Materi Antropologi Kelas X: Konsep Stratifikasi Sosial

Salam semangat sahabat blogers. Kali ini saya akan memposting materi Antropologi kelas X tentang “Konsep Stratifikasi Sosial”. Semoga postingannya dapat menambah sedikit referensi bagi teman-teman semua. Tunggu apa lagi, yuks let’s go to read. !

  • Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial berasal dari istilah Social Stratification yang berarti Sistem berlapislapisdalam masyarakat; kata Stratification berasal dari stratum (jamaknya : strata) yangberarti lapisan; stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau measyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis).

Selama dalam masyarakat itu ada sesuatu yangdihargai, dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai, maka barangsesuatu itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem yang berlapis-lapis dalam masyarakat itu. Barang sesuatu yang dihargai itu mungkin berupa uang atau benda benda yang bernilai ekonomis, mungkin berupa tanah, kekuasaan, ilmu pengetahuan atau mungkin keturunan dari orang terhormat.Kebalikan dari stratifikasi sosial adalah Diferensiasi Sosial. Diferensiasi Sosial mengelompokkan masyarakat tanpa membedakan mereka. Artinya kelompok kelompok dalam masyarakat tersebut dianggap sama, tidak ada yang lebih baik atau memiliki kekuasaan yang lebih tinggi. selanjutnya

Materi Antropologi kelas X: Konsep Differensiasi Sosial

Salam semangat sahabat blogers. Kali ini saya akan memposting materi Antropologi kelas X tentang “Konsep Differensiasi Sosial”. Semoga postingannya dapat menambah sedikit referensi bagi teman-teman semua. Tunggu apa lagi, yuks let’s go to read.

Pengertian Diferensiasi Sosial

Pembedaan sosial (Diferensiasi Sosial) merupakan perwujudan pembagian sosial masyarakat ke dalam golongan-golongan atau kelompok-kelompok secara horizontal, sehingga tidak memunculkan tingkatan-tingkatan secara hierarkis.

Soerjono Soekanto berpendapat diferensiasi sosial merupakan variasi pekerjaan, prestise, serta kekuasaan kelompok di masyarakat, yang dikaitkan dengan interaksi atau akibat umum dari proses interaksi sosial yang lain. Perwujudan pengelompokan masyarakat atas dasar perbedaan pada kriteria-kriteria yang tidak memunculkan tingkatan-tingkatan antara lain dalam hal agama, ras, jenis kelamin, klan, profesi, suku bangsa, dan lain nya.

 

Ciri-ciri Diferensiasi Sosial

Ada beberapa ciri yang sering digunakan sebagai tolak ukur diferensasi sosial. Ciri-ciri ini merupakan identitas khas yang menjadikan sebuah kelompok tampak berbeda dengan kelompok lainnya. yang mengakibatkan timbulnya diferensiasi sosial sehingga membuat individu atau kelompok terpisah dan berbeda satu sama lain. Adapun ciri-ciri diferensiasi sosial yang dimaksud ialah sebagai berikut:

selanjutnya

Materi Antropologi Kelas X: Konsep Dasar Antropologi

Salam semangat sahabat blogers. Kali ini saya akan memposting materi Antropologi Kelas X tentang “Konsep Dasar Antropologi”. Semoga postingannya dapat menambah sedikit referensi bagi teman-teman semua. Tunggu apa lagi, yuks let’s go to read.

Pengertian Antropologi

Antropologi berasal dari bahasa Yunani, Antropologi terdiri dari 2 suku kata yaitu Anthropos dan LogosAnthropos berarti manusia dan Logos berarti ilmu, jadi secara etimologi Antopologi berarti ilmu yang mempelajari mengenai manusia.Jadi , dapat diartikan bahwa Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang manusia, dalam artian khusus, yaitu mengacu pada segala  jenis manusia dalam semua zaman, mulai dari manusia yang ada lebih dari sejuta tahun yang lalu sampai zaman sekarang, melalui pendekatan perbandingan dan historis dari kebudayaan di seluruh dunia, yang pernah didiami manusia. Segi yang menonjol dari ilmu antropologi ialah pendekatan secara menyeluruh (holistik) bukan terkhusus (atomistik).

