Air Terjun Blang Kolam

https://3.bp.blogspot.com/-z5S71vEXTTc/VIhZ_JzPbXI/AAAAAAAAE1g/dqyoBGF1Oic/s1600/a.JPGTempat wisata alam yang satu ini sayang untuk dilewatkan. Air Terjun Blang Kolam terletak di Desa Sidomulyo, Aceh Utara dan bisa ditempuh dalam waktu 30 menit dari Lhokseumawe.

Di sini, Anda bisa melihat air terjun kembar dengan tinggi 75 meter yang dikelilingi oleh pepohonan rindang. Di sekitar air terjun, ada banyak orang yang bermain air, berendam di kolam tampungan air terjun atau sekedar bersantai di tepiannya. Jika Anda ingin merasakan pengalaman yang berbeda, coba datang dengan membawa perlengakapan berkemah Anda. Di Air Terjun Blang Kolam ini, Anda bisa berkemah dan menikmati alam bebas dengan tarif 5.000 Rupiah per orang.

Tempat wisata di Aceh ini tak hanya menawarkan keindahan alamnya, namun juga menawarkan harga yang murah. Anda cukup membayar 2.500 Rupiah per orang untuk bisa masuk dan membuktikan keindahan Air Terjun Blang Kolam.

Source :https://www.gosumatra.com

https://www.initempatwisata.com

https://lifeblogid.com

https://www.jalanjalanyuk.com

https://www.tempatwisataid.com

EKOWISATA

Sebelum membahas mengenai perbedaan ekowisata dan pariwisata berkelanjutan, kita akan terlebih dahulu memahami definisi dari masing-masing istilah tersebut.

Definisi Ekowisata

Ekowisata secara sederhana dapat didefinisikan sebagai perjalanan wisata yang penuh tanggungjawab ke suatu destinasi dengan tujuan untuk menkonservasi alam serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Ekowisata tidak jarang didefinisikan sebagai sub-kategori dari pariwisata berkelanjutan atau segmen yang lebih besar dari wisata berbasis alam.

Ekowisata mencakup interpretasi atau pengalaman belajar yang disampaikan kepada kelompok-kelompok kecil wisatawan oleh pengelola bisnis pariwisata berskala kecil, dan menekankan pada kepemilikan lokal, terutama bagi masyarakat pedesaan.

Apa perbedaan antara ekowisata dan wisata berbasis alam?

Jika pariwisata berbasis alam hanya melakukan perjalanan ke tempat-tempat alami, ekowisata secara langsung memberikan manfaat bagi lingkungan, budaya dan ekonomi masyarakat lokal. Seorang wisatawan yang melakukan kegiatan wisata berbasis alam hanya dapat pergi mengamati burung saja, namun seorang ekoturis (orang yang melakukan ekowisata) pergi mengamati burung dengan pemandu lokal, tinggal di penginapan yang dimiliki oleh masyarakat lokal dan berkontribusi terhadap ekonomi masyarakat lokal.

Interpretasi Alam, Salah Satu Kegiatan dalam Ekowisata_compressed

Lalu bagaimana dengan perbedaan ekowisata dan pariwisata berkelanjutan?

Pariwisata berkelanjutan mencakup semua segmen industri dengan pedoman dan kriteria yang bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan, terutama penggunaan sumber daya yang tidak terbarukan.

Pariwisata berkelanjutan menggunakan standar yang terukur, dan ditujukan untuk meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap pembangunan berkelanjutan serta pelestarian terhadap lingkungan.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa ekowisata merupakan suatu aktifitas pariwisata yang berupaya untuk meminimalisr dampak negatif terhadap kegiatan pariwisata, sementara pariwisata berkelanjutan merupakan suatu sistem yang kompleks, berkesinambungan serta terstandarisasi. Sehingga perbedaan ekowisata dan pariwisata berkelanjutan terletak pada ruang lingkupnya. Namun, dalam hal visi atau tujuan, ekowisata dan pariwisata berkelanjutan tidak memiliki perbedaan.

Baca juga :  Bumi Makin Rusak

Untuk sedikit memperjelas mengenai perbedaan ekowisata dan pariwisata berkelanjutan, di bawah ini terdapat sebuah infografis yang menunjukkan bahwa pariwisata berkelanjutan merupakan suatu sistem yang terpadu.

Infografis Aspek-aspek dalam Pariwisata Berkelanjutan

Pariwisata Berkelanjutan

  1. Meminimalisir dampak terhadap lingkungan dengan menggunakan standar yang jelas, salah satunya adalah standar daya dukung (carrying capacity) suatu destinasi wisata.
  2. Meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah dengan menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan.
  3. Harus meminimalisir pemakaian terhadap sumber daya yang tidak terbarukan
  4. Menopang kesejahteraan masyarakat setempat
  5. Menekankan kepemilikan lokal
  6. Mendukung upaya pelestarian lingkungan
  7. Berkontribusi terhadap kelestarian keanekaragaman hayati

Source :https://studipariwisata.com/analisis/perbedaan-ekowisata-dan-pariwisata-berkelanjutan/