapkan jumlahnya oleh peneliti. Digunakan dalam pengumpulan data umum. Penentuan kuota didasarkan pada sifat populasi dan pertimbangan peneliti

3. Snowballing sampling, yaitu pengambilan sampel mula-mula dipilih dua atau tiga lalu dilanjutkan berdasarkan    formulasi yang diberikanoleh responden terlebih dahulu.

4. Sampel wilayah, yaitu dilakukan dengan mengambil wakil dari tiap-tiap wilayah yang terdapat populasi.

5. Sampel proporsi atau sampel imbangan, yaitu untuk menyempurnakan teknik sampel berstraata atau sampel  wilayah. Tujuannya adalah agar pengambilan sampel representatif, jumlah sampel atau wakil dari setiap wilayah dibuat seimbang sesuai dengan jumlah populasinya.

Pengolahan Data

Data adalah bahan keterangan berupa himpunan fakta, angka, huruf, grafik, table, lambing, objek, kondisi, dan situasi yang merupakan bahan baku informasi guna mencapai tujuan penelitian.

Syarat data:

  1. Objektif, yaitu data sesuai apa adanya atau fakta
  2. Representative, yaitu data dapat mewakili
  3. Kesalahan baku yang kecil
  4. Tepat waktu
  5. Harus ada hubungannya dnegan persoalan yang dipecahkan

Teknik pengumpulan data:

1.Studi kepustakaan atau dokumen. Yaitu pengumpulan data yang memanfaatkan data sekunder

2. Angket (kuisioner).

Jenisnya ada tertutup (jawaban sudah tersedia), terbuka (responden bebas menjawab), dan semi terbuka (jawaban sudah tersedia tapi responden diberi alternative untuk menjawab selain dari jawaban yang disediakan)

3. Wawancara, Yaitu pada dasarnya pertanyaan yang diajukan sama dengan angket hanya disampakan secara lisan.

4. Observasi, Yaitu penggunaan, pengamatan langsung terhadap suatu benda, kondisi, situasi atau perilaku.    Observasi dibedakan menjadi: observasi partisipasi (pengamat ikut terlibat didalam kegiatan yang diamati) dan non partisipasi (pengamat berada di luar dari objek yang diamati)

5. Test atau eksperimen. Yaitu perolehan data yang diambil dari hasil test responden atau hasil dari eksperimen yang dikenakan peneliti kepada kelompok eksperimen.

Tahap-tahap Pengolahan Data

Data kuantitatif

  1. Editing, yaitu pemerikasaan data yang terkumpul
  2. Coding, yaitu memberi kode pada setiap data yang terkumpul. Tujuannya untuk menyederhanakan jawaban responden.
  3. Tabulating, yaitu memasukan data kedalam table-tabel dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori yang telah ditentukan

Analisis data

Menggunakan data statistik sederhana yang digunakan dari table distribusi frekuensi:

1.Mean

Sering disebut nilai rata-rata. Mean berasal dari jumlah keseluruhan nilai dibagi dengan banyaknya unit/bilangan (total frekuensi).

2. Median

Adalah nilai titik tengah yang membagi dua bagian sama besar. Caranya mengurutkan dimulai dari angka yang terkecil sampai terbesar. Jika urutannya ganjil, maka nilai tengah tersebut merupakan mediannya.

Misal, data nilai lima orang siswa adalah 72, 75. 80, 80, 85. Maka mediannya adalah 80 .

Jika data yang diperoleh berjumlah genap maka mencari mean dengan menjumlah dua bilangan ditengah kemudian dibagi dua. Misal, data yang tersedia adalah 72, 73, 78, 72, 75, 80. Maka mencari mediannya adalah 78+72:2= 75

3. Modus

Adalah nilai yang paling sering muncul.

Untuk melihat rumus lengkapnya bisa di klik halaman dibawah ini:

Rumus

Data Kualitatif

Pengolahan data dengan cara non statistik. Data yang terkumpul dirumuskan dalam bentuk kalimat yang terekam dalam catatan lapangan (fieldnote). Dari rekaman ini kemudian diolah sehingga pertnyaan yang diajukan dalam permaslahan penelitian terjawab.

Langkah-langkah yang diperhatikan:

  1. Reduksi data, yaitu proses mengubah rekaman dala ke dalam pola, fokus, kategori, atau pokok permasalahan tertentu.
  2. Penyajian data (data display), yaitu menampilkan data dengan cara memasukan data ke dalam sejumlah garis matriks yang diinginkan. Data yang telah direduksi dimasukan dalam matriks yang sesuai dengan kategori
  3. Generalisasi dan kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data peneliti dapat membuat generalisasi dari hasil penelitian. Dalam penelitian, generalisasi harus mempunyai kaitan dengan teori yang mendasari penelitian.

Laporan Penelitian

Syarat laporan penelitian:

  1. Penulis harus tahu betul kepada siapa laporan itu ditunjukan
  2. Langkah dalam penulisan laporan harus jelas
  3. Laporan hasil penelitian diusahakan mudah dicerna oleh siapapun
  4. Laporan penelitian merupakan elemen yang pokok dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu harus jelas dan meyakinkan

Secara garis besar, laporan penelitian terdiri atas tiga bagian besar, yaitu

1.Bagian Pendahuluan

a. Halaman judul

Dicantumkan judul penelitian yang ditulis jelas, ringkas, dan menggambarkan isi. Nama penyusun, nama lembaga, nama tempat, dan tahun penyusunan laporan

b. Kata Pengantar

uraian pendek dari penulis tentang penelitiannya. Dikemukakan tujuan penelitian, masalah yang dihadapi, siapa yang berperan, dan ucapan terimakasih.

c. Daftar isi

Daftar isi menunjukan bagian-bagian dari laporan dan di situ dapat dilihat hubungan antara satu bagian dengan yang lainnya. Untuk table, diagram, peta, gambar kalau ada, masing-masing dibuat dafar isi tersendiri.

2. Bagian Isi Laporan

a. Bab pendahuluan

Ditampilkan rumusan masalah, ruang lingkup, kegunaan teoritis dan praktis dari laporan dan metodologi. Jadi, mecakup latar belakang penelitian, tujuan penelitian, metode penelitian, cara pemrosesan data dan analisis data, termasuk prosedur statistika yang ditempuh.

b. Bab Tinjauan Pustaka

Memberikan gambaran tentang hal-hal yang sudah ditulis oleh peneliti lain, dan mengapa penelitian ini penting dilakukan. Peneliti juga mengungkapkan alur berpikirnya dengan merangkum penemuan yang telah lalu dan memberikan jembatan dengan apa yang akan dilakukan

c. Bab metodologi Penelitian

Merangkum tentang subjek, objek, dan ruang lingkup penelitian, teknik pengumpulan data, cara pengolahan data yang digunakan. Metodologi biasanya dikemukakan dalam proposal penelitian (rancangan penelitian)

d. Bab Pelaksanaan Penelitian

Menguraikan tentang proses peaksanaan penelitian, baik validitas instrument maupun proses pengumpulan dan analisis datanya

e. Bab hasil penelitian

Merupakan inti dari laporan penelitian kerena pada bab ini peneliti menguraikan seluruh hasil penelitian, membandingkan dan mencari kaitannya satu dengan yang lain.

f. Bab kesimpulan dan saran

Kesimpulan dibuat singkat, padat, dan jelas. pada bagian ini terkadang diberikan saran pemecahan masalah penelitian untuk dilaksanakan dan adanya masalah yang perlu diteliti lebih lanjut.

3. Bagian Penutup

a. Daftar Putaka

Berisi daftar semua buku sumber yang digunakan untuk menunjang penelitian yang dilakukan. Yang dikemukakan adalah nama penulis, tahun penerbit, judul buku, tempat penerbitan, dan nama penerbit.

b. Lampiran

Memuat hal-hal yang perlu diketahui pembaca. Contohnya format kuisioner, format wawancara dan pedoman pengamatan, foto, dan lainnya.

 

Sumber bacaan:

Suyatno, Bagong & Sutinah. 2005. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana Prenadamedia Grup

Triyono, Hermanto & Hermanto. 2014. Sosiologi Untuk SMA/MA kelas X Kelompok Peminatan Ilmu-ilmu Sosial. Bandung: PT. Srikandi Empat Widya Utama (SEWU)

Arsal, Thriwaty. 2012. Sosiologi untuk SMA/MA kela XII. Jakartta: Erlangga.