Liburan dirumah, aku mengagendakan untuk keliling tegal sebisa mungkin. Sebenarnya kita mau bertiga, tapi karena yang satu ada keperluan, jadilah kami berdua buat hunting foto di tegal (sama temen cowo tentunya). Lokasi pertama yang kami tuju desa tanjung, kecamatan lebaksiu. Sebenarnya ini bukan tempat wisata, tapi tempatnya cukup berbeda jadi kami pilih kesini. Untuk menuju lokasi ambil saja jalur utama slawi. Ketika ada patung GBN belok ke arah selatan. Lokasi ini katanya rame kalau rebo kasan (istilah jawa) kalau hari biasa ya..paling warga sekitar yang sedang beraktifitas baik nyuci baju ataupun bertani. Untuk hasil foto nggak bagus bagus amat sih…tp cukuplah baut mengisi galeri di instagram, hehehe…

Sebelum lanjut lokasi dua, ternyata motor yang aku pakai agak kempes dan kerasa banget buat boncengan. Isi angin ban belakang sembari ditunggu dengan menyantap gorengan dipinggir jalan dan ternyata ban kempes lagi. Ok fix, ini ban bocor dan harus ke tambal ban. Nggak begitu jauh ada tambal ban dan abang tambal ban langsung ngerjain. Dibuka dan tara….ban motor mrampang (menipis secara keseluruhan) mau nggak mau harus ganti. Dan aku harus bmengeluarkan 50ribu. Buat para biker yang berkendara, kayaknya kita harus antisipasi ban bocor dengan membawa ban sendiri. Apalagi yang bagasi motornya besar juga ukuran ban dalam yang nggak besaar. Ini bisa mempercepat waktu jika kejadian ban bocor. Juga kalau kita akumulasi tambal ban yang berulang kali dengan beli ban baru nggak beda jauh. Jadi ini bisa menjadi alternatif untuk membawa ban cadangan di bagasi motor.

IMG_2141

Lanjut lokasi kedua, kami memilih danawarih. Tentu ini nggak asing di telinga warga tegal karena memang terkenal. Nggak ada tiket masuk dan nggak ada parkir. Kita bisa menikmati bendungan dan jembatan yang khas. Jembatan dengan dua motor papasan pasti akan terasa bekerja ekstra, tapi ini menjadi sensasi. Setelah jembatan, ternyata ada desa lagi, aku lupa namanya tapi terlihat rumah yang bagus yang menandakan warganya mampu secara ekonomi. Untuk kalangan desa, rumah tersebut bagus bagus banget. Oh ya…sungai disini juga bersih, masih layak buat mandi-mandi. Anak anak juga asyik mandi. Tanpa gatget dan internet mereka memberi pelajaran pada kita mereka bisa bahagia. Masa kecil yang luar biasa dan nggak mungkin ada di masyarakat kota.

IMG_2180

Lanjut lokasi tiga bro..temenku ngajak ke bumijawa. Ok langsung saja, yang penting lokasi wisata antimainstream. Ditengah jalan setelah pertigaan tuwel ada tulisan curug pengantin dan curug luhur. Kami nggak berniat kesitu sebenarnya, berhubung kami belum pernah coba saja dulu barangkali menarik. Bayar pertama 5000 untuk satu motor. Langsung kita jalan kaki yang ternyata cukup lumayan buat mengeluarkan keringat. Akses juga masih alami. Melewati pematang sawah seperti ubud, jembatan goyang juga derasnya arus sungai. Lokasi curug pengantin dan curug luhur terpisah. Kita pilih curug pengantin dulu. Ditengah perjalanan ada petugas yang memberi tiket. Sebenarnya tiket usah habis, kami hanya dikasih sobekan kecil. Memang sih…wisata ini perlu dikemas lagi agar lebih sip. Branding dan pengemasan yang menarik perlu digalakkan agar ekonomi warga sekitar bisa meningkat melalui sektor wisata. Cafe tengah sawah dan juga pemancingan serta cocok tanam langsung bisa menjadi plan kedepan untuk dinas pariwisata kabupaten tegal. Kalau perlu sih diadakan festifal biar nama kabupaten tegal lebih menggelora, juga kalau ke tegal nggak ke guci terus, wkwk….Kita tunggu saja kemasan dari pihak yang berwenang di kabupaten tegal.

13628197_882416795203391_1332618080_n

Sampai curug pengantin, ramai juga ternyata. Tapi yang jadi miris kalau ditempat wisata banyak anak-anak pacaran. Mereka terlihat belum dewasa. Tapi ya…begitulah kondisi remaja kita kebanyakan. Nggak di desa nggak di kota, sama saja. Bimbingan dari orang tua patut dipertanyakan juga pergaulan dan tontonan remaja tersebut. Sudahlah..nggak usah banyak bahas ini memang banyak yang harus dibenahi.
Kami berdua asyik melakukan foto-foto secara bergantian dan giliran saya yang difoto, musibahpun datang. Kunci motor yang ada di saku jaket terjatuh ke sungai yang arusnya deras (foto diatas adalah ekpresi lagi nyari kunci). Khawatir pasti, karena kami jauh dari rumah. Biasanya kalau aku bepergian selalu bawa tas ransel namun kali ini enggak. Aku berkesimpulan kunci nggak bakal ketemu dan kita harus pulang. Sebenarnya firasat udah terasa waktu perjalanan kalau kunci ini hilang mati aku. Dan terjadilah….Memang betul, tuhan sesuai dengan firasat hambanya. Kami langsung bergegas ke parkiran meminta saran baiknya bagaimana. Dompet dan HP juga ada di jok motor. Nambah deh deritanya…. 🙁

Setelah meminta saran, petugas parkir membuka jok dengan tangan kosong yang ternyata memang mudah untuk mengambil isi di bagasi motor. Ini pelajaran bagi kita jangan mudah menaruh barang berharga di jok motor karena sangat mudah untuk diakses walaupun dengan tangan kosong. Tanpa berpikir lama aku menghubungi keluarga yang ada dirumah dan Alhamdulillah ada kunci cadangan dan kakak saya siap mengantar kunci tersebut sampai lokasi. Leganya….sekitar 50 menit kami mengunggu motorpun ada kuncinya lagi dan langsung pulang nggak ke lokasi lain yang sudah direncanakan.