custom-header

Belajar [Fotografi] Makro

Belajar [Fotografi] Makro

Lensa makro 1

Salam, kali ini saya akan sedikit membahas tentang fotografi makro. Fotografi makro merupakan fotografi dengan teknik pembesaran pada sebuah objek mikro. Foto ini menjadi sangat menarik karena kehidupan organ mikro dapat di nikmati dengan kasat mata bagi para penikmat fotografi.

Tidak semua objek makro itu harus serangga, namun, kehidupan serangga menjadi daya tarik tersendiri sehingga foto makro identik dengan foto kepik, lebah, lalat, ulat, semut, keong kecil dan serangga lainnya.

Lantas bagaimana cara mendapatkan foto makro yang baik, berikut saya berikan sedikit tips untuk mendapatkan foto makro.

Foto Oleh : Yogi Wicaksono

 

1. Objek makro harus Mikro

Walau judulnya foto makro, namun ternyata Point Of Interest-nya harus mikro, tidak mesti serangga, namun kehidupan serangga merupakan objek makro yang sangat indah. Semakin mikro objek yang dijadikan POI, maka semakin baik nilai seninya, karena semakin mikro tinggat kesulitan membidik semakin tinggi.

2. Menggunakan Lensa Makro, atau bisa Reverse Lens

Saat ini membidik foto makro dimudahkan dengan adanya lensa khusus makro, dan ada juga lensa tele yang memiliki fitur untuk membidik objek mikro. Tentu saja, kemudahan yang didapat dengan menggunakan lensa makro berbanding lurus dengan harga yang mesti dikeluarkan untuk lensa ini. Namun, jika anda tidak memiliki lensa makro, bisa menggunakan lensa yang dibalik, namun lensa yang di balik ini harus lensa manual, agar apeturenya bisa di setting secara manual. Sebetulnya reverse ring ini ada konverternya, tapi untuk mencoba, cukup tempelkan saja lensa secara rapat ke mouth body kamera. Berikut contoh reverse ring.

 

3. Apeture dengan diafragma lebar (kedalaman fokus yang sempit)

Dengan menggunakan diafragma lebar, maka fokus yang didapat menjadi sempit dan menjadi wajib untuk mengarahkan titik fokus ke serangga. Ini melengkapi foto makro dengan bokeh, sehingga foto makro menjadi lebih cantik dan menarik.

4. Rule Of Third

Dalam fotografi ada aturan main dalam pengaturan komposisi. Pengaturan komposisi ini dimaksudkan untuk membuat foto menjadi menarik untuk dinikmati. Rule Of Third, ini juga harus dipegang dalam mengambil foto makro. Sehingga ada keseimbangan antara foreground background dan point of interest. Perhatikan Rule Of Third Berikut ini.


POI pada objek diatas tidak di posisikan di tengah, namun berada di pertiga bagian sisi kiri foto, dengan background blur (bokeh), semakin menegaskan khas dari sebuah foto makro.
Demikian yang bisa saya sampaikan mengenai foto makro, semoga bermanfaat dan terimakasih.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: