Belajar Antropologi Kesehatan? Yuk

ANTROPOLOGI KESEHATAN (APA SIH?)

Apa itu Antropologi? Lalu apa pula Antropologi Kesehatan?

Dalam tulisan ini akan dibahas secara singkat mengenai apa yang dimaksud Antropologi sampai dengan Antropologi Kesehatan. Kata ‘Antropologi’ identik dengan budaya. Maka tidak heran jika sebagian orang ketika mendengar kata tersebut secara tidak langsung akan mengarahkan pemikirannya pada budaya. Padahal pengertian antropologi tidak sempit dan hanya sebatas budaya saja. Untuk itu, disini saya akan mencoba memberikan pemahaman mengenai apa itu Antropologi. Pengertian ini di dapat ketika saya mengikuti perkuliahan Antropologi di semester awal. Antropologi berasal dari istilah bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu Anthropos dan Logos. Anthropos berarti manusia dan Logos mempunyai arti cerita, kata atau ilmu. Jadi Antropologi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa Antropologi adalah ilmu yang mempelajari karakteristik hidup manusia yang orientasinya pada kebudayaan yang dilihat secara utuh.

Menurut saya hampir tidak ada orang di dunia ini yang tidak ingin sehat. Semua orang menginginkan kondisi badan yang sehat dan terhindar dari penyakit, karena sehat merupakan satu hal yang sangat penting selama hidup di dunia. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan jauh-jauh dari kata sehat, tidak sedikit orang yang belajar tentang segala hal yang berkaitan dengan kesehatan. Bahkan hampir semua tentang kesehatan telah dikaji dalam berbagai bidang ilmu. Mayoritas orang pasti menganggap bahwa kesehatan hanya dapat dilihat melalui ilmu seperti biologi atau kedokteran. Atau persepsi yang muncul di pikiran kita mengenai sehat, sakit, dan sembuh hanya sebatas dari segi medis atau kondisi biologisnya saja. Anggapan seperti itulah yang selama ini melekat pada otak kita, memang tidak salah hanya saja masih kurang tepat. Kita sebagai manusia yang merupakan bagian dari masyarakat selalu mempunyai budaya. Setiap masyarakat memiliki budaya masing-masing yang berbeda, bersifat dinamis dan berkembang mengikuti zaman. Hubungan antara kesehatan dengan budaya inilah yang perlu kita pelajari sehingga pengetahuan tentang kesehatan tidak melulu dikaji dalam ilmu biologi. Untuk itu marilah kita belajar kesehatan jika dilihat dari aspek sosial dan budaya. Kesehatan dilihat dari aspek sosial dan budaya dapat kita pelajari melalui Antropologi kesehatan. Dari Antropologi kesehatan, kita menjadi tahu konsep yang lebih luas mengenai sehat, sakit, dan sembuh yang dilihat dari berbagai sudut pandang. Konsep sehat, sakit, dan penyakit yang dimiliki oleh suatu masyarakat dibentuk dari kebudayaan yang melatarbelakanginya. Pemaknaan terhadap kesehatan dan penyakit dapat berbeda-beda disebabkan oleh relativisme kebudayaan, yaitu cara pandang masyarakat terhadap penyakit disetiap tempat berbeda-beda berdasarkan budayanya. Juga disebabkan oleh konsep sakit yang berbeda dengan konsep medis modern. Konsep sakit di Jawa lebih mengarah pada masalah fungsional dan disfungsional peran aktivitas sosial seseorang dalam masyarakat. Jadi ketika seseorang itu sakit maka dia akan merasa terganggu dalam menjalankan perannya. Dalam masyarakat Jawa, penyakit diare pada anak dianggap bukan penyakit yang serius. Ini disebabkan karena mereka menganggap itu merupakan suatu tanda perkembangan anak (bertambah akal dan keterampilannya), sehingga tidak ada kekhawatiran yang berlebih akan dampak yang ditimbulkan. Masyarakat Jawa beranggapan diare pada anak sudah menjadi peristiwa yang pasti akan berlangsung disetiap anak yang menjadi penanda proses transisi kehidupan sang anak. Kita ambil contoh lagi anggapan influenza pada masyarakat Indonesia dan masyarakat Barat. Influenza di Indonesia bukan suatu hal yang serius dan membahayakan, melainkan suatu kejadian rutin atau musiman yang semua orang akan mengalaminya. Sehingga tidak perlu penanganan dan perawatan khusus yang dibutuhkan.karena hal itu tidak mempunyai pengaruh terhadap peran seseorang. Sedangkan masyarakat Barat menganggap influenza merupakan sebuah penyakit yang serius, dan memerlukan perawatan dari praktisi kesehatan.

Dalam Antropologi kesehatan terdapat strategi adaptasi sosial-budaya yang melahirkan sistem-sistem medis, tingkahlaku dan bentuk-bentuk kepercayaan yang berlandaskan budaya, yang timbul sebagai respon terhadap ancaman penyakit. Sifat adaptif menurut Dunn adalah: “Pola-pola dari pranata-pranata sosial dan tradisi-tradisi budaya yang menyangkut perilaku yang sengaja untuk meningkatkan kesehatan, meskipun hasil dari tingkahlaku khusus tersebut belum tentu kesehatan yang baik (Dunn 1976:135). Munculnya berbagai masyarakat manusia menciptakan strategi adaptasi baru dalam menghadapi penyakit. “Suatu kompleks luas dari pengetahuan, kepercayaan, teknik, peran, norma-norma, nilai-nilai, ideologi, sikap, adat-istiadat, upacara-upacara dan lambang-lambang yang saling berkaitan dan membentuk suatu sistem yang saling membantu” (Saunders 1954:7). Secara singkat, sistem medis sebagai mencakup semua kepercayaan tentang usaha meningkatkan kesehatan dan tindakan serta pengetahuan ilmiah maupun keterampilan anggota-anggota kelompok yang mendukung sistem tersebut. Sistem kesehatan yang dimiliki manusia merupakan bagian dari sistem pengetahuan dan sistem perilaku yang dimilikinya.

Sistem medis secara sederhana dapat di bagi paling sedikitnya manjadi dua kategori besar, yaitu sistem teori penyakit dan sistem perawatan kesehatan. Sistem teori penyakit meliputi kepercayaan mengenai ciri sehat,sebab sakit, serta pengobatan dan teknik penyembuhan lain yang digunakan oleh dokter . Suatu sistem teori penyakit merupakan sistem ide konseptual, suatu konstruk intelektual, bagian dari orientasi kognitif anggota-anggota tersebut. Sedangkan sistem perawatan kesehatan adalah suatu pranata sosial yang melibatkan interaksi antara sejumlah orang, sedikitnya pasien dan penyembuh. Sisstem perawatan kesehatan mempunyai fungsi yaitu untuk memobilisasi sumber-sumber daya pasien, seperti keluarga dan masyarakatnya untuk menyertakan mereka dalam mengatasi masalah tersebut. Ada beberapa unsur universal dalam sistem medis :

  1. Sistem medis merupakan bagian integral dari kebudayaan-kebudayaan
  2. Penyakit ditentukan oleh kebudayaan
  3. Semua system medis mempunyai segi pencegahan dan pengobatan
  4. Sistem medis memiliki sejumlah fungsi

Dalam Antropologi kesehatan juga kita akan mempelajari tentang etnomedisin, yang membahas mengenai pengobatan-pengobatan tradisional yang dilakukan terhadap penyakit. Perhtiannya lebih kepada sifat dari sistem-sistem medis pribumi dan khususnya, dan konsep-konsep tentang kausalitas (sebab) penyakit yang mendasarinya.

Dalam bukunya Foster dan Anderson,etiologi penyakit terbagi menjadi dua istilah (personalistik dan naturalistik). Keduanya dapat dipakai untuk menyebut keseluruhan sistem-sistem medis. Sistem personalistik adalah suatu sistem dimana penyakit (illness) disebabkan oleh suatu agen yang aktif, dapat berupa makhluk supranatural (ghaib atau dewa), makhluk yang bukan manusia (hantu, roh-roh) dan makhluk manusia (tukang sihir). Sistem personalistik sifatnya lebih pribadi hanya mengarah pada orang yang sakit. Sedangkan dalam sistem naturalistik, penyakit dijelaskan dengan istilah sistemik yang bukan pribadi. Dalam naturalistic diakui suatu model keseimbangan, sehat dikarenakan unsur-unsur yang tetap dalam tubuh, seperti panas, dingin, cairan tubuh, yin dan yang berada pada keadaan seimbang. Apabila keseimbangan ini terganggu, maka hasilnya adalah timbulnya penyakit.[1]

Dengan demikian fokus dari Antropologi kesehatan adalah bagaimana budaya dalam setiap masyarakat memperlakukan sakit, baik itu tentang sebabnya, cara pencegahan, pengobatan, atau perawatannya. Budaya dan masyarakat memiliki hubungan yang erat, begitupun dengan kesehatan yang melekat pada setiap masyarakat. Perlakuan kesehatan pada setiap masyarakat tergantung pada budaya masing-masing. Seperti pada masyarakat Jawa yang masih menjaga nilai tradisi, dalam menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh akan meminum jamu yang sejak dulu dipercayai sebagai ramuan khas menyehatkan. Itulah sekilas penjelasan singkat tentang definisi Antropologi dan pemahaman mengenai apa Antropologi Kesehatan yang dapat saya berikan.

[1] Penjelasan lebih lengkap lihat pada Foster dan Anderson (63-64)

6 thoughts on “Belajar Antropologi Kesehatan? Yuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: