“ GAK NGe-PATH KAGAK GAUL

Secara umum, sesuatu dikatakan online adalah bila ia terkoneksi/terhubung dalam suatu jaringan ataupun sistem yang lebih besar. Beberapaarti kata online lainnya yang lebih spesifik adalah percakapan umum, jaringan/network yang lebih besar dalam kontek sini biasanya lebih mengarah pada internet, sehingga‘online‘ lebih pada menjelaskan status bahwa ia dapat diakses melalui internet.

Secara lebih spesifik dalam sebuah sistem yang terkait pada ukuran dalam satu aktivitas tertentu, sebuah elemen dari sistem tersebut dikatakan online jika elemen tersebut beroperasional. Sebagai contoh, Sebuah instalasi pembangkit listrik dikatakan online jika ia dapat menyediakan listrik pada jaringan elektrik.
Dalam telekomunikasi, Istilah online memilikiarti lain yang lebih spesifik. Suatu alat diasosiasikan dalam sebuah sistem yang lebih besar dikatakan online bila berada dalam  kontrol langsung dari sistem tersebut. Dalam arti jika ia tersedia saat akan digunakan oleh sistem (on-demand), tanpa membutuhkan intervensi manusia, namun tidak bisa beroperasi secara mandiri di luar dari sistem tersebut. Dengan Internet kita dapat menerima dan mengakses informasi dalam berbagai format dari seluruh penjuru dunia. Kehadiran internet juga dapat memberikan kemudahan dalam dunia pendidikan, hal ini terlihat dengan begitu banyaknya situs web yang menyediakan media pembelajaran yang semakin interaktif serta mudah untuk dipelajari.
Maka tidak dapat dipungkiri juga untuk kebutuhan internet bagi mahasiswa menjadi kebutuhan yang sangat penting guna mendukung perkuliahan juga mendukung keeksisan dalam menyalurkan masa mudanya. Dari segala macam sosial media yang tersedia dan ada salah satu yang sedang trend dikalangan mahasiswa adalah tidak lain aplikasi bernama PATH. Tidak jauh berbeda dengan media sosial yang lain yang pernah ada, path juga menyediakan berbagai macam fitur yang sekiranya sesuai dengan pola hidup mahasiswa sekarang ini. Mahasiswa sekarang ini yang lebih suka mencari hal yang ekstream dan berkesan lain dari pada yang lain membuat mereka sangat cocok dengan adanya aplikasi khususnya path dalam setiap handphone smartphone mereka.
Path adalah sebuah aplikasi jejaring sosial pada telepon pintar yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi gambar dan juga pesan. Penggunaan dari Path ditargetkan untuk menjadi tempat tersendiri untuk pengguna berbagi dengan keluarga dan teman-teman terdekat. Dave Morin, salah satu dari pendiri Path dan CEO dari perusahaan tersebut berkata: “Yang menjadi visi utama kami adalah untuk membuat sebuah jejaring dengan kualitas yang tinggi dan menjadikan pengguna nyaman untuk berkontribusi setiap waktu”. Perusahaan ini berawal dengan aplikasi pada iPhone dan juga website lalu merilis versi Android kemudian. Perusahaan ini berkompetisi dengan jejaring sosial lainnya seperti Instagram.Berpusat di San Fransisco, California, perusahaan ini didirikan oleh Shawn Fanning dan mantan Eksekutif dari Facebook, Dave Morrin. Path didirikan dengan tujuan membuat sebuah jurnal yang interaktif bagi penggunanya.Penggunaan Path berbeda dari jejaring sosial lainnya di mana hanya pengguna yang telah disetujui yang dapat mengakses halaman Path seseorang. Status privasi dari aplikasi ini menjadikan Path lebih eksklusif dari berbagai jejaring sosial yang ada. Path dapat digunakan di iPhone, iPad, iPod Touch, dan Android versi apapun. Aplikasi ini tersebar melalui Apple Application Store dan berbagai situs aplikasi lainnya.Seperti halnya jejaring social lain, Path sendiri memiliki sebuah visi kenapa dibuatnya jejaring social seperti ini. Dave Morrin yang merupakan salah satu pendiri dan juga CEO di Path mengatakan bahwa: “Yang menjadi visi utama kami adalah untuk membuat sebuah jejaring dengan kualitas yang tinggi dan menjadikan pengguna nyaman untuk berkontribusi setiap waktu.”
Ada yang membedakan Path dengan jejaring social lainnya. Jadi hanya pengguna yang sudah disetujui saja yang bisa mengakses halaman Path seseorang. Status privasi dari aplikasi inilah yang membuat Path menjadi eksklusif dibandingkan dengan jejaring sosial yang lainnya.

B. RUMUSAN MASALAH

Dari pemaparan latar belakang diatas maka menghasilkan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa yang menjadikan aplikasi path begitu menarik dikalangan mahasiswa sekarang ini ?
2. Bagaimana path mampu mempengaruhi pola hidup mahasiswa dengan fasilitas yang ada didalamnya ?

C. METODE PENELITIAN

Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Semarang, khususnya Mahasiswa Rombel 1 Jurusan Sosiologi Antropologiyang mulai marak menggunakan aplikasi path dihandphone mereka masing-masing. Unit analisis penelitian ini adalah para mahasiswa yang tertarik menggunakan aplikasi path disamping update dalam hal sosial media namun juga berdampak pada perilaku konsumerisme yang ditimbulkan dari fasilitas yang tersedia diaplikasi path tersebut.

BAB II

A. HASIL DAN PEMBAHASAN

Perkembangan teknologi dan komunikasi dari generasi ke generasi menggambarkan seberapa besar kebutuhan manusia terhadap teknologi tersebut. Maraknya media sosial saat ini, menjadi salah satu pilihan manusia modern dalam menunjang segala aktifitasnya. Salah satu media sosial yang sedang hangat adalah Path.Path adalah sebuah aplikasi jejaring sosial pada telepon pintar (smartphone) yang berfungsi sebagai media untuk berbagi gambar, video, momen, dan aktifitas dari pengguna. Penggunaan Path difokuskan untuk pengguna berbagi momen dengan orang-orang terdekat saja.

A. Sejarah Path

Path didirikan pada November tahun 2010 oleh Dave Morin, Shawn Fanning, dan Dustin Mierau. Berdirinya Path merupakan hasil dari penggalangan dana sebesar $8.5 juta sebagai modal awal yang berasal dari Kleiner Perkins Caufield & Byers, Index Ventures serta Digital Garage dari Jepang.
Pada November dan Desember 2011, Path berhasil meningkatkan jumlah penggunanya dari 30000 pengguna menjadi lebih dari 300000 pengguna dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Namun, pada Februari 2013, perusahaan ini dikenai denda sebesar $ 800.000 oleh FTC karena menyimpan data dari pengguna di bawah umur. Hal ini menjadi bahan evaluasi terhadap kebijakan privasi setiap dua tahun selama dua puluh tahun ke depan.

B. Konsep Path

Pada awalnya, aplikasi ini disediakan pada iPhone kemudian dirilis versi androidnya. Perusahaan ini bersaing dengan jejaring sosial lain yang sejenisnya, seperti instagram, facebook, twitter, dan sebagainya. Path didirikan dengan tujuan sebagai sebuah jurnal yang interaktif bagi penggunanya. Penggunaan Path tidak seperti jejaring sosial lainnya, dimana halaman Path seseorang hanya bisa diakses oleh pihak-pihak yang telah disetujui dan dibatasi hanya untuk 150 orang kerabat saja.Path dibuat untuk menjaga keamanan serta privasi penggunanya dari komentar orang asing. Path dimanfaatkan untuk berbagi foto, video, momen, lokasi, aktifitas dari pengguna. Dapat dikatakan bahwa path merupakan jurnal dari aktifitas-aktifitas pengguna.

C. Teknologi Path

• Path menyediakan berbagai fitur yang dapat menunjang performanya, antara lain :

1. Profil
Profil merupakan halaman utama yang berisi informasi pengguna, mulai dari foto profilnya, semua gambar yang telah diunggah dan momen yang dibagikannya. Pada fitur profil, pengguna dapat mengatur tampilan dari halaman path. Selain dapat mengubah foto profil, pengguna dapat pula mengubah gambar latar dari halaman path mereka. Lalu, pengguna dapat menghubungkan momen-momen yang diunggah ke beberapa media sosial lainnya seperti facebook, twitter, tumblr, dan foursquare.

2. Mengunggah Momen
Fitur lain pada Path adalah pengunggahan momen yang dapat berupa foto, video, status, dan lokasi. Dalam mengunggah foto dapat melakukan editing terlebih dahulu dengan filter-filter yang telah disediakan. Selain itu, pengguna dapat membagikan lokasi yang dikunjungi kepada pengguna lain. Fitur ini dapat tersambung dengan jejaring sosial foursquare. Penandaan lokasi yang dikunjungi berdasarkan GPS yang terpasang pada telepon pintar pengguna. Pada Path, pengguna dapat menuliskan status yang diinginkan serta menambahkan emoticon yang tersedia di path. Dalam membagikan momen yang diunggah, pengguna dapat menandai pengguna lain yang bergabung bersamanya.Momen yang terunggah pada Path, dapat diberikan komentar oleh pengguna lain yang melihatnya. Selain komentar, pengguna lain dapat memberikan penandaan emosi seperti tersenyum, terkejut, tertawa, menyukai momen tersebut, dan sebagainya. Semua komentar dan ekspresi emosi pengguna lain terhadap momen pengguna akan muncul pada fitur terlihat yang memberikan informasi jumlah dan profil pengguna lain yang melihat momen yang diunggahnya.

3. Musik, Film dan Buku
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membagikan musik apa yang sedang mereka dengar, film yang sedang ditonton, dan buku yang sedang dibaca. Data dari musik, film, dan buku dapat diambil dari arsip path.

4. Status Pengguna
Fitur ini memberikan informasi apakah pengguna tersebut sedang tidur atau bangun. Informasi ini berupa berapa lama si pengguna tidur. Saat tombol tidur diaktifkan, maka pengguna tidak dapat mengakses halaman pathnya sampe tombol bangun diaktifkan.

D. Dampak Path

1. Dampak Positif
Path sebagai salah satu media sosial yang digemari masyarakat modern, tentu saja memberikan manfaat bagi penggunanya, antara lain :
1. Berbagi informasi mengenai suatu tempat yang layak dikunjungi, sehingga dapat dijadikan rekomendasi bagi pengguna lain yang melihatnya.
2. Mempererat komunikasi antar kerabat dan teman. Hal ini dikarenakan jumlah teman pada path terbatas hanya 150 orang, sehingga orang-orang yang terkoneksi dengan pengguna hanyalah orang-orang yang memilki hubungan yang dekat dengan pengguna dan menjauhkan pengguna dari gangguan atau komentar dari orang asing yang kurang dikenalnya.
3. Sumber segala informasi dan pengetahuan. Pengguna yang menyukai fotografi, dan mengunggah foto yang diabadikannya di path untuk dilihat oleh pengguna lain sehingga memberikan manfaat estetika dan informasi tersendiri mengenai fotografi kepada pengguna lain. Path pun dapat menjadi media berjualan dan belanja. Pengguna yang memiliki bisnis dapat membentuk koneksi di path dengan mmpak Negatembagikan foto-foto produk yang dijualnya.

