Skip to content

Sosiologi & Antropologi

Belajar Mengenal Masyarakat Indonesia

A. Kesetaraan
“Perbedaan budaya tidak boleh memisahkan kita dari yang lainnya. keragaman budaya justru harus membawa sebuah kekuatan kolektif yang dapat bermanfaat bagi seluruh umat manusia.” (Robert Alan)
Perbedaan dan keberagaman bukanlah sumber pemecah belah suatu masyarakat. Prinsip kesetaraan dan harmoni social menumbuhkan toleransi di dalam masyarakat.

Setiap manusia setara dengan manusia lainnya, yang artinya setiap manusia (sebagai makhluk social) memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam hidupnya, hak-hak manusia ini disamaratakan guna tercipta masyarakat yang harmonis. Kesetaraan adalah adalah tata politik sosial di mana semua orang yang berada dalam suatu masyarakat atau kelompok tertentu memiliki status yang sama. continue reading…

SILABUS MATA PELAJARAN: ANTROPOLOGI
(PEMINATAN BAHASA)

Satuan Pendidikan : SMA/MA
Kelas : XII
Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI3 : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Materi Pokok :

  1. Kesetaraan dan hubungannya dengan perubahan sosial budaya
  2. Proses globalisasi dan strategi mempertahankan dan memperkuat nilai-nilai budaya Indonesia
  3. Relativitas, ketahanan, inovasi dan asimilasi budaya
  4. Karya ilmiah dan Metode penelitian antropologi

continue reading…

SILABUS MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI
(PEMINATAN BAHASA)

Satuan Pendidikan : SMA/MA
Kelas : XI
Kompetensi Inti :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Materi Pokok :

  1. Keterkaitan antara keberagaman budaya, bahasa dialek, tradisi lisan dengan kehidupan masyarakat dalam suatu daerah.
  2. Pemetaan budaya, masyarakat pengguna bahasa dialek, dan tardisi lisan di suatu daerah dan nusantara
  3. Persamaan dan perbedaan budaya, bahasa, dialek, tradisi lisan yang ada di masyarakat setempat
  4. Perubahan budaya dan melemahnya nilai-nilai tradisional
  5. Metode etnografi dan manfaatnya dalam mencari solusi berbagai permasalahan sosial-budaya

continue reading…

SILABUS MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI
(PEMINATAN ILMU BAHASA DAN BUDAYA)
Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Materi Pokok :

  1. Konsep dasar, peran fungsi, dan keterampilan Antropologi dalam mengkaji kesamaan dan keberagaman budaya, agama, religi/kepercayaan, tradisi, dan bahasa.
  2. Budaya, perwujudan, unsur, isi atau substansi Budaya, dan nilai Budaya.
  3. Internalisasi nilai-nilai budaya dalam pembentukkan kepribadian dan karakter
  4. Perilaku menyimpang dan sub kebudayaan menyimpang
  5. Budaya lokal, budaya nasional, budaya asing, hubungan antar budaya di era globalisasi

continue reading…

Edward B Tylor (1832-1917) adalah orang Inggris yang mula-mula mendapatkan pendidikan dalam kesusasteraan dan peradaban Yunani dan Rum Klasik, dan baru kemudian tertarik akan ilmu Arkeologi. Karena ia mendapat kesempatan untuk turut dengan keluarganya berkelana ke Afrika dan Asia, ia menjadi tertarik untuk membaca etnografi. Sebagai orang yang dianggap memiliki keahlian dalam ilmu arkeologi, dalam tahun 1856 ia turut dengan ekspedisi Inggris untuk menggali benda-benda arkeologi di Mexiko masa kini, berjudul Anahuac, or mexico and the Mexicians, Ancient and Modern (1861). continue reading…

PPT-SOSIOLOGI-PEMBANGUNAN-MODERNISASI-BARU

A. Biografi Adam Smith
John Adam Smith (lahir di Kirkcaldy, Skotlandia, 5 Juni 1723 – wafat di Edinburgh, Skotlandia, 17 Juli 1790 dalam umur 67 tahun), adalah seorang filsuf berkebangsaan Skotlandia yang menjadi pelopor ilmu ekonomi modern. Karyanya yang terkenal adalah buku An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (disingkat The Wealth of Nations) adalah buku pertama yang menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme. Adam Smith adalah salah satu pelopor sistem ekonomi Kapitalisme. Sistem ekonomi ini muncul pada abad 18 di Eropa Barat dan pada abad 19 mulai terkenal disana. continue reading…

  1. Pengertian masyarakat menurut Hendropuspito OC (1989:75) adalah sebagai kesatuan yang tetap dari orang-orang yang hidup di daerah tertentu dan bekerjasama dalam kelompok-kelompok berdasarkan kebudayaan yang sama untuk mencapai kepentingan yang sama[1]. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang mana memiliki rasa kesatuan dan identitas bersama, berinteraksi satu sama lain secara kontinu, serta hidup dalam suatu Negara yaitu Negara Indonesia.

continue reading…

Budaya Jawa dikenal sebagai budaya yang halus, masyarakat jawa memegang prinsip nilai hormat, rukun, dan isin dalam kehidupan sehari-hari, dalam terminologinya Clifford Geertz kondisi ini disebut sebagai Model of Reality yaitu merupakan pola yang benar-benar hadir dalam kehidupan bermasyarakat. Budaya yang halus ini tak lepas dari pengaruh keraton Yogyakarta dan Surakarta sebagai tonggak atau acuan kebudayaan Jawa, citra masyarakat jawa yang perilaku dan budi bahasanya halus sering digambarkan dengan lemah gemulainya “Putri Solo”, serta tari-tarian Jawa seperti tari Gambyong, tari Srimpi, dan Bedhoyo yang bersumber dari keraton merupakan konstruksi bahwa budaya jawa itu halus dan penuh tata karma. Perilaku kekerasan dianggap bertentangan dengan nilai dan etika Jawa. Kekerasan bias saja dilakukan dengan maksud membela atau memiliki jiwa ksatria yang tangguh. continue reading…

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan budayanya, dengan beragam budaya ini masyarakat Indonesia memiliki perbedaan perspektif akan suatu hal salah satunya adalah mengenai kesehatan. Dalam ilmu Antropologi kesehatan, mempelajari tentang bagaimana budaya-budaya masyarakat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat itu sendiri serta cara masyarakat menangani suatu penyakit. continue reading…