Berikut ini ada salah satu tokoh yang terkenal dalam ilmu Antropologi yaitu Koentjaraningrat beliau mengemukakan bahwa antropologi merupakan ilmu yang mempelajari manusia secara universal dan mempelajari segala warna,bentuk fisik dari masyarakat serta kebudayaan yang ada di masyarakat itu sendiri.

Konsep-konsep antropologi, diantaranya:

selanjutnya

Materi Sosiologi Kelas XII: Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas

Salam semangat sahabat blogers. Kali ini saya akan memposting materi Sosiologi kelas XII tentang “Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas”. Semoga postingannya dapat menambah sedikit referensi bagi teman-teman semua. Tunggu apa lagi, yuks let’s go to read.!

Kearifan Lokal
Kearifan lokal dapat didefinisikan sebagai: suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup; pandangan hidup (way of life) yang mengakomodasi kebijakan (wisdom) dan kearifan hidup.
Kearifan lokal itu tidak hanya berlaku secara lokal pada budaya atau etnik tertentu, tetapi dapat dikatakan bersifat lintas budaya atau lintas etnik sehingga membentuk nilai budaya yang bersifat nasional.

Contoh: hampir di setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etos kerja, dan seterusnya.
Pada umumnya etika dan nilai moral yang terkandung dalam kearifan lokal diajarkan turun-temurun, diwariskan dari generasi ke generasi melalui sastra lisan (antara lain dalam bentuk pepatah, semboyan, dan peribahasa, folklore), dan manuskrip.

Kelangsungan kearifan lokal tercermin pada nilai-nilai yang berlaku pada sekelompok masyarakat tertentu.
Nilai-nilai tersebut akan menyatu dengan kelompok masyarakat dan dapat diamati melalui sikap dan tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari. selanjutnya

Materi Sosiologi Kelas XII: Ketimpangan Sosial

Salam semangat sahabat blogers.

Kali ini saya akan memposting materi Sosiologi kelas XII tentang “Ketimpangan Sosial”. Semoga postingannya dapat menambah sedikit referensi bagi teman-teman semua. Tunggu apa lagi, yuks let’s go to read.

sumber: https://www.google.co.id/search?q=ketimpangan+sosial&source

Pengertian Ketimpangan Sosial

Martin Luther King mengatakan bahwa ketimpangan sosial merupakan fenomena yang terjadi pada masyarakat Indonesia dan dunia. ketimpangan sosial tersebut dapat berupa ketimpangan pendapatan, kesehatan, gender, dan pendidikan. ketimpangan sosial juga diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak seimbang.

ketimpangan sosial disebabkan karena adanya faktor penghambat, yang menyebabkan seseorang mengalami kendala dalam mencapai akses tertentu.

faktor internal

merupakan faktor yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. contohnya rendahnya sumber daya yang dimiliki.

faktor eksternal

merupakan faktor yang berasal dari luar diri manusia. dan berada diluar kendai individu. contohnya pengaruh peraturan-peraturan birokrasi masyarakat yang mengganggu akses individu. selanjutnya

Materi Sosiologi Kelas XII: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal

Salam semangat para sahabat bloger.

Kali ini saya akan memposting materi Sosiologi kelas XII tentang Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal . Semoga postingannya dapat menambah sedikit referensi bagi teman-teman semua. Tunggu apa lagi, yuks let’s go to read.

Pengertian Modernisasi

Kata modernisasi dengan kata dasar modern berasal dari bahasa latin modernus yang dibentuk dari kata modo dan ernus. Modo berarti cara dan ernus menunjuk pada adanya periode waktu masa kini. Modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat modern. Menurut Koentjaraningrat mendefinisikan modernisasi sebagai usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan keadaan dunia sekarang. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang biasanya terarah dan didasarkan pada suatu perencanaan (social planning).

Ciri-ciri Manusia Modern

Menurut Alex Inkeles, terdapat 9 ciri manusia modern sebagai berikut:

  1. Memiliki sikap hidup menerima hal-hal yang baru dan terbuka untuk perubahan
  2. Memiliki keberanian menyatakan pendapat atau opini mengenai lingkungannya sendiri atau kejadian yang terjadi jauh di luar lingkungannya, serta dapat bersikap demokratis
  3. Menghargai waktu dan lebih banyak berorientasi ke masa depan.
  4. Memiliki perencanaan dan pengorganisasian
  5. Percaya diri
  6. Perhitungan
  7. Menghargai harkat hidup manusia lain
  8. Percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi
  9. Menjungjung tinggi sikap dimana imbalan yang diterima seseorang harus sesuai dengan prestasinya dalam masyarakat

Syarat Terjadinya Modernisasi

Menurut Soerjono Soekanto terdapat beberapa syarat modernisasi, diantaranya:

    1. Cara berpikir ilmiah (scientific thinking) yang sudah melembaga dan tertanam kuat dalam kalangan pemerintah maupun masyarakat luas.
    2. Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi.
    3. Penciptaan iklim yang menyenangkan (favourable) terhadap modernisasi terutama media masa.
    4. Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin diri.
    5. Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial (social planning) yang tidak mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.

selanjutnya

Materi Sosiologi Kelas XII: Perubahan Sosial dan Dampaknya

Salam semangat para sahabat bloger.

Kali ini saya akan memposting materi Sosiologi kelas XII tentang Perubahan Sosial dan Dampaknya. Semoga postingannya dapat menambah sedikit referensi bagi teman-teman semua. Tunggu apa lagi, yuks let’s go to read!

Pengertian Perubahan Sosial

kehidupan masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi di masyarakat meliputi perubahan norma-norma sosial, pola-pola sosial, interaksi sosial, pola perilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan masyarakat, serta susunan kekuasaan dan wewenang. menurut Kingsley Davis  perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, bahkan perubahan dalam bentuk serta aturan organisasi sosial.

sumber: https://www.google.co.id/search?q=perubahan+sosial&source=lnms&tbm=isch&sa

Perubahan sosial dapat berupa kemajuan (progress) atau kemunduran (regress). Kemajuan (progress) terjadi apabila perubahan tersebut berupa proses pembangunan masyarakat kearah yang lebih baik. Perubahan berupa kemunduran (regress) apabila perubahan tersebut membawa pengaruh yang kurang menguntungkan bagi masyarakat.

selanjutnya

Materi Sosiologi Kelas XI: Integrasi dan Reintegrasi Sosial

INTEGRASI

Merupakan berasal dari kata “integrate” yang berarti memberi tempat dalam suatu keseluruhan. “interger” yang berrati utuh. Jadi integrasi merupakan upaya membuat unsur-unsur tertentu menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Integrasi berarti membuat masyarakat menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh.

Adapun faktor-faktor yang mendorong terjadinya integrasi yaitu:

  1. Daerah-daerah yang memiliki kesamaan baik flora, fauna, iklim, maupun hidrologis
  2. Pengalaman yang sama pada masa silam
  3. Kemauan yang sama untuk menjadi satu bangsa
  4. Adanya ideologi dan norma yuridis yang sama

Namun Faktor terpenting dalam terwujudnya integrasi yaitu adanya konsensus bersama dari semua pihak yang terlibat di dalamnya.  Kesepakatan atau konsensus yang sama tersebut menyangkut ide-ide pokok yang menjadi panduan dalam masyarakat tersebut.

Integrasi terbagi menjadi:

  1. Integrasi statis: keadaan kesatuan dan persatuan sejumlah kelompok etnis dan kelompok sosial yang bhineka di mana masing-masing kelompok mendapat tempat yang sesuai dan berada dalam waktu yang relatif lama
  2. keadaan kesatuan dan persatuan sejumlah kelompok etnis dan kelompok sosial yang bhineka di mana masing-masing kelompok mendapat tempat yang sesuai. Namunpelaksanaan fungsinya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berubah-ubah demi tercapainya tujuan bersama.

Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkof, integrasi sosial terwujud karena:

  • Anggota masyarakat berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan di antara mereka
  • Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang ada
  • Norma-norma dan nilai sosial itu berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijadikan konsistensi oleh seluruh anggota masyarakat

Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial

1. Integrasi Normatif

Bentuk integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat.

2. Integrasi Fungsional

Terbentuk karena ada fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat. Dengan mengedepankan fungsi dari masing-masing pihak yang ada dalam sebuah masyarakat.

3. Integrasi koersif

Tterbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa. Penguasa menerapkan cara-cara koersif (kekerasan).

Proses integrasi dapat dilihat melalui proses-proses berikut:

  1. Asimilasi
    Asimilasi merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada di antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Asimilasi ditandai dengan pengembangan sikap-sikap yang sama, walau terkadang bersifat emosional, dengan tujuan mencapai kesatuan (integrasi)
  2. Akulturasi
    Menurut Koentjaraningrat, akulturasi adalah proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda. Proses sosial itu akan berlangsung hingga unsur kebudayaan asing itu diterima masyarakat dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri. Namun umumnya akulturasi berlangsung tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan itu sendiri.

faktor-faktor yang memengaruhi proses integrasi sosial adalah:

1.tercapainya suatu konsensus mengenai nilai-nilai dan norma-norma sosial;

2. norma-norma yang berlaku konsisten dan tidak berubah-ubah

3. adanya tujuan bersama yang hendak dicapai;

4. anggota masyarakatnya merasa saling bergantung dalam mengisi kebutuhan-kebutuhannya;

5. dilatarbelakangi oleh adanya konflik dalam suatu kelompok.

Integrasi sosial juga dapat terwujud karena adanya keteraturan sosial. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi keteraturan sosial; antara lain pengendalian sosial dan wewenang, adat istiadat, norma hukum, prestise, dan kepemimpinan.

Syarat Berhasilnya Integrasi Sosial

Untuk mencapai integrasi sosial dalam masyarakat diperlukan  dua hal berikut:

Pada setiap diri individu masing- masing harus mengendalikan perbedaan/ konflik yang ada pada suatu kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya.

Tiap warga masyarakat meraas saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya. Sehingga dalam masyarakat tercipta keharmonisan dan saling memahami antara satu sama lain, maka konflik pun dapat dihindarkan.

REINTEGRASI SOSIAL

Pengertian Reintegrasi Sosial

Reintegrasi sosial merupakan upaya untuk membangun kembali kepercayaan, modal sosial, dan kohesi sosial. Proses ini tidak mudah namun cukup sulit dan memerlukan waktu yang lama

Disintegrasi atau disorganisasi merupakan perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang dapat menyebabkan pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat

Dalam reintegrasi sosial sarana mengendalikan konflik sangat dibutuhkan oleh masyarakat .  tujuannya untuk menetralkan ketegangan-ketegangan yang timbul dari dampak konflikContohnya:

  1. kompromi
  2. melakukan perdamaian dan menyadari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan

Untuk mendalami materi yang lebih lengkap, silahkan buka link di bawah ini:

Materi sosiologi (integrasi dan reintegrasi)

Sumber :

Waluya, Bagja. 2009. Sosiologi 2 : Menyelami Fenomena Sosial Di Masyarakat Untuk Kelas XI SMA/MA/Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta : Pusat Perbukuan Nasiaonal.

M, Idianto. 2005. Sosiologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Maryati, Kun dan Juju Suriawati. 2007. Sosiologi Untuk SMA dan MAKelas XI. Bandung:

 

Pengayaan!

  1. Carilah sumber-sumber lain yang memuat materi di atas, bandingkan dengan isi materi yang telah ditulis tersebut. Kemudian lengkapi kekurangan yang ada. ?
  2. Apakah Indonesia sudah terintegrasi secara menyeluruh?
  3. Jelaskan argumentasi anda disertai dengan contoh

Sumber referensi

Handoyo.Eko. 2015.Studi  Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Waluya, Bagja. 2009. Sosiologi 2 : Menyelami Fenomena Sosial Di Masyarakat Untuk Kelas XI SMA/MA/Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta : Pusat Perbukuan Nasiaonal.

M, Idianto. 2005. Sosiologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Maryati, Kun dan Juju Suriawati. 2007. Sosiologi Untuk SMA dan MAKelas XI. Bandung:

 

 

 

 

Materi Sosiologi Kelas XI: Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmoni Sosial

 Struktur sosial

Struktur sosial merupakan keseluruhan jalinan unsur-unsur sosial yang pokok. Yakni terdiri dari lembaga sosial, kaidan sosial, kelompok sosial, dan lapisan sosial. Struktur soisal di dalamnya terdapat  hubungan timbal-balik antar status dan peran yang merujuk pada kehidupan sosial masyarakat yang teratur.

Diferensiasi sosial

Diferensiasi sosial merupakan penggolongan atau pengelompokan terhadap perbedaan tertentu yang memiliki kedudukan yang sama. Seperti ras, agama,jenis kelamin, etnis, dan klan.

Stratifikasi sosial

Stratifikasi sosial merupakan penggolongan atau pengelompokan terhadap perbedaan tertentu yang memiliki kedudukan yang tidak sama. Dalam Stratifikasi sosial

Terdapat adanya penggolongan kelas atas dan kelas rendah.

Stratifikasi sosial muncul karena adanya sesuatu yang dianggap berharga seperti:

  1. Kekayaan
  2. Kekuasaan
  3. Keturunan
  4. Pendidikan
  5. Status (kedudukan)
  6. Peran

Menurut Soerjono Soekanto Stratifikasi sosial terbagi atas:

  1. Stratifikasi sosial terbuka
  2. Stratifikasi sosial tertutup
  3. Stratifikasi sosial campuran

Kesetaraan

Kesetaraan merupakan keadaan di mana posisi seseorang berada dalam keadaan yang sama, setara,, atau seimbang. Kesetaraan terdiri dari:

  1. Kesetaraan hukum
  2. Kesetaraan ekonomi
  3. Kesetaraan sosial
  4. Kesetaraan politik
  5. Kesetaraan moral

Harmoni Sosial

Harmoni Sosial merupakan keadaan di mana seorang individu maupun kelompok hidup secara sejalan dan serasi sesuai dengan aturan, norma, dan tujuan masyarakat. Harmoni sosial ditandai dengan masyarakat yang memiliki rasa soliadriitas yang tinggi 

Untuk mendalami materi yang lebih lengkap, silahkan buka link di bawah ini:
Materi sosiologi kelas XI

Pengayaan!

  1. Carilah sumber-sumber lain yang memuat materi di atas, bandingkan dengan isi materi yang telah ditulis tersebut. Kemudian lengkapi kekurangan yang ada. ?
  2. Apakah di masyarakat Indonesia sudah tercipta harmoni sosial? Ya atau tidak?
  3. Jika ya mengapa……..? dan berikan contoh

Jika tidak mengapa……? dan berikan contoh

Sumber referensi

Handoyo.Eko. 2015.Studi  Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak

 

Materi Sosiologi Kelas XI: Permasalahan Sosial dalam Masyarakat

Permasalahan Sosial dalam Masyarakat

Masalah sosial merupakan masalah yang menyangkut tata kelakuan yang immoral. Masalah sosial terjadi karena adanya ketidaksamaan antara das sein dan das sollen. Menurut Soerjono Soekanto, Masalah sosial merupakan ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial . menurutnya Masalah sosial terbagi atas:

    1. Masalah sosial karena faktor ekonomis
    2. Masalah sosial karena faktor biologis
    3. Masalah sosial karena faktor psikologis

baca selanjutnya