2. Dampak Negatif
Selain manfaat yang diberikan oleh path, layaknya media sosial lainnya, path juga dapat memberikan dampak negatif bila pengguna tidak memanfaatkannya secara bijak, seperti :
1. Rentan terhadap tindak kriminal. Saat pengguna mengunggah lokasi tempat dia berada, dapat memunculkan tindak kriminal pengguna lain yang berniat jahat seperti menculi pengguna karena tahu posisi pengguna ataupun mencuri di rumah pengguna karena tahu bahwa pengguna sedang tidak berada di rumah.
2. Sebagai ajang pamer. Tujuan dari path adalah membagikan setiap momen pengguna yang berupa foto, video, penandaan lokasi, dan sebagainya. Namun, ada beberapa pengguna yang memanfaatkannya sebagai media unjuk diri. Sebagai contoh, saat pengguna mengunggah suatu lokasi tempat dia berada, dapat menunjukkan bahwa pengguna sedang berada di tempat yang elit dan mewah. Pengguna berusaha menunjukkan status sosial dirinya. Selain itu, foto-foto yang diunggah pun dijadikan bukti dari status sosialnya. Banyak foto yang menggambarkan pengguna sedang di luar negeri, bersama dengan barang-barang mewahnya, makanan-makanan mahal di restauran, dan sebagainya. Tidak jarang banyak pengguna yang memalsukan lokasi tempat dia berada, dan foto-foto yang diunggahnya hanya karena tidak mau kalah dengan pengguna lain.Masih banyak dampak-dampak dari penggunaan path baik dampak positif, maupun dampak negatif. Kita dapat memanfaatkan path sesuai kebutuhan dan terhindar dari dampak negatif jika kita mampu menggunakannya secara bijaksana.

E. Keamanan

Sebagai salah satu jejaring sosial yang terkenal di masyarakat, path memiliki keunggulan yang menonjol dimana jumlah interaksinya terbatas hanya untuk 150 orang saja. Hal ini menjadikan akun dari path eksklusif dan menjaga privasi dari pengguna. Path tidak akan memberikan izin untuk mengakses halaman path pengguna bagi pengguna lain yang tidak disetujui.

Dari apa yang sudah dijelakan diatas bagaimana dampak baik dan buruk yang diberikan oleh aplikasi path juga secara tidak langsung path memberikan efek yang tidak baik dalam kelangsungan pola hidup zaman sekarang ini khususnya untuk kalangan mahasiswa. Secara tidak disengaja pengaruh yang besar akan timbul dimana setiap pengguna aplikasi path itu sendiri cenderung akan berlomba-lomba untuk memposting sesuatu hal yang tidak biasa dan orang lain belum mengalaminya. Jadi secara tidak langsung akan menimbulkan rasa sombong serta menimbulkan persepsi belum keren kalau belum memposting sesuatu yang bersifat “wah” diaplikasi path itu sendiri. Maka hal seperti ini sangat terkait dengan apa yang telah terjadi sebagai efek globalisasi yaitu sikap konsumerisme yang berlebihan dikalangan masyarakat khususnya kaum muda mahasiswa.
Perilaku konsumtif adalah perilaku yang mencerminkan “serba instan” atau tidak mau menempuh proses. Perilaku konsumtif juga sering dilawankan dengan perilaku produktif. Bahkan, konsumtif cenderung mengarah pada gaya hidup glamor, borju, boros, dan lain sebagainya. Perilaku konsumtif lazim dialami pada masa-masa remaja. Secara umum, para remaja menyadari bahwa perilaku konsumtif merupakan sikap negatif yang kurang bisa diterima dalam hubungan sosial maupun agama. Remaja terkesan senang dengan perilaku yang berbau konsumtif dan hedonis (kesenangan/kenikmatan). Mereka senang mengeluarkan uang demi mendapatkan barang-barang yang sedang popular dan tidak mau ketinggalan zaman. Mereka juga mudah termakan iklan-iklan yang banyak bermunculan di berbagai media, padahal mereka tidak begitu mementingkan barang yang ditawarkan tersebut. Perilaku konsumtif merupakan dampak sosiologis dari ekspansi pasar. Seperti fenomena yang sering terjadi ketika seorang ibu pergi dengan anaknya. Ketika anaknya ingin meminta sesuatu kepada ibunya dan tidak dipenuhi maka anak tersebut akan marah, alhasil ibunya harus membelikan apa yang diinginkan anaknya tersebut.Lubis (dalam Lina & Rasyid, 1997) mendefinisikan bahwa perilaku konsumtif adalah perilaku membeli atau memakai suatu barang yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan rasional, melainkan adanya keinginanan yang sudah tidak rasional lagi. Adapun pengertian konsumtif menurut Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) adalah kecenderungan manusia untuk menggunakan konsumsi tanpa batas. Definisi konsep perilaku konsumtif sebenarnya amat variatif. Tetapi pada intinya perilaku konsumtif adalah membeli atau menggunakan barang tanpa pertimbangan rasional atau bukan atas dasar kebutuhan.Menurut Koentjaraningrat, bangsa indonesia tergolong orang yang hidup boros. Beliau membandingkan pola hidup bangsa barat dengan pola hidup bangsa indonesia. Apabila bangsa barat mendapat uang lebih biasanya uang tersebut akan disisakan untuk ditabung, akan tetapi apabila bangsa indonesia mendapat uang lebih mereka akan membelanjakan uangnya untuk mentraktir teman-temannya di restoran. Gaya hidup boros ini adalah gaya yang cukup menonjol di kalangan masyarakat indonesia.
Dapat disimpulkan bahwa dari hadirnya aplikasi path itu sendiri akan menimbulkan perilaku yang memang merupakan salah satu dampak yang memang hasil dari pengaruh globalisasi. Juga mempengaruhi untuk setiap mahasiswa agar cenderung berfoya-foya hidup glamor lalu mengunggahnya diakun pathnya. Dilihat dari sisi ekonomi tidak lepas dari pengaruh konsep kapitalis yang menjamur dilingkungan sekitar kita. Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi. “Adam Smith” adalah seorang tokoh ekonomi kapitalis klasik yang menyerang merkantilisme yang dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat. Ia menyerang para psiokrat yang menganggap tanah adalah sesuatu yang paling penting dalam pola produksi. Gerakan produksi haruslah bergerak sesuai konsep MCM (Modal-Comodity-Money, modal-komoditas-uang), yang menjadi suatu hal yang tidak akan berhenti karena uang akan beralih menjadi modal lagi dan akan berputar lagi bila diinvestasikan. Adam Smith memandang bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi yang akan mengatur pasar (invisible hand), maka pasar harus memiliki laissez-faire atau kebebasan dari intervensi pemerintah. Pemerintah hanya bertugas sebagai pengawas dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh rakyatnya.

Dari apa yang telah dipaparkan diatas maka dengan hadirnya aplikasi path disekitar kita beserta kemudahan cara mengakses serta fitur yang diberikan terhadap kita maka harusnya kita lebih mampu mengendalikan diri terhadap pengaruh path yang dari sisi negatif akan merugikan kita. Karena kebanyakan dari mahasiswa sendiri cenderung akan mengkonsumsi merk atau gengsi agar dapat diposting dipath dengan tujuan mereka sudah eksis dari pada mahasiswa yang lainnya.

• DAFTAR PUSTAKA
a. Wikipedia. 2015. Path (jejaring sosial).https://id.wikipedia.org/wiki/Path_%28jejaring_sosial%29. (30 Mei 2015).
b. Putri, Febriana. 2014. PATH : Jejak Aktifitas Manusia Modern . https://febriana-utty24.blogspot.com/2014/04/path-jejak-aktifitas-manusia-modern.html. (30 Mei 2015)
c. Wikipedia. 2015. Kapitalisme. https://id.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme. (30 Mei 2015)

Artikel disusun sebagai Tugas Akhir Semester Mata Kuliah Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Thriwaty Arsal

One thought on ““ GAK NGe-PATH KAGAK GAUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: