Konservasi bukan sekedar penghijauan semata #2

Saat ini konservasi sudah banyak didengung-dengungkan dimana-mana.  Salah satunya di Universitas Negeri Semarang ( UNNES ) yang sangat terkenal sebagai salah satu universitas konservasi di Indonesia. Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan makna yang sesungguhnya dari konservasi itu. Emang benar konservasi itu identik dengan penghijauaan, akan tetapi tidak sepenuhnya benar. Kok bisa???? Iya karena konservasi yang sebenarnya adalah penanaman mental konservasi pada diri seseorang agar orang itu memiliki jiwa kesatria berwawasan konservasi. Maksudnya jadi  kita paham dan sadar pentingnya sikap konservasi dalam kehidupan ini. Sebagai contoh ada orang yang melihat sampah terus dia membuang ke tempat sampah akan tetapi dia tidak mengerti manfaat yang diperoleh dan cara memanfaatkan sampah itu. Itu adalah contoh konservasi yang setengah-seengah. Hal ini tentu saja berbeda dengan orang yang dengan tulus hati membuang sampah ke temapatnya tetapi juga mengerti manfaat dan berfikir bagaimana cara memanfaatkan sampah itu menjadi sesuatu yang bernilai.

Konservasi bukan sekedar penghijauaan semata. Kenapa bisa demikian????? Perlu kita tahu bahwa di dalam konservasi terdapat pilar-pilar konservasi yang sangat luas maknanya. Ada keanekaragaman hayati, jadi tidak hanya penghijauaan saja tetapi juga melestarikan hewan dan keanekaragamaan hyati yang lainnya. Selanjurtnya ada penggunaan energi bersih. Di sini kita diajari bagaimana cara menggunakan energi secara efektif dan efisien serta ramah lingkungan. Contohnya peralihan dari bahan bakar gas ke bahan bakar listrik. Dari penggunaan AC menjadi menggunakan energi alami. Selain itu hemat penggunaan air, listrik juga merupakan contoh penerapan dari pilar konservasi energi bersih. Ada juga pilar konservasi etika, seni dan budaya konservasi. Jika kita mengaku berjiwa konservasi, kita juga harus tau etika dalam bertindak, melestarikan kesenian dan budaya daerah agar tidak punah. Misalkan cara berpakaiaan, cara berbicara harus sesuai dengan nilai-nilai konservasi. Pengkaderan konservasi juga sangat penting karena tanpa pengkaderan ilmu konservasi akan punah. Kita harus menanamkan nilai-nilai konservasi kepada mereka yang belum tau akan arti konservasi yang sesungguhnya. Sebagai mahasiswa, sudah sepatutnya kita mengerti dan paham sekaligus bisa menerapkan nilai-nilai konservasi yang sebenarnya di dalam kehidupan sehari-sehari. Terlebih kita sebagai mahasiswa unnes kita harus bangga karena menjadi bagian dalam universitas yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai konservasi tersebut sebagai rumah ilmu dalam membangun negeri ini menjadi negeri yang konservasi.

SALAM KONSERVASI!!!

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: