Materi Antropologi Kelas XII :Karya Ilmiah dan Metode Penelitian Antropologi

Desember 23, 2015 in Antropologi,Pembelajaran Antropologi SMA | Comments (0)

Pengertian karya ilmiah

Suatu karangan atau tulisan yang diperoleh dari keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, dan penelitian dalam bidang tertentu yang disusun berdasarkan metode tertentu dan sistematis dengan menggunakan bahasa penulisan yang santun, serta isinya dapat dipetanggung jawabkan kebenarannya dan keilmiahannya. Suatu karya dapat dikatan ilmiah apabila melalui proses dengan menggunakan metode ilmiah. Sehingga karya ilmiah merupakan suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk ilmiah(Eko Susilo,M.1995:11)

Tujuan Karya Ilmiah

  1. Memberi penjelasan
  2. Memberi komentar atau penilaian
  3. Memberi saran
  4. Menyampaikan sanggahan
  5. Membuktika hipotesa

Ciri-ciri karya ilmiah

  1. struktur sajian

Struktur yang terdapat dalam karya ilmiah biasanya terdiri dari pendahuluan, pokok bahasan, dan bagian penutup. Ketiganya sangat terkait satu sama lain. dimana pendahuluan merupakan pengantar untuk masuk kedalam pokok bahasan. Sedangkan pokok bahasan merupakan bagian inti yang berisi gagasan pokok yang ingin disampaikan. Biasanya pada pokok bahasan terdiri dari beberapa bab atau sub topik.

  1. Komponen dan subtansi

Semua karya ilmiah yang dibuat oleh seseorang harus mengandung pendahuluan, bagian inti atau pokok bahasan, penutup, dan daftar pustaka. Meskipun karya ilmiah terdiri dari berbagai macam jenisnya. Akan tetapi, karya ilmiah yang dimuat didalam jurnal harus terdapat abstrak.

  1. Sikap penulis

Sikap yang harus dimiliki oleh penulis dalam membuat suatu karya ilmiah adalah objektif, menggunakan gaya bahasa yang impersonal, banyak menggunakan bentuk kata pasif, dan tidak menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

  1. Penggunaan bahasa

Bahasa yang digunakan dalam menulis suatu karya ilmiah adalah bahasa yang baku. Dengan menggunakan pilihan kata atau istilah dan menggunakan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Jenis-jenis karya ilmiah

Menurut Arifin (2003) karya ilmiah dibedakan menjadi berikut ini:

  1. Makalah, sebuah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah. Pembahsan yang dikaji dalam karya tulis ilmiah ini berdasarkan data yang diperoleh di lapangan dan bersifat empiris-objektif.
  2. Kertas kerja, kertas kerja hampir sama dengan makalah. Akan tetapi pembahasan dalam kertas kerja lebih mendalam dibandingkan dengan makalah.
  3. Skripsi, merupakan sebuah karya tulis ilmiah yang ditulis berdasarkan pendapat orang lain. Data diperoleh secara langsung melalui observasi lapangan atau percobaan di laboratorium. Dalam pembuatan skripsi dibutuhkan sumbangan material yang berupa temuan baru tentang salah satu aspek atau lebih dalam bidang spesialisasinya.
  4. Tesis, berupa temuan baru yang diperoleh dengan melakukan penelitian sendiri. Tesis merupakan karya tulis ilmiah yang lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi.
  5. Disertasi, berupa suatu temuan penulis sendiri dan bersifat orisinil. Disertasi adalah suatu karya tulisan ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis. Temuan ini berdasarkan data dan fakta yang validdengan analisi yang terperinci. Apabila temuan peneliti dapat dipertahankan dari sanggahan penguji, maka penulisnya berhak mendapatkan gelar doktor (S3).

Metode penelitian

Sebagian besar metode yang digunakan dalam penelitan antropologi adalah menggunakan metode penelitan kuantitatif dan kualitatif.

metode penelitian

  1. Kuantitatif

Metode penelitian kuantiitatif merupakan suatu metode penelitian yang lebih melihat hasilnya dibandingkan dengan prosesnya. Hasil dari penelitian tersebut berupa lambang atau bilangan yang diperoleh melalui data dari lapangan. Data yang diperoleh dari lapangan kemudian dianalisis menggunakan statistik dengan tujuan dapat menjawab permasalahan studi. Statistik yang diigunakan dalam penelitian kuantitatif berupa persentase, media, mean, simpangan baku, dan korelasi. Biasanya data pada penelitian kuantitatif menggunakan tabel, grafik, diagram, dan lain sebagainya. Penelitian kuantitatif memiliki beberapa ciri, diantaranya:

  1. Penelitian kuantitatif menguji suatu teori yang mengandung hubungan variabel yang diteliti. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah membuktikan suatu hipotesa yang dimunculkan secara jelas dan empirik.
  2. Penelitian kuantitatif menggunakan penyusunan dan perhitungan data yang berupa angka-angka.
  3. Dalam memperoleh dan mengumpullkan data penelitian kuantitatif menggunakan aisten, angket, atau interview.
  4. Data dalam penelitian kuantiitatif diolah dengan menggunakan statistik sekaligus memberikan hasil statistik sebagai jawaban dari permasalahan. Penelitian ini menggunakan prosedur bertingkat dalam menilai datanya.
  5. Penelitian kuantitatif menyajikan data dalam bentuk angka-angka (frekuensi atau teknik penyajian data).
  1. kualitatif

Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3) menjelaskan bahwa metodologi kuantitatif merupakan suatu penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Biasanya dalam penelitian kualitatif berupa kata-katatertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diteliti atau diamati. Dalam penelitian ini, peneliti merupakan instrumen kunci. Oleh karena itu peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas. Sehingga peneliti dapat bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. Beberapa jenis dalam penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:

  1. Biografi

Penelitian biografi adalah penulisan kembali mengenai pengalaman individu dengan cara mengumpulkan dokumen atau arsip-arsip. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap pengalaman hidup seseorang yang dapat dijadikan sebagai panutan atau dapat mengubah hidup seseorang.

  1. Fenomenologi

Penelitian yang menjelaskan atau mengungkap makna koonsep atau fenomena pengalaman yang terjadi pada beberapa individu. Penelitian ini dilakukkan secara alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai fenomena yang dikaji.

  1. Etnografi

Dalam penelitian ini peneliti terlibat dalam kehidupan sehari-hari responden atau melalui wawancara satu persatu dengan anggota kelompok yang diteliti. Peneliti mempelajari pola perilaku, kebiasaan, dan cara hidup responden. Adapun tahapan-tahapan penelitian etnografi menurut Jerome Kerk dan Marc. L Miler tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tahap pertama : Tahap pertama penelitian etnografi adalah memilih masyarakat sebagai objek penelitian. Pada tahapan ini seorang penelitian harus pandai-pandai menentukan masyarakat mana yang memliki kebudayaan yang mengakar dan dalam Tahap pertama ini disebut sebagai find- ing the field. Hal-hal yang dilakukan adalah cara-cara untuk masuk ke lapangan dengan baik dan lancar. Peneliti harus dapat masuk dalam struktur aktivitas dari masyarakat.
  2. Tahap kedua : melakukan investigasi untuk menemukan (Discovery) dan mengumpulkan (Getting) data, peneliti harus melakukan penyusunan rencana peneliti yang rapi dan matang serta harus pandai menentukan dimana tempat dan siapa yang nantinya di jadikan sampel data.
  3. Tahap ketiga : Pada tahapan ini data-data penelitian sudah mulai dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan mulai disusun secara sistematis. Kegiatan yang dilakukan agar tahapan ini berjalan lancar adalah pengecekan validitas data yaitu melakukan pengujian data yang didapat melalui evaluasi pengambilan data.
  4. Tahap ke-empat : Tahap ini adalah tahap terakhir dari penelitian etnografi yaitu . Pada tahapan ini peneliti melakukan penjelasan untuk pamit kelapangan (leaving, explanation, getting out, and getting oven ). Kegiatan ini dilakukan karena penelitian sudah sampai batas waktu yang ditentukan dan juga sudah mendapatkan data-data primer yang diperlukan secara mendalam.

Teknik Penggalian Data dalam Penelitian Etnografi

  1. Teknik observasi : Teknik observasi biasa disebut sebagai metode pengamatan lapangan. Ada empat macam metode observasi, yaitu pengamatan biasa (pengamatan yang dilaksanakan peneliti tanpa terlibat kontak langsung dengan pelaku (informan)), pengamatan terkendali (pengamatan terkendali peneliti tidak perlu mengadakan kontak emosional dengan informan), pengamatan terlibat (keterlibatan peneliti yang mengadakan hubungan emosional dan sosial dengan para informan), dan pengamatan penuh atau lengkap (jika si peneliti mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang sedang ditelitinya).
  2. Teknik Wawancara : Teknik wawancara atau interview dipakai untuk memperoleh data atau keterangan lebih jauh selain data-data yang diperoleh melalui data observasi. Terdapat wawancara berencana (menyusun sejumlah pertanyaan sedemikian rupa dalam bentuk questioner atau angket) dan wawancara tanpa rencana (memperoleh tanggapan yang cukup luas menyangkut aspek-aspek kejiwaan yang sangat dalam. Misalnya, wawancara untuk memperoleh tanggapan tentang pandangan hidup atau sistem keyakinan).

Dalam melaksanakan metode wawancara atau interview terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan. Ketiga hal tersebut adalah teknik bertanya dalam wawancara, persiapan wawancara, dan pencatatan data selama wawancara berlangsung. Ketiganya harus dilaksanakan secara berurutan agar mendapatkan data yang benar-benar valid.

  1. Studi kasus

Penelitian ini adalah mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci, pengambilan data yang mendalam, dan menyertakan berbagai sumber informasi.

  1. Grounded theory

Penelitian yang menekankan pada arti dari suatu pengalaman untuk sejumlah individu. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan atau menemukan suatu teori baru yang berhubungan dengan situasi tertentu.

Metode pengumpulan data di bagi menjadi tiga:

  1. Penelitian Lapangan

Penelitian ini disebut sebagai field work yang mana peneliti harus menunggu terjadinya gejala yang menjadi objek observasinya dan peneliti di sana ikut serta dalam aktivitas yang terjadi.

  1. Penelitian Laboratorium

Gejala dijadikan sebagai objek penelitian dapat dibuat dan sengaja diadakan oleh peneliti dan di dalam penelitian ini peneliti tidak ada hubungannya dengan objek yang diteliti.

  1. Penelitian dalam kepustakaan

Gejala yang akan menjadi objek penelitian dari kepustakaan, harus dicari beratus-ratus ribu buku yang beraneka ragam. Dalam penelitian ini juga peneliti tidak ada hubungannya dengan objek yang diteliti.

Metode Penelitian Antropologi

Seorang peneliti antropologi kebanyakan menggunakan metode pengumpulan fakta yang bersifat kualitatif. Metode ini berupa metode wawancara dan catatan hasil (field notes). Dalam catatan hasil (field notes) sendiri harus diolah menjadi karangan deskripsi yang nantinya akan menjadi karangan yang dapat dibaca orang lain. Seluruh metode yang digunakan, mulai dari metode pengumpulan sampai dengan mengolah data menjadi karangan merupakan bidang deskriptif dari ilmu antropologi yang disebut etnografi dengan kata lain berarti tulisan atau laporan tentang suatu suku-suku bangsa yang ditulis oleh seorang antropolog. Untuk belajar lebih mengenai etnografi Spradley (1997) menganjurkan untuk malakukan, kerjakan, dan terus kerjakan. Metodenya disebut Deveopmental Research Sequence atau “Alur Penelitian Maju Bertahap” yaitu dengan teknik tunggal, identifikasi tugas, maju bertahap, penelitian orisinal dan problem solving.

Alat penelitian yang digunakan oleh para antropolog  dalam meneliti kebudayaan adalah etnografi. Metode riset kualitatif ini dipakai dengan cara menyelami manusia secara sensitif dan alamiah dalam konteks social budayanya serta umumnya ditunjukkan oleh etnik untuk fenomena yang diteliti. Seorang Peneliti etnografi memasukkan dirinya ke dalam budaya dan sub budaya dalam penelitiannya dan mencoba untuk melihat dunia dari sudut pandang budaya. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi partisipan, secara garis besar adalah penelitian kualitatif. Peneliti melakukan observasi  cara dan ritual dari budaya, berusaha memahami makna dan interpretasi. Mereka membandingkan antara persepsinya sendiri (etic) dan menggali perbedaannya dengan persepsi informan (emic). Penelitian kualitatif ini seolah-olah menjadi ciri bagi penelitian dalam ilmu pengetahuan antropologi.

Sumber :

Doyin, Mukh; Wagiran. 2012. Bahasa Indonesia Pengantar Penulisan Karya Ilmiah.Semarang:Unnes Press

Brotowidjoyo, Mukhayat D.1993.Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta:Akademika Pressindo

Bambang Dwiloka. 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Penerbit Rineka Cipta

Drs. M. Hariwijaya. 2008. Pedoman Penulisan Ilmiah Proposal. Tugu Publisher

http://antropologiindonesianews.blogspot.co.id/2012/02/metode-penelitian-kualitatif.html?m=1

http://ptcindonesia.heck.in/pengertian-karya-ilmiah-fungsi-syarat-je.xhtml

Sumber lain :

Farikah,siti. Materi Antropologi Kelas XII : Karya Ilmiah dan Metode Penelitian Antropologi. Diakses melalui <http://blog.unnes.ac.id/fafarikhah/2015/12/23/materi-antropologi-kelas-xii-karya-ilmiah-dan-metode-penelitian-antropologi/#more-280>. di unduh pada tanggal 23 Desember 2015


Leave a Reply