• Thursday, December 17th, 2015

Ragam Gejala Sosial dalm Masyarakat

“Keseragaman semua anggota masyarakat tentang kesadaran moral tidak dimungkinkan. Tiap individu berbeda satu sama lain karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keturunan, lingkungan fisik, dan lingkungan sosial”[Emile Durkheim]

Kemiskinan merupakan salah satu contoh gejala sosial di masyarakat. Jika kemiskinan memiliki porsi yang besar dalam suatu masyarakat, maka gejala tersebut menjadi sebuah masalah sosial.

1. Realitas Sosial

Peter Berger dan Thomas Luckman dalam buku mereka yang berjudul The sosial Construction of Reality, mengemukakan bahwa realitas adalah kualitas yang berkaitan dengan fenomena yang kita anggap berada di luar kemauan kita (sebab ia tidak dapat dienyahkan). Berger dan Luckman melihat melihat bahwa realitas sosial memiliki dimensi objektif dan subjektif. Dimensi objektif dilihat dari adanya lembaga atau pranata sosial beserta nilai dan norma yang menunjukan bahwa masyarakat cenderung menginginkan keteraturan. Karena itu, masyarakat cenderung mewariskan nilai dan norma kepada generasi berikutnya melalui proses internalisasi (sosialisasi). Namun demikian, manusia tidak harus selalu dipengaruhi oleh lingkungannya. Manusia memiliki peluang untuk melakukan interpretasi berbeda atas realitas yang diperolehnya melalui sosialisasi (sosialisasi tidak sempurna) yang dilihatnya sebagai cermin dunia objektifnya. Interpretasi yan berbeda ini secara kolektif akan membentuk sebuah realitas baru. Berger menyebut proses ini sebagai eksternalisasi.

Eksternalisasi berjalan lambat namun pasti. Proses ini mengakibatkan terjadinya perubahan aturan atau norma dalam masyarakat. Artinya, akan terbentuk system nilai atau norma baru yang dapat mempengaruhi generasi-generasi berikutnya. Menurut Berger, masyarakat sebetulnya adalah produk dari manusia. Manusia tidak hanya dibentuk oleh masyarakat, tetapi juga mencoba mengubah masyarakat, termasuk perubahan yang berakibat munculnya masalah-masalah sosial.

2. Masalah Sosial

Masalah sosial sesungguhnya merupakan akibat dari interaksi sosial antar individu, antar individu dengan kelompok, atau antar kelompok. Dalam keadaan normal, interaksi sosial dapat menghasilkan integrasi. Namun, interaksi sosial juga dapat menghasilkan konflik.

            Soerjono Soekanto mengatakan bahwa masalah sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Soerjono Soekanto membedakan masalah sosial menjadi empat yaitu sebagai berikut:

  1. Masalah sosial dari faktor ekonomis, seperti kemiskinan dan pengangguran
  2. Masalah sosial dari faktor biologis, seperti penyakit menular
  3. Masalah sosial dari faktor psikologis, seperti penyakit syaraf dan bunuh diri
  4. Masalah sosial dari faktor kebudayaan, seperti perceraian dan kenakalan remaja
    Dalam menentukan apakah suatu masalah merupakan masalah sosial atau bukan, para sosiolog menggunakan beberapa dasar sebagai ukuran, yaitu:

3. Kriteria umum

Masalah sosial terjadi karena ada perbedaan antara nilai-nilai dalam suatu masyarakat dengan kondisi nyata kehidupan. Artinya, ada ketidakcocokan antara anggapan masyarakat tentang apa yang seharusnya terjadi dan kenyataan sebenarnya. Kriteria umum masalah sosial pun berbeda-beda di setiap masyarakat, hal ini tergantung pada nilai-nilai yang mereka anut. Contoh, di Indonesia “kumpul kebo” dilihat sebagai sebuah masalah, tetapi tidak demikian di amerika.

4. Sumber masalah sosial

Selain bersumber dari interaksi sosial yang efektif, masalah sosial juga dapat bersumber dari gejala-gejala alam, seperti gempa bumi atau kemarau panjang. Namun tidak semua gejala alam menjadi sumber masalah sosial. Gejala alam menjadi sumber masalah sosial jika gejala tersebut mengakibatkan masalah sosial tertentu. Contohnya, banjir bukanlah masalah sosial. Namun akibat yang ditimbulkanya, seperti kehilangan tempat tinggal atau pencurian merupakan masalah sosial.

5. Pihak yang menetapkan masalah sosial

Dalam masyarakat, umumnya terdapat sekelompok kecil individu yang mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk menentukan apakah sesuatu dianggap sebagai masalah sosial atau bukan. Kelompok-kelompok tersebut diantaranya adalah pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi sosial, dewan atau musyawarah masyarakat.

6. Masalah sosial nyata dan laten

Masalah sosial nyata adalah masalah sosial yang timbul akibat terjadinya kepincangan yang disebabkan ketidaksesuaian tindakan dengan norma dan nilai masyarakat.  Masalah sosial nyata umumnya berusaha dihilangkan. Masalah sosial laten adalah masalah sosial yang ada dalam masyarakat, tetapi tidak diakui sebagai masalah. Hal ini umumnya disebabkan ketidakberdayaan masyarakat untuk mengatasinya.

7. Perhatian masyarakat dan masalah sosial

Suatu kejadian atau peristiwa berubah menjadi masalah sosial ketika hal tersebut menarik perhatian masyarakat. Masyarakat secara intens membahas dan menggugat peristiwa tersebut. Namun demikian, tidak semua masalah sosial menjadi perhatian masyarakat. Sebaliknya suatu yang menjadi perhatian masyarakat belum tentu merupakan masalah. Contohnya, merebaknya pelanggaran lalu lintas adalah masalah, namun tidak menarik perhatian masyarakat. Sebaliknya sebuah bus yang terbalik dijalan raya bukanlah masalah sosial walaupun menarik perhatian masyarakat.

Ragam Gejala Sosial

1. Kemiskinan

Pada masyarakat modern, kemiskinan menjadi masalah sosial. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok. Sebab sebab timbulnya masalah tersebut adalah karena salah satu lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi dengan baik, yaitu lembaga kemasyarakatan dibidang ekonomi.
b. Kejahatan

Kejahatan disebabkan karena kondisi dan proses sosial yang sama.tinggi rendahnya kejahatan berhubungan erat dengan bentuk dan organisasi sosial dimana kejahatan tersebut terjadi.
c. Disorganisasi keluarga

Adalah perpecahan keluarga sebagai suatu unit karena anggota- anggotanya ggal memenuhi kewajiban-kewajibannya sesuai dengan peran sosialnya.

2. Kenakalan remaja (delinkuensi)

Masa remaja dikatakan sebagai masa yang sangat berbahaya. Dimana seseorang meninggalkan tahap kehidupan anak- anak, untuk menuju tahap selanjutnya.

3. Peperangan

Masalah peperangan berbeda dengan masalah sosial. Peperangan merupakan satu bentuk pertetangan dan juga suatu lembaga kemasyarakatan. Peperangan merupakan bentuk pertentangan ketika setiap kali diakhiri dengan suatu akomodasi.

4. Pelanggaran terhadap norma norma masyarakat

Ada beberapa pelanggaran terhadap norma- norma sosial yaitu: pelacuran, alkoholisme,homoseksualitas. Masalah masalah inilah yang sering dilakukan dan hal ini merupakan pelanggaran norma yang ada di masyarakat.

5. Masalah kependudukan

Penduduk suatu negara merupakan sumber yang sangat penting bagi pembangunan. Salah satu tanggung jawab negara adalah meningkatkan kesejahteraan penduduk serta mengambil langkah-langkah. Kesejahteraan penduduk ternyata mengalami gangguan oleh perubahan demografis yang sering kali tidak mereka rasakan.

6. Masalah lingkungan hidup

Ketika seseorang membicarakan lingkungan hidup, yang sering difikirkan adlah hal-hal atau segala sesuatu yang berada disekitar manusia baik sebagai individu maupun dalam pergaulan hidup.
7. Birokrasi

Birokrasi merupakan organisasi yang bersifat hieraris, yang ditetapkan secara rasional untuk mengordinasikan pekerjaan orang- orang kepentingan pelaksanaan tugas-tugas administratif.

Penggunaan Konsep Dasar Sosiologi Dalam Menganalisis Gejala Sosial

Sosiologi sangat berperan dalam membantu peneliti untuk menganalisis berbagai gejala sosial dalam masyarakat. Analisis tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan konsep-konsep dasar sosiologi yang telah kita pelajari sebelumnya. Misalnya, untuk menganalisis gejala sosial yang menyangkut masalah kenakalan remaja seperti tawuran, maka konsep dasar sosiologi yang digunakan untuk menelaah masalah tersebut antara lain pola interaksi sosial sosial di kalangan remaja tersebut, solidaritas kelompok sosialnya, kebudayaan yang dianut, hingga perubahan sosial di sekitar remaja tersebut.

sumber :

soekanto, soerjono. 2013. sosiologi suatu pengantar. jakarta : rajawali pers.

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2014. Sosiologi 1:Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta. Esis Erlangga

Ramdani, Dani. 2015. “Materi Kelas X Gejala Sosial dalam Masyarakat”.tersedia : http://sosiologi-sman-1-cibeber-cikotok.blogspot.co.id

soekanto, soerjono. 2013. sosiologi suatu pengantar. jakarta : rajawali pers.

Artikel download disini

Category: Sosiologi SMA
